MasukKanza Athalia Rozenka. Terpaksa harus kehilangan beasiswa kuliah karena ulah salah satu teman kampus yang tak menyukai dirinya. Hidup sangat sederhana tak membuat teman-temannya iba, mereka justru merasa iri dengan kecantikan juga kecerdasannya. Kanza yang merasa sedih berjalan tak tentu arah, hingga klakson mobil membuat dunianya kembali nyata. Melvin Surendra, mengalami kecelakaan akibat dari kelalaian Kanza saat menyeberang. “Aku tidak ingin uangmu, aku ingin kau mengganti rugi semua ini dengan menjadi istriku!” Akankah Kanza menikahi Melvin demi tanggung jawabnya? Lantas bagaimana kehidupan pernikahan yang dibangun atas dasar kesalah?
Lihat lebih banyakKanza sibuk menyiapkan segala keperluan yang akan dibawanya pulang, setiap hal kecil benar-benar menjadi perhatiannya.Arumi tersenyum, ia sesekali menghapus jejak air mata yang jatuh tanpa permisi itu.“Udah, jangan sampai dia lihat kamu yang sedih ini.”ujar Hendra mengusap hangat bahu istrinya.“Masuk, bantu dia. Lihatlah betapa kerepotannya anak itu,”tawanya di akhir kalimat.Arumi masuk, tangannya dengan cekatan melipat semua pakaian dan menatanya ke dalam koper.Sesekali Kanza memeluknya, mengecup sekilas pipi wanita yang beberapa tahun ini terus menemaninya.“Kira-kira Ghea masih ingat aku nggak ya , Ma?”“Tentu saja ingat, dan jangan lupa sebentar lagi dia bakal jadi kakak.”“Dan aku tidak lupa dengan itu,”mengangkat tinggi bungkusan bergambar wajah bayi dengan warna biru laut.Arumi tersenyum, merebut dan memasukkannya ke dalam koper.“Makan, mandi. Kita harus
Kanza sibuk menyiapkan segala keperluan yang akan dibawanya pulang, setiap hal kecil benar-benar menjadi perhatiannya.Arumi tersenyum, ia sesekali menghapus jejak air mata yang jatuh tanpa permisi itu.“Udah, jangan sampai dia lihat kamu yang sedih ini.”ujar Hendra mengusap hangat bahu istrinya.“Masuk, bantu dia. Lihatlah betapa kerepotannya anak itu,”tawanya di akhir kalimat.Arumi masuk, tangannya dengan cekatan melipat semua pakaian dan menatanya ke dalam koper.Sesekali Kanza memeluknya, mengecup sekilas pipi wanita yang beberapa tahun ini terus menemaninya.“Kira-kira Ghea masih ingat aku nggak ya , Ma?”“Tentu saja ingat, dan jangan lupa sebentar lagi dia bakal jadi kakak.”“Dan aku tidak lupa dengan itu,”mengangkat tinggi bungkusan bergambar wajah bayi dengan warna biru laut.Arumi tersenyum, merebut dan memasukkannya ke dalam koper.“Makan, mandi. Kita harus bersiap penerbangan malam.”Dan tidak butuh waktu lama, kini ketiganya duduk di dalam pesawat yang siap lepas landas m
Tiga tahun berlalu,Melvin semakin melambungkan namanya baik di dalam maupun luar negeri. Pekerjaan di kantor semakin membuatnya sibuk hingga terkadang lupa dengan sekitar. Semenjak kepergian Kanza ke luar negeri, Helen di alihkan tugas untuk berada di Perusahaan hingga suatu ketika Zeta ketahuan hamil dan tidak bisa lagi mengantar jemput putrinya, Ghea. Helen senang dengan pekerjaan barunya, gaji sama namun beban pekerjaan berbeda. Ghea kini sudah menginjak kelas 2 sekolah dasar, gadis kecil itu sudah lebih terbuka dengan orang sekitarnya. Setelah melalui beberapa terapi akhirnya si kecil berani membuka diri pada sekitar, seperti hari ini gadis itu sedang tertawa dengan beberapa teman sekelasnya. “Harusnya nona melihat ini, semua berkat ide nona.”gumamnya dalam hati menatap pada Ghea di depan sana. - Di kantor, Melvin sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya. Belum berkas yang sudah berserakan di sofa ruangannya. Endi y
Kepalanya berkunang-kunang, berkali-kali menggelengkan kepala berusaha mencari kesadarannya.“Nona.”“Nona.”“Nonaaaaaa.”Teriakan yang hamper tidak terdengar, hingga sebuah tangan menepuk pundaknya dengan keras.“KEJAR !” teriaknya.Namun sayangnya kali ini langkah Helen kalah cepat. Tanpa disadarinya, semua rekaman cctv itu sudah terhapus oleh anak buah Burhan.Dan tak satupun dari pengejaran itu yang membuahkan hasil. Hanya sesal yang kini memakan ego Helen.“Nona, kami menemukan satu rekaman yang tidak sempat mereka hapus.”Bagai angin segar, Helen segera bangkit merebut flashdisk dari tangan anak buahnya. Dengan tergesa-gesa ia memasangkan di ponselnya.Rekaman itu hanya menampakkan saat Sella juga Lisa keluar dari Salon, namun hanya punggung yang nampak pada rekaman tersebut. Selebihnya rekaman saat tubuh Kanza di angkat pergi meninggalkan salon.“Brengsek!” umpat Helen marah.Tak jauh beda dengan Helen, Endi juga begitu tegang menatap deretan layar di depannya.“Temukan, sekeci
Ting.Bunyi pesan masuk, namun bukan dari ponsel milik Kanza melainkan dari ponsel lain yang juga berada di keranjang tadi.Hm?Tangannya mengambil ponsel dengan warna maroon itu, warna favoritnya.Kanza pun menyalakan ponsel tersebut, kemudian membuka aplikasi pesanny
Melvin masih memejamkan mata, mengabaikan Kanza yang menunggu jawaban atas apa yang telah di ucapkannya barusan.“Tuan, tolong jawab. Tuan tahu darimana masalah saya itu?”“Pilihanmu hanya dua. Menikah denganku sebagai pertanggung jawabanmu, atau menikah denganku dan kamu bisa kembali kuliah sepert
“Menikah denganku.”Sepanjang malam Kanza benar-benar tak bisa memejamkan matanya, permintaan Melvin seakan terus berdengung di pikiran juga telinganya.Hingga pagi menjelang, Kanza masih tak bisa memejamkan mata.“Jadinya nggak tidur kan,” gumamanya s
Melvin perlahan membuka matanya, ia mulai membiasakan matanya dengan cahaya.Tenggorokannya benar-benar kering, ia begitu kehausan.Berkali-kali ia meminta minum, namun Kanza yang takut malah berdiri jauh dari tempat Melvin berada.“Air, haus sekali,” gumamnya terbata-bata.Dengan perasaan was-was,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.