Chapter: 39. Timeless (END)Sebenarnya, kita butuh berapa lama sih untuk benar-benar mengenal sifat asli seseorang? 1 tahun? 2 tahun? 5 tahun? Nggak ada jawaban yang pasti kan? dan bisa saja setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda. Seperti aku misalnya. Dulu sekali, kali pertama mengenal Bang Fino, kami dekat dan menjalin kasih hampir satu tahun lamanya. Lalu ketika bertemu lagi setelah terpisah kami hanya dekat hitungan bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Dan sekarang, setelah satu tahun biduk rumah tangga kami berjalan, aku baru mengetahui kalau seorang Arfino Hesta punya sisi kekanakan yang menjengkelkan sekali. Sangat. "Ya pokoknya ke Bromo aja lah kita, Sayang," rengeknya entah untuk ke berapa puluh kalinya pagi ini. Beruntung telingaku ini buatan Tuhan, kalau buatan tangan manusia mungkin sudah berlubang karena tak kuat menerima kerewelan Bang Fino yang semakin menjadi. "Tapi kan kita udah sepakat mau ke Bali, Bang." Aku merengut kali ini sampai berkacak pinggang. "Bali udah sering, S
Last Updated: 2023-10-09
Chapter: 38. Whatta Surprise“Saya terima nikah dan kawinnya, Melisa Hanum Sukoco binti Bakri Sukoco. Dengan mas kawin seperangkat perhiasan dan uang tunai 230 juta rupiah, dibayar tunai!"Alhamdulillah...Akhirnya aku menyaksikan sendiri pria yang aku cintai berikrar tegas dihadapan Papa untuk menjadi pendamping hidupku. Hanya dengan satu tarikan napas Bang Fino berhasil mengucapkan ijab kabul yang 'katanya' sudah ia hapal sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sebelum kami sepakat kembali merajut asmara.“Bagaimana para saksi?” suara Pak Penghulu terdengar lagi.“Sah!”“Sah!”“Alhamdulillah, saaah....” Dari layar plasma yang ada di kamar, aku melihat wajah Bang Fino yang semula tegang langsung terlihat lega setelahnya.Ya Tuhan, ini bukan mimpi. Apalagi, ilusi.Aku benar-benar menikah hari ini.Setelah ijab kabul selesai aku kembali menatap pantulanku di cermin yang jauh berbeda dari aku yang biasanya. Bukan pertama kali pula aku memakai kebaya pengantin yang sangat cantik dan menjuntai seperti ini. Bukan pertama ka
Last Updated: 2023-10-08
Chapter: 37. Get Closer"Aku masih nggak habis pikir, kenapa Bang Fino nggak cerita sama sekali kalau tadi itu Papa yang minta Abang dateng," omelku begitu membuka pintu apartment lebih lebar untuk mempersilakannya masuk. Kami sudah sampai di ibukota, karena tinggal di gedung yang sama, Bang Fino hanya ke unitnya untuk meletakkan koper lalu menyusulku ke lantai atas. Ke tempatku."Masih ngambek aja sih?" Bang Fino tergelak kecil saat membawaku dalam rangkulannya. Bahkan dengan jemarinya ia usil sekali mencubiti pipiku yang sedikit tembam karena asupan makanan sehat masakan mama selama berada di rumah Surabaya sebulan ke belakang.Kami berjalan bersisian ke sofa di ruang, persis seperti remaja kasmaran yang sedang hangat-hangatnya mengenal cinta. Sebelumnya, aku selalu geli saat membayangkan bagaimana canggungnya kami saat terlibat sentuhan fisik seperti ini. Seperti dulu. Namun nyatanya, tubuhku menyukainya. Aku suka semua perhatian dan sentuhannya yang sangat terasa tulus dan penuh kasih sayang."Bukannya n
Last Updated: 2023-10-08
Chapter: 36. KeputusanAkhirnya aku memutuskan kembali ke ibukota setelah tinggal di Surabaya lebih dari dua bulan. Kemarin siang aku menerima kabar baik dari Nathan tentang interview langsung dengan petinggi Mediakarya, penerbit besar yang menjadi 'musuh' bebuyutan Gayatri. Bukan berniat membelot dari Gayatri lantas berakhir ke pesaing mereka, bukan. Aku hanya ingin mengasah kemampuanku di tempat yang lebih menantang lagi.Perkembangan kesehatan mama dan papa sudah sangat baik, karena itu pula aku memberanikan diri untuk mengutarakan niatku kembali bekerja pada mereka berdua. Tidak ada drama, karena mama dan papa langsung memberiku ijin kembali ke Jakarta. Bahkan mama yang paling antusias dengan keberangkatanku siang ini ke ibukota. Beliau sampai repot membuatkan sambal cumi beberapa toples untukku dan Bang Fino. Mama dengan mudahnya termakan omongan Bang Fino yang mengaku sangat menyukai sambal cumi buatannya. Padahal aku tahu benar kalau perut pria itu tak terlalu bersahabat dengan rasa pedas yang berleb
Last Updated: 2023-10-05
Chapter: 35. Deja Vu"Abang pake pelet ya?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku."Hah? gimana maksudnya?"Bang Fino yang sedang menyesap es jeruk peras langsung meletakkan gelasnya lagi demi menatapku. Kami berdua sedang menikmati rujak cingur tersohor di Surabaya. Bang Fino tadi bilang ingin merasakan kuliner khas daerah sini, jadilah pria itu kuajak ke tempat yang menjadi langgananku sejak lama."Abang nemuin Papa lagi kan dua minggu lalu?" cecarku tak bisa berbasa-basi."Ohh itu," jawab Bang Fino kemudian mengangguk pelan dengan senyum tipis tergantung di sudut bibirnya. Harus kuakui wajahnya memang tampan dan memanjakan mata, apalagi setelah kami tak bertemu selama dua pekan ke belakang. Kadar ketampanannya berlipat ganda."Iya kan?"Bang Fino mengangguk lagi. "Iya, papa kamu pasti sudah cerita semuanya ya?"Gantian aku yang mengangguk mengiyakan. "Ya pastilah! papa sudah cerita a sampai z tentang kedatangan Abang waktu itu."Sepasang netra Bang Fino langsung terbeliak cerah. "Jadi giman
Last Updated: 2023-10-05
Chapter: 34. Petuah PapaMama akhirnya diijinkan pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan setelah menginap di rumah sakit selama satu minggu. Berbeda dengan dengan papa yang masih belum diijinkan pulang oleh dokter karena kondisinha memang lebih mengkhawatirkan. Kata dokter, mungkin papa baru bisa pulang minggu depan setelah menjalani operasi pemasangan pen di kakinya.Karena sekarang yang terlihat lebih 'pengangguran' daripada Mbak Merry yang punya segudang aktifitas juga mengurus dua buah hati. Maka akulah yang saat ini lebih sering menjaga papa di rumah sakit bergiliran dengan Mas Eko, dan juga Yusuf, sepupuku dari pihak papa yang kampusnya tak jauh daro sini.Sedangkan Mbak Merry bertugas memantau pemulihan mama di rumah. It's okay, pekerjaanku bisa dikerjakan di mana saja asal ada jaringan internet. Jadi aku sama sekali tak protes dengan jadwal baru sebagai anak berbakti yang mendadak cosplay menjadi perawat."Kata Merry kamu udah nggak di Gayatri lagi ya, Dek?" tanya Papa begitu aku selesai menyuapinya
Last Updated: 2023-10-02
Chapter: 96. Ide Cemerlang"Dek, kamu masih sewot aja sih? Mama jadi kepikiran nih mau balik ke Surabaya kalau kamu kayak kesambet patung gitu?"Hanami menepuk bahu Arya yang sedang menghadap sandwich di atas piringnya. Wajar kalau Hanami keheranan, masalahnya, putra bungsunya itu sedari tadi hanya memainkan pisau dan garpu saja tanpa berniat memotong rotinya sama sekali."Eh, siapa yang sewot sih, Ma?" kikuk, Arya mendadak mengembangkan senyum samar."Mukamu lecek terus tuh sejak jumat lalu pas Mas Awan nikah. Kenapa? kamu pengen cepet-cepet nyusul nikah juga?" tebak Hanami lantas tertawa riang."Ya pengenlah, cuma ya ... aku nggak bisa maksa Alisha." Dari wajah Arya yang mendadak manyun, Hanami yakin kalau berubahnya suasana hati putranya iNi terjait sang kekasih hati. Alisha Gauri."Emangnya Alisha kamu paksa nikah?""Bukan gitu, iishh..." Arya menyuap rotinya dengan sekali suapan besar. "Alisha kan belum. pengen cepet-cepet, Ma. Apalagi … dia mau nerima tawaran beasiswa di Melbourne," imbuhnya lagi memasang
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: 95. LDR"Sha? kamu nangis?"Arya menelengkan kepala agar bisa lebih jelas melihat raut wajah Alisha yang mendadak menunduk. Barusan, tunangannya sibuk mencari tissue lantas mengusapkannya ke sudut mata."Terharu aja, Mas," jawab Alisha masih mengusapkan tissue ke sudut mata secara perlahan agar tak sampai merusak riasan yang sudah menempel sempurna di wajahnya.Mengikuti arah pandangan Alisha, Arya akhirnya paham hal apa yang membuat perempuan kesayangannya ini menjadi sensitif. Di depan sana, Irawan dan Fawnia yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri sedang melaksanakan prosesi sungkeman pada orang tuanya.“Mamanya Mbak Faw ke mana sih, Mas?” tanya Alisha setelah selesai menyeka air matanya. Meski sudah mengenal Fawnia, Alisha baru menyadari hari ini bahwa ibu dari mempelai wanita itu tak nampak sama sekali.“Udah nggak ada. Kata Mas Awan, beliau meninggal dunia karena sakit beberapa tahun lalu, bahkan sebelum mereka berdua saling mengenal,” jawab Arya hanya mengutarakan informasi yan
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: 94. Girls Day OutAlisha sendiri sudah selesai dengan agenda mengemas barang untuk ia bawa ke tanah air besok. Hanya dua koper dan satu tas ransel berukuran sedang, tak sebanyak Kadek yang barang bawaannya beranak pinak banyak. Sebelum berangkat tidur, Alisha kembali memeriksa ponsel yang sedari tadi sedang ia isi daya di sudut ruangan.Ada beberapa pesan singkat dari Arya yang mengingatkan Alisha tentang rencana pertemuan dengan Hanami esok hari.Arya : Besok dijemput Riri, langsung ke KLCC.Arya : Kayaknya Mama ngajak pacarnya Mas Awan juga. Nanti jangan kaget banget ya kalau mama ngasih banyak kejutan.Alisha tersenyum lebar setelah membalas satu per satu pesan dari tunangannya itu. Meskipun Arya sedikit jengkel padanya, pria itu tetap memberi banyak perhatian pada Alisha. Hanya intensitas bicaranya saja yang berkurang.Alisha : Iya, Mama udah hubungi aku juga kok, thank you ya udah diingetin lagi 😘Arya : Thank you doang? Alisha kembali tergelak saat membayangkan bagaimana wajah kus
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: 93. Ketemu CamerHubungan Alisha dan Ibas merenggang sempurna. Kejadian pagi hari di resto kala itu, meski tak sampai menyebabkan baku hantam, tetap saja membuat Arya terlihat sangat geram dan gatal ingin menerkam Ibas di tempat. Alisha menahan mati-matian gerakan Arya yang ketika itu hampir meraih kerah kaos Ibas. Untungnya bujukan Alisha berhasil, jadi perempuan itu bisa dengan cepat merayu tunangannya agar keluar dari resto. "Heh, elo sama Mas Ibas baikan dong, Sha. Gue kikuk banget kalau ada di antara kalian, berasa ditengah-tengah perang gitu," dengkus Kadek menyadarkan Alisha yang sempat melamun sesaat. Sambil memasukkan pakaian ke dalam kopernya, Kadek nampak melirik ke arah sahabatnya itu. Short course yang menugaskan mereka sudah selesai. Ketiganya bersiap kembali ke tanah air esok pagi dengan penerbangan selepas subuh. "Gue selama ini baik kok ke Mas Ibas, dianya aja kali yang jahat ke gue, pake nyinyir segala," jawab Alisha dengan nada tenang."Ya emang keterl
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: 92. Skakmat!"Jadi gimana?""Apanya yang gimana?" Alisha ganti bertanya lantaran tak menangkap maksud dari kalimat Arya."Kamu kan udah kenyang," serunya sambil mengusap ujung bibir Alisha dengan selembar tissue. "jadi... udah bisa cerita tentang hal yang bikin kamu ngelamun tadi? kayaknya bukan karena mikirin tanggal pernikahan kita deh," sambungnya diselingi canda."Maunya Anda kalau itu, Pak," kekeh Alisha."Ya jelas lah, niat baik kan nggak boleh ditunda-tunda, aku udah sering bilang kan?"Alisha mencebik lantas mengangguk-anggukan kepala pelan. "Nanti ya, Mas. Setelah aku resign,"Arya menelan ludahnya cepat-cepat. "Kamu berencana resign dari Less Giant?"“Barusan kepikiran aja sih?” Alisha kembali menyuap potongan roti canai ke dalam mulutnya.“Ada sesuatu yang aku nggak boleh tahu ya?” Arya dan tebakannya yang selalu benar.Alisha menatapnya sekilas lalu mengendik ke ujung meja di mana ponsel Arya bergetar meminta perhatian. “Angkat dulu tuh telponnya, siapa tahu penting,” seru Alisha senga
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: 91. Gadisku"Jadi, yang kemarin lusa nganter lo itu, beneran Arya?"Alisha memejam sejenak ketika teringat awal mula pertikaiannya dengan Ibas, salah satu rekan kerjar yang menjadi partnernya di Penang. Kejadian beberapa hari itu sebenarnya ingin Alisha lupakan saja, namun ternyata tak bisa, karena bayangan wajah congkak Ibas terus berkelebat di benaknya.“Anaknya Pak Adiyatma itu kan?” sambung Ibas membuat Alisha melirik sekilas ke arah pria berkulit kecokelatan itu. Kalimat yang dilontarkan sebenarnya hanya pertanyaan biasa. Namun terdengar aneh ketika Ibas yang menanyakan. Karena, sebagaimana yang Alisha tahu, Ibas sangat jarang membahas hal-hal pribadi di luar pekerjaan mereka."Ya begitulah," jawab Alisha tersenyum tipis. "Anak-anak udah banyak yang tahu juga kok,""Tapi gue nggak tahu tuh," sahut Ibas sembari menambahkan saus sambal ke dalam burgernya.Pembicaraan itu terjadi ketika Alisha, Ibas dan Kadek sedang menikmati makan malam di salah satu resto yang tak terlalu jauh dari apartment
Last Updated: 2026-01-26