Share

Bab 226 hujan

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2026-09-25 23:04:24

"Jasmine, seprtinya kamu memang harus diberi pelajaran!" sahut Mario lagi, kali pemuda itu terlihat lebih membuatnya lebih emosi.

"Aku salah apa, Kak? Apa hanya karena aku pacaran sama Kak Yongki kamu jadi marah kek gini! Kami cuma pacaran biasa nggak ada hal-hal aneh!" kata Jasmine lebih tegas. Tapi Mario tak mau terima dengan alasan adiknya. Pemuda itu meminta Jasmine untuk memutuskan hubungannya dengan Yongki.

"Jasmine dengarkan Kakak! Aku tahu betul bagaimana Yongki itu. Dia itu hanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Pluii Ehl
gasssssssss
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 275 sangat mustahil

    Jasmine buru-buru mengusap air matanya. Mario tahu jika istrinya itu pasti bersedih dengan kata-kata dari Nyonya Ratih. Seharusnya Nyonya Ratih menyayanginya dan tidak memperlakukannya kasar seperti sekarang."Apa yang akan Oma katakan jika Oma bertemu dengan anak dari wanita pendonor itu?" sahut Mario. Dengan jelas Nyonya Ratih menjawabnya. " Tentu saja Oma akan memeluknya dan pastinya Oma akan bilang jika ibunya adalah wanita yang hebat, ibunya adalah penghuni surga dan wanita yang mulia!" Jasmine semakin bersedih. Seandainya saja Nyonya Ratih tahu siapa dirinya. Mungkin wanita itu tidak akan berkata kasar lagi. Lantas Mario kembali mengatakan dengan tegas jika Jasmine adalah anak dari wanita yang telah mendonorkan jantungnya untuk wanita itu. Hal ini ia lakukan karena tak tega melihat istrinya selalu dibeda-bedakan dan tidak disayangi sebagai cucu Nyonya Ratih."Jika anak itu adalah Jasmine, apa yang Oma katakan!" sahut Mari tanpa basa-basi. Tentu saja pertanyaan pemuda itu membu

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 274 tersedak

    Jasmine terkesiap dan ia harus memberikan jawaban yang tidak membuat Emma curiga. "Oh kemarin, iya kita berdua pergi ke toko buku. Kakak butuh bantuan Kak Mario buat ngerjain makalah, makanya kita pergi berdua. Mumpung kemarin Kak Mario ada waktu luang jadi sekalian kita pergi ke toko buku, getoh!" jawab Jasmine berbohong. Lalu gadis itu segera mengambil bajunya dari dalam lemari. "Oh, begitu. Lain kali ngomong dong kalau mau pergi ke toko buku. Aku juga mau beli novel baru, gabut di rumah!" kata Emma. Jasmine menoleh ke arah adiknya. "Iya nanti aku ajak ke toko buku, atau pulang sekolah kita mampir, gimana?" tawar Jasmine. Wajah Emma tiba-tiba berubah menjadi sumringah. "Beneran, Kak?" "Iya, dong!" "Oke deh kalau begitu. Nanti aku mau bilang ke Kak Mario dulu!" sahut Emma. ***** Saat sarapan pagi bersama. Nyonya Ratih mengatakan kepada ketiga cucunya untuk ikut makan siang bersamanya dalam rangka merayakan ulang tahun ayahnya Cerry, Pak Purba. "Nanti sepulang seko

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 273 alergi

    "Mario! Nggak bisa gitu dong. Kamu tetap harus ikut!" sahut Nyonya Ratih. Mario pun kembali menegaskan jika ia tidak bisa pergi tanpa Jasmine di sisinya. "Aku akan pergi kalau Jasmine juga ikut pergi1" "Tapi Mario, Jasmine...!" Belum sampai Nyonya Marta menyelesaikan kata-katanya, Mario langsung memotong perkataan sang nenek. "Jasmine ikut, aku pasti ikut. Tapi jika Jasmine tidak ikut, jangan harap aku ikut. Jasmine adalah adikku dan dia adalah tanggung jawabku. Mama dan Papa sudah mewanti-wanti untuk menjaga adik-adikku jadi mana bisa aku meninggalkannya sendiri di rumah!" katanya. Nyonya Ratih pun kembali mengingatkan jika Jasmine itu bukanlah bagian dari keluarga mereka. "Mario, Kamu sudah tahu kalau Jasmine itu bukan adek kamu. Jadi untuk apa kita mengajaknya!" sahut Nyonya Ratih. "Dia memang bukan adikku, tapi dia tetap menjadi tanggung jawabku karena Mama dan Papa mempercayakan dia padaku. Sama halnya seperti Emma, Jasmine juga adikku dan tanggung jawabku. Aku ha

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 272 tanda cvpang

    Mario langsung berdiri di samping istrinya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa ini? Kenapa Jasmine menangis?" Nyonya Ratih langsung menunjukkan sesuatu pada Mario. "Tuh! Kamu lihat di leher Jasmine! Ada tanda menjijikkan di sana. Dia pasti sudah berbuat mesum dengan pacarnya. Oma yakin sekali. Emang kurang ajar sekali nih anak. Lama-lama Oma nggak sudi lihat mukanya!" jawab Nyonya Ratih dengan sinis.Mario langsung memeriksa leher istrinya. Pemuda itu menemukan tanda merah di leher dan dada gadis itu. Ia langsung menaikkan alisnya karena dirinya sendiri yang membuat tanda itu."Oh ini, aku pikir apaan!" jawab Mario yang tampak tak kaget sama sekali. Kali ini Ekspetasi Nyonya Ratih tak sesuai keinginannya. Ia pikir Mario bakalan ikut marah dan membenci Jasmine. Tapi nyatanya pemuda itu justru tak bereaksi berlebihan."Apa? Kamu nggak marah melihat keadaan Jasmine seperti itu, Mario? Itu tanda cupang loh. Oma nggak mungkin salah!" sahut Nyonya Ratih. Jasmine sendiri m

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 271 tanda di leher

    Jasmine langsung membulatkan matanya. Sungguh, ia masih belum mengerti dengan kata-kata Nyonya Ratih yang menuduhnya telah berbuat mesum. "Maksud Oma apa? Saya nggak ngerti!" sahut Jasmine. Lantas, Nyonya Ratih meraih tangan gadis itu dan menyeretnya untuk berdiri di sebuah cermin yang berada di ruangan itu agar Jasmine tahu yang sebenarnya terjadi. "Aaww, Oma, sakit!" pekik Jasmine tatkala tangannya diseret dengan kasar oleh sang Oma. Nyonya Ratih langsung memperlihatakan Jasmine tentang bebrapa bekas merah yang tercetak jelas di pangkal leher dan sebagian dada bagian atas gadis itu. "Lihat dirimu!" titah Nyonya Ratih sambil menunjuk ke arah cermin. Jasmine benar-benar sangat terkejut saat melihat tanda merah di lehernya. Tidak banyak memang namun sangat berbekas dan begitu terang. "Ya Tuhan, ini pasti gara-gara Kak Mario. Ihh, udah dibilangin jangan bikin tanda di situ!" batin Jasmine panik. Nyonya Ratih menatap tajam gadis itu. Wanita itu menyangka jika Jasmine telah berb

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 270 sudah berbuat mesum

    Keesokan harinya, Jasmine terbangun dan ia melihat ke sekeliling. Gadis itu membelalakkan matanya ketika ia tersadar tengah tidur di kamar Mario. "Ya Tuhan, aku harus pergi. Bisa-bisa Oma dan Emma curiga kalau aku nggak keluar dari sini!" gumam Jasmine. Ia melihat di sampingnya Mario yang masih tertidur pulas. Dengan gerak pelan dan hati-hat, Jasmine beranjak turun dari tempat tidur. "Awww ssshh. Badanku sakit semua!" pekik gadis itu tatakala ia merasakan tubuhnya sangat lelah. Entah apa yang Mario lakukan pada gadis itu sampai-sampai mmebuat Jasmine sedikit kesusahan berjalan. Jasmine harus segera pergi sebelum semuanya bangun. Ia mengambil pakaiannya kembali yang sudah dilepaskan oleh suaminya. Setelah ia memakai bajunya kembali, Jasmine beranjak keluar dari kamar itu. Namun sebelumnya ia mengecup pipi Mario sekilas sebelum dirinya pergi. Cup! Satu kecupan di pipi Mario. Jasmine tersenyum kala melihat wajah suaminya yang begitu damai "Tidurlah yang nyenyak, aku harus pergi!"

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status