Home / Rumah Tangga / Terpaksa Berbagi Suami / Bab 12. Menyamar Jadi Pembantu

Share

Bab 12. Menyamar Jadi Pembantu

last update Last Updated: 2026-01-05 12:04:31

"Bi Ijah tidak boleh begitu. Tidak baik berbuat kasar," tegur Sandra.

"Tuh, dengerin."

"Apa?"

"Bi," tegur Sandra lagi.

"Sandra, aku mohon ya," pinta Dewi dengan belas kasihan.

'Kalau situasi tidak seperti ini, mana sudi aku mohon sama Sandra. Aku harus bisa sabar tiga minggu lagi. Semuanya akan berbalik. Kamu bisa membalas Sandra nanti berkali-kali lipat.'

"Kamu yakin, mau melakukan apapun?" pancing Sandra.

"Iya aku janji. Aku akan melakukan apapun kalau kamu mau berpura-pura jadi pembantu," mohon Dewi sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.

"Nyonya Sandra, Nyonya jangan mau," sahut bi Ijah menatap sinis ke arah Dewi.

Dewi menatap tajam ke arah bi Ijah. Bi Ijah mengganggu dia saja. Dia hampir saja bisa merayu Sandra. Wajah Sandra terlihat luluh.

"Beneran?"

"Nyonya!"

"Iya, aku janji," sahut Dewi cepat.

"Nyonya," protes bi Ijah lagi.

"Nah, kamu dengarkan apa kata Sandra. Kamu jangan macam-macam di sini," ujar Dewi merasa menang.

"Bi, Bi Ijah percaya deh sama San
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 22. Posesif

    Beberapa tahun kemudian, kehidupan Tika selama itu banyak mengalami perubahan. Dia jatuh miskin karena ditipu oleh laki-laki brengsek. Dia masih saja sombong dan tidak belajar dari pengalaman. Sedangkan Evi dan Anita sudah menyadari kesalahannya. Mereka berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka. Mereka tidak lagi bersikap sombong kepada orang-orang. Mereka lebih menghargai orang lain, sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Hidup mereka juga jauh lebih baik daripada dulu. Kemudian, hubungan Sandra dan Farel semakin baik. Mereka hidup layaknya keluarga normal pada umumnya. Mereka juga sudah memiliki seorang putra yang berusia tiga tahun. Putra mereka sangat mirip dengan Farel dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Sandra sempat membenci Farel selama seminggu setelah dia melahirkan. Dia merasa tidak adil. Dia yang sudah capek-capek mengandung dan melahirkan anak mereka, malah anak mereka copy paste dari sang suami. Sejalan dan beriring waktu Sandra malah sangat bersyukur a

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 21. Semuanya Kembali Normal

    "Dewi, mulai detik ini kamu aku ceraikan. Kamu tunggu saja surat cerai kita dari pengadilan," ujar Farel. "Farel, Farel aku mohon, maafkan aku. Aku masih mencintai kamu. Aku selama ini dihasut oleh Deni," kata Dewi mengkambing hitam putihkan Deni. "Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan aku lagi. Kamu pergi dari sini sebelum kesabaran aku habis," ujar Farel marah. "Dasar perempuan tidak tahu malu." "Sudah ketahuan masih saya berbohong." "Mana menyalahkan orang lain lagi." Dewi yang terlanjur malu pergi dari sana. Dia tidak sanggup lagi berada di sana. "Pak, jangan biarkan Deni dan Dewi keluar dari sini. Cegat mereka berdua," suruh nek Ningsih pada sekretaris Has. "Baik Nyonya. Saya akan menyuruh para petugas untuk menahan mereka sambil menunggu polisi datang ke sini," sahut sekretaris Has. "Polisi? Ada apa ini?" tanya Farel tidak tahu apapun. "Farel, kamu lihat video tadi kan. Mereka berdua ingin mencelakai kita semua," ujar Sandra. "Tapi video itu belum cukup seba

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 20. Semuanya Terbongkar

    "Baiklah, saya akan memanggil cucu saya. Untuk cucu saya, silahkan naik ke atas panggung, Farel," suruh nek Ningsih. Nek Ningsih memanggil Farel naik ke atas panggung. "Oh iya, sekalian sama istri kedua Farel," sambung nek Ningsih. Para karyawan melihat ke arah yang ditunjuk oleh nek Ningsih. Mereka tidak menyangka jika Farel yang mereka kenal sebagai orang biasa adalah cucu dari pemilik perusahaan. Di antara mereka ada orang-orang yang pernah membully Farel, mereka jadi panik. Mereka tidak menyangka jika Farel adalah orang penting. Mereka takut dipecat. Farel dan Dewi naik ke atas panggung. Dewi dengan sengaja mengandung Farel mesra. Tapi tingkah Dewi membuat istri pejabat dan lain yang ada di sana jadi berbisik tentangnya. Mereka yakin jika yang dimaksud nek Ningsih tadi adalah dia. Dewi berada di atas panggung. Dia bermuka tebal dan menulikan telinga dari bisikan nyonya-nyonya tadi. Dia tidak peduli, yang penting sekarang dia adalah istri dari yang memegang kuasa. Urusan

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 19. Hadiah untuk Dewi

    "Farel, kenapa Sandra yang menjadi bos baru. Seharusnya kan kamu," protes Dewi. "Apa kamu lupa, kalau nek Ningsih telah membuat surat penyerahan semuanya kepada Sandra. Jadi semuanya milik Sandra sekarang," terang Farel. "Jadi itu serius? Bukan bohongan?" tanya Dewi masih tidak percaya. "Nenek aku tidak pernah bermain-main dalam mengambil keputusan. Kenapa kamu jadi kaget seperti ini," ujar Farel yang bersikap biasa saja. Farel percaya dengan keputusan neneknya. Neneknya tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Para tamu undangan tidak kalah kaget. Mereka berbisik-bisik, bertanya-tanya kenapa nek Ningsih menyerahkan pemilik perusahaan kepada cucu menantunya, bukan cucu kandungnya. Setahu mereka, cucu kandung nek Ningsih kuliah di luar negeri dan sedang mengurus perusahaan yang ada di luar negeri. Mereka menduga-duga kalau Sandra menjadi pemimpin perusahaan lantaran cucu dari nek Ningsih masih di luar negeri. Hanya itu alasan yang masuk akal daripada alasan yang lain. Tika,

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 18. Malam Pelantikan

    Sekretaris Has dengan cepat berlari dan menarik nek Ningsih beserta Sandra. Terlambat sedikit saja Sandra dan nek Ningsih sudah ditabrak dengan keras. Mobil itu gagal menabrak Sandra dan nek Ningsih. Kemudian mobil itu langsung lari dari sana. Meninggalkan jejak. "Kalian tidak apa-apa?" tanya sekretaris Has. "Nek, bagaimana keadaan Nenek tanya?" tanya Sandra khawatir. "Nenek tidak apa-apa. Nenek hanya kaget. Untung ada kamu yang menyelamatkan kami, Has," ujar nek Ningsih dengan syukur. "Itu pasti orang suruhan dari Deni dan Dewi. Mereka sudah mulai bergerak." "Sandra tidak menyangka jika mereka akan bergerak secepat ini." "Mungkin karena acara pelantikan sudah dekat," sahut nek Ningsih. "Itu bisa saja terjadi. Saya akan menyuruh bawahan saya untuk segera menyelidiki kasus ini. Jika memang benar-benar terbukti kalau Deni dan Dewi yang melakukan semua ini, maka ini akan menjadi bukti yang kuat untuk memenjarakan mereka berdua. Mereka sudah berencana melakukan pembunuhan berenca

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 17. Mengumpulkan Bukti

    Nek Ningsih membuka galeri punya Sandra. Tidak banyak foto maupun video yang ada di sana. Hanya ada beberapa foto tentang makanan atau random. "Kenapa foto Sandra hanya segini. Kalau begini, apa Sandra tidak pernah mengupload foto di sosmed ya. Anak itu itu benar-benar masih polos. Tapi, ini video apa ya," ujar nek Ningsih penasaran. Nek Ningsih membuka video tentang Sandra yang merekam kejadian Deni dan Dewi. Nek Ningsih menonton dari awal sampai akhir. "Ternyata perempuan ini memang iblis. Dia sudah berniat mencelakai kami semua untuk merebut harta kami. Kamu pikir, kamu bisa mengambil semuanya. Ini video yang bagus, dengan ini aku punya bukti kejahatan Dewi. Farel juga bisa berpisah dengan Dewi. Farel tidak mungkin akan menyukai Dewi lagi setelah melihat bukti ini." Nek Ningsih segera mengirimkan video itu ke dalam handphonenya. Dia akan menggunakan video tersebut untuk mempermalukan Dewi dan juga memecat Deni. "Ini Nek, handphone punya Nenek. Apa Nenek menunggu lama?" tanya S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status