Home / Romansa / Terjerat Pria Masa Lalu / 22. Kabar Penting

Share

22. Kabar Penting

Author: Rinai Hening
last update Last Updated: 2025-08-16 16:05:42

Setelah satu minggu lalu kalah telak dari semua bujuk rayu yang ditebarkan Maya, akhirnya Alisha memilih untuk pulang sebentar demi menemui ayahnya yang kabarnya sedangenurun kesehatannya. Alisha tak ingin jadi anak durhaka, oleh karena itu, meski jantungnya bertalu-talu ia tetap nekat kembali ke rumah masa kecilnya itu. Tak langsung bertolak ke Banten, tapi Alisha akan ke Jakarta terlebih dahulu lalu berdua dengan Maya ia akan melanjutkan perjalanan.

"Lho Mas Danesh, kebetulan banget ketemu di sini?" sapa Alisha begitu melihat sosok Danesh di bandara. "Jemput seseorang?"

Danesh yang saat itu tampil santai dengan kaos yang ditutupi jaket kulit serta kacamata hitam hanya mengangguk sekali. "Iya, jemput kamu," serunya singkat.

"A- aku?" Alisha spontan menghentikan langkah lalu menunjuk dirinya sendiri.

Danesh mengangguk lagi. "Iya, ayo. Keburu hujannya makin deras." Tak sungkan, Danesh menyentuh siku Alisha. "Nggak ada bagasi kan?"

Alisha yang masih melongo hanya menggel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pria Masa Lalu   83. Pasien Dadakan

    “Oke, aku langsung ke rumahnya, Kak,” jawab Alisha tanpa pikir panjang."Kamu nggak lagi repot kan?" Danesh tinggal seorang diri di Jakarta sejak Iin dan suaminya pindah ke Surabaya, jadi tak ada lagi kerabat yang mereka miliki di ibukota. Namun dengan adanya Alisha, sedikit banyak Iin terbantu jika ada sesuatu yang genting terkait dengan adik lelakinya itu."Nggak, Kak. Aku udah beres ngantor, ini lagi otw ke parkiran." Bagi Alisha, Danesh dan Iin adalah malaikat penolong di saat dirinya benar-benar terpuruk beberapa tahun lalu. Memberi sedikit bantuan seperti ini bukanlah hal yang perlu ia pusingkan.Panggilan Iin terputus setelah ia mengucapkan banyak terima kasih karena Alisha bersedia membantunya. Berjalan cepat menuju tempatnya memarkirkan motor di basement, Alisha hampir lupa untuk menghubungi Arya untuk membatalkan rencana mereka bertemu."Arya," sapa Alisha setelah mengucap salam. Sambil menyalakan motornya ia meletakkan ponsel di telinga kanan."Iya, Sha, baru aja mau aku te

  • Terjerat Pria Masa Lalu   82. Butuh Bantuan

    Alisha harus menerima kenyataan, bahwa apa yang didengar dari Hanami semalam bukanlah sebuah mimpi. Arya dan kedua orang tuanya memang datang menemui ayahnya di Banten. Bukan sekedar berkunjung, meminta maaf lalu membahas hubungan kedua anak mereka. Namun Adiyatma dan Hanami dengan tegas langsung melamar Alisha begitu Faris menanyakan keseriusan Arya. “Mama seneng banget akhirnya dua anak mama bakalan menikah secepatnya. Setelah Irawan mulai nampak kejelasan, sekarang Arya dan kamu sudah ada titik terang.” Alisha teringat kalimat yang diutarakan Hanami sesaat sebelum perempuan paruh baya itu pamit undur diri. "Menikah ya? balikan aja masih rencana, ini malah langsung ngomongin nikah."Alisha sadar kalau ia akan terlihat aneh karena berbicara seorang diri di depan cermin. Namun setidaknya kegiatannya berbicara dengan pantulan dirinya sendiri bisa mengurangi sedikit pikirannya yang berkelana liar.Saat ini perempuan cantik itu sedang berada di dalam toilet

  • Terjerat Pria Masa Lalu   81. Melamar

    Alisha nampak termangu sambil menopang dagunya di tool bar. Meski sedang menatap sang sahabat yang tengah memasak mie instan, pikirannya berkelana tak tentu tujuan."Seharian ini gue nggak lihat si Arya, May," ucap Alisha membuka percakapan.Seperti janjinya pada sang ayah, Alisha benar-benar mengajak Maya untuk tinggal di rumah kontrakannya. Meski awalnya enggan, Alisha berhasil juga membujuk sahabat baiknya itu dengan iming-iming akan menjadi pendukung Maya di depan Pak Yasir, boss besar Alisha yang digadang-gadang akan menjadi calon mertua Maya. Tadi, keduanya pulang kerja bersama setelah terlebih dahulu mampir ketempat kost Maya untuk mengambil baju ganti dan keperluan lainnya."Udah lo samperin ke kantornya?" Maya hanya melirik sekilas ke arah Alisha karena tak ingin mie yang sedang ia rebus akan terlalu matang nantinya."Ya nggak lah! cari mati banget gue kalau sampai naik ke atas demi nyariin dia.""Ya kali aja lo rindu berat, samperin makanya!"Alisha hanya mengerucutkan bibir

  • Terjerat Pria Masa Lalu   80. Kesanggupan

    "Pokoknya aku nggak jadi ikut ke Banten, Yah. No, besok hari penentuan karirku di Less Giant, karena ada boss besar yang datang dari Singapore."Sebenarnya Alisha hanya sedang beralasan agar tak ikut pulang ke Banten. Namun juga tak sepenuhnya berbohong, karena esok hari Alisha harus menyelesaikan deadline-nya tepat waktu. Soal kedatangan boss besar itu juga tak membual, Alisha hanya merubah redaksinya saja."Lalu ayah harus ninggalin kamu sendirian di sini?""Aku nggak akan macam-macam, Yah." Alisha menunduk dalam sambil meremas jemarinya. Persis seperti anak TK yang baru saja mendapat hukuman dari orang tuanya."Iya, Ayah percaya ... tapi dia ka—""Aku akan ajak Maya tinggal di sini. Tapi aku tetap nggak akan ikut ke Banten malam ini, ya?"Alisha teguh pada keinginannya. Memang pikirannya tentang dinikahkan secara paksa dengan Arya mungkin terlalu jauh. Tapi tetap saja, Alisha enggan mengambil resiko tersebut jika ikut bersama ayahnya malam ini.Faris tak punya pilihan lain. Bekerja

  • Terjerat Pria Masa Lalu   79. Nikah Paksa

    "Ayah..." mencebik, Alisha gegas turun dari tempat tidur dan memeluk lengan sang ayah dengan begitu eratnya. "Maafin Alisha, Ayah masih marah?"Menoleh pelan, Faris justru tersenyum samar lantas mengecup kening putri satu-satunya. "Bagaimana bisa ayah marah terlalu lama sama putri kesayangannya ini," ujarnya dengan suara berat. Mengusap puncak kepala sang putri sambil sesekali memberinya kecupan sayang."Tapi Alisha salah, udah bikin ayah kecewa lagi." Alisha menyandarkan kepala ke pundak sang ayah."Sudah tau kan salahnya apa?"Alisha mengangguk tanpa suara."Kalau sudah tau salahnya apa, harus berani tanggung jawab ya, Nak."Alisha kembali mengangguk meski tak terlalu paham dengan kalimat sang ayah."Ya sudah sekarang kamu sholat dulu, habis itu ikut pulang ke Banten sama ayah."Alisha mendongak seketika. Bisa jadi ayahnya sudah kehilangan kepercayaan padanya, karena itulah beliau ingin membawanya pulang ke Banten. "Yah, aku kerja hari ini.""Kalau begitu ayah tunggu sampai kamu pul

  • Terjerat Pria Masa Lalu   78. Kecewa

    Entah sudah berapa lama Alisha tergugu sambil bersimpuh memeluk lutut sang ayah. Tak kata lain yang keluar dari bibirnya selain kata maaf diselingi lelehan air mata. Tak jauh berbeda, hanya berjarak beberapa jengkal darinya, Arya juga melakukan hal sama. Bersimpuh di depan Faris sembari memohon ampun karena pria separuh baya tersebut harus menyaksikan hal yang tak semestinya ia lihat sebagai orang tua. “Ayah…” panggil Alisha lagi karena sedari tadi Faris terdiam sambil menekan-nekan pelipisnya dengan kedua jari tangan. “Ayah, maafin kami, Yah,” imbuhnya lagi lantas merebahkan kepala di atas pangkuan sang ayah. “Sha, apa nggak cukup penderitaanmu dulu? kamu mau mengulang hal yang sama lagi, hah?” Akhirnya Faris buka suara dengan nada cukup tegas. “Ar- Arya nggak kayak dulu lagi, Yah. Dia udah berubah,” jawab Alisha masih menunduk menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata. Sedangkan Arya yang mendengar kalimat Alisha n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status