Share

Bab 86

Author: Liazta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-22 20:16:35

Ketegangan di area jalanan sepi itu memuncak. Sadar bahwa beberapa rekan mereka telah tumbang, sisa algojo yang bersembunyi di balik truk kontainer dan mobil SUV mulai menembak secara membabi buta. Desingan peluru memekik di udara, menghantam aspal dan memercikkan kerikil tajam ke segala arah.

DOR! DOR! DOR!

Seorang pria bertubuh kekar tiba-tiba muncul dari balik badan truk, mengarahkan moncong senapannya tepat ke posisi dada Xavier yang sedang membelakangi jalur kiri. Jaraknya teramat dekat, d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Surtinah Surtinah
lanjut kak..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 293

    Sudah tiga hari Leli dan Cynthia menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat sabetan cambuk hukuman keluarga Dominic. Namun selama tiga hari itu pula, Martin tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di ruang rawat tersebut. Hanya Leon dan Deon yang bergantian datang menjenguk kondisi mereka. "Kenapa papimu sama sekali tidak mau datang menjenguk Mami?!" ceroscos Leli dengan raut wajah berang menahan nyeri di punggungnya. Leon menatap ibunya dengan pandangan dingin nan lelah. "Papi tegaskan Mami bukan lagi istrinya. Surat gugatan perceraian kalian sudah resmi didaftarkan Papi ke pengadilan." Mendengar hal itu, Leli seketika menjerit panik. "T-tidak! Mami tidak sudi bercerai dari papimu!" Baru detik ini rasa penyesalan yang teramat sangat menghantam kesadaran Leli. Selama ini ia sudah kelewat terbiasa hidup bergelimang kemewahan. Bagaimanakah nasib kehidupannya kelak tanpa adanya 'donatur' setia seperti Martin—pria yang selama puluhan tahun selalu menuruti setiap kegilaan dan keh

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 294

    “Kamu yang menabrak orang itu, Cynthia. Kamu yang menyebabkan semuanya terjadi.” Suara Leon semakin tegas. “Jadi sekarang, kamu sendiri yang harus mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.”“T-tidak...” Cynthia menggeleng keras.Leon mengepalkan tangan.“Aku menyesal.”Cynthia menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca.“Aku menyesal karena dulu ikut menutup mata. Aku menyesal pernah melindungimu dan membiarkan Liora menanggung kesalahan yang bukan miliknya.”“T-tidak! Aku tidak mau dipenjara!”Cynthia kembali menangis.Ia buru-buru merangkak ke arah Deon.“Kak Deon! Tolong aku! Aku takut!”Deon membeku.Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Ia bahkan tidak sanggup menatap mata Cynthia.“Belajarlah bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan.”“Kak...”“Dua tahun lalu, Liora harus membusuk di dalam penjara demi menanggung kesalahanmu.” Suara Deon bergetar, tetapi ia memaksa dirinya tetap tegas. “Sekarang... giliranmu menghadapi konsekuensinya.”Cynthia terisak semaki

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 292

    Jari-jemari lentik Liora mulai merambat halus. Istri kecil Xavier itu menyusupkan tangannya ke balik kaus santai yang dikenakan suaminya, meraba perut berotot Xavier dengan sentuhan lembut nan hangat.Xavier seketika menahan napas, dadanya menegang menahan gejolak yang mendadak membakar tubuhnya. Napasnya kian tertahan ketika tangan mungil Liora merambat lebih tinggi, mengelus dada bidangnya yang terasa keras.Anehnya, Liora melakukan semua itu tanpa prasangka apa pun. Mulutnya tak henti-hentinya mengoceh riang, menceritakan kembali momen-momen berkesan saat pesta resepsi mereka tadi. Liora bahkan berbisik penuh ketakjuban—tak menyangka Mami mertuanya akan membela dirinya sehabis-habisan. Melihat raut wajah Leli dan Cynthia yang hancur berkeping-keping, Liora merasa lega. Ia yakin, setelah ini tidak akan ada lagi yang berani mengganggunya karena Mami mertuanya sangat galak dan protektif.Namun, Xavier sudah tidak bisa lagi fokus mendengarkan ocehan riang itu. Pria dewasa itu menarik l

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 291

    Kecupan hangat di kening itu membuat Liora perlahan memejamkan mata.Untuk beberapa detik, ia hanya diam dalam pelukan Xavier.Dada bidang pria itu terasa kokoh di dekat tubuhnya. Kehangatan dari pelukan tersebut perlahan meredakan kegugupan yang sejak tadi menguasai dirinya. Anehnya, berada sedekat ini dengan Xavier tidak lagi membuatnya ingin menjauh.Justru sebaliknya.Liora merasa aman.Sangat aman.Xavier pun tidak terburu-buru.Ia hanya membiarkan istrinya berada dalam pelukannya, seolah-olah ingin memberinya kesempatan untuk terbiasa dengan kedekatan mereka.Namun ketika Liora akhirnya mengangkat wajah, mata mereka bertemu.Dan seketika suasana berubah.Xavier merenggangkan pelukannya sedikit.Cukup untuk melihat wajah Liora dengan jelas.Tatapan pria itu tertahan lama di sana.Rambut lembut yang membingkai wajah Liora, pipinya yang masih bersemu merah, serta sepasang mata bening yang kini menatapnya dengan gugup.Xavier sampai lupa bernapas sesaat.“Kenapa menatapku seperti it

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 290

    Malam kian larut.Setelah pesta resepsi megah yang berlangsung berjam-jam akhirnya usai, Xavier membawa Liora ke penthouse pribadinya.Kamar utama di lantai paling atas telah disiapkan dengan begitu indah. Lilin aromaterapi berjajar di beberapa sudut ruangan, menyebarkan aroma lembut yang menenangkan. Kelopak mawar merah ditaburkan membentuk pola sederhana di atas tempat tidur king size.Namun, semua kemewahan itu justru membuat Liora semakin salah tingkah.Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun mewahnya dengan piyama sutra longgar berwarna krem, gadis berusia sembilan belas tahun itu berdiri di depan meja rias sambil pura-pura sibuk merapikan rambut.Padahal sejak tadi, rambutnya sudah berkali-kali ia sisir dengan jemarinya.Pipi Liora memerah.Mulai malam ini, ia dan Xavier benar-benar akan berbagi kamar sebagai suami istri.Jantungnya berdetak begitu cepat sampai-sampai ia merasa Xavier mungkin bisa mendengarnya.Di belakangnya, pintu kamar mandi terbuka.Xavier keluar dengan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 289

    Malam kian larut.Setelah pesta resepsi megah yang berlangsung berjam-jam akhirnya usai, Xavier membawa Liora ke penthouse pribadinya.Kamar utama di lantai paling atas telah disiapkan dengan begitu indah. Lilin aromaterapi berjajar di beberapa sudut ruangan, menyebarkan aroma lembut yang menenangkan. Kelopak mawar merah ditaburkan membentuk pola sederhana di atas tempat tidur king size.Namun, semua kemewahan itu justru membuat Liora semakin salah tingkah.Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun mewahnya dengan piyama sutra longgar berwarna krem, gadis berusia sembilan belas tahun itu berdiri di depan meja rias sambil pura-pura sibuk merapikan rambut.Padahal sejak tadi, rambutnya sudah berkali-kali ia sisir dengan jemarinya.Pipi Liora memerah.Mulai malam ini, ia dan Xavier benar-benar akan berbagi kamar sebagai suami istri.Jantungnya berdetak begitu cepat sampai-sampai ia merasa Xavier mungkin bisa mendengarnya.Di belakangnya, pintu kamar mandi terbuka.Xavier keluar dengan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 1

    "Sayang, ayo kita pulang."Kata-kata itu terdengar begitu indah di telinga Liora.Matanya berkaca-kaca saat menatap wanita paruh baya di hadapannya.Selama dua belas tahun, Liora menunggu orang tuanya datang menjemputnya di desa ini. Hari ini, semua mimpi serta harapannya akhirnya terwujud.Namun,

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 35

    Seketika itu juga, hawa di dalam mobil mendadak turun drastis menjadi sedingin es.Xavier melirik spion tengah dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk. "Jika kau tertawa sekali lagi, bonus tahunanmu akan aku potong habis!"Satu kalimat ancaman itu meluncur dengan nada sangat datar, namun efeknya

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 8

    Malam itu, rumah keluarga Martin berubah total.Lampu-lampu kristal menyala terang, memantulkan cahaya ke setiap sudut ruangan. Karpet merah terbentang dari gerbang hingga pintu utama. Mobil-mobil mewah berdatangan tanpa henti, menurunkan tamu-tamu dengan pakaian elegan dan senyum penuh kepentingan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 7

    Udara sore itu terasa berat ketika Liora melangkah keluar dari kafe.Ia tidak langsung pulang.Sejak keluar dari bank, ia tampak waspada membawa tasnya. Tas ini berisi buku-buku, uang dan batu bata. Jelas terasa cukup berat.Langkahnya tenang menyusuri trotoar di depan kafe. Tangannya menggenggam e

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status