Home / Romansa / Terlena Kenikmatan Suami Baru / 1. Rencana Gila Suamiku

Share

Terlena Kenikmatan Suami Baru
Terlena Kenikmatan Suami Baru
Author: CacaCici

1. Rencana Gila Suamiku

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-02-15 23:51:33

"Bagiamana, Aeza sayang? Di antara ke sembilan pria ini, siapa yang kau pilih untuk tidur denganmu?"

Aeza De Enigma, perempuan berusia 23 tahun tersebut seketika menatap sendu ke arah suaminya. Aeza menunjukkan ekspresi sedih, dada terasa panas, dan pikiran yang terus berdebat dengan batin. Hatinya sangat sedih karena suaminya meminta supaya dia tidur bersama pria lain agar Aeza bisa hamil.

Logika Aeza berkata kalau suaminya salah besar. Jika memang suaminya mencintainya, tak mungkin suaminya rela Aeza ditiduri oleh pria lain. Jelas ini salah dan ini juga melanggar norma. Selain itu, suaminya juga merendahkannya dengan rencana ini. Namun, hatinya berkata suaminya terpaksa melakukan ini. Suaminya sangat mencintainya, oleh sebab itu suaminya rela Aeza disentuh oleh pria lain, supaya Aeza hamil dan mereka tidak bercerai.

Yah, benar! Aeza harus hamil supaya ayah Aeza tidak memisahkannya dari suaminya–Lucas Wijaya. Sebenarnya sejak awal, ayah Aeza tidak setuju jika Aeza menikah dengan Lucas. Akan tetapi, Aeza mencintai Lucas dan merasa berhutang budi pada Lucas. Dulu, Aeza pernah kecelakaan dan Lucas lah yang menyelamatkannya, akibat kecelakaan itu Lucas menjadi lumpuh, mandul dan ada masalah lain.

Karena masalah itu, Aeza tak mungkin hamil. Saat ingin menikah dengan Lucas, satu tahun yang lalu, Aeza sangat sulit mendapat restu dari ayahnya.

Hingga akhirnya dia mendapatkan restu, tetapi setelah itu ayahnya menjadi dingin padanya. Sekalipun ayahnya masih menuruti kemauannya, seperti membiarkan Lucas bekerja di perusahaan mereka. Namun, sikap ayannya tak hangat lagi padanya.

Namun, beberapa minggu lalu, ayahnya datang ke rumah ini. Ayahnya mempertanyakan hubungan Aeza dan Lucas karena Aeza tak kunjung hamil. Ayahnya tiba-tiba meminta cucu dan mengharuskan agar secepatnya mendapatkan cucu dari Aeza. Jika Aeza hamil, maka ayahnya akan memberikan hadiah besar untuk Lucas. Sedangkan jika Aeza tak hamil dalam satu tahun ini, maka ayahnya akan memisahkan Aeza dari Lucas.

Ayah Aeza sendiri sama sekali tidak tahu kalau Lucas mandul. Sebagai istri yang baik, Aeza menutup-nutupi hal itu karena menganggap masalah tersebut adalah aib untuk suaminya.

Gara-gara masalah itu, Lucas menjadi panik dan … tiba-tiba ide gila ini muncul, di mana Lucas meminta Aeza agar tidur dengan pria lain supaya Aeza bisa hamil.

Logika Aeza sebenarnya menolak melakukan hal ini. Bagiamana bisa seorang istri yang menjunjung tinggi martabat suaminya, membiarkan tubuhnya dinikmati oleh pria lain?

Namun, hatinya yang lemah berkata … bukankah cinta harus berkorban? Suaminya sakit seperti saat ini, juga karena menyelamatkan Aeza, dan jika Aeza tak hamil maka dia akan kehilangan cintanya.

Tapi tetap saja dia ragu dengan ide suaminya.

"Kita bisa memikirkan cara lain, Mas," cicit Aeza, menatap suaminya dengan ekspresi sedih bercampur gelisah.

Kehormatan dan harga dirinya dipertaruhkan dalam rencana gila suaminya ini. Dia sangat ragu!

"Tidak ada cara yang lebih baik dari ini, Sayang." Lucas menoleh ke arah Aeza, menatap wajah cantik istrinya sambil memberikan senyum tipis yang lembut, "jika kau pura-pura hamil, Ayahmu akan dengan mudah mengetahuinya. Hanya dengan cara ini supaya kita bisa mengelabuhi Ayahmu, Aeza."

Aeza terus menatap suaminya dengan raut muka sedih. Perasaannya campur aduk, egonya terluka sebagian perempuan yang menjunjung tinggi sebuah ikatan, dan dia mulai mempertanyakan dirinya. Apakah demi cinta dia akan mengorbankan harga dirinya?

Air mata Aeza jatuh, bibirnya melengkung ke bawah. Dia mencoba untuk tak menangis, akan tetapi dia tidak bisa membendung air matanya lagi. "Apa Mas tega aku disentuh …-"

Sebelum ucapan Aeza selesai, Lucas lebih dulu memotong. "Lalu kau mau berpisah dariku?"

Aeza menggelengkan kepala secara kuat. Air matanya jatuh lebih deras, "aku akan jujur pada Ayah mengenai masalah kesehatan Mas Lucas. Ayah sangat menyayangiku, Ayah pasti akan mendengarkanku."

"Jangan naif, Aeza." Suara Lucas menjadi lirih, "jelas-jelas memintamu hamil dalam satu tahun adalah cara Ayahmu untuk menyingkirkanku. Jika kau jujur padanya, maka itu akan menjadi alat untuk Ayahmu memisahkan kita."

"Aku akan berlutut di depan Ayah. Dia tidak akan …." Aeza berkata lirih, air matanya terus jatuh.

"Hah." Lucas tiba-tiba menghela napas, "sepertinya kau tidak mencintaiku lagi, oleh sebab itu kau tidak mau menjalankan rencana ini."

"Aku mencintai Mas Lucas." Aeza berkata cepat.

"Jika kau mencintaiku, maka kau akan berkorban. Sama seperti aku mengorbankan kaki dan harga diriku sebagai pria sejati, hanya demi menyelamatkanmu," dingin Lucas pada akhir kalimat, menatap tajam ke arah Aeza.

Aeza langsung menundukkan kepala, mengepalkan tangan di atas pangkuan. Hatinya kembali terasa sakit, dadanya terasa sesak, dan pikirannya kacau. Dia kemudian melirik suaminya yang duduk di kursi roda, perasaan bersalah langsung menyelimuti hati Aeza.

"Baiklah, a-aku setuju," cicit Aeza sangat pelan, bersama dengan perasaan takut yang menyelimuti hatinya.

"Ahaahaa … terima kasih, Sayang. Aku tahu … aku sangat tahu kalau kamu memang sangat mencintaiku. Terima kasih banyak," ucap Lucas semangat, langsung meraih tangan Aeza lalu menggenggamnya secara mesra. "Oke, sekarang pilihlah siapa pria yang ingin kau jadikan teman tidurmu."

Aeza menatap suaminya dengan ekspresi malu, hatinya kembali terasa sakit. Apakah demi cinta dan kesenangan pria ini, Aeza sanggup merendahkan dirinya sendiri?

Aeza menarik napas secara dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Dia kemudian menoleh ke arah ke-sembilan bodyguard. Aeza memandang cepat tanpa memperhatikan secara intens pada para bodyguard itu. Dia merasa sangat malu!

Tiba-tiba Aexa menutup mata, lalu mengangkat tangan. Dia menunjuk ke arah salah satu bodyguard, tepat pada seorang bodyguard dengan tubuh paling tinggi. Namun, wajah bodyguard itu cacat karena terdapat bekas luka bakar pada hampir sebagian wajah.

"Aku memilihnya," ucap Aeza pelan.

"Wah, pilihan yang bagus, Sayang. Hahhaha …." Lucas langsung tertawa karena pilihan istrinya.

Sebenarnya itu bodyguardnya yang paling hebat. Tapi wajahnya rusak!

Aeza membuka mata, menatap terkejut pada bodyguard yang ia pilih. Sedangkan bodyguard yang ia pilih tersebut, juga menunjukkan ekspresi kaget.

"Maaf, Tuan." Tiba-tiba saja bodyguard bersuara, membuat Aeza kembali terkejut.

Suara pria itu … berat dan dalam. Wajahnya memang cacat, akan tetapi suaranya tampan!

'Ah, tidak. Apa yang kamu pikirkan, Aeza! Ingat, kamu punya suami dan suami adalah yang terbaik di antara semua pria.' batin Aeza, langsung menundukkan kepala karena merasa bersalah telah memuji pria lain dalam hatinya.

"Kenapa?" tanya Lucas dengan wajah datar.

"Wajah saya begitu buruk, saya takut Nyonya tidak suka dan jijik apabila tidur dengan saya. Jadi saya menolak," ucap bodyguard tersebut secara sopan dan tegas.

Aeza kembali mendongak, kembali menatap bodyguard itu lebih teliti dari yang sebelumnya. 'Nada bicaranya sangat sopan. Bahasa tubuhnya saat berbicara dengan Mas Lucas … terlihat sangat berwibawa.' batin Aeza, lagi-lagi tanpa sadar memuji sikap bodyguard tersebut.

Bodyguard ini sudah satu tahun bekerja di sini, akan tetapi Aeza tidak terlalu memperhatikan. Baru kali ini!

"Namamu Seven, bukan?" tanya Lucas. Dia tahu sebenarnya karena bodyguard ini cukup menonjol di karenakan kemampuan dan wajahnya. Lucas hanya ingin memastikan.

"Ya, Tuan," jawab bodyguard tersebut, menunjukkan sikap tenang dan sopan.

"Dari laporan yang diberikan kepercayaanku, kau sangat membutuhkan uang untuk membiayai adikmu yang sedang sakit parah. Aku butuh kau menghamili istriku dan kau butuh uang. Ini kesematanmu, Seven," ucap Lucas, menatap tajam pada bodygaurd tersebut. Dia berusaha mengintimidasi supaya bodyguard itu tunduk dan patuh padanya.

"Saya memang ingin uang. Akan tetapi … saya tidak percaya diri dengan wajah saya ini." Seven berkata sopan sambil menatap ke arah Aeza yang juga sedang menatapnya.

"Istriku membutuhkan spermamu, bukan wajahmu. Lagipula dengan wajah buruk rupamu ini, aku semakin yakin dengan rencanaku. Istriku tak akan tertarik padamu, jadi aku tidak perlu khawatir kalian melibatkan perasaan ataupun berselingkuh," ucap Lucas datar, melirik ke arah istrinya dengan senyum tipis di bibir.

Aeza dan Seven sama-sama diam.

"Karena pria yang akan menghamilimu sudah dipilih, maka …." Dengan isyarat, Lucas mengusir para bodyguard di sana–kecuali Seven yang tetap berdiri di tempatnya, "malam ini kau dan Seven harus tidur bersama."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Nindi AmiArmy
suka bngt sama crtnya. si 7 bikin eza-nya jdi brani. eza tipe yg patuh ke suami, jdi Luc ini sial bgt stlah cerain Eza. soalnya Eza bakln patuh ke 7 doang. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)... pokoknya ceritanya best, mkin dibaca mkin candu.
goodnovel comment avatar
Diens
duh gmn jg gt ya, bercinta dengan lelaki lain seizin suami. gilaaa.... gilaaa...
goodnovel comment avatar
Ros
Lucas mau manfatin aeza…. Masa aeza mau tidur bareng body guard nya utk bs hamil? Kan ada bayi tabung, mrk kan kaya…. Ga perlu bersetubuh yg bkn suami nya. Walau sdh ada ijin suami nya. Dimana harga dirimu Aeza. Km punya uang, bs program bank sperma. Hari gini….Cerita lebayy …ga da narasi yg jelas
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    130. Si Lembut yang Kasar

    Pria dengan pakaian serba hitam, serta penutup wajah tersebut adalah suruhan Alisha dan Aeza. Saat pria itu berlari ke arahnya, Alisha hanya pura-pura panik. Lalu dia sengaja berlari ke belakang mamanya, menahan tubuh mamanya supaya tidak kabur. "Arrkg!" Mata Valeria melebar, refleks menunduk untuk melihat perutnya yang tertusuk oleh pisau. Di sisi lain, dengan kode mata, Alisha menyuruh pria tersebut–tak lain adalah bodyguard milik Aeza, supaya kabur dari sana. Pria itu segera kabur, di mana Alisha langsung mengeluarkan akting panik, takut, dan sedih. Bug'Alisha melepas tubuh Valeria sehingga berakhir terjatuh di trotoar. Dia sengaja karena supaya Valeria merasakan lebih sakit. Jauh lebih sakit dari apa yang Alisha rasakan dahulu!"Mama …." Alisha menjerit cukup kencang, lalu berjongkok di sebelah mamanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Valeria. Dia menatap luka Valeria lalu diam-diam menekannya. "Argkkk …." Valeria menjerit sakit, melebarkan mata sambil menatap horor pada A

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    129. Muka 2 VS Muka 3

    "Sayang, akhirnya kamu menemui Mama lagi," ucap Valeria dengan lembut dan hangat, seolah dia sangat merindukan putrinya tersebut.Alisha senyum hangat, menatap berseri-seri pada sang mama. 'Kamu pikir hanya kamu saja yang jago bermuka dua, Heh? Aku juga bisa! Sekalipun aku benci mengakuinya, aku ini putrimu dan aku mewarisi bakat sialanmu itu.' batin Alisha, langsung memeluk mamanya dengan penuh kehangatan. "Mama, aku sangat merindukan Mama. A-aku ketakutan, a-aku ketahuan ingin membunuh si Jahat Alaric dan aku dihukum oleh si Tua," ucap Alisha dengan nada murung, menatap sedih pada mamanya–setelah dia melepas pelukannya dari Valeria. "Duduk dulu, Sayang." Valeria berkata dengan nada lembut. Setelah Alisha duduk di kursi cafe–tempat mereka bertemu, Valeria langsung menggenggam tangan putrinya, "tapi kamu tidak apa-apa kan, Sayang? Apa Ayah menyiksamu? Alaric jahat padamu?""Iya, mereka jahat." Alisha mengangukkan kepala dengan lemah, bibir melengkung ke bawah–menunjukkan kalau dia b

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    128. Menemui Mama

    --Beberapa hari kemudian--Hari ini Alisha sedang fitting baju pengantin. Dalam waktu dekat dia akan menikah dengan Asher. Alisha tidak sendiri ke sana, dia ditemani calon suaminya dan Aeza. Sebenarnya Aeza dilarang keluar karena masalah kemarin. Akan tetapi karena Asher ikut, Alaric memperbolehkan. Dengan syarat harus pulang cepat. "Weh, Perempuan itu mengirim pesan padaku. Katanya dia ingin bertemu lagi denganku," ucap Alisha, di mana saat ini dia dan Aeza ada di ruang ganti. Aeza ikut masuk untuk membantu Alisha mencoba atau gaun pernikahannya. "Ih, nggak usah ketemu sama dia lagi lah. Aku trauma sama kejadian kemarin-kemarin," ucap Aeza. Masalah keluarga suaminya, Aeza sudang mengetahuinya. Alisha sudah menceritakannya, Aeza sangat tak percaya karena suaminya begitu menyedihkan saat kecil. Ibunya beberapa kali memfitnah Alaric untuk menutupi kesalahannya sendiri, dijadikan pelampiasan amarah, lumpuh dalam waktu yang lama, dan setelah itu ingin dibunuh oleh ibu kandungnya sendi

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    127. Sang Tukang Klaim

    "Aku minta maaf, Kak Alaric," ucap Alisha dengan nada rendah, suaranya bergetar, parau dan sedih–dia dipenuhi perasaan bersalah yang teramat dalam. Alaric hanya diam, tetapi memeluk adiknya dengan penuh kehangatan. "Aku tidak ta-tahu kalau dia wanita yang jahat, a-aku tidak tahu kalau dia pe-perna menyakiti Kakak. Maafkan aku, Kak," ucap Alisha, mendongak pada Alaric sambil menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca. "Humm." Alaric berdehem singkat, menepuk kepala Alisha depan pelan lalu senyum tipis pada adiknya. Sekalipun dia kecewa, tetapi ini bukan salah Alisha. Adiknya tak tahu sama sekali kalau mama mereka jahat. Alaric memilih merahasiakan karena berpikir Alisha akan kesakitan jika tahu bahwa wanita yang melahirkan mereka adalah perempuan gila harta yang tak pernah benar-benar menginginkan mereka. "Ayah sudah menceritakan semuanya padaku dan … aku sangat menyesal karena sempat percaya padanya, Kak," ucap Alisha yang sudah melepas pelukan dari kakaknya. Dia mendongak, menat

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    126. Cinta Damai

    Aeza berniat masuk ke dalam dapur, akan tetapi tiba-tiba saja Alisha datang lalu menarik Aeza supaya jauh dari dapur. "Jangan ke sana, kamu lagi hamil loh," ucap Alisha dengan nada panik. "Itu ….-" Aeza menunjuk ke arah dapur, "kok bisa kebakaran?" tanyanya kemudian. Alisha menggaruk tengkuk lalu cengengesan pada Aeza. "Aku berniat memasak makanan kesukaan Kak Alaric, tapi …- aku melamun. Masakannya gosong dan kebakar." "Astaga." Aeza menatap campur aduk pada sahabatnya tersebut. "Tapi kamu nggak apa-apa kan?" tanya Aeza, menatap Alisha dari atas hingga bawah. Dia memeriksa apakah ada bagian tubuh sang sahabat yang terluka. Alisha mengangukkan kepala, senyum canggung pada Aeza. Kemarin, dia memusuhi Aeza. Tetapi hari ini Aeza masih tetap peduli dan perhatian padanya. Alisha merasa sangat bersalah. "Maafin aku yah soal semalam," ucap Alisha tiba-tiba. Aeza menghela napas panjang lalu senyum lembut pada Alisha. "Enggak apa-apa. Lupakan saja." "Ouh iya, tumben kamu bangun le

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    125. Kabut

    Aeza mendongak takut-takut saat mendengar Alaric mengumpat. Dia kira dia akan dimarahi oleh pria ini, jadi dia cukup waspada. "Jadi sekarang aku masih menyeramkan, Wifey?" tanya Alaric, meletakkan satu tangannya di atas pucuk kepala Aeza. Satu lagi memeluk pinggang ramping istrinya dengan erat, sesekali meremas atau memijatnya–menggoda Aeza yang terlihat gugup. Ah, jika saja perempuan ini makanan, mungkin dia makanan ternikmat yang membuat Alaric tak tahan untuk tak memakannya. Aeza mengangukkan kepala tetapi dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Kadang-kadang iya, kadang-kadang enggak." "Ouh, jadi masih," gumam Alaric datar. "Itu karena …-" Aeza yang ingin bersuara, diam sejenak karena matanya dengan mata Alaric yang menghunus tajam tak sengaja bersitatap. Persekian detik jantung Aeza berdebar sangat kencang dan dia lumayan gugup. Setelah menguasai diri, dia kembali bersuara, "itu karena Mas Alaric tanpa sebab sering menatapku seperti …." "Seperti apa?" Alaric menaikk

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    33. Mencari Obat

    'Lebih cepat Aeza hamil, maka itu lebih baik.' "Oh ya, Seven. Kulihat hubunganmu dan Aeza masih kaku. Kurasa jika kalian tetap seperti ini, Aeza akan sulit hamil. Jadi … bagaimana jika kalian berbulan madu saja? Dengan begitu kemistri kalian lebih dapat sebagai pasangan suami istri dan siapa tahu

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    30. Hadiah Spesial dari Seven

    "Humm. Atur sesukamu saja, terpenting Aeza cepat hamil," ucap Lucas malas, menatap Seven dengan ekspresi masam. Seven membungkuk hormat pada Lucas lalu setelah itu menghampiri istrinya. "Mari, Istriku." Seven mengajak Aeza supaya beranjak dari sana. "Suamimu ini adalah pria gagah, bisa mengham

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    12. Alasannya Cemburu?

    "Ck, kenapa anda mendorongku?" ucap Seven tiba-tiba pada Cleo, menatap dingin pada sosok itu. Cleo menggelengkan kepala secara panik, dia sama sekali tidak mendorong Seven. Jelas-jelas dia melihat jika Seven lah yang mendorong kursi roda Lucas sehingga Lucas jatuh. "Cleo, kau sengaja yah mendoro

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    8. Yang Pertama?

    "Nyonya, kau …-" Aeza menggelengkan kepala cukup kuat, matanya tertuju pada Seven–menatap pria itu dengan manik berkaca-kaca, memohon agar pria gagah ini berhenti melakukan hal 'itu padanya. "Ag-aku mohon berhenti, Se … Seven," cicit Aeza, terus menitihkan air mata sambil sesenggukan. "Berhenti

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status