Share

111. Curhat Lagi

Auteur: CacaCici
last update Date de publication: 2026-04-05 23:55:41
"O-oh." Alisha ber-oh-ria, mendadak canggung dan salah tingkah karena sebelum ia mempersilahkan Alaric masuk, pria itu lebih dulu masuk ke kamarnya.

Alisha buru-buru menyusul kakaknya yang sudah duduk di sofa.

"Kakak ingin bicara apa?" tanya Alisha setelah dia duduk di sebelah kakaknya.

"Aeza sepertinya marah padaku," ucap Alaric datar, tetapi tatapannya seperti gelisah.

Alisha langsung senyum muram, menatap konyol pada kakaknya. 'Katanya sangat penting. Kirain mau ngebahas masalah Baby a
CacaCici

Selamat membaca ...

| 11
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    169. Membuat Bintang

    "Mommy." Anak kecil berusia 7 tahun tersebut berdiri di ambang pintu, di mana tangan kanannya menjinjing tas lalu tangan kiri memegang gagang keranjang tarik beroda–berisi peralatan untuk membuat kreasi. "Iya, Sayang?" sahut Aeza dari tempatnya, menatap putranya masih berdiri diam di ambang pintu kamarnya. "Sini, Sayang," tambah Aeza. Dominic menganggukkan kepala, berjalan masuk ke kamar orang tuanya sambil membawa tas dan keranjang. "Mommy, Seven ada pekerjaan sekolah, membuat kreasi dari kertas origami. Bisakah Mommy membantu Seven?" pinta anak laki-laki dengan wajah tampan tersebut, duduk di sebelah mommynya. "Bisa dong," jawab Aeza cepat, mengusap pucuk kepala putranya dengan penuh kasih sayang. Dominic sekarang berusia tujuh tahun. Bagi Aeza melihat pertumbuhan anaknya rasanya begitu singkat. Padahal, dia merasa kalau baru kemarin dia melarikan Dominic, tetapi sekarang putranya sudah berusia 7 tahun. Tidak terasa sama sekali! "Seven ingin membuat bintang," ucap Dominic,

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    168. Kelahiran Bayi Kita

    "Enggak." Aeza menggelengkan kepala, mengerjap beberapa kali dengan raut muka waspada. Hais, Jangan sampai suaminya ini memasuki mode 'Peti Mati. Jantung Aeza bisa loncat-loncat dalam sana. "Jadi kenapa kau jarang meminta sesuatu padaku?" Alaric berkata datar, tetapi melayangkan tatapan menuntut dan menguarkan aura intimidasi yang kental. Aeza meneguk saliva secara kasar. Oke! Aeza harus berhati-hati karena romannya pria ini akan meledak-meledak. "Itu karena … aku lihat Mas Alaric sangat sibuk dan kelelahan. Aku kasihan kalau Mas Alaric masih harus ke sana kemari untuk mencari kemauanku yang kadang sangat random," ujar Aeza, memeluk lengan Alaric supaya hati pria ini luluh. Benar sana! Aura mengerikan Alaric seketika hilang saat Aeza memeluk lengannya. "Itu lebih baik daripada kau memendam keinginanmu. Tidak apa-apa jika kau menginginkan sesuatu dan memintanya padaku, Darling," ucap Alaric dengan nada yang lembut, hangat, dan penuh kasih sayang. Seketika dia luluh mendengar j

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    167. Kebebasan Aeza

    "Darling." Suara bariton yang hangat dan lembut terdengar mengalun. Aeza yang sedang membaca majalah fashion di ruang santai, rumah sepupunya dan sang sahabat, refleks menoleh ke arah sumber suara. Matanya membulat senang, jantung berdebar kecang, dan tubuh panas dingin ketika melihat sosok itu. "Mas Alaric," cicit Aeza pelan, segera berdiri dan berjalan mendekat ke arah sumainya. Mata Aeza berbinar-binar. Sekalipun dia dan suaminya hanya berpisah satu hari, Aeza begitu merindukan pria ini. Terlebih dia sangat khawatir karena dia tahu suami dan ayahnya menemui Lucas dan Virza ke markas persembunyian mereka, di mana Aeza yakin sekali markas tersebut penuh dengan orang-orang jahat. "Mas Alaric kenapa menemuiku? Memangnya sudah boleh yah?" tanya Aeza, mendongak pada Alaric yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya. Alaric tak langsung menjawab, dia menarik pergelangan tangan Aeza lalu segera memeluk istrinya tersebut secara erat. Alaric masih diam, menelusup pada ceruk leher ist

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    166. Penculik yang Menyesal

    "Mungkin putramu, mengingat dia sangat lancang jatuh cinta pada Istriku!" Virza langsung menggelengkan kepala. "To-tolong ampuni aku dan putraku. Ja-jangan bunuh Lucas, di-dia satu-satu keturunanku." "Kau ingat lukamu tetapi kau lupa pada kejahatanmu. Jadi pantaskah kau kami ampuni, Hah?!" marah Elbert–sudah menodongkan senjata ke kening Virza. Yah, dia akui dialah yang membunuh istri Virza. Elbert selalu kejam jika menyangkut orang tercintanya! Dia gelap mata jika ada yang membahayakan istrinya. Namun, Virza dan istrinya bukan hanya membahayakan Aela De Enigma (istri Elbert) tetapi mereka melenyapkannya dengan cara keji. Dulu Virza adalah kepercayaan Elbert. Namun, Virza berkhinat. Dia korupsi di perusahaan dan selalu arogan pada staf yang berada dibawahnya. Karena hal itu, Elbert memecat Virza dan menyita seluruh aset milik Virza untuk menutupi kerugian perusahaan akibat ulah Virza. Karena hal tersebut, kehidupan Virza dan istrinya menjadi melarat. Biaya sekolah anak mereka tid

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    165. Aeza Putrimu?

    "A-apa maksudmu?" Virza mendadak pucat pasi, tubuhnya gugup dan gemetaran. Alaric terlihat membantai anak buahnya yang tersisa, hanya dibantu oleh beberapa anak buahnya! Sedangkan putranya ditahan oleh kepercayaan Alaric. Aroma darah tercium pekat diruangan ini. Jeritan kesakitan dari anak buahnya yang dibunuh keji oleh Alaric terdengar mengerikan. Alaric itu manusia setengah iblis dan itu bukan sekadar rumor. Virza menyaksikan sendiri. Selama ini Virza tidak takut pada darah. Akan tetapi hari ini, dia benar-benar panik melihat darah yang hampir memenuhi lantai ruangan ini. Terlebih nyawa putranya yang selama ini ia lindungi, berada di ambang kematian. Anak buah yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit selama puluhan tahun, dalam sekejap dibantai oleh iblis bernama Alaric. Virza kira hari ini adalah hari kemenangannya. Akan tetapi …- "Demi melindungi putriku, aku bisa melakukan apapun," ucap Elbert tiba-tiba, "putriku adalah cinta terakhirku di dunia ini, tidak mungkin aku geg

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    164. Keadaan Berbalik

    "Hahahaha …." Elbert tiba-tiba tertawa. "Aku juga sangat senang bertemu denganmu, Virza," ucapnya kemudian, membuat Virza mengerutkan kening dan langsung menampilkan ekspresi waspada. "Tenang saja, tempat ini sudah ku kepung. Kau dan akan buahmu, dan putramu …-" Elbert menatap ke arah Lucas, membuat Virza semakin waspada, "kupastikan tidak akan selamat." Vizar menatap ke arah putranya. Wajahnya panik. Ternyata Elbert sudah tahu kalau Lucas adalah putranya. Hell! Ini bahaya. Namun …- "Kau yakin bisa melenyapkanku?" Virza mencoba tetap tenang. Kenapa dia harus takut pada Elbert? Toh, putri pria sialan ini ada padanya. "Ingat, putrimu ada padaku. Kau tidak bisa berbuat apa-apa!" Elbert terdiam sejenak, menatap ke arah Siena dengan raut muka yang dingin. "Papa … to-tolong aku," pinta Siena dengan nada merintih, menahan sakit pada bagian kepala. Rambutnya ditarik oleh anak buah Lucas dan Virza. "Hah." Elbert menghela napas panjang, "bukankah aku sudah memperingatimu supaya tidak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status