Share

Bab 89

Penulis: Yuki Norin
Nikita tentu tidak bermaksud seperti itu.

Hanya saja, Nikita sudah terlalu lama meninggalkan industri ini. Dia baru kembali, tetapi malah menikmati fasilitas seperti ini, dia pun sungguh merasa tidak tenang.

Nikita menggigit bibirnya. “Aku bisa terima gaji, tapi mengenai pembagian laba ….”

“Jangan menolak.”

Alice yang berada di samping berjalan mendekat dan langsung merangkul pundak Nikita. “Kamu memang punya bagian dalam Evergreen Biotech. Hanya saja, waktu itu kamu fokus dalam pernikahanmu dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 92

    Baru setelah kenyataan menamparnya dengan keras, akhirnya Nikita sadar bahwa sedalam apa pun cintanya, semuanya begitu murah hingga terasa menggelikan di hadapan sikap dingin seseorang.Tidak mencintai tetaplah tidak mencintai. Sebanyak apa pun ketulusan yang diberikan, tetap tidak akan ada gunanya.Sesaat sebelum jam pulang kerja, telepon internal dari meja resepsionis tersambung ke ruangannya.“Bu Nikita, ada seorang pria di bawah yang mengaku sebagai suamimu. Dia sedang menunggumu.”Jari tangan Nikita sedikit tertegun. Dia mengiakan dengan datar tanda dirinya telah mengerti, lalu mengambil tasnya untuk berjalan ke lantai bawah.Di sisi pintu masuk gedung, mobil Darwis terparkir di bawah cahaya lampu yang remang-remang.Nikita menghampiri, lalu mengetuk pelan kaca jendela mobil.Kaca jendela perlahan terbuka. Sorot mata pria itu tampak dingin dan tenang. “Masuk mobil.”“Kalau ada urusan, langsung saja.”“Soal ruang rawat nenekmu,” ucap Darwis datar tanpa nada emosi. “Aku sudah menyur

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 91

    Isi perjanjian perceraian yang disusun oleh Darwis sebenarnya cukup menguntungkan. Dia bersedia membagi rata harta di dalam negeri.Namun, itu juga berarti sebagian saham Evergreen Biotech yang menjadi bagian dari asetnya akan ikut terbagi.Berhubung Darwis terus menunda dan tidak mau membicarakan soal perceraian, Nikita tidak punya pilihan selain menempuh jalur hukum.….Keesokan harinya.Nikita menerima pesan singkat yang dikirim dari pengadilan. Permohonan gugatan yang diajukannya telah lolos proses pemeriksaan dan resmi diterima untuk disidangkan. Seluruh dokumen terkait sudah dikirim melalui layanan kurir.Berdasarkan perkiraan waktu pengiriman, Darwis akan menerima surat panggilan sidang perceraian tersebut pada hari ini.Saat menatap tulisan di atas layar, Nikita yang awalnya merasa gelisah sudah bisa mulai merasa tenang.….Setelah Darwis sadar dari mabuknya, kepalanya terasa sangat sakit.Saat turun dari tangga, dia spontan berkata, “Nikita, tuangkan susu.”Ketika Bibi Eva men

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 90

    Nirina melihat notifikasi panggilan masuk sekilas dan keningnya seketika berkerut. Setelah memastikan Darwis bisa berdiri dengan stabil, dia pun berpesan dengan acuh tak acuh, “Kamu bantu aku jaga dia sebentar.”Selesai berbicara, Nirina langsung berjalan ke luar untuk mengangkat telepon.Nikita tersenyum sinis sembari melirik sinis, kemudian tubuhnya yang berat langsung jatuh bersandar ke arah Nikita. Dia tidak menghiraukan Darwis sama sekali, hendak berjalan pergi.Kesadaran Darwis sudah mulai kabur. Langkahnya juga sempoyongan. Namun, seolah-olah hanya mengenali Nikita, dia menghampiri Nikita dengan terhuyung-huyung, kemudian tubuhnya yang berat langsung jatuh bersandar ke arah Nikita.Bau alkohol yang bercampur dengan aroma parfum Nirina langsung menyeruak, membuat Nikita mengernyit.Nikita mendorong Darwis sekuat tenaga. Namun, tubuh pria yang tinggi itu sama sekali tidak bergeming.Nikita menggertakkan giginya hendak melepaskan tangan yang disandarkan di atas pundaknya.Namun, ce

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 89

    Nikita tentu tidak bermaksud seperti itu.Hanya saja, Nikita sudah terlalu lama meninggalkan industri ini. Dia baru kembali, tetapi malah menikmati fasilitas seperti ini, dia pun sungguh merasa tidak tenang.Nikita menggigit bibirnya. “Aku bisa terima gaji, tapi mengenai pembagian laba ….”“Jangan menolak.”Alice yang berada di samping berjalan mendekat dan langsung merangkul pundak Nikita. “Kamu memang punya bagian dalam Evergreen Biotech. Hanya saja, waktu itu kamu fokus dalam pernikahanmu dan menyia-nyiakannya selama bertahun-tahun. Sekarang kamu sudah bisa kembali secara resmi dan mencurahkan seluruh perhatianmu untuk Evergreen Biotech. Semuanya tetap seperti semula.”“Aku dan Pak Adler adalah pemegang saham besar. Kami nggak keberatan, jadi kamu nggak usah bersikap sungkan.”Nikita menggenggam kontrak itu dengan semakin kuat.Rasa percaya ini terlalu berat. Nikita tidak boleh mengecewakan mereka lagi.Nikita mengambil pena, lalu menandatangani kontrak tersebut.“Begini baru betul!

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 88

    Dariel juga menulis di kolom komentar. [Kak Darwis sungguh memanjakannya. Bikin iri saja.]Seolah-olah air dingin seketika disiramkan dari atas kepalanya. Jari tangan Nikita terasa dingin, raut wajahnya seketika memucat.Semalam, di acara jamuan perayaan hari jadi pernikahan, Darwis masih berpura-pura menjaga hubungan baik dengannya. Namun, begitu acara selesai, Darwis langsung menemani Nirina menjalani pemeriksaan kehamilan. Cara Darwis menginjak-injak harga dirinya seperti ini benar-benar menunjukkan betapa dingin pria itu.Melihat raut wajah Nikita yang berubah muram, Alice segera menghiburnya, “Jangan dimasukkan ke hati. Wanita itu memang sengaja memancing emosimu.”Nikita menahan rasa isak tangisnya, lalu mengembalikan ponsel kepada Alice. Suaranya terdengar agak serak. “Aku nggak apa-apa.”“Apa ini namanya nggak apa-apa? Jelas-jelas dia lagi menginjak kepalamu!” Alice sungguh merasa emosi. “Sekarang, kamu telepon tanya Darwis!”Nikita tidak berbicara. Dia mengeluarkan ponsel hend

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 87

    Di ruang makan lantai bawah, sarapan sudah disusun semuanya.Ketika Nenek melihat Nikita turun, dia segera melambaikan tangan dengan tersenyum. “Niki, kemari untuk sarapan.”“Aku sudah masak sup sarang burung walet khusus untuk kamu. Belakangan ini kamu capek hingga kurus sekali.”Nikita menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menahan emosinya, lalu duduk di tempat. “Terima kasih, Nenek.”Nenek sangat menyayangi Nikita. Dia tidak seharusnya melampiaskan amarahnya terhadap Darwis kepada sang nenek.Ketika melihat raut wajah Nikita tidak begitu bagus, Nenek mencedok bubur sembari bertanya, “Semalam turun hujan deras, Darwis malah pergi mengantar Nirina. Aku merasa nggak tenang. Aku pun sengaja telepon dia untuk panggil dia kembali.”“Tanganmu kan masih belum pulih. Kamu juga nggak membawa mobil. Mana pantas dia sebagai suami malah nggak menemanimu di rumah?”“Setelah selesai makan nanti, aku akan suruh dia antar kamu pulang.”Baru saja ucapan selesai dilontarkan, Darwis yang sudah mengga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status