author-banner
Rinai Hening
Rinai Hening
Author

Novels by Rinai Hening

Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

Sepasang manusia yang pernah saling mencinta di masa lalu kembali bertemu. Kali ini semesta tak kunjung reda menyiksa hati keduanya. Pertemuan Fino dan Melisa menjadi awal mula percikan itu kembali menyala. Namun tak bisa berkobar lama karena adanya Nadia, perempuan cantik yang masih berstatus istri Fino di antara mereka. Akankah Melisa kembali mengulang pedihnya dilukai? atau Fino yang kini berani ambil resiko untuk mempertahankan apa yang pernah ia lepaskan di masa lampau?
Read
Chapter: 39. Timeless (END)
Sebenarnya, kita butuh berapa lama sih untuk benar-benar mengenal sifat asli seseorang? 1 tahun? 2 tahun? 5 tahun? Nggak ada jawaban yang pasti kan? dan bisa saja setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda. Seperti aku misalnya. Dulu sekali, kali pertama mengenal Bang Fino, kami dekat dan menjalin kasih hampir satu tahun lamanya. Lalu ketika bertemu lagi setelah terpisah kami hanya dekat hitungan bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Dan sekarang, setelah satu tahun biduk rumah tangga kami berjalan, aku baru mengetahui kalau seorang Arfino Hesta punya sisi kekanakan yang menjengkelkan sekali. Sangat. "Ya pokoknya ke Bromo aja lah kita, Sayang," rengeknya entah untuk ke berapa puluh kalinya pagi ini. Beruntung telingaku ini buatan Tuhan, kalau buatan tangan manusia mungkin sudah berlubang karena tak kuat menerima kerewelan Bang Fino yang semakin menjadi. "Tapi kan kita udah sepakat mau ke Bali, Bang." Aku merengut kali ini sampai berkacak pinggang. "Bali udah sering, S
Last Updated: 2023-10-09
Chapter: 38. Whatta Surprise
“Saya terima nikah dan kawinnya, Melisa Hanum Sukoco binti Bakri Sukoco. Dengan mas kawin seperangkat perhiasan dan uang tunai 230 juta rupiah, dibayar tunai!"Alhamdulillah...Akhirnya aku menyaksikan sendiri pria yang aku cintai berikrar tegas dihadapan Papa untuk menjadi pendamping hidupku. Hanya dengan satu tarikan napas Bang Fino berhasil mengucapkan ijab kabul yang 'katanya' sudah ia hapal sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sebelum kami sepakat kembali merajut asmara.“Bagaimana para saksi?” suara Pak Penghulu terdengar lagi.“Sah!”“Sah!”“Alhamdulillah, saaah....” Dari layar plasma yang ada di kamar, aku melihat wajah Bang Fino yang semula tegang langsung terlihat lega setelahnya.Ya Tuhan, ini bukan mimpi. Apalagi, ilusi.Aku benar-benar menikah hari ini.Setelah ijab kabul selesai aku kembali menatap pantulanku di cermin yang jauh berbeda dari aku yang biasanya. Bukan pertama kali pula aku memakai kebaya pengantin yang sangat cantik dan menjuntai seperti ini. Bukan pertama ka
Last Updated: 2023-10-08
Chapter: 37. Get Closer
"Aku masih nggak habis pikir, kenapa Bang Fino nggak cerita sama sekali kalau tadi itu Papa yang minta Abang dateng," omelku begitu membuka pintu apartment lebih lebar untuk mempersilakannya masuk. Kami sudah sampai di ibukota, karena tinggal di gedung yang sama, Bang Fino hanya ke unitnya untuk meletakkan koper lalu menyusulku ke lantai atas. Ke tempatku."Masih ngambek aja sih?" Bang Fino tergelak kecil saat membawaku dalam rangkulannya. Bahkan dengan jemarinya ia usil sekali mencubiti pipiku yang sedikit tembam karena asupan makanan sehat masakan mama selama berada di rumah Surabaya sebulan ke belakang.Kami berjalan bersisian ke sofa di ruang, persis seperti remaja kasmaran yang sedang hangat-hangatnya mengenal cinta. Sebelumnya, aku selalu geli saat membayangkan bagaimana canggungnya kami saat terlibat sentuhan fisik seperti ini. Seperti dulu. Namun nyatanya, tubuhku menyukainya. Aku suka semua perhatian dan sentuhannya yang sangat terasa tulus dan penuh kasih sayang."Bukannya n
Last Updated: 2023-10-08
Chapter: 36. Keputusan
Akhirnya aku memutuskan kembali ke ibukota setelah tinggal di Surabaya lebih dari dua bulan. Kemarin siang aku menerima kabar baik dari Nathan tentang interview langsung dengan petinggi Mediakarya, penerbit besar yang menjadi 'musuh' bebuyutan Gayatri. Bukan berniat membelot dari Gayatri lantas berakhir ke pesaing mereka, bukan. Aku hanya ingin mengasah kemampuanku di tempat yang lebih menantang lagi.Perkembangan kesehatan mama dan papa sudah sangat baik, karena itu pula aku memberanikan diri untuk mengutarakan niatku kembali bekerja pada mereka berdua. Tidak ada drama, karena mama dan papa langsung memberiku ijin kembali ke Jakarta. Bahkan mama yang paling antusias dengan keberangkatanku siang ini ke ibukota. Beliau sampai repot membuatkan sambal cumi beberapa toples untukku dan Bang Fino. Mama dengan mudahnya termakan omongan Bang Fino yang mengaku sangat menyukai sambal cumi buatannya. Padahal aku tahu benar kalau perut pria itu tak terlalu bersahabat dengan rasa pedas yang berleb
Last Updated: 2023-10-05
Chapter: 35. Deja Vu
"Abang pake pelet ya?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku."Hah? gimana maksudnya?"Bang Fino yang sedang menyesap es jeruk peras langsung meletakkan gelasnya lagi demi menatapku. Kami berdua sedang menikmati rujak cingur tersohor di Surabaya. Bang Fino tadi bilang ingin merasakan kuliner khas daerah sini, jadilah pria itu kuajak ke tempat yang menjadi langgananku sejak lama."Abang nemuin Papa lagi kan dua minggu lalu?" cecarku tak bisa berbasa-basi."Ohh itu," jawab Bang Fino kemudian mengangguk pelan dengan senyum tipis tergantung di sudut bibirnya. Harus kuakui wajahnya memang tampan dan memanjakan mata, apalagi setelah kami tak bertemu selama dua pekan ke belakang. Kadar ketampanannya berlipat ganda."Iya kan?"Bang Fino mengangguk lagi. "Iya, papa kamu pasti sudah cerita semuanya ya?"Gantian aku yang mengangguk mengiyakan. "Ya pastilah! papa sudah cerita a sampai z tentang kedatangan Abang waktu itu."Sepasang netra Bang Fino langsung terbeliak cerah. "Jadi giman
Last Updated: 2023-10-05
Chapter: 34. Petuah Papa
Mama akhirnya diijinkan pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan setelah menginap di rumah sakit selama satu minggu. Berbeda dengan dengan papa yang masih belum diijinkan pulang oleh dokter karena kondisinha memang lebih mengkhawatirkan. Kata dokter, mungkin papa baru bisa pulang minggu depan setelah menjalani operasi pemasangan pen di kakinya.Karena sekarang yang terlihat lebih 'pengangguran' daripada Mbak Merry yang punya segudang aktifitas juga mengurus dua buah hati. Maka akulah yang saat ini lebih sering menjaga papa di rumah sakit bergiliran dengan Mas Eko, dan juga Yusuf, sepupuku dari pihak papa yang kampusnya tak jauh daro sini.Sedangkan Mbak Merry bertugas memantau pemulihan mama di rumah. It's okay, pekerjaanku bisa dikerjakan di mana saja asal ada jaringan internet. Jadi aku sama sekali tak protes dengan jadwal baru sebagai anak berbakti yang mendadak cosplay menjadi perawat."Kata Merry kamu udah nggak di Gayatri lagi ya, Dek?" tanya Papa begitu aku selesai menyuapinya
Last Updated: 2023-10-02
Terjerat Pria Masa Lalu

Terjerat Pria Masa Lalu

Arya dan Alisha adalah sepasang anak muda yang sedang dimabuk asmara. Keduanya terlanjur jatuh dalam lembah dosa karena kesalahan satu malam yang membawa mereka dalam penyesalan setelahnya. Alisha hamil di usia belia, padahal kuliah saja belum ia selesaikan dengan baik. Alisha dilanda bimbang, apalagi ketika ia menagih janji Arya untuk bertanggung jawab dengan menikahinya, justru mendapat saran sesat agar ia menggugurkan saja kandungannya. Tentu saja Alisha enggan menambah dosa dengan membunuh janin tak bersalah dalam rahimnya. Sedangkan Arya dilanda ketakutan akan masa depan. Sepasang kekasih itu berpisah karena kesalahpahaman. Sampai di satu titik, semesta kembali mempertemukan keduanya setelah puluhan purnama tak bersua. Alisha masih gamang, sedangkan Arya mati-matian mendekat untuk menebus waktu yang terbuang. Akankah keduanya kembali bersatu? atau takdir kembali membuat mereka berseteru?
Read
Chapter: 127. Till The End
Ternyata tak perlu menunggu lama sampai Arya kembali. Alisha baru selesai mandai dan sedang menyisir rambut panjangnya ketika pintu kamar terbuka lebar lantas membawa sosok Arya yang masuk dengan tergesa. "Mas... " “Kamu kenapa? Sakit? kata Bi Yus, aku langsung disuruh ke kamar karena kamu kelihatan pucat,” cecar Arya saat mendekat dan merangkum wajah cantik istrinya. "I'm okay, aku nggak kenapa-napa kok.""Tapi kata Bi Yus—"Alisha menggeleng lagi lalu bangkit berdiri dan memeluk pinggang suaminya."Aku masih keringetan, Sayang," seru Arya membalas pelukan putri Alisha dengan gerakan ringan. Karena biasanya istrinya itu akan mengomel jika langsung mendekat dalam k
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: 126. Poros Semesta
Tidur siang Alisha terganggu karena getar ponsel yang ia letakkan di atas nakas tepat di sebelahnya. Menyipitkan mata karena masih didera kantuk, cepat-cepat Alisha meraih ponsel tersebut agar tak sampai mengganggu tidur dua pria tampan yang ada di sebelahnya. Nama Fawnia berkedip-kedip di layar gawai. “Hallo, iya, Mbak?” “Sorry ganggu tidurnya, Sha, tapi aku udah lama di bawah. Mas Awan udah di perjalanan, bentar lagi dia nyampe jemput kami.” Suara pelan Fawnia terdengar tak enak hati. “It’s, okay, Mbak. Emang udah waktunya bangun kok, aku belum sholat ashar.” Alisha mengucek kedua matanya sembari berjalan ke arah lemari. Hendak mengganti celana pendeknya dengan celana panjang yang lebih tertutup sopan. Karena tak mungkin ia menemui saudara iparnya dengan busana yang memamerkan pahanya seperti tadi. “Bisma udah bangun?” tanya Fawnia lagi. Alisha menoleh ke arah tempat tidur di mana sang suami tengah tidur samb
Last Updated: 2026-04-02
Chapter: 125. Titik Balik
Arya balas mendekap tubuh sang istri tak kalah erat. Berharap kebahagiaan yang menghampiri mereka akan memeluk keduanya sangat lama. Namun sayang, keputusan semesta kembali mengoyak hati sepasang suami istri itu lagi. Saat satu bulan kemudian Alisha memeriksakan ulang kehamilannya yang menginjak usia sebelas minggu.“Maksudnya gimana ya, Dokter?” ulang Alisha berharap ada kesalahan dengan telinganya saat mendengarkan penjelasan Dokter Yusuf.“Di usia 10 sampai 11 minggu seharusnya kita sudah bisa mendengar detak jantungnya. Tapi ini…” Tangan dokter tersebut terulur kala menunjuk layar USG. “Detak jantungnya tidak terdeteksi, dengan kata lain, janinnya tidak berkembang,” sambungnya lagi dengan nada sangat lirih sarat keprihatinan.“Saya turut bersedih dengan keadaan ini.” Dokter Yusuf kembali duduk di kursinya.Genggaman tangan Arya tanpa sadar semakin kuat begitu mendengar penjelasan dokter kandungan
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: 124. Kembali Runtuh
Alisha mengerjap saat menengadahkan wajah. Matanya menatap jendela yang sedikit basah karena percikan air hujan yang baru saja reda. Suasana malam di luar pasti dingin, usai ibukota dilanda hujan sedemikian derasnya selama beberapa jam. Mengais kesadaran sedikit demi sedikit, perempuan itu meringis tipis saat merasakan nyeri di punggung tangannya sebelah kiri. Infus. Matanya jelas-jelas melihat adanya jarum infus tertancap di sana.Ingatannya mendadak berlari pada kejadian beberapa jam lalu. Ketika Arya terpekik panik saat melihat Alisha mimisan lalu bergegas menggendongnya ke ruangan lain di belakang ballroom hotel. Alisha masih sempat melayangkan protes, namun akhirnya tak berdaya karena kesadarannya menurun dengan cepat. Dan tahu-tahu di sinilah ia berada, di kamar rawat VVIP rumah sakit yang yang dikelola oleh kakak iparnya sendiri."Fa, Ifa," seru Alisha mencoba memanggil asistennya yang tertidur dengan posisi duduk di ujung sofa. Ifa memejamkan mata
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: 123. Kepala Batu
"Sebentar lagi Alisha nyusul juga ya, jadi mama.""Amiin, makasih doanya, Tante.""Al, jangan ditunda ya, tahun depan biar jadi bertiga deh sama Arya.""Amiin, thank you doanya, Tante.""Promilnya udah jalan? pasti berhasil kok kalau sama Dokter Yusuf, aku dulu promil sama beliau.""Udah jalan kok, doain lancar ya, Kak." Alisha mengangguk berkali-kali sambil menebar senyum. "Tapi kamu nggak trauma kan? pasca hmm... keguguran yang itu?" tanya yang lain lagi. "No, nggak ada yang seperti itu. Tolong doakan yang baik-baik saja," jawab Alisha melempar senyum kaku. Bukan senyuman manis yang tulus, tapi benar-benar jenis senyum yang palsu yang lahir dari hatinya yang paling dalam. Anggap saja Alisha belum berhasil berdamai dengan keadaan, karena ia masih saja merasa sakit hati atau tersinggung ketika banyak orang menanyainya tentang buah hati. Seperti yang terjadi dua minggu lalu di acara tiga bulanan Bisma Shadu, bayi mungil Fawnia dan Irawan."Heiii, Cantik, ngelamun aja," tepukan pela
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 122. Sindiran
“By the way, Mas Faisal berapa lama di Surabaya?” sela Arya begitu menurunkan ponsel dari telinga. Ternyata suami Alisha itu baru saja menerima panggilan dari sang mama.“Sekitar empat hari sih,” jawab Faisal sembari melirik adiknya yang ikut menyimak saat Arya terlihat serius. “Kenapa? ada yang mau di obrolin lagi?”Arya menggeleng pelan. “Bukan, ini … Mama barusan telpon, ngabarin kalau Mbak Nia masuk rumah sakit tadi pagi. Lahiran lebih cepat dari perkiraan,” seru Arya saat menggoyangkan ponselnya.“Alhamdulillah..” Alisha spontan mengucap syukur, diikuti yang lain. Kabar kelahiran seperti ini selalu membuat jantung Alisha ikut berdegup kencang. Meski kabar bahagia itu bukan berasal dari dirinya, tetap saja Alisha ikut melangitkan doa agar ia segera menyusul hal serupa.“Siapa tahu mau lihat keponakan kalian dulu.” Arya tersenyum ramah lantas menggenggam telapak tangan Alisha dan membawa ke atas pangkuannya.“Insyaallah aku dan Felisa nanti atau besok pasti sempetin lihat bayi Mbak
Last Updated: 2026-03-01
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status