Share

Bab 4

Author: Liazta
last update publish date: 2026-04-24 14:54:19

"Tunangan?"

"Iya sayang," jawab Lely lembut.

“Ada sebuah keluarga." Martin diam sejenak. Berusaha menyusun kata

-demi kata. "Ada keluarga yang sangat berpengaruh di kota ini.”

Liora tidak menyela.

Hanya menatapnya.

“Hubungan dengan mereka akan membawa banyak keuntungan bagi keluarga kita.”

Kalimat itu terdengar rapi.

Terlalu rapi.

“Ini bukan sekadar perjodohan,” lanjut Martin. “Ini kerja sama.”

Senyum tipis muncul di bibir Liora.

Kerja sama.

Kata yang indah… untuk sesuatu yang jelas-jelas sebuah transaksi.

“Awalnya,” suara Martin sedikit melambat, “yang direncanakan untuk menikah… adalah Cynthia.”

Seolah menunggu isyarat.

Cynthia akhirnya menangis.

Tubuhnya bergetar.

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Adik… maafkan aku…”

Suaranya lemah.

Rapuh.

Seolah ia adalah korban.

“Seharusnya aku yang menikah… tapi aku sangat takut… aku belum siap…”

Tangisnya semakin keras.

“Aku tidak bisa… aku benar-benar tidak bisa…”

Liora menatapnya.

Diam.

Tanpa ekspresi.

Kalimat-kalimat itu terdengar familiar.

Lemah.

Dan… memuakkan.

“Sayang, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri.”

Lely langsung memeluk Cynthia erat.

Mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang yang sangat tulus.

“Kami tidak akan memaksamu. Kami tidak akan membiarkanmu menderita.”

Cynthia menangis di pelukan itu.

Sementara Liora…

berdiri sendiri.

"Liora, kau jangan membuat Cintya menangis dan ketakutan seperti ini," Lion berkata sambil mendorong bahunya.

“Jadi…” ucapnya tenang, “karena dia takut… aku yang harus menggantikannya lagi?”

Liora menatap Lion tajam.

Ruangan itu langsung hening.

Liora mengangkat pandangannya.

Menatap mereka satu per satu.

“Dua tahun lalu, aku menggantikan dia masuk penjara.”

Senyumnya tipis.

“Sekarang… aku juga harus menggantikan dia untuk menikah?”

Ia memiringkan kepala sedikit.

Tidak ada yang menyangkal.

Tidak ada yang membantah.

Dan itu… sudah cukup.

Liora menarik napas pelan.

Lalu menatap wajah itu, satu persatu.

"Bukankah kau sangat menyayangi adikmu? Kenapa tidak kau saja yang menggantikannya?"

"Liora, jaga ucapanmu. Aku laki-laki." Leon langsung menjawab pertanyaan itu dengan suara keras.

"Liora, jangan buat masalah seperti ini. Kakakmu laki-laki mana mungkin bisa menikah dengan orang itu. "Lely berusaha mengingatkan putrinya.

"Kalau begitu, Kenapa tidak anda saja?" Liora berkata sambil memandang wajah Lely.

Martin tampak sangat marah mendengar ucapan putrinya. Namun pria itu berusaha mengendalikan dirinya agar tidak terpancing emosi.

“Siapa pria itu?”

Pertanyaan itu jatuh pelan.

Namun cukup untuk membuat udara di ruangan itu berubah.

Tidak ada yang langsung menjawab.

Seolah nama itu… terlalu berat untuk disebutkan.

Wajah Cintya semakin pucat saat mendengar Liora menanyakan nama calon tunangannya.

Melihat reaksi Cintya, Liora tahu bahwa pria yang akan menjadi suaminya, bukan pria yang baik.

Martin akhirnya menarik napas.

Tatapannya mengeras sedikit.

“Namanya… Xavier Dominic.”

Sunyi.

Tidak ada yang bersuara satupun, ketika nama itu disebut.

Liora tidak langsung bereaksi.

Namun Lion terlihat menegang.

Sementara Cynthia menggenggam tangan Lely lebih erat.

“Dia menguasai hampir seluruh industri utama di kota ini,” lanjut Martin. “Uang, kekuasaan, koneksi—semuanya ada di tangannya.”

Tidak ada satupun orang tua yang mau memberikan anak perempuannya kepada Xavier. Hanya Martin yang mampu melakukan ini. Pria itu sudah kehilangan cara untuk mempertahankan perusahaannya.

Lagi-lagi, semua ini karena Cintya, yang baru saja mulai berbisnis, dengan modal besar. Dengan prediksi mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun ternyata, perusahaan yang ia bangun, bangkrut. Mereka di tipu oleh orang kepercayaannya sendiri.

Liora tetap diam..

Namun nama itu sepertinya pernah dia dengar.

“Dan dia bukan tipe orang yang bisa ditolak,” sambung Lion pelan. “Apa yang dia inginkan… selalu dia dapatkan.”

Senyum tipis muncul di bibir Liora.

“Aku mulai tertarik.”

Tatapannya perlahan mengeras.

“Jadi… pria seperti itu ingin menikah?”

“Dia tidak butuh alasan,” jawab Martin. “Dia hanya… memilih.”

Sunyi.

Liora mengangguk pelan.

“Dan sekarang… dia memilihku.”

Tidak ada yang menjawab. Karena yang akan diberikan kepada Xavier adalah Cintya. Sedangkan Liora, hanya pengganti.

Tidak ada yang membantah.

Liora tersenyum.

Tipis.

Namun tajam.

“Baik.”

Semua orang terdiam.

Martin tidak percaya jika Liora akan langsung menerima tawaran tersebut.

Martin akhirnya menarik napas panjang.

Tatapannya mengeras sedikit, seolah sedang menyiapkan sesuatu yang berat untuk diucapkan.

Namun sebelum suasana benar-benar mereda isak tangis Cynthia terdengar jelas.

Tubuhnya bergetar hebat.

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

Ia melangkah mendekat.

Perlahan.

Dengan wajah penuh penyesalan.

“Adik… maafkan aku…”

Suaranya lemah.

Rapuh.

Seolah setiap kata yang keluar adalah luka.

“Seharusnya… aku yang menikah dengan Xavier…”

Ia menggigit bibirnya, menahan tangis yang semakin pecah.

“Aku tahu ini salahku… semua ini terjadi karena aku…”

Tangannya terangkat, seolah ingin menyentuh Liora—namun berhenti di udara.

Tidak berani.

“Aku benar-benar ingin menggantikanmu…” lanjutnya dengan suara bergetar, “aku ingin bertanggung jawab…”

Air matanya jatuh semakin deras.

“Tapi aku… takut…”

Suaranya semakin mengecil.

Nyaris berbisik.

“Dia terlalu berbahaya…”

Cynthia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Tubuhnya gemetar.

“Aku tidak ingin hidup dalam bayang-bayang pria seperti itu… aku tidak ingin setiap hari merasa bisa mati kapan saja…”

Tangisnya pecah.

“Aku tidak ingin mati karena musuh-musuhnya… atau lebih buruk…”

Ia terisak.

“…mati di tangannya sendiri…”

Sunyi.

Kalimat itu menggantung di udara.

Tajam.

Menusuk.

Namun—

yang terjadi selanjutnya…

bukanlah keheningan yang membela Liora.

Lely langsung memeluk Cynthia erat.

“Sayang… kamu tidak perlu memaksakan diri,” ucapnya lembut, penuh kasih sayang. “Kami tidak akan membiarkanmu menderita seperti itu.”

Martin mendekat.

Mengusap kepala putrinya dengan hati-hati.

“Ini bukan salahmu,” katanya pelan. “Kami yang akan menyelesaikan semuanya.”

Lion juga berdiri di dekat mereka.

Tatapannya melembut.

Seolah gadis yang menangis itu adalah sesuatu yang harus dilindungi.

Cintya menangis di dalam pelukan mereka.

Liora hanya diam, ketika melihat Cintya

Dipeluk. ditenangkan dan dijaga dengan sangat baik.

Mereka menenangkannya, seperti anak kecil yang ketakutan.

Sementara Liora berdiri sendiri.

Tanpa suara, tanpa sentuhan.

Tanpa siapa pun yang memihaknya.

Dan untuk pertama kalinya—

senyum di bibirnya benar-benar berubah.

Bukan lagi sekadar dingin.

Tapi…

tajam.

“Kalau begitu… aku akan menikah dengannya.”

Cynthia langsung menatapnya.

Sementara Lely tampak lega.

Namun—

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Den'Baraka Putra Panjalu
seruu ,udh sering sih liat drama KY gini d dracin.tp baca jg g KLH seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 355

    Beberapa detik berlalu.Namun, bagi orang-orang yang menunggu di ruang tamu, waktu terasa berjalan begitu lambat.Xavier menahan napas."John, bagaimana hasilnya?"John tidak langsung menjawab. Ia memeriksa kembali nama dan nomor peserta yang tertera di layar untuk memastikan tidak ada kesalahan.Kemudian, wajahnya berubah cerah."Bos, Nyonya Liora diterima!"Ruangan itu mendadak riuh."Apa?" Xavier menatap John tidak percaya. "Kamu serius?""Benar, Bos! Nama Nyonya Liora tercantum di daftar peserta yang dinyatakan lulus seleksi!"Untuk sesaat, Xavier hanya berdiri mematung.Kemudian, ia berbalik dan menatap istrinya dengan wajah yang sulit digambarkan. Raut tegang yang sejak tadi menghiasi wajahnya menghilang, digantikan oleh senyum lebar yang bahkan tidak mampu ia sembunyikan."Sayang!"Xavier segera menghampiri Liora dan berlutut di hadapannya, menggenggam kedua tangannya."Kamu diterima!"Liora menatap suaminya dengan mata membelalak."Aku... benar-benar diterima?""Ya! Kamu diter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 354

    Hari ini menjadi hari yang paling dinantikan oleh keluarga Dominic.Pengumuman penerimaan mahasiswa baru akhirnya tiba. Sejak pagi, suasana di mansion Dominic terasa berbeda. Hampir seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu, menunggu hasil seleksi yang akan menentukan langkah Liora selanjutnya.David Dominic duduk di sofa bersama istrinya, Marta. Di samping mereka ada Bibi Nina, yang sejak tadi tidak berhenti berdoa dalam hati. Leon dan Deon juga datang untuk memberikan dukungan kepada adik perempuan mereka.Sementara itu, John duduk di depan komputer, sibuk memeriksa situs resmi universitas.Xavier mondar-mandir di belakangnya."Sudah keluar belum?" tanyanya untuk kesekian kali.John mendongak, lalu menggeleng. "Belum, Bos."Xavier mengembuskan napas panjang. Ia kembali berjalan beberapa langkah sebelum berbalik dan menatap monitor komputer dengan wajah tegang.Liora yang duduk di sofa hanya bisa menahan senyum melihat tingkah suaminya."Sayang, kenapa kamu yang lebih gugup da

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 353

    “Cynthia...” Leli meraih tangan putrinya. “Mami minta maaf.”Cynthia segera menarik tangannya.“Jangan!”Leli tersentak.“Aku tidak mau mendengar kata maaf Mami!”Air mata mengalir deras di wajah Cynthia.“Selama ini, setiap kali aku membuat masalah, Mami selalu bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mami selalu bilang bahwa Mami akan melindungiku. Mami bahkan berani berbohong kepada Papi Martin demi membelaku!”Ia terisak, lalu memukul dadanya sendiri dengan kepalan tangan.“Sekarang siapa yang akan melindungiku? Siapa yang akan mengeluarkanku dari sini? Verdy? Pria yang bahkan tidak mau mengakui bahwa aku anaknya?”Leli menunduk.Ia tidak memiliki jawaban.Cynthia perlahan merosot ke lantai. Kedua lututnya tertekuk, sementara tangannya menutupi wajah. Untuk pertama kalinya, ia menangis tanpa bisa mengendalikan dirinya.Bukan tangisan penuh amarah seperti ketika keinginannya ditolak.Bukan pula tangisan untuk memancing belas kasihan orang lain.Kali ini, ia benar-benar merasa keh

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 352

    Selama ini, Cynthia selalu membayangkan bahwa suatu hari nanti ia bisa bertemu Verdy sebagai seorang ayah. Ia ingin pria itu mengakuinya, menyayanginya, dan memperlakukannya seperti anak kandung yang selama ini tidak pernah benar-benar memiliki tempat di hati Martin.Ia bahkan sempat membayangkan bahwa jika suatu saat hubungannya dengan Martin benar-benar berakhir, masih ada Verdy yang bisa menjadi sandaran hidupnya.Namun, semua bayangan itu hancur dalam sekejap.“Jadi...” Suara Cynthia terdengar begitu kecil. “Selama ini, Papi tidak pernah benar-benar menginginkanku?”Leli tidak menjawab.“Mami, jawab aku!”“Cynthia, Mami tidak tahu lagi harus berkata apa!”Cynthia tertawa pendek. Namun, tawa itu terdengar begitu getir hingga nyaris menyerupai tangisan.“Hebat sekali. Ternyata aku punya ayah kandung yang bahkan tidak mau mengakuiku.”Ia mengusap wajahnya kasar. Air mata mulai mengalir di pipinya.“Lalu untuk apa Mami selama ini mempertahankan hubungan dengannya? Untuk apa Mami membe

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 351

    Leli kembali ke kamar tahanan dengan langkah gontai. Wajahnya pucat, matanya sembap, dan seluruh tubuhnya terasa lemas seolah-olah ia baru saja kehilangan tenaga untuk sekadar berdiri.Begitu melihat ibunya masuk, Cynthia langsung bangkit dari tempat duduknya.“Mami! Bagaimana? Papi bilang apa? Kapan dia akan membebaskan kita dari sini?”Namun, Leli tidak menjawab.Ia hanya berjalan menuju dinding, menyandarkan punggungnya, lalu perlahan merosot hingga duduk di lantai.“Mami?” Cynthia mengerutkan kening. “Kenapa diam saja? Papi bilang apa?”Leli menundukkan kepala. Kedua tangannya menutupi wajahnya yang basah oleh air mata.Semuanya telah berakhir.Pernikahannya dengan Martin berada di ambang kehancuran. Hubungannya dengan Verdy ternyata hanyalah kebohongan yang ia pelihara selama puluhan tahun. Kini, ia bahkan tidak memiliki siapa pun yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantunya.Lalu, bagaimana ia harus menjelaskan semuanya kepada Cynthia?“Mami!” Cynthia mengguncang bahunya.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 350

    Verdy mengembuskan napas panjang. Ia sudah muak dengan tangisan dan tuntutan Leli yang seolah-olah menganggap dirinya bertanggung jawab atas semua masalah perempuan itu.“Leli, dengarkan baik-baik. Aku tidak mau terseret dalam masalah keluargamu. Mulai sekarang, jangan pernah menghubungiku lagi.”Leli membeku.“Verdy, apa maksudmu?”“Apa yang kukatakan sudah cukup jelas. Hubungan kita berakhir sampai di sini. Aku tidak ingin ada masalah dengan istriku maupun anak-anakku hanya karena hubungan kita di masa lalu.”“Tapi, Verdy—”“Dan satu hal lagi.” Suara Verdy terdengar semakin dingin. “Tentang Cynthia, aku tidak akan mengakuinya sebagai putriku. Jangan pernah membawanya ke hadapanku dan meminta pertanggungjawaban dariku.”Dunia Leli seakan runtuh untuk kedua kalinya.Ia masih bisa menerima kenyataan bahwa Verdy memiliki istri dan empat orang anak. Ia bahkan berusaha menelan kenyataan bahwa selama ini dirinya hanya dimanfaatkan. Namun, ketika pria itu menolak mengakui Cynthia, hatinya s

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 35

    Seketika itu juga, hawa di dalam mobil mendadak turun drastis menjadi sedingin es.Xavier melirik spion tengah dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk. "Jika kau tertawa sekali lagi, bonus tahunanmu akan aku potong habis!"Satu kalimat ancaman itu meluncur dengan nada sangat datar, namun efeknya

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 8

    Malam itu, rumah keluarga Martin berubah total.Lampu-lampu kristal menyala terang, memantulkan cahaya ke setiap sudut ruangan. Karpet merah terbentang dari gerbang hingga pintu utama. Mobil-mobil mewah berdatangan tanpa henti, menurunkan tamu-tamu dengan pakaian elegan dan senyum penuh kepentingan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 7

    Udara sore itu terasa berat ketika Liora melangkah keluar dari kafe.Ia tidak langsung pulang.Sejak keluar dari bank, ia tampak waspada membawa tasnya. Tas ini berisi buku-buku, uang dan batu bata. Jelas terasa cukup berat.Langkahnya tenang menyusuri trotoar di depan kafe. Tangannya menggenggam e

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 6

    “Kalau begitu… aku ikut mobil polisi saja,” kata Liora sambil tersenyum ringan. “Aku tidak ingin merepotkanmu.”Pria bendahara itu sempat terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baik, Nona. Lebih aman memang begitu.”Beberapa petugas langsung membantu memindahkan koper-koper berisi uang itu ke da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status