Home / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 74. Saling Menginginkan

Share

Bab 74. Saling Menginginkan

last update Last Updated: 2026-03-03 20:46:50

Sepulangnya dari kampus, Aurora akan membawa Mamanya ke rumah sakit untuk kontrol. Beberapa jam tidak bertemu dengan Leo, ia sangat merindukan pria itu.

Pikiran dan hatinya sudah mulai aneh, tidak lagi berperang, keduanya sama-sama merindukan Leo. Melewati batas perjanjian yang sudah mereka sepakati.

“Kita naik mobil siapa ini, Aurora?” tanya Amelia ketika Aurora menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil mewah.

“Mobil Om Leo, Ma.”

Amelia tersentak, ia menatap Aurora dengan pandangan yang sulit dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 80. Pacaran

    Leo membawa Aurora ke apartemen lagi, ia memeluk Aurora dari belakang dan menciumi leher gadis itu dengan mesra.“Aku semakin yakin dengan kamu,” bisik Leo dengan tersenyum.Kedua alis Aurora terangkat, ia melirik Leo dari samping. Dan mengelus tangan kekar Leo yang ada di perutnya.“Yakin gimana maksudnya?” tanya Aurora bingung.Aurora memejamkan mata, kecupan Leo di lehernya menimbulkan rasa hangat, geli, dan deg-degan seperti biasa. Tidak ada yang berubah, hanya saja ia jauh lebih santai dan sangat menerima sentuhan Leo di seluruh tubuhnya.Leo melepaskan pelukannya, menarik Aurora perlahan agar menghadap ke arahnya. “Menjadikanmu istriku, Sayang. Kamu perhatian dengan Shopia. Aku yakin kamu bisa menjadi ibu yang baik untuknya walaupun usia kalian sama,” jawab Leo serius.Aurora menahan napasnya, ia tampak berpikir dan membayangkan jika ia menikah dengan Leo dan menjadi ibu sambung untuk Shopia. Terkesan aneh, tetapi permintaan Leo tidak bisa ia abaikan. Aurora juga menginginkan ha

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 79. Perhatian Aurora

    Aurora membuka matanya dengan perlahan, tubuhnya remuk redam karena melayani Leo semalam. Suara gemericik air menandakan jika Leo sedang berada di dalam kamar mandi, ia menatap sekeliling kamar ini.Tidak ada lagi foto Emma. Hanya foto Leo yang terpampang di dinding.Kapan Leo melepaskan foto-foto Emma? Sebab, semalam ia masih melihat foto Emma terpajang dengan rapi.Ceklek…Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Aurora. Gadis itu menelan ludahnya dengan kasar melihat Leo hanya menggunakan handuk dari pusar sampai lutut saja, air menetes ke dada pria itu menambah kegantengan Leo berkali-kali lipat.“Sudah bangun, Sayang. Cepat mandi sebelum Shopia menyadari kamu di kamar ini,” ujar Leo berjalan mendekat ke arah Aurora.“Iya, Om. Aku akan mandi sekarang. Tapi pakaianku.”“Sudah aku bawakan itu di atas sofa, Sayang. Jangan khawatir.”Cup…Leo mengecup dahi Aurora dengan lembut. “Bisa berjalan, kan?”“Bisa kok. Cuma pegel aja, ini aku mau mandi kamu awas dulu jangan dekat-dekat aku,” gu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 78. Menyentuhmu

    “Iya, Sayang.”Aurora mengelus rambut Leo dengan lembut, pria itu merasa nyaman diperlakukan dengan manja oleh Aurora.Leo meletakkan kepalanya di pundak Aurora, tangannya menyentuh kancing baju Aurora dan membukanya dengan perlahan.“Kamu mau apa?” tanya Aurora mencegah tangan Leo.“Sebentar saja. Tidak lebih dari ini, Sayang,” ucap Leo memelas.“Janji?”“Iya, Sayang.”Aurora gugup ketika Leo membuka satu persatu kancing bajunya. “Jangan diliatin kayak gitu,” tegur Aurora tercekat dengan pipi yang memanas.Leo tersenyum, tangannya mulai meremas benda kenyal favoritnya yang semakin bertambah ukuran.Mengeluarkan payudara itu dari satu-satunya penutup hingga terpampang jelas di hadapanmu. Leo mendekatkan mulutnya, menghisap bagaikan bayi yang kehausan. Tangan yang satunya tidak ia biarkan diam, meremas dengan gemas hingga Aurora harus menahan suara lenguhannya.“Eugh… Sayang pelan-pelan,” pinta Aurora menggigit bibir bawahnya.Rasa geli ia rasakan, Aurora menutup mulutnya dengan tanga

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 77. Aku Membutuhkanmu

    Shopia jatuh terduduk ketika Emma mendorongnya dengan kasar. Emosi Leo kembali memuncak, ia ingin mengejar Emma dan memberikan pelajaran tetapi tangannya ditahan oleh Aurora. Gadis itu memberikan kode untuk fokus ke Shopia yang paling terluka.“Sialan wanita tidak tahu diri itu!” umpat Leo dengan kasar.Jika tidak mengingat Emma adalah ibu dari Shopia, maka ia sudah menghajar Emma sekarang juga tidak peduli jika dia adalah seorang perempuan.Leo berjongkok di hadapan anaknya, menatap Shopia dengan sangat khawatir. “Sayang, maafkan Papa ya. Keluarga kita harus hancur. Kamu tidak apa-apa kan kalau ikut Papa?” tanya Leo dengan pelan. Ia tahu semua kata-katanya sangat melukai Shopia. Tetapi ia tidak bisa lagi mempertahankan pernikahannya dengan Emma, lebih baik berpisah daripada terus melukai hati masing-masing. Shopia tersenyum miris. “Hubungan kalian tidak bisa diperbaiki ya, Pa?” tanya Shopia dengan tatapan kosongnya. “Tidak, Sayang. Papa dan Mama sudah memiliki jalan masing-masin

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 76. Akan Cerai

    Aurora menenangkan Shopia yang menangis dengan cara memeluknya, ia tidak menyangka acara makan malam yang tadinya penuh canda tawa, kini berubah mengkhawatirkan.Benarkah Emma selingkuh?Ia melirik Leo, pria itu juga tampak emosi. Ia merasa iba dengan semua yang terjadi.Apakah Leo cemburu melihat Emma mesra dengan pria lain?Tentu saja cemburu sebab Emma adalah istrinya, tetapi mengapa Aurora merasa sakit?“Kita pulang!” ucap Leo dingin.Ia melangkah dengan tegas, ekspresinya datar dan sangat dingin. Sedangkan Shopia masih syok dan menangis di pelukan Aurora. Tidak pernah terbayang di hidupnya jika ia akan memergoki Mamanya sendiri berselingkuh.“Shopia, kamu gak apa-apa, kan?”“Ketakutanku selama ini terjadi, Aurora. Papa pasti sakit hati, mereka akan bercerai,” gumam Shopia terguncang.“Sstt… Jangan berpikir macam-macam. Mereka hanya sedang emosi,” ujar Aurora menenangkan sahabatnya.Shopia tertawa miris, ia menatap punggung Papanya yang tegap. Shopia berlari ke arah Leo dan memel

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 75. Emma Selingkuh

    “Papa!” panggil Shopia berlari kecil setelah melihat keberadaan Papa dan sahabatnya.Aurora sudah mengetahui jika Leo tidak hanya mengajak dirinya saja tetapi Shopia juga. Entah apa maksud Leo, tetapi Aurora sama sekali tidak kesal. Ia malah senang jika Shopia ikut makan malam bersama dengan mereka.“Sayang mana Raja?” tanya Leo tidak melihat orang kepercayaannya itu tidak bersama dengan sang anak.Shopia mencibik kesal, ia tidak langsung menjawab melainkan duduk di samping Aurora dengan tersenyum manis.“Shopia.”“Ada di mobil aku malas kalau ada dia di sini,” jawab Shopia dengan jujur.Leo menghela napasnya dengan kasar, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Raja agar segera bergabung bersama dengan mereka.“Papa kenapa mengajak dia sih?”“Kamu yang kenapa? Papa heran sekarang kamu terlihat tidak menyukai Raja. Ada apa sebenarnya?”Shopia langsung bungkam, ia tidak ingin mengakui semuanya. Sungguh ia sangat malu mengingat jika ia begitu centil kepada Raja di masa lalu.“Gak ada, Pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status