Mag-log inCaroline William, Kehidupannya jungkir balik setelah kedua orang tua angkatnya meninggal akibat kecelakaan. Dia pun tidak pantang di tindas, pemberani dan penuh keceriaan. Tapi karena kesalah satu malam kehidupannya berubah drastis, bahkan nama belakangnya pun ikut berubah.
view moreSeperti tertimpa godam keras, "Uhukkkk...."Batuk yang terasa serat di tenggorokan itu mengeroyok Nicholas yang sudah merasa lemas akan jawaban final istrinya beberapa detik lalu."Aku moh.... Uhuk...uhukkk..."Dadanya serasa dicengkeram erat, sangat sakit."Nic, hai Nicholas, are you oke?" Caroline panik saat melihat Nicholas tiba-tiba menurunkan lututnya hingga menyentuh lantai, lelaki itu masih terbatuk-batuk. Membuat Caroline semakin panik apa lagi kala melihat mata Nicholas yang mulai memerah.Nicholas mengerang. "Dadaku sakit.""Oh tuhan! Kau ini sebenarnya kenapa?""Tuan Nicholas," Rolan yang baru sampai menghampiri tuannya yang tampak kesakitan.Lelaki paruh baya itu mengingat pesan dokter tadi. Bahwa Nicholas harusnya tidak seperti ini dan harusnya berada di ruang perawatan untuk mengembalikan kondisinya.Tapi memang dalam keadaan genting dan Nicholas tidak bisa mengabaikannya dengan hanya duduk di ruang rawat. Dia lebih baik seperti ini hanya untuk mendapat maaf dari istriny
Di London Heathrow Internasional Airport.Caroline berada di salah satu kursi bandara, menghela napas panjang dan merasa pasrah. Lelaki itu beneran tidak akan menemuinya?Waktu berjalan tanpa henti, sekarang dirinya ada di penghujung waktu untuk meninggalkan kota ini.Caroline tersenyum miris.Mungkin ia akan mendapatkan hal yang lebih baik di kota barunya dan benar-benar melepas lelaki yang masih sah menjadi suaminya.Nicholas Matthew, Dan kembali menghela nafas sambil membatin. Kenapa juga kau bertindak sejauh ini?!Dan harus berpisah? Jujur saja Caroline tidak rela, tapi dalam langkah selanjutnya dia akan melakukan hal besar. Yaitu surat penceraian. Caroline akan mengirimkan itu nanti.Caroline sangat benci keadaan ini, penuh rasa bimbang, lelaki mempermainkannya kah?Menengok jam di pergelangan tangannya malah semakin membuat frustasi. "Sial!" umpatnya.Jelas dia sudah memberi harapan untuk lelaki itu, tapi apa sekarang bahkan di menit kedua puluh lima sebelum keberangkatannya le
Di perjalanan, Nicholas menggeram kesal, tangannya yang tengah mengendalikan setir sekali-kali memukul setirnya kuat, beberapa kali juga menekan klakson membuat suara nyaring yang tidak mengenakan.Tidak sesuai bayangannya, Nicholas sedikit lama, padahal beberapa kilo meter lagi akan sampai tapi kemacetan kembali menyerang yang otomatos membuat jalanan macet, karena ternyata ada kecelakaan di depan sana.Dan itu membuat Nicholas marah juga kesal. Ohh bukan dia tidak simpati—ah whatever Dia sudah harus sampai dalam beberapa menit lagi. Sial! "Oh c'mon gods aku tidak mau melewatkan kesempatan yang telah diberikan istriku."Nicholas melirik arlojinya, sudah tiga puluh tujuh menit dari waktu yang diberikan Caroline tapi ternyata Nicholas terlambat.Lima belas menit kemudian, akhirnya Nicholas bebas dari kemacetan. Lelaki itu dengan tidak peduli menambah pedal gas kecepatan mobilnya di atas rata-rata, mengemudi seperti orang kesetanan, bahkan lelaki itu sampai harus banting stir karena be
"Caroline?"Satu detik Tidak ada jawaban!Sepuluh detik.Masih tidak ada jawaban."Caroline?" ulang Nicholas dengan nada sedikit tinggi saat tidak juga mendapat respon."1 jam."Kerutan di dahi Nicholas terlihat—bertanda lelaki itu bingung dengan ucapan sang istri. Apa maksudnya? "Maksudnya?""Temui aku dalam waktu 1 jam atau tidak sama sekali."Seketika Nicholas merasa jantungnya berdetak kencang, kehangatan menjalar di hatinya hanya karena ucapan dari Caroline yang termakna sebuah kesempatan.Ya, tentu saja akan dia lakukan apa saja untuk bisa bertemu dalam waktu 1 jam itu."Kami memberiku kesempatan,""Temui aku di airport, Hilton International London Heathrow Airport di 1 jam itu pesawatku akan lepas landas."Dan TutPanggilan di putus secara sepihak.Nicholas memandang ponselnya yang telah terputus sambungannya, dan tanpa berpikir panjang lagi pria itu langsung bergegas pergi.1 jam? Menuju lokasi yang diberitahu Caroline, kira-kira ia akan sampai dalam 40 menit.Apa akan tep
Elina, Caroline, Nicholas turun dari mobil tepat di depan pekarangan Mansion Albert. Ketiganya berjalan memasuki mansion tersebut.Sesampainya—menginjakkan kakinya di lantai utama, mereka telah disambut oleh tiga orang yang tidak lain, Albert, istri kedua dan anak perempuanya."Woah ibu peri dan putri
Keesokan harinya. Pukul 06.30 PM. Caroline sudah bangun dari tidurnya. "Nicholas belum datang?" Tanyanya pada sang ibu yang baru saja keluar dari kamar mandi.Elina menggeleng sebagai jawaban. "Belum."Caroline menghela nafasnya dengan bibir maju sedikit. "Padahal aku sangat berharap kala aku bangun l
Beberapa jam kemudian, Caroline sudah kembali ke kamar rawatnya dan jadwal operasi sudah di tetapkan.Beberapa pemeriksaan sudah di lakukan—tadi, dan berjalan lancar dan dirinya besok benar-benar bisa melakukan operasi donor matanya."Caroline."Caroline tersentak saat mendengar suara berat itu.Carolin
"Elina," Elina tersentak saat seseorang menyerukan namanya."Albert." Lelaki itu ikut duduk di samping Elina."Kenapa melamun?" tanya Albert.Elina tersenyum tipis. "Ya. Mengingat apa yang telah kau lakukan dengan wanita itu padaku dan keluargaku."Albert menghela napas, tangannya mengusap wajahnya kasa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu