Share

4.

last update publish date: 2025-02-28 00:59:22

“Menikah denganku.”

Sepanjang malam Kanza benar-benar tak bisa memejamkan matanya, permintaan Melvin seakan terus berdengung di pikiran juga telinganya.

Hingga pagi menjelang, Kanza masih tak bisa memejamkan mata.

“Jadinya nggak tidur kan,” gumamanya sembari mendudukan tubuhnya di sofa.

Tanpa sengaja mata Kanza menatap sosok Melvin yang juga tengah menatap pada dirinya.

“Kenapa?”

“Apanya?”

“Kamu, lihatlah. Sekarang yang mirip orang sakit itu kamu dan bukan saya.”

Kanza hanya menghela nafas, ia pun segera bangkit dan memilih membersihkan diri.

Tak butuh waktu lama untuk membersihkan diri, Kanza pun segera keluar saat merasa sedikit lebih segar.

“Istri saya sudah selesai mandi, jadi anda bisa memberikan kain itu pada istri saya.” Ucap Melvin yang membuat Kanza terdiam.

Perawat pun tersenyum dan menghampiri Kanza, menyerahkan kain untuk membasuh tubuh Melvin pagi ini.

“Terima kasih.”

“Baik, kalau begitu saya permisi dulu.”

Kanza memperhatikan perawat yang keluar dari dalam kamar, lalu matanya menatap Melvin yang hanya diam menatap dirinya.

“Kenapa? Nggak bisa tidur?”

Kanza hanya diam, ia memilih fokus membasuh tubuh Melvin dengan kain di tangannya.

“Apa kamu mau mandi saja?” tawar Kanza.

“Ternyata kamu lebih suka memandikanku dari pada mengelap badan.”

Kanza gelagapan dibuatnya, bukan itu maksud dari ucapannya. Ia pun merutuki kebodohannya sekali lagi.

“Maaf, bukan itu tapi maksudnya. Saya hanya—

Kanza tak lagi bisa melanjutkan kata-katanya, kepalanya tertunduk lesu.

“Nggak usah malu, bukan kah sebentar lagi kita akan menikah?”

Terkejut, Kanza menatap Melvin tak percaya.

Ia pun berusaha menolak permintaan itu dengan berbagai alasan, namun Melvin selalu menemukan celah untuk membantah dan membuatnya terpojok.

“Jadi pada intinya kamu ingin kabur dari tanggung jawab?”

“Bukan seperti itu juga, Tuan. Saya hanya bertanya apa ada cara lain untuk saya bertanggung jawab selain pernikahan. Bagaimana dengan menjadi pelayan saja? Saya akan merawat anda sampai sembuh.” Tawarnya lagi.

“Tidak menerima negosiasi apapun.”

Kanza benar-benar kehabisan kata-kata, ia tak lagi mampu melawan kerasnya Melvin yang memaksanya menikah.

Dengan terpaksa Kanza menggerakan tangannya, membersihkan tubuh Melvin dengan kain kecil yang ada di tangannya.

Melvin menatap setiap gerakan yang dilakukan oleh Kanza, matanya tak pernah lepas dari tangan Kanza yang bergerak menari di atas tubuhnya. Hingga tiba-tiba Melvin menahan nafasnya.

“Buka matamu dan lihat apa yang sudah kamu lakukan.”

Kanza terperanjat, buru-buru ia membuka mata dan melihat posisi tangannya.

Matanya melotot tak percaya, dengan gerakan cepat ia menarik tangannya dari posisinya.

“Ma-maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud kurang ajar.” Gugupnya.

“Mulutmu saja yang menolakku, ternyata tubuhmu sebaliknya.” Sindirnya dengan begitu dingin.

Melvin merebut paksa kain yang di genggam Kanza, ia mencoba membersihkan sendiri bagian tubuh yang mampu di jangkaunya.

Kanza yang tak ingin hanya diam segera berbalik, menyiapkan sarapan juga obat untuk Melvin pagi ini.

*

Tak terasa kini sudah pukul lima sore, waktu bagi Kanza bersiap-siap untuk pergi bekerja.

Namun Kanza tak berani pergi, sebab Melvin terus memperhatikan dirinya.

“Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?”

“Tuan, maaf. Bolehkan saya pergi bekerja, nanti saya akan kembali kesini setelahnya.”

“Tidak.”

“Tapi, Tuan—

“Tidak ada bantahan.”

“Tuan, saya bisa dipecat jika saya tidak datang. Saya butuh pekerjaan ini,” serunya memelas. Bahkan kini Kanza sudah berdiri di samping ranjang Melvin.

Melvin mengabaikan ekspresi Kanza yang begitu menyedihkan saat ini, ia memejamkan mata saat merasakan nyeri yang tiba-tiba menyerang kakinya.

“Tuan—

“Menikah denganku dan kamu bisa kembali kuliah.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   42.

    Sella mengamuk, semua barang yang ada di dalam kamarnya hancur berantakan tak tersisa.Kamar itu sudah seperti kapal pecah yang sudah tak berpenghuni puluhan tahun.Lisa yang mendengar suara keributan itu panik dan segera masuk ke dalam kamar putrinya.“Astaga anak mommy,” serunya.Lisa masuk dengan hati-hati, sesekali ia melihat pecahan kaca sebelum menginjakkan kakinya.“Ada apa? Kenapa marah-marah begini?” merapikan rambut putrinya yang berantakan.Sella duduk di bibir ranjang, mengatur nafas yang sejak tadi memburu tak karuan.“Kenapa sampai sekarang aku juga belum dapat keputusan daddy soal butik itu?”“Sayang, sabar dulu ya. Kondisinya tidak memungkinkan untuk kita mengeluarkan uang sebanyak itu.”“Aku nggak perduli, Mom. Yang aku mau butik itu sudah harus atas nama aku hari ini.” teriaknya.Burhan yang sejak tadi menyendiri di ruang kerjanya mendengar suara-suara gadu

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   41.

    Hari ini Nadia di buat sibuk mencari pekerjaan, baik secara offline maupun online. Namun semua menolaknya dengan alasan statusnya yang masih mahasiswa dan tidak memiliki pengalaman apapun.Nadia frustasi, ia marah dan stres dengan keadaannya kali ini.“Ini semua gara-gara Kanza, cewek sialan! Pembawa sial!” murkanya.Namun Nadia tidak menyerah, ia menghubungi semua teman lamanya. Mencari pekerjaan dari nomor satu ke nomor lainnya tanpa mengenal lelah.Hingga tiba-tiba ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk dari sebuah nomor tak di kenal.“Siapa ya?” mengernyitkan dahinya.-Butuh pekerjaan, datanglah ke hotel TT kamar 1908-Bunyi pesan singkat yang tertulis jelas di layar ponsel. Nadia masih menimbang dengan bimbang,.Ia tak tahu siapa yang menghubunginya ini, dan ada tujuan apa memintanya datang. Tapi pengirim pesan tahu jika saat ini dirinya butuh pekerjaan.“Ach udahlah, yang penting dapat duit dulu. Urusan yang lain belakangan aja.” ucapnya.Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh mala

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   40.

    Di sebuah butik, Melvin duduk dengan majalah di tangannya. Menunggu sang istri yang tengah sibuk mencoba pakaiannya.“Mas,” panggilan yang membuat Melvin mengalihkan pandangannya.Di depannya Kanza berdiri dengan gaun merah tanpa lengan, warna yang sangat kontras dengan warna kulitnya.Bahu putih yang terekspos leluasa, dengan memperlihatkan cantik tulang selangkanya.Melvin begitu terpesona dengan pemandangan didepannya, namun detik kemudian tiba-tiba berubah.“Ganti, jelek.” dengan wajah masam.Pelayan butik tersenyum, ia menuntun Kanza kembali masuk ke dalam ruang ganti.“Nona, gaun ini terlalu terbuka dan saya rasa suami anda tidak bisa menerima kecantikan istri nya harus dibagi di luar sana.” ucap pelayan yang melihat Kanza bersedih.Dengan singkat pelayan itu menjelaskan alasan dari penolakan Melvin barusan, wajah yang semula sedih mendadak cerah.Kali ini pilihan Kanza jatuh pada dress kuning soft tanpa lengan namun dengan kerah sanghai.“Wow, anda cantik sekali.” puji pelayan

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   39.

    Kanza masih tenang dalam gulungan selimut tebal, menikmati hangat juga nikmati dalam pelukan sang suami.Pagi itu Melvin memilih berdiam diri di ranjang, memanjakan sang istri yang masih nyaman memejamkan mata.Tangan kekar itu bergerak teratur diatas kepala Kanza, membelai sambil sesekali memainkan panjang rambutnya.“Pemalas, sudah siang. Mau bangun jam berapa?” ucap Melvin sambil tersenyum jail.Dalam tidurnya, Kanza tersenyum. Tubuh mungil itu bergerak mencari tempat nyamannya, dibawah lengan sang suami yang nyatanya begitu menghangatkan bukan hanya di luar tapi juga di dalam hatinya.“Pemalas, ayo bangun.” mencubit hidung Kanza gemas.Kanza memaksakan kedua matanya terbuka yang langsung disambut oleh senyuman manis suaminya.Melvin tersenyum, ia merapikan anak rambut Kanza yang berantakan menutupi wajah cantiknya.“Kenapa nggak kerja?” tanyanya setelah melihat layar ponselnya.“Sekalipun aku

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   38.

    Kelopak mata Kanza mulai bergerak, perlahan terbuka menampilkan indah matanya. Melvin tersenyum menanyambut.“Selamat datang kembali,” ucapnya.Kanza yang masih sangat lemah tersenyum, menyambut hangat genggaman tangan suaminya.“Maaf.”Satu kata yang membuat tubuh Melvin bergetar hebat.“Untuk apa? Ini sudah menjadi kewajiban aku sebagai suami kamu.”Kanza tak lantas menjawab, matanya menerawang jauh. Menatap acak pada langit-langit kamar tempatnya berada.“Nadia,” batinnya.“Apa yang sebenarnya terjadi? Apapun itu, kamu bisa cerita sama aku.”Tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk dengan tak beraturan, ketukan yang perlahan menjadi gedoran membuat suasana tenang menjadi bising.“Kamu tunggu disini dulu, aku tahu siapa pelaku di depan pintu kamar kita.”Turun dari ranjang, dengan wajah kesal membuka pintu kamar.Raut wajahnya begit

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   37.

    Pagi yang sangat cerah untuk Nadia, langkah kakinya terasa begitu ringan berayun menepis angin.Senyum di wajahnya tak pernah luntur, gadis itu tersenyum senang entah dengan alasan apa.Namun Nadia berbeda, gadis yang dulu nampak santai dan cantik natural kini berubah menjadi wanita dewasa dengan riasa bold di wajahnya.Pakaian minim dengan paduan both fashion menjadi sorotan warga kampus pagi itu. Bukannya risih, Nadia merasa senang karena berfikir berhasil menjadi pusat perhatian.“Nadia yang dulu sudah mati, sekarang hanya ada Nadia yang kuat.” gumam Nadia.Reno mendengar desas desus nya, sedikit banyak ia mendengar jelas tentang perubahan Nadia yang dirasa begitu drastis dan mendadak.“Apa benar sampai merubah penampilan?” batin Reno penasaran.Namun jelas terlihat jika sama sekali tak ada ketertarikan Reno pada Nadia, baginya Nadia hanya sekedar teman Kanza. Tidak ada lebih bahkan banyak kurangnya.Reno acuh, ia sibuk dengan gebetan barunya. Tentu saja bukan wanita yang di temu

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   24.

    Sejak semalam Melvin tak dapat memejamkan matanya, ucapan Kanza terus terngiang di fikirannya.Bukan mau menyembunyikan pernikahannya, namun Melvin masih belum siap jika keluarganya tahu tentang pernikahan dirinya dengan Kanza.“Mas, aku berangkat ke kampus dulu ya. Sarapann

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   23.

    Hendra masih diam, tak memberi reaksi apapun setelah meninggalkan kampus miliknya. Terkejut pastinya, namun saat ini tak ada yang tahu apa yang tengah laki-laki itu fikirkan.Bahkan Wisnu pun tak berani menegurnya, asisten itu hanya bisa menatap sang majikan dari kaca spion.“Kemb

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   22.

    Pagi ini Kanza begitu senang, sebab ia sudah bisa aktif lagi di kampus. Sempat ragu, sebab ia masih teringat dengan skors yang diterimanya beberapa hari yang lalu.“Za, hari ini ada pengawal baru buat kamu. Dia yang akan bertugas mengantar jemput kamu kalau aku tidak bisa.”“Ya.”Saat menuruni tang

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   21.

    Melvin tiba di rumah ketika jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam.Ia naik ke lantai dua kamarnya, namun disana tak menemukan sosok sang istri kecil di atas ranjang.“Kemana dia?”Melangkah ke dalam, Melvin mendengar suara-suara berisik dari dalam ruang ganti pribadi.“Apa yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status