ANMELDENBeberapa tahun kemudian, kehidupan Tika selama itu banyak mengalami perubahan. Dia jatuh miskin karena ditipu oleh laki-laki brengsek. Dia masih saja sombong dan tidak belajar dari pengalaman. Sedangkan Evi dan Anita sudah menyadari kesalahannya. Mereka berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka. Mereka tidak lagi bersikap sombong kepada orang-orang. Mereka lebih menghargai orang lain, sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Hidup mereka juga jauh lebih baik daripada dulu. Kemudian, hubungan Sandra dan Farel semakin baik. Mereka hidup layaknya keluarga normal pada umumnya. Mereka juga sudah memiliki seorang putra yang berusia tiga tahun. Putra mereka sangat mirip dengan Farel dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Sandra sempat membenci Farel selama seminggu setelah dia melahirkan. Dia merasa tidak adil. Dia yang sudah capek-capek mengandung dan melahirkan anak mereka, malah anak mereka copy paste dari sang suami. Sejalan dan beriring waktu Sandra malah sangat bersyukur a
"Dewi, mulai detik ini kamu aku ceraikan. Kamu tunggu saja surat cerai kita dari pengadilan," ujar Farel. "Farel, Farel aku mohon, maafkan aku. Aku masih mencintai kamu. Aku selama ini dihasut oleh Deni," kata Dewi mengkambing hitam putihkan Deni. "Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan aku lagi. Kamu pergi dari sini sebelum kesabaran aku habis," ujar Farel marah. "Dasar perempuan tidak tahu malu." "Sudah ketahuan masih saya berbohong." "Mana menyalahkan orang lain lagi." Dewi yang terlanjur malu pergi dari sana. Dia tidak sanggup lagi berada di sana. "Pak, jangan biarkan Deni dan Dewi keluar dari sini. Cegat mereka berdua," suruh nek Ningsih pada sekretaris Has. "Baik Nyonya. Saya akan menyuruh para petugas untuk menahan mereka sambil menunggu polisi datang ke sini," sahut sekretaris Has. "Polisi? Ada apa ini?" tanya Farel tidak tahu apapun. "Farel, kamu lihat video tadi kan. Mereka berdua ingin mencelakai kita semua," ujar Sandra. "Tapi video itu belum cukup seba
"Baiklah, saya akan memanggil cucu saya. Untuk cucu saya, silahkan naik ke atas panggung, Farel," suruh nek Ningsih. Nek Ningsih memanggil Farel naik ke atas panggung. "Oh iya, sekalian sama istri kedua Farel," sambung nek Ningsih. Para karyawan melihat ke arah yang ditunjuk oleh nek Ningsih. Mereka tidak menyangka jika Farel yang mereka kenal sebagai orang biasa adalah cucu dari pemilik perusahaan. Di antara mereka ada orang-orang yang pernah membully Farel, mereka jadi panik. Mereka tidak menyangka jika Farel adalah orang penting. Mereka takut dipecat. Farel dan Dewi naik ke atas panggung. Dewi dengan sengaja mengandung Farel mesra. Tapi tingkah Dewi membuat istri pejabat dan lain yang ada di sana jadi berbisik tentangnya. Mereka yakin jika yang dimaksud nek Ningsih tadi adalah dia. Dewi berada di atas panggung. Dia bermuka tebal dan menulikan telinga dari bisikan nyonya-nyonya tadi. Dia tidak peduli, yang penting sekarang dia adalah istri dari yang memegang kuasa. Urusan
"Farel, kenapa Sandra yang menjadi bos baru. Seharusnya kan kamu," protes Dewi. "Apa kamu lupa, kalau nek Ningsih telah membuat surat penyerahan semuanya kepada Sandra. Jadi semuanya milik Sandra sekarang," terang Farel. "Jadi itu serius? Bukan bohongan?" tanya Dewi masih tidak percaya. "Nenek aku tidak pernah bermain-main dalam mengambil keputusan. Kenapa kamu jadi kaget seperti ini," ujar Farel yang bersikap biasa saja. Farel percaya dengan keputusan neneknya. Neneknya tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Para tamu undangan tidak kalah kaget. Mereka berbisik-bisik, bertanya-tanya kenapa nek Ningsih menyerahkan pemilik perusahaan kepada cucu menantunya, bukan cucu kandungnya. Setahu mereka, cucu kandung nek Ningsih kuliah di luar negeri dan sedang mengurus perusahaan yang ada di luar negeri. Mereka menduga-duga kalau Sandra menjadi pemimpin perusahaan lantaran cucu dari nek Ningsih masih di luar negeri. Hanya itu alasan yang masuk akal daripada alasan yang lain. Tika,
Sekretaris Has dengan cepat berlari dan menarik nek Ningsih beserta Sandra. Terlambat sedikit saja Sandra dan nek Ningsih sudah ditabrak dengan keras. Mobil itu gagal menabrak Sandra dan nek Ningsih. Kemudian mobil itu langsung lari dari sana. Meninggalkan jejak. "Kalian tidak apa-apa?" tanya sekretaris Has. "Nek, bagaimana keadaan Nenek tanya?" tanya Sandra khawatir. "Nenek tidak apa-apa. Nenek hanya kaget. Untung ada kamu yang menyelamatkan kami, Has," ujar nek Ningsih dengan syukur. "Itu pasti orang suruhan dari Deni dan Dewi. Mereka sudah mulai bergerak." "Sandra tidak menyangka jika mereka akan bergerak secepat ini." "Mungkin karena acara pelantikan sudah dekat," sahut nek Ningsih. "Itu bisa saja terjadi. Saya akan menyuruh bawahan saya untuk segera menyelidiki kasus ini. Jika memang benar-benar terbukti kalau Deni dan Dewi yang melakukan semua ini, maka ini akan menjadi bukti yang kuat untuk memenjarakan mereka berdua. Mereka sudah berencana melakukan pembunuhan berenca
Nek Ningsih membuka galeri punya Sandra. Tidak banyak foto maupun video yang ada di sana. Hanya ada beberapa foto tentang makanan atau random. "Kenapa foto Sandra hanya segini. Kalau begini, apa Sandra tidak pernah mengupload foto di sosmed ya. Anak itu itu benar-benar masih polos. Tapi, ini video apa ya," ujar nek Ningsih penasaran. Nek Ningsih membuka video tentang Sandra yang merekam kejadian Deni dan Dewi. Nek Ningsih menonton dari awal sampai akhir. "Ternyata perempuan ini memang iblis. Dia sudah berniat mencelakai kami semua untuk merebut harta kami. Kamu pikir, kamu bisa mengambil semuanya. Ini video yang bagus, dengan ini aku punya bukti kejahatan Dewi. Farel juga bisa berpisah dengan Dewi. Farel tidak mungkin akan menyukai Dewi lagi setelah melihat bukti ini." Nek Ningsih segera mengirimkan video itu ke dalam handphonenya. Dia akan menggunakan video tersebut untuk mempermalukan Dewi dan juga memecat Deni. "Ini Nek, handphone punya Nenek. Apa Nenek menunggu lama?" tanya S
Sandra sebelum ke ruang makan pergi ke dapur dulu. Dia akan mengambil makanan yang telah dia siapkan untuk Farel. Tangannya meletakkan sarapan pagi berupa nasi goreng dengan telaten. Setelah semua selesai ditata rapi di atas meja, Sandra duduk di sebelah kanan Farel. Sedangkan di sebelah kiri duduk
Beberapa hari setelah Dewi dan Farel sudah resmi menjadi suami istri. Nek Ningsih benar-benar pergi meninggalkan Sandra sendiri dengan sangat cepat. Dia pergi sesuai perkataannya. Sekarang Farel juga masih bekerja sebagai pegawai kantoran biasa. Dia hanya menerima gaji layaknya pegawai rendahan. S
Beberapa saat setelah Farel dan Dewi meminta restu.Sandra menuntun nek Ningsih ke dalam kamarnya. Dia mendudukkan nek Ningsih pada kasur, tempat yang biasa digunakan untuk tidur. Ketika dia ingin menaikkan kaki nek Ningsih agar bisa segera tidur, tapi nek Ningsih menolaknya."Ada apa Nek?" tanya S
Aku beralih menatap Dewi dan Farel. Farel terlihat senang. Sepertinya kehilangan harta bagi dia tidak masalah asal bisa menikah dengan Dewi. Tipe bucin tingkat akut yang tidak ada obatnya. Aku heran bagaimana kehidupan Farel saat sekolah. Aku yakin jika dia sering dimanfaatkan orang.Kemudian aku b







