Masuk“Sedang makan malam dengan teman,” jawab Nikita. Setelah terdiam sejenak, dia berkata pelan, “Dulu aku sempat masuk bekerja di Evergreen Biotech, tapi dipecat oleh Adler.”Evelyn mengernyitkan keningnya. “Dengan latar belakang dan pendidikan sepertimu, apa perlu kamu dipilih-pilih orang? Lagi pula ada Darwis, kamu bisa bekerja di mana saja.”“Aku ingin mengandalkan kemampuanku sendiri,” jawab Nikita dengan tenang, “Hanya saja, aku nggak menyangka Ibu akan bekerja sama dengan Evergreen Biotech. Tadinya aku kira Pak Adler hanya akan selalu memihak Nikita ….”“Memihak dia?” Evelyn tersenyum dingin. “Apa dia bisa dibandingkan dengan kamu?”“Kalau bukan karena dia, kamu dan Darwis yang sudah bersama sejak kecil pasti sudah bersama. Mana mungkin dia dapat giliran menjadi Nyonya Susanto.”“Adikmu itu memang terlalu pencemburu. Aku sudah memperlakukannya seperti anak kandung, memberinya begitu banyak selama belasan, bahkan hampir dua puluh tahun, tapi dia tetap tidak bisa menerimamu. Justru ka
Rasa mabuk perlahan mulai menyerang. Nikita bersandar di dekat jendela lorong untuk menghirup udara segar.Suasana di dalam ruang VIP begitu bising. Nikita benar-benar merasa sesak berada di sana, sehingga mencari alasan untuk keluar sejenak.Jamuan makan malam yang dihadiri Evergreen Biotech kali ini untuk membahas pengadaan peralatan laboratorium.Adler juga harus berusaha memperoleh arus kas yang cukup bagi perusahaan agar dapat mendukung penelitian berikutnya, apalagi peralatan laboratorium tersebut memang sangat dibutuhkan.Mereka tidak seperti lembaga pemerintah yang memiliki pendanaan stabil. Bagi mereka yang memilih merintis usaha sendiri, setiap pemasukan terasa sangat berharga.Angin malam berembus sepoi-sepoi dan langsung menyadarkan Nikita.Di sekitar sana, tiba-tiba terdengar suara tawa. Nikita spontan mengangkat pandangannya.Darwis dan yang lain sedang berjalan ke dalam restoran. Nirina bersandar di sisi Darwis, sementara Devina dan yang lain mengikuti dari belakang.“Ka
Baru setelah kenyataan menamparnya dengan keras, akhirnya Nikita sadar bahwa sedalam apa pun cintanya, semuanya begitu murah hingga terasa menggelikan di hadapan sikap dingin seseorang.Tidak mencintai tetaplah tidak mencintai. Sebanyak apa pun ketulusan yang diberikan, tetap tidak akan ada gunanya.Sesaat sebelum jam pulang kerja, telepon internal dari meja resepsionis tersambung ke ruangannya.“Bu Nikita, ada seorang pria di bawah yang mengaku sebagai suamimu. Dia sedang menunggumu.”Jari tangan Nikita sedikit tertegun. Dia mengiakan dengan datar tanda dirinya telah mengerti, lalu mengambil tasnya untuk berjalan ke lantai bawah.Di sisi pintu masuk gedung, mobil Darwis terparkir di bawah cahaya lampu yang remang-remang.Nikita menghampiri, lalu mengetuk pelan kaca jendela mobil.Kaca jendela perlahan terbuka. Sorot mata pria itu tampak dingin dan tenang. “Masuk mobil.”“Kalau ada urusan, langsung saja.”“Soal ruang rawat nenekmu,” ucap Darwis datar tanpa nada emosi. “Aku sudah menyur
Isi perjanjian perceraian yang disusun oleh Darwis sebenarnya cukup menguntungkan. Dia bersedia membagi rata harta di dalam negeri.Namun, itu juga berarti sebagian saham Evergreen Biotech yang menjadi bagian dari asetnya akan ikut terbagi.Berhubung Darwis terus menunda dan tidak mau membicarakan soal perceraian, Nikita tidak punya pilihan selain menempuh jalur hukum.….Keesokan harinya.Nikita menerima pesan singkat yang dikirim dari pengadilan. Permohonan gugatan yang diajukannya telah lolos proses pemeriksaan dan resmi diterima untuk disidangkan. Seluruh dokumen terkait sudah dikirim melalui layanan kurir.Berdasarkan perkiraan waktu pengiriman, Darwis akan menerima surat panggilan sidang perceraian tersebut pada hari ini.Saat menatap tulisan di atas layar, Nikita yang awalnya merasa gelisah sudah bisa mulai merasa tenang.….Setelah Darwis sadar dari mabuknya, kepalanya terasa sangat sakit.Saat turun dari tangga, dia spontan berkata, “Nikita, tuangkan susu.”Ketika Bibi Eva men
Nirina melihat notifikasi panggilan masuk sekilas dan keningnya seketika berkerut. Setelah memastikan Darwis bisa berdiri dengan stabil, dia pun berpesan dengan acuh tak acuh, “Kamu bantu aku jaga dia sebentar.”Selesai berbicara, Nirina langsung berjalan ke luar untuk mengangkat telepon.Nikita tersenyum sinis sembari melirik sinis, kemudian tubuhnya yang berat langsung jatuh bersandar ke arah Nikita. Dia tidak menghiraukan Darwis sama sekali, hendak berjalan pergi.Kesadaran Darwis sudah mulai kabur. Langkahnya juga sempoyongan. Namun, seolah-olah hanya mengenali Nikita, dia menghampiri Nikita dengan terhuyung-huyung, kemudian tubuhnya yang berat langsung jatuh bersandar ke arah Nikita.Bau alkohol yang bercampur dengan aroma parfum Nirina langsung menyeruak, membuat Nikita mengernyit.Nikita mendorong Darwis sekuat tenaga. Namun, tubuh pria yang tinggi itu sama sekali tidak bergeming.Nikita menggertakkan giginya hendak melepaskan tangan yang disandarkan di atas pundaknya.Namun, ce
Nikita tentu tidak bermaksud seperti itu.Hanya saja, Nikita sudah terlalu lama meninggalkan industri ini. Dia baru kembali, tetapi malah menikmati fasilitas seperti ini, dia pun sungguh merasa tidak tenang.Nikita menggigit bibirnya. “Aku bisa terima gaji, tapi mengenai pembagian laba ….”“Jangan menolak.”Alice yang berada di samping berjalan mendekat dan langsung merangkul pundak Nikita. “Kamu memang punya bagian dalam Evergreen Biotech. Hanya saja, waktu itu kamu fokus dalam pernikahanmu dan menyia-nyiakannya selama bertahun-tahun. Sekarang kamu sudah bisa kembali secara resmi dan mencurahkan seluruh perhatianmu untuk Evergreen Biotech. Semuanya tetap seperti semula.”“Aku dan Pak Adler adalah pemegang saham besar. Kami nggak keberatan, jadi kamu nggak usah bersikap sungkan.”Nikita menggenggam kontrak itu dengan semakin kuat.Rasa percaya ini terlalu berat. Nikita tidak boleh mengecewakan mereka lagi.Nikita mengambil pena, lalu menandatangani kontrak tersebut.“Begini baru betul!







