แชร์

Bab 5

ผู้เขียน: Liazta
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-24 14:55:13

Ruangan itu masih dipenuhi sisa tangis Cynthia.

Namun Liora sudah tidak lagi memperhatikan.

Tatapannya beralih ke Martin.

Tatapan itu dingin dan tenang.

Seolah semua emosi tadi… tidak pernah menyentuhnya.

"Apa, kata Lely?"

“Aku setuju.”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Membuat semua orang terdiam.

Cynthia bahkan langsung mengusap air matanya.

Liora tersenyum tipis. Ia tahu bahwa Martin dan Lely, sudah keluar uang banyak untuk membebaskan dirinya dari penjara.

Keluarga ini, tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.

“Benarkah?” Lely menatapnya, seolah tidak percaya.

Liora mengangguk pelan.

“Bukankah ini yang kalian inginkan?”

Hening.

"Kamu memang anak yang berbakti." Martin tersenyum lebar.

"Cynthia tidak akan sanggup jika menikah dengan Xavier. Dia sangat lemah. Berbeda dengan kamu. Kamu sudah terbiasa hidup susah dan menjalani kehidupan yang keras saat di desa. Kamu pasti bisa bertahan." Lely berkata dengan tersenyum lebar. Wajah penuh kecemasan, sudah hilang dari wajahnya yang cantik.

Liora diam. Kata-kata itu terdengar sangat menyakitkan hatinya.

Kuat?

Apa mereka tahu seperti apa dia ketika dipukul oleh para narapidana di dalam sana?

Apa mereka tahu seperti apa lelahnya kaki kecil Liora ketika ke sekolah harus berjalan hingga berkilo-kilo meter, hanya karena tidak ingin bibi Nina menjemputnya dengan berjalan kaki.

Namun sebelum siapa pun sempat merasa lega, Liora melanjutkan.

“Tapi aku punya syarat.”

Tatapannya berpindah ke Martin.

Tajam, tanpa ragu.

"Apa?" kata Matin dengan cepat.

Ia yakin syarat yang diajukan Liora berkaitan dengan bibi Nina, seperti 2 tahun yang lalu

“Siapkan uang.”

Martin sedikit mengernyit.

Namun tidak terlihat terkejut.

“Berapa?”

Liora terdiam sejenak.

Ia tidak benar-benar mengerti nilai dari angka-angka besar itu.

Selama hidupnya, ia tidak pernah berurusan dengan uang.

Namun kali ini…

ia tidak ingin terlihat kecil.

“Dua ratus miliar.”

Ia berhenti sejenak.

Lalu menambahkan, tanpa mengubah ekspresi—

“Atau tiga ratus.”

Sunyi.

Ruangan itu benar-benar sunyi.

Bahkan suara napas terasa tertahan.

Liora menatap mereka satu per satu.

Mencoba membaca reaksi.

Mereka terkejut dengan permintaan Liora. Dan wajah manis Lely yang sejak tadi di perlihatkan, langsung berubah. Begitu juga ekspresi wajah seluruh anggota keluarga.

“Apa kau tahu seberapa banyak uang yang kau minta?”

Suara Martin menegang.

Wajahnya memerah, rahangnya mengeras saat menatap Liora.

Ia benar-benar tidak menyangka.

Anak yang selama ini dianggap tidak berarti… berani membuka mulut sebesar itu.

“Ya jelas tahu,” jawab Liora ringan.

Bibirnya terangkat.

Seolah angka yang baru saja ia sebutkan… hanyalah hal sepele.

“Bagi kalian, itu bukan apa-apa, kan?”

Ia memiringkan kepala.

Lalu, dengan nada santai yang justru terasa lebih menyakitkan—

“Ah… aku berubah pikiran.”

Tatapannya menajam.

“Lima ratus miliar.”

Sunyi.

Benar-benar sunyi.

“Jangan keterlaluan!”

Lely akhirnya meledak.

Suara yang sejak tadi ia tahan… kini pecah begitu saja.

Semua kepura-puraan itu runtuh.

Tidak ada lagi ibu yang lembut.

Yang tersisa… hanya kemarahan.

“Kau pikir kami ini apa?!” bentaknya tajam.

Dion ikut maju selangkah.

Wajahnya gelap.

“Liora, itu angka yang tidak masuk akal!”

Lion mengepalkan tangannya.

“Keserakahanmu sudah kelewatan.”

Namun Liora hanya berdiri diam.

Tatapannya tenang.

Meskipun semua orang menyerangnya secara bersamaan, ia tidak goyah sedikit pun.

“Kenapa harus marah?” ucapnya pelan. “Bukankah ini negosiasi?”

Ia melangkah satu langkah.

“Bukankah kalian yang membutuhkanku?”

Sunyi.

Tidak ada yang menyela.

“Menikah dengan pria seperti itu…” lanjutnya pelan, “kalian pikir itu hadiah?”

Senyumnya tipis.

Namun dingin.

“Bagaimana kalau nanti aku dipukul sampai tidak bisa berdiri?”

“Bagaimana kalau aku mati di tangan musuh-musuhnya?”

“Atau… di tangannya sendiri?”

Nada suaranya tetap tenang. Ia hanya mengulang kembali perkataan Cynthia.

Namun setiap kata, jelas menusuk dan membuat hatinya nyeri.

“Lima ratus miliar itu… mungkin bahkan tidak cukup.”

Hening.

Namun kali ini—

bukan karena marah.

Melainkan karena mereka… tidak bisa menyangkal.

Rasa sakit di tubuh Liora masih ada.

Masih nyata.

Namun tidak satu pun dari mereka… peduli.

“Tidak masuk akal,” potong Lion keras.

Namun langkahnya terhenti.

Karena cara Liora menatapnya…

berbeda.

Dingin, penuh tekanan. Kebencian, terlihat jelas di sorot mata itu.

Seolah tidak lagi menganggap mereka… siapa-siapa.

“Kau tahu apa yang bisa kami lakukan pada Bibi Nina?”

Ancaman itu kembali keluar.

Senjata lama.

Yang dulu berhasil dan sekarang diulang lagi.

Namun tidak kali ini. Liora justru tertawa.

Namun cukup untuk membuat suasana berubah.

“Selama aku di penjara…” ucapnya ringan, “tidak ada satu pun dari kalian yang datang.”

Ia menatap mereka satu per satu.

“Termasuk dia.”

Sunyi.

“Jadi… silakan,” lanjutnya.

“Lakukan apa pun yang kalian mau.”

Senyumnya melebar sedikit.

Namun tidak ada kehangatan di sana.

“Aku tidak peduli lagi.”

Untuk pertama kalinya—

mereka merasa tidak punya kendali.

“Kalau begitu…” Liora mengangkat bahu ringan, “aku pergi saja.”

Ia berbalik.

Namun—

“Tunggu.”

Suara Martin menghentikannya.

Semua orang langsung menoleh.

Pria itu menarik napas panjang.

Seolah sedang menelan sesuatu yang pahit.

“Aku setuju.”

Kalimat itu jatuh.

Berat.

“Lima ratus miliar.”

---

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Den'Baraka Putra Panjalu
mntappp keberanian yg lahir dri kkcewaan
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 355

    Beberapa detik berlalu.Namun, bagi orang-orang yang menunggu di ruang tamu, waktu terasa berjalan begitu lambat.Xavier menahan napas."John, bagaimana hasilnya?"John tidak langsung menjawab. Ia memeriksa kembali nama dan nomor peserta yang tertera di layar untuk memastikan tidak ada kesalahan.Kemudian, wajahnya berubah cerah."Bos, Nyonya Liora diterima!"Ruangan itu mendadak riuh."Apa?" Xavier menatap John tidak percaya. "Kamu serius?""Benar, Bos! Nama Nyonya Liora tercantum di daftar peserta yang dinyatakan lulus seleksi!"Untuk sesaat, Xavier hanya berdiri mematung.Kemudian, ia berbalik dan menatap istrinya dengan wajah yang sulit digambarkan. Raut tegang yang sejak tadi menghiasi wajahnya menghilang, digantikan oleh senyum lebar yang bahkan tidak mampu ia sembunyikan."Sayang!"Xavier segera menghampiri Liora dan berlutut di hadapannya, menggenggam kedua tangannya."Kamu diterima!"Liora menatap suaminya dengan mata membelalak."Aku... benar-benar diterima?""Ya! Kamu diter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 354

    Hari ini menjadi hari yang paling dinantikan oleh keluarga Dominic.Pengumuman penerimaan mahasiswa baru akhirnya tiba. Sejak pagi, suasana di mansion Dominic terasa berbeda. Hampir seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu, menunggu hasil seleksi yang akan menentukan langkah Liora selanjutnya.David Dominic duduk di sofa bersama istrinya, Marta. Di samping mereka ada Bibi Nina, yang sejak tadi tidak berhenti berdoa dalam hati. Leon dan Deon juga datang untuk memberikan dukungan kepada adik perempuan mereka.Sementara itu, John duduk di depan komputer, sibuk memeriksa situs resmi universitas.Xavier mondar-mandir di belakangnya."Sudah keluar belum?" tanyanya untuk kesekian kali.John mendongak, lalu menggeleng. "Belum, Bos."Xavier mengembuskan napas panjang. Ia kembali berjalan beberapa langkah sebelum berbalik dan menatap monitor komputer dengan wajah tegang.Liora yang duduk di sofa hanya bisa menahan senyum melihat tingkah suaminya."Sayang, kenapa kamu yang lebih gugup da

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 353

    “Cynthia...” Leli meraih tangan putrinya. “Mami minta maaf.”Cynthia segera menarik tangannya.“Jangan!”Leli tersentak.“Aku tidak mau mendengar kata maaf Mami!”Air mata mengalir deras di wajah Cynthia.“Selama ini, setiap kali aku membuat masalah, Mami selalu bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mami selalu bilang bahwa Mami akan melindungiku. Mami bahkan berani berbohong kepada Papi Martin demi membelaku!”Ia terisak, lalu memukul dadanya sendiri dengan kepalan tangan.“Sekarang siapa yang akan melindungiku? Siapa yang akan mengeluarkanku dari sini? Verdy? Pria yang bahkan tidak mau mengakui bahwa aku anaknya?”Leli menunduk.Ia tidak memiliki jawaban.Cynthia perlahan merosot ke lantai. Kedua lututnya tertekuk, sementara tangannya menutupi wajah. Untuk pertama kalinya, ia menangis tanpa bisa mengendalikan dirinya.Bukan tangisan penuh amarah seperti ketika keinginannya ditolak.Bukan pula tangisan untuk memancing belas kasihan orang lain.Kali ini, ia benar-benar merasa keh

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 352

    Selama ini, Cynthia selalu membayangkan bahwa suatu hari nanti ia bisa bertemu Verdy sebagai seorang ayah. Ia ingin pria itu mengakuinya, menyayanginya, dan memperlakukannya seperti anak kandung yang selama ini tidak pernah benar-benar memiliki tempat di hati Martin.Ia bahkan sempat membayangkan bahwa jika suatu saat hubungannya dengan Martin benar-benar berakhir, masih ada Verdy yang bisa menjadi sandaran hidupnya.Namun, semua bayangan itu hancur dalam sekejap.“Jadi...” Suara Cynthia terdengar begitu kecil. “Selama ini, Papi tidak pernah benar-benar menginginkanku?”Leli tidak menjawab.“Mami, jawab aku!”“Cynthia, Mami tidak tahu lagi harus berkata apa!”Cynthia tertawa pendek. Namun, tawa itu terdengar begitu getir hingga nyaris menyerupai tangisan.“Hebat sekali. Ternyata aku punya ayah kandung yang bahkan tidak mau mengakuiku.”Ia mengusap wajahnya kasar. Air mata mulai mengalir di pipinya.“Lalu untuk apa Mami selama ini mempertahankan hubungan dengannya? Untuk apa Mami membe

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 351

    Leli kembali ke kamar tahanan dengan langkah gontai. Wajahnya pucat, matanya sembap, dan seluruh tubuhnya terasa lemas seolah-olah ia baru saja kehilangan tenaga untuk sekadar berdiri.Begitu melihat ibunya masuk, Cynthia langsung bangkit dari tempat duduknya.“Mami! Bagaimana? Papi bilang apa? Kapan dia akan membebaskan kita dari sini?”Namun, Leli tidak menjawab.Ia hanya berjalan menuju dinding, menyandarkan punggungnya, lalu perlahan merosot hingga duduk di lantai.“Mami?” Cynthia mengerutkan kening. “Kenapa diam saja? Papi bilang apa?”Leli menundukkan kepala. Kedua tangannya menutupi wajahnya yang basah oleh air mata.Semuanya telah berakhir.Pernikahannya dengan Martin berada di ambang kehancuran. Hubungannya dengan Verdy ternyata hanyalah kebohongan yang ia pelihara selama puluhan tahun. Kini, ia bahkan tidak memiliki siapa pun yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantunya.Lalu, bagaimana ia harus menjelaskan semuanya kepada Cynthia?“Mami!” Cynthia mengguncang bahunya.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 350

    Verdy mengembuskan napas panjang. Ia sudah muak dengan tangisan dan tuntutan Leli yang seolah-olah menganggap dirinya bertanggung jawab atas semua masalah perempuan itu.“Leli, dengarkan baik-baik. Aku tidak mau terseret dalam masalah keluargamu. Mulai sekarang, jangan pernah menghubungiku lagi.”Leli membeku.“Verdy, apa maksudmu?”“Apa yang kukatakan sudah cukup jelas. Hubungan kita berakhir sampai di sini. Aku tidak ingin ada masalah dengan istriku maupun anak-anakku hanya karena hubungan kita di masa lalu.”“Tapi, Verdy—”“Dan satu hal lagi.” Suara Verdy terdengar semakin dingin. “Tentang Cynthia, aku tidak akan mengakuinya sebagai putriku. Jangan pernah membawanya ke hadapanku dan meminta pertanggungjawaban dariku.”Dunia Leli seakan runtuh untuk kedua kalinya.Ia masih bisa menerima kenyataan bahwa Verdy memiliki istri dan empat orang anak. Ia bahkan berusaha menelan kenyataan bahwa selama ini dirinya hanya dimanfaatkan. Namun, ketika pria itu menolak mengakui Cynthia, hatinya s

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 35

    Seketika itu juga, hawa di dalam mobil mendadak turun drastis menjadi sedingin es.Xavier melirik spion tengah dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk. "Jika kau tertawa sekali lagi, bonus tahunanmu akan aku potong habis!"Satu kalimat ancaman itu meluncur dengan nada sangat datar, namun efeknya

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 8

    Malam itu, rumah keluarga Martin berubah total.Lampu-lampu kristal menyala terang, memantulkan cahaya ke setiap sudut ruangan. Karpet merah terbentang dari gerbang hingga pintu utama. Mobil-mobil mewah berdatangan tanpa henti, menurunkan tamu-tamu dengan pakaian elegan dan senyum penuh kepentingan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 7

    Udara sore itu terasa berat ketika Liora melangkah keluar dari kafe.Ia tidak langsung pulang.Sejak keluar dari bank, ia tampak waspada membawa tasnya. Tas ini berisi buku-buku, uang dan batu bata. Jelas terasa cukup berat.Langkahnya tenang menyusuri trotoar di depan kafe. Tangannya menggenggam e

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 6

    “Kalau begitu… aku ikut mobil polisi saja,” kata Liora sambil tersenyum ringan. “Aku tidak ingin merepotkanmu.”Pria bendahara itu sempat terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baik, Nona. Lebih aman memang begitu.”Beberapa petugas langsung membantu memindahkan koper-koper berisi uang itu ke da

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status