Beranda / Romansa / Terpaksa Menikahi Duda / Part 4 (Pertemuan Tak Terduga)

Share

Part 4 (Pertemuan Tak Terduga)

Penulis: Lisfi K. Ali
last update Tanggal publikasi: 2026-09-25 10:57:36

Kontras dengan wajahnya yang terlihat penuh ketegasan, pria itu tidak melontarkan satu pun kalimat kasar. Nada suaranya datar, tapi keangkuhan di dalamnya tidak bisa disembunyikan.

Amoura mendorong pintu mobilnya lebar-lebar. Ia keluar dan berdiri tegak hingga mereka kini saling berhadapan di bawah temaram lampu jalanan.

"Maaf, Nona. Saya tidak sengaja," ujar pria itu tenang, melangkah maju satu tapak. "Tapi kecelakaan ini bukan sepenuhnya salah saya. Anda menurunkan kecepatan mobil secara tiba-tiba di jalur cepat,” kilahnya tak ingin disalahkan sepenuhnya dan memang kejadiannya seperti itu.

Tetapi, penuturan itu sukses membuat Amoura berkacak pinggang. Enak saja menyalahkannya! Pikir Amoura. Sepasang matanya memicing tajam, menatap sinis pria jangkung di hadapannya tanpa ada rasa takut sedikit pun. Amarah dari rumah tadi tampaknya telah menemukan tempat yang pas untuk menjadi pelampiasan sebelum tiba di rumah sakit.

"Kau menyalahkanku?" Amoura mendesis, suaranya meninggi. "Hei! Kau yang menabrak mobilku dari belakang! Di hukum lalu lintas mana pun, penabrak belakang yang bersalah!"

"Tapi bukan salah saya sepenuhnya, Nona," sanggah pria itu bersikeras, menyipitkan mata, merasa terganggu dengan kelancangan wanita di depannya.

"Berikan kartu pengenalmu!" pinta Amoura tegas. Ia langsung mengulurkan tangan kanan, menuntut sesuatu yang wajib diberikan oleh pria asing yang semakin mengacaukan malamnya.

Pria itu terdiam sejenak, menatap telapak tangan Amoura sebelum akhirnya meraba saku jasnya. Ia menuruti permintaan tersebut hanya karena sadar posisinya memang di ambang kesalahan, dan ia tidak punya waktu untuk berurusan dengan jalur hukum. Menyelesaikan ini secara damai adalah opsi tercepat.

Namun, sebelum pria itu sempat bersuara kembali, Amoura kembali menengadahkan tangannya. "Kunci mobilmu!"

"What?!" Alis tebal pria itu menukik tajam. Sorot matanya mendadak berubah berbahaya. "Kamu ingin merampok saya, Nona?"

“Berikan, atau aku akan menelepon polisi sekarang juga atas kelalaian fatal yang kamu lakukan?!" ancam Amoura telak. Ia balas menantang dengan kilat mata tajam yang kini menguncinya dalam ketegangan.

"Sial!" rutuk pria itu tertahan. Dengan rahang mengeras, ia terpaksa menyerahkan kunci mobil mewahnya ke telapak tangan Amoura daripada harus berurusan dengan oknum berseragam coklat.

"Good!" Senyum kemenangan terbit di wajah Amoura. "Urus mobilku yang rusak sampai kembali mulus. Setelah selesai, kamu bisa mengantarnya ke Rumah Sakit Elizabeth dan temui aku—Dokter Amoura."

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, Amoura langsung berbalik secepat kilat. Ia menyambar tas kerjanya dari kursi kemudi mobilnya sendiri, lalu tanpa permisi melangkah lebar menuju mobil mewah milik pria yang baru saja menabraknya. Ia menyalakan mesin, menginjak pedal gas, dan meninggalkan si pemilik mobil terpaku di pinggir jalan.

Di dalam kabin mobil yang asing itu, Amoura akhirnya bisa bernapas lega. Setidaknya, ia bisa sampai di rumah sakit tepat waktu. Saat ini, ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar urusan bemper mobil yang hancur di bagian belakang, yaitu nyawa seorang ibu dan bayi dalam kandungan yang sedang menunggunya di ruang operasi.

Sesampainya di halaman parkir rumah sakit, Amoura mematikan mesin. Sebelum melangkah keluar, ia teringat kartu identitas yang sejak tadi ia genggam. Ia berniat memasukkannya ke dalam dompet, namun pandangannya tidak sengaja jatuh pada baris nama yang tertera di sana.

Seketika, napas Amoura tertahan. Sepasang matanya terbelalak sempurna, menatap deretan huruf itu dengan tubuh yang mendadak kaku.

Ryuzha Kanaka Putra.

"Mati aku!" sesalnya setengah berbisik, jantung rasanya mau copot, dihantam rasa syok yang luar biasa. Pria yang baru saja ia rampas mobilnya adalah pria gila yang sama yang sedang memegang kendali atas nasib keluarganya. Satu yang ia harapkan, pria itu tidak mengetahui siapa dirinya meskipun mengantongi nama juga nama rumah sakit tempatnya bertugas.

Sementara itu, di sisi lain, di pinggir jalan tempat insiden terjadi, Ryuzha berdiri bersedekap dada menatap lurus ke depan. Ia mengeluarkan ponsel cadangannya dan langsung menghubungi orang kepercayaannya.

"Cari tahu identitas pribadi pemilik mobil dengan nomor plat yang saya kirimkan tadi," titahnya tegas, tanpa basa-basi pada seseorang di seberang sana.

"Baik, Pak," sahut suara di ujung telepon dengan nada patuh

Sambungan telepon pun berakhir seketika. Ryuzha meremas kuat ponsel di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kita pasti akan bertemu lagi, Nona Galak," gumamnya pelan, alih-alih marah karena mobilnya dikendarai oleh wanita yang baru ditemuianya, sudut bibir pria itu perlahan tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman miring yang mengerikan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikahi Duda   Part 9 (Terkejut)

    Ryuzha tersentak terkejut selama sepersekian detik, tetapi dengan cepat ia mengubah raut wajahnya menjadi begitu tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sosok itu ....Aryo Wicaksana!Pria paruh baya itu kini berdiri kaku di ambang pintu bersama Mike, asisten pribadi Ryu. Netra Aryo seketika membelalak lebar, menatap lurus ke arah aktivitas yang sangat menjijikkan di matanya saat ini. Rahang Aryo mengeras rapat menahan gejolak emosi yang membakar dada, tetapi ia hanya bisa memendamnya dalam hati, memangnya apa yang bisa ia lakukan? Marah? Ngamuk? Tentu tidak... ia sadar sama posisinya dan siapa yang berkuasa, bukan dirinya, melainkan Ryuzha!“Akhirnya tamu kehormatan datang juga,” kata Ryu santai seraya langsung menegakkan tubuhnya kembali.Begitu pun dengan Violet, sang sekretaris, yang ikut merapikan diri dengan santai tanpa ada sedikit pun panik yang terlihat. Keduanya tampak bersikap biasa saja, ya ... karena ini memang bukan pertama kalinya mereka terpergok oleh karyawan lain

  • Terpaksa Menikahi Duda   PART 8 (Hanya Amoura)

    Deru mesin mobil mewah Ryu melambat saat akhirnya berhenti tepat di depan area drop-off gedung pencakar langit Ryuzha di mana perusahaannya berada. Begitu pintu dibuka, sepatu pantofel hitamnya yang mengilat menginjak lantai marmer teras luar. Ryu keluar dari mobil dengan gerakan yang begitu berkelas. Mengenakan setelan jas yang melekat sempurna pada tubuh tegapnya, aura kepemimpinan pria itu langsung mendominasi sekitar.Ada yang berbeda dengan CEO perusahaan itu, pagi ini di kantor ketika sebuah senyuman menawan terukir jelas di wajah tampan nan penuh ketegasan yang biasanya dingin tak tersentuh.Tak ada tatapan tajam.Heran memang. Tetapi, begitulah yang ditampilkan Ryuzha pagi ini. Dengan langkah mantap dan percaya diri, Ryu berjalan melintasi pintu kaca otomatis menuju lobi utama. Kehadiran pria itu seketika menghentikan kesibukan di sana, situasi kantor mendadak riuh oleh bisikan kagum yang tertahan.Pemandangan langka ini membuat para karyawan wanita di lobi rasanya ingin melel

  • Terpaksa Menikahi Duda   PART 7 (KEKECEWAAN MASA LALU)

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden, memantulkan cahaya keemasan di atas ranjang king size mewah milik penerus Kanaka Group. Ryuzha tak berhenti tersenyum pagi ini ketika bangun, suasana hatinya begitu baik, lebih bersemangat, hal yang sangat langka karena biasanya ia berekspresi datar. Biasanya, pagi hari bagi Ryuzha hanyalah awal dari rutinitas bisnis yang menjemukan dan hampa. Namun, ingatan tentang insiden semalam tentang seorang wanita galak berprofesi dokter yang dengan berani merampas kunci mobilnya terus berputar di kepala, menyuntikkan adrenalin baru yang meletupkan rasa penasaran. Ryu sudah tidak sabar berangkat dari rumah menuju kantor untuk bertemu dengan calon Ayah mertuanya—Aryo Wicaksana. Ada kepuasan tersendiri yang bergejolak di dadanya, mengetahui bahwa ia memegang kendali penuh atas nasib keluarga wanita galak itu.Sambil bersiul kecil, langkah tegapnya membawa tubuh jangkungnya menuruni undakan tangga menuju ruang makan yang megah. Di ujung meja marmer, sesos

  • Terpaksa Menikahi Duda   Part 6 (Ditakdirkan bersama?)

    “Kenapa? Keberatan? Iya?” tanya Diana yang sudah memahami arti tatapan Ryu—anaknya.Hanya menghela napas yang bisa dilakukan Ryu, ia pun tak bisa membalas, menyahut atau membantah ucapan Diana ketika itu sudah menyangkut pasangan hidup.“Sesuai wasiat Daddy sebelum mengembuskan napas terakhir agar menyerahkan seluruh aset padamu jika kamu sudah menikah lagi, Ryu! Tidak bermain dengan wanita yang jika kamu sudah bosan maka ditinggalkan begitu saja, sungguh Ryu kelakuanmu itu memalukan,” sindir Diana yang terus memojokkan posisi Ryu.“Mommy jangan khawatir, secepatnya akan mendapatkan menantu. Namun, jangan harap bisa menghentikan kebiasaanku. Ketika melihat seorang wanita patah hati karena diriku di saat itulah aku merasa sangat puas dan bahagia,” tukas Ryuzha yang kemudian benar-benar melangkah meninggalkan Diana seorang diri dan masih terpaku berdiri melihat punggung tubuh anaknya yang semakin menjauh.“Itu hanya aksi balas dendam, Ryu. Mommy yakin kamu akan mendapatkan karma atas ap

  • Terpaksa Menikahi Duda   Part 5 (Sial)

    Amoura merutuki dirinya ketika mengetahui identitas pria yang menabrak mobilnya, tertera dengan jelas nama seseorang yang baru saja ia dengar dari sang Ayah. Seseorang yang sungguh tidak menarik untuknya bahkan untuk sekadar berkenalan, tidak penting menurut Amoura.Namun, kata tidak penting rasanya sudah tak berarti apa pun ketika takdir malam ini mempertemukan mereka melalui kejadian yang tidak menyenangkan.“Ryuzha Kanaka Putra,” gumam Amoura sambil mengayunkan langkah menuju ruang IGD rumah sakit.“Arghh! Aku harus tetap fokus, ayo Amoura lupakan kejadian tadi bersama pria yang sama sekali tidak ingin kau temui, sekarang ada tugas yang lebih penting dari itu,” ucap Amoura membisikkan dirinya sendiri sambil tetap melangkah melewati pintu utama lobi rumah sakit dan menuju ruang IGD.Langkah kaki Amoura menggema cepat di lorong unit gawat darurat yang riuh oleh bunyi monitor. Bau antiseptik yang tajam menyambut penciumannya. Di ujung selasar, seorang suster yang tampak kewalahan lan

  • Terpaksa Menikahi Duda   Part 4 (Pertemuan Tak Terduga)

    Kontras dengan wajahnya yang terlihat penuh ketegasan, pria itu tidak melontarkan satu pun kalimat kasar. Nada suaranya datar, tapi keangkuhan di dalamnya tidak bisa disembunyikan.Amoura mendorong pintu mobilnya lebar-lebar. Ia keluar dan berdiri tegak hingga mereka kini saling berhadapan di bawah temaram lampu jalanan."Maaf, Nona. Saya tidak sengaja," ujar pria itu tenang, melangkah maju satu tapak. "Tapi kecelakaan ini bukan sepenuhnya salah saya. Anda menurunkan kecepatan mobil secara tiba-tiba di jalur cepat,” kilahnya tak ingin disalahkan sepenuhnya dan memang kejadiannya seperti itu.Tetapi, penuturan itu sukses membuat Amoura berkacak pinggang. Enak saja menyalahkannya! Pikir Amoura. Sepasang matanya memicing tajam, menatap sinis pria jangkung di hadapannya tanpa ada rasa takut sedikit pun. Amarah dari rumah tadi tampaknya telah menemukan tempat yang pas untuk menjadi pelampiasan sebelum tiba di rumah sakit."Kau menyalahkanku?" Amoura mendesis, suaranya meninggi. "Hei! Kau y

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status