Share

S2 : Chapter 52 - Ancaman

Kedua tangan lentik mengepal begitu kuat, raut tegang dengan sorot mata tajam nan sendu yang menghiasi wajah cantiknya. Dan kenapa kata-kata yang di keluarkan beberapa menit lalu oleh lelaki itu begitu menyinggung hatinya.

Tapi sabar...

Karen harus menekan gejolak di hatinya, meski sendari tadi sudah begitu meledak-ledak.

"Janji, kau bermimpi ya. Kapan mulutku berkata janji?"

Apa katanya?

Sialan, apa dirinya di bohonginya lagi?!

"Nic kau sudah berjanji padaku." tekan Karen dengan raut wajah kerasnya.

Tapi di depannya Nicholas malah menyeringai penuh muslihat. "Ah aku tidak ingat, kapan membuat janji?"

SIALAN!

"NICHOLAS!!" Dan ledakan itu untuk kesekian kali tak bisa Karen tahan.

Kesabarannya yang setipis tisu memperburuk atensinya.

Bukannya menjawab

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status