Beranda / Rumah Tangga / Terpaksa Berbagi Suami / Bab 1. Persyaratan Nikah

Share

Terpaksa Berbagi Suami
Terpaksa Berbagi Suami
Penulis: Andriani Keumala

Bab 1. Persyaratan Nikah

last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-18 00:50:16

Namaku adalah Sandra. Aku dulunya hanya anak sebatang kara yang hidup serba kekurangan. Sekarang aku sudah berubah sejak seminggu lalu. Aku sudah menjadi istri dari orang yang akan menjadi orang nomor satu di kota ini. Karena dia akan mewarisi semua harta sebulan lagi.

Sejak aku menolong seorang nenek yang terlantar di pinggir jalan, itu yang mengubah semua jalan hidupku. Dia membalas budi dengan menjodohkan aku dengan cucunya. Saat itu aku sempat menolak keinginannya, lantaran perbedaan status kami bagaikan langit dan bumi.

Di usiaku yang sudah menginjak dua puluh enam tahun, aku belum menikah. Tidak ada orang yang mau menikahi perempuan miskin seperti aku. Apalagi aku tidak cantik dan kucel. Aku sama sekali tidak mengenal salon dan alat make up.

Orang yang telah aku tolong berusia sekitar tujuh puluh lima tahunan, namanya nek Ningsih. Nek Ningsih memiliki seorang cucu yang sebaya dengan aku, yang bernama Farel. Namun yang tidak aku sangka ternyata Farel mau menikah dengan aku. 

Setelah seminggu kami menikah, Farel membawa perempuan lain untuk dijadikan istrinya. Sialnya, perempuan yang dia bawa tidak lain adalah Dewi, teman masa sekolah menengah aku. Dia adalah orang yang sering membully aku. Dia dipuji bagaikan seorang Dewi karena dia anak tercantik dan populer. Sedangkan aku hanya upik abu.

"Jadi apa maksud kamu ini?" tanya nek Ningsih menatap cucunya tajam.

Aku kembali menatap ke arah mereka berdua. Mereka berdua duduk berlutut di depan kami berdua, lebih tepatnya di depan nek Ningsih. Aku tidak akan terhitung. Mereka ingin minta restu untuk menikah dari nek Ningsih. Bukan dari aku yang istri sah Farel.

"Nek, aku sangat mencintai Dewi. Aku ingin menikah dengan Dewi, Nek," mohon Farel.

"Farel, kamu sadar apa yang kamu minta. Kamu baru seminggu yang lalu menikah dengan Sandra. Sekarang kamu minta Nenek merestui kalian berdua untuk menikah. Apa kamu pikir menikah itu hanya permainan," kata nek Ningsih kecewa dengan Farel.

Aku juga sangat kecewa melihat Farel ingin menikahi perempuan lain. Aku tidak masalah jika Farel belum mencintai aku. Tapi, tidak ada perempuan yang ingin diduakan oleh suaminya. Aku pikir dulu Farel menerima aku karena dia mencintai aku, ternyata selama ini aku salah.

"Maaf Nek, aku menikah dengan Sandra karena saat itu aku sedang marah dengan Dewi. Aku pikir Dewi akan melarang aku menikah sama perempuan lain. Terus dia akan menggagalkan pernikahan itu. Tidak tahunya, Dewi malah ketiduran," ujar Farel dengan polos.

Aku kaget mendengar jawaban Farel. Aku tidak menyangka jika suami aku sebodoh itu. Pantesan saja dia bisa dengan mudah ditipu oleh perempuan bermuka ular itu. Siapa lagi kalau bukan Dewi. 

"Jadi kamu menikah dengan Sandra hanya main-main?" tanya nek Ningsih tidak percaya.

"Bukan begitu Nek. Aku hanya ingin Dewi cemburu. Sekarang Dewi sudah kembali kepadaku. Aku ingin menikah dengan Dewi juga," kata Farel dengan cepat. 

Mataku beralih kepada Dewi. Aku tahu jelas perempuan seperti apa Dewi itu. Dewi adalah perempuan yang sangat matre. Dia hanya mementingkan uang saja. Aku yakin jika dulu dia hanya bermain-main dengan Farel. Setelah tahu Farel anak orang kaya, makanya dia mau kembali untuk Farel. Tapi dari mana dia tahu. Farel sudah menyamar sebagai pekerja kantoran biasa. Pasti ada yang membocorkan rahasia itu.

Farel menyamar sebagai orang biasa supaya bisa menilai orang yang benar-benar ingin bekerja. Kata nek Ningsih sekalian menggeserkan para hama yang korupsi dan makan gaji buta. Bulan depan baru dia akan diumumkan sebagai bos perusahaan. Biar orang juga tahu jika Farel adalah pekerja keras. Sekarang yang mengurus perusahaan adalah orang kepercayaan nek Ningsih.

"Nek, kami mohon," mohon Farel.

"Iya Nek, aku sangat mencintai Farel. Tolong restui hubungan kami," sambung Dewi.

"Tidak, pokoknya Nenek tidak setuju. Kalau kalian menikah bagaimana dengan Sandra," tolak nek Ningsih.

Aku lega nek Ningsih menolak permintaan Farel. Jika nek Ningsih setuju, aku lebih baik berpisah dengan Farel. Aku tidak mau satu rumah dengan Dewi. Dewi pasti akan menguasai semua dan membully aku seperti dulu. Aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi. Aku bahkan ingin balas dendam atas perbuatan Dewi.

"Nek, Farel mohon. Farel akan melakukan apapun."

"Dewi juga akan melakukan apapun asalkan Nenek merestui kami. Aku sungguh-sungguh mencintai Farel. Nenek sudah memberi restu sudah cukup. Aku tidak peduli dengan harta Farel. Hidup di jalanan dengan Farel, aku juga rela."

Cih, akting Dewi semakin lama semakin bagus. Kalau aku tidak mengenal dia, pasti aku sudah percaya. Aku tidak boleh kalah. Aku tidak mau Dewi merebut Farel dari aku. Farel terlalu baik untuk Dewi.

"Nek, …."

"Kalian akan melakukan apapun?" tanya nek Ningsih memotong permohonan aku.

"Kami akan melakukan apapun Nek," sahut Farel cepat tanpa menutupi rasa senangnya.

"Aku juga akan melakukan apapun Nek," sambung Dewi.

"Baiklah kalau begitu. Aku setuju kalian berdua menikah," jawab nek Ningsih. 

Hatiku berdetak kencang mendengar perkataan nek Ningsih. Aku tidak percaya jika nek Ningsih akan merestui hubungan mereka berdua untuk menikah. Apa sebenarnya nek Ningsih hanya kasihan kepada aku. Kenapa nek Ningsih mau menerima hubungan mereka berdua. Pernikahan kami masih seujung jagung. Apa nanti aku akan bercerai dengan Farel. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benakku yang tidak berani aku lontarkan.

"Kalian berdua boleh menikah. Tapi dengan dua syarat," ujar nek Ningsih.

Aku tidak sanggup lagi mendengar perkataannya. Rasanya aku ingin lari dari simi. 

"Apa Nek?" tanya mereka berdua dengan semangat.

"Syarat pertama, kalau kalian menikah, Sandra tetap menjadi istri Farel dan kamu menjadi istri kedua."

Aku mantap Farel dan Dewi saling bertatap. Aku yakin kalau Dewi sebenarnya keberatan. Tapi dia tetap setuju. Aku sedikit lega saat Farel setuju tidak bercerai denganku. Artinya aku ada harapan di hatinya.

"Untuk syarat kedua, semua harta warisan yang kamu punya akan menjadi milik Sandra kalau kamu tetap ingin menikah dengan Dewi. Termasuk perusahaan, hotel, rumah ini dan sertifikat lainnya," final nek Ningsih.

Aku menatap nek Ningsih dengan tidak percaya. Begitu pula dengan Farel dan Dewi. Kami sama-sama kaget mendengar persyaratan nek Ningsih yang cukup gila.

Bersambung ….

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 22. Posesif

    Beberapa tahun kemudian, kehidupan Tika selama itu banyak mengalami perubahan. Dia jatuh miskin karena ditipu oleh laki-laki brengsek. Dia masih saja sombong dan tidak belajar dari pengalaman. Sedangkan Evi dan Anita sudah menyadari kesalahannya. Mereka berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka. Mereka tidak lagi bersikap sombong kepada orang-orang. Mereka lebih menghargai orang lain, sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Hidup mereka juga jauh lebih baik daripada dulu. Kemudian, hubungan Sandra dan Farel semakin baik. Mereka hidup layaknya keluarga normal pada umumnya. Mereka juga sudah memiliki seorang putra yang berusia tiga tahun. Putra mereka sangat mirip dengan Farel dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Sandra sempat membenci Farel selama seminggu setelah dia melahirkan. Dia merasa tidak adil. Dia yang sudah capek-capek mengandung dan melahirkan anak mereka, malah anak mereka copy paste dari sang suami. Sejalan dan beriring waktu Sandra malah sangat bersyukur a

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 21. Semuanya Kembali Normal

    "Dewi, mulai detik ini kamu aku ceraikan. Kamu tunggu saja surat cerai kita dari pengadilan," ujar Farel. "Farel, Farel aku mohon, maafkan aku. Aku masih mencintai kamu. Aku selama ini dihasut oleh Deni," kata Dewi mengkambing hitam putihkan Deni. "Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan aku lagi. Kamu pergi dari sini sebelum kesabaran aku habis," ujar Farel marah. "Dasar perempuan tidak tahu malu." "Sudah ketahuan masih saya berbohong." "Mana menyalahkan orang lain lagi." Dewi yang terlanjur malu pergi dari sana. Dia tidak sanggup lagi berada di sana. "Pak, jangan biarkan Deni dan Dewi keluar dari sini. Cegat mereka berdua," suruh nek Ningsih pada sekretaris Has. "Baik Nyonya. Saya akan menyuruh para petugas untuk menahan mereka sambil menunggu polisi datang ke sini," sahut sekretaris Has. "Polisi? Ada apa ini?" tanya Farel tidak tahu apapun. "Farel, kamu lihat video tadi kan. Mereka berdua ingin mencelakai kita semua," ujar Sandra. "Tapi video itu belum cukup seba

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 20. Semuanya Terbongkar

    "Baiklah, saya akan memanggil cucu saya. Untuk cucu saya, silahkan naik ke atas panggung, Farel," suruh nek Ningsih. Nek Ningsih memanggil Farel naik ke atas panggung. "Oh iya, sekalian sama istri kedua Farel," sambung nek Ningsih. Para karyawan melihat ke arah yang ditunjuk oleh nek Ningsih. Mereka tidak menyangka jika Farel yang mereka kenal sebagai orang biasa adalah cucu dari pemilik perusahaan. Di antara mereka ada orang-orang yang pernah membully Farel, mereka jadi panik. Mereka tidak menyangka jika Farel adalah orang penting. Mereka takut dipecat. Farel dan Dewi naik ke atas panggung. Dewi dengan sengaja mengandung Farel mesra. Tapi tingkah Dewi membuat istri pejabat dan lain yang ada di sana jadi berbisik tentangnya. Mereka yakin jika yang dimaksud nek Ningsih tadi adalah dia. Dewi berada di atas panggung. Dia bermuka tebal dan menulikan telinga dari bisikan nyonya-nyonya tadi. Dia tidak peduli, yang penting sekarang dia adalah istri dari yang memegang kuasa. Urusan

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 19. Hadiah untuk Dewi

    "Farel, kenapa Sandra yang menjadi bos baru. Seharusnya kan kamu," protes Dewi. "Apa kamu lupa, kalau nek Ningsih telah membuat surat penyerahan semuanya kepada Sandra. Jadi semuanya milik Sandra sekarang," terang Farel. "Jadi itu serius? Bukan bohongan?" tanya Dewi masih tidak percaya. "Nenek aku tidak pernah bermain-main dalam mengambil keputusan. Kenapa kamu jadi kaget seperti ini," ujar Farel yang bersikap biasa saja. Farel percaya dengan keputusan neneknya. Neneknya tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Para tamu undangan tidak kalah kaget. Mereka berbisik-bisik, bertanya-tanya kenapa nek Ningsih menyerahkan pemilik perusahaan kepada cucu menantunya, bukan cucu kandungnya. Setahu mereka, cucu kandung nek Ningsih kuliah di luar negeri dan sedang mengurus perusahaan yang ada di luar negeri. Mereka menduga-duga kalau Sandra menjadi pemimpin perusahaan lantaran cucu dari nek Ningsih masih di luar negeri. Hanya itu alasan yang masuk akal daripada alasan yang lain. Tika,

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 18. Malam Pelantikan

    Sekretaris Has dengan cepat berlari dan menarik nek Ningsih beserta Sandra. Terlambat sedikit saja Sandra dan nek Ningsih sudah ditabrak dengan keras. Mobil itu gagal menabrak Sandra dan nek Ningsih. Kemudian mobil itu langsung lari dari sana. Meninggalkan jejak. "Kalian tidak apa-apa?" tanya sekretaris Has. "Nek, bagaimana keadaan Nenek tanya?" tanya Sandra khawatir. "Nenek tidak apa-apa. Nenek hanya kaget. Untung ada kamu yang menyelamatkan kami, Has," ujar nek Ningsih dengan syukur. "Itu pasti orang suruhan dari Deni dan Dewi. Mereka sudah mulai bergerak." "Sandra tidak menyangka jika mereka akan bergerak secepat ini." "Mungkin karena acara pelantikan sudah dekat," sahut nek Ningsih. "Itu bisa saja terjadi. Saya akan menyuruh bawahan saya untuk segera menyelidiki kasus ini. Jika memang benar-benar terbukti kalau Deni dan Dewi yang melakukan semua ini, maka ini akan menjadi bukti yang kuat untuk memenjarakan mereka berdua. Mereka sudah berencana melakukan pembunuhan berenca

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 17. Mengumpulkan Bukti

    Nek Ningsih membuka galeri punya Sandra. Tidak banyak foto maupun video yang ada di sana. Hanya ada beberapa foto tentang makanan atau random. "Kenapa foto Sandra hanya segini. Kalau begini, apa Sandra tidak pernah mengupload foto di sosmed ya. Anak itu itu benar-benar masih polos. Tapi, ini video apa ya," ujar nek Ningsih penasaran. Nek Ningsih membuka video tentang Sandra yang merekam kejadian Deni dan Dewi. Nek Ningsih menonton dari awal sampai akhir. "Ternyata perempuan ini memang iblis. Dia sudah berniat mencelakai kami semua untuk merebut harta kami. Kamu pikir, kamu bisa mengambil semuanya. Ini video yang bagus, dengan ini aku punya bukti kejahatan Dewi. Farel juga bisa berpisah dengan Dewi. Farel tidak mungkin akan menyukai Dewi lagi setelah melihat bukti ini." Nek Ningsih segera mengirimkan video itu ke dalam handphonenya. Dia akan menggunakan video tersebut untuk mempermalukan Dewi dan juga memecat Deni. "Ini Nek, handphone punya Nenek. Apa Nenek menunggu lama?" tanya S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status