Share

Bab 76

Penulis: Ayesha Razeeta
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-07 22:35:36
Alea menatap Reygan sekali lagi, “Reygan, kau tidak ingat janjimu padaku?”

Ketika siap mendengarkan jawaban Reygan pintu lift terbuka. Fandy yang berada di antara mereka segera keluar dengan langkah terburu. Ia berusaha untuk tidak mendengar apa pun yang akan mereka berdua katakan.

Masih dengan tatapan yang dingin, Reygan keluar melewati Alea yang hancur.

“Reygan!” teriaknya saat pintu sudah tertutup kembali. Alea menangis di dalam lift sebab tidak mendapatkan sambutan sedikit pun.

“Alea, kau sudah hancurkan hidupku. Aku tidak akan memaafkanmu,” katanya dengan penuh emosi.

Alea menghapus air matanya, mulai menatap diri dari pantulan kaca lift seraya tersenyum kecil.

Ia menelepon seseorang untuk bertemu dengannya. Setelah itu, ia keluar dengan langkah anggung seperti tidak terjadi apa pun sebelumnya.

“Kau perhatikan matanya,” bisik karyawan yang diam-diam membicarakan perubahan raut wajah Alea sejak kedatangannya sampai bertemu dengan Reygan—bos mereka.

“Tentu saja, nona Helena
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 125

    Topan terdiam ketika merasakan ada yang aneh dengan sikap Helena yang semakin tak acuh padanya. Mantan istrinya memilih duduk duluan, tanpa membantunya menarik kursi seperti yang dilakukan.Ia memandangi mertuanya yang hanya tersenyum tpis, seolah sudah memaklumi sikap Helena yang semakin tidak bisa dimengerti olehnya. Kecurigaan atas kehadiran Reygan kemarin, kembali membuatnya bertanya-tanya dalam hati.“Duduklah kalau kau mau ikut sarapan bersama kami,” pungkas Helena masukkan nasi dan lauk ke dalam piring kosong ayahnya. Ia melakukan itu dengan sepenuh hati hingga menimbulkan banyak harapan dari orang lain.“Ayah duduklah,” kata Helena meminta ayahnya untuk segera duduk dengan mereka, “untuk selanjutnya jangan lagi menunda-nunda sarapan.”Vincent tersenyum tipis, ucapan Helena kembali mengingatkannya pada belahan jiwanya yang entah di mana saat ini. Wanita yang berhasil membawa separuh hatinya bersama dengan bayangan dan penyesalan.Walaupun masih syok dengan sikap dingin Helen, T

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 124

    Reygan memeluk istrinya dengan semakin dalam. Menyalurkan rasa nyaman di dalam hati. Perlahan, tangan Reygan mui beraksi, menjalar dan mencari jalan terbaik untuk kebahagiaan bersama. Hingga tangan itu sampai pada puncak yang diharapkan, Helena menahan napas.“Kita sudah lama tidak melakukan ini,” bisik Reygan dengan suara serak, “jangan hukum aku terlalu lama, karena aku hanya manusia biasa yang tidak akan tahan dengan pesona wanita sepertimu,” lanjutnya kembali.Helena mengangguk malu, ia memejamkan mata, merasakan sensasi yang semakin terasa memabukkan. Ia biarkan Reygan melakukan apa pun yang dia inginkan untuk kebahagiaan mereka berdua.Di dalam kamar yang tadinya dingin karena sikap mereka berdua, kini telah berubah menjadi panas dan penuh gairah. Kedunya seolah lupa di mana mereka saat ini, hingga tidak sadar suara mereka sampai terdengar samar di balik pintu.Beberapa pelayan yang tidak sengaja lewat di depan kamar sampai merinding malu. Ini pertama kalinya mereka mendengar su

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 123

    Masih di kediaman Hani, Topan masih berdiri di halaman belakang dengan segala pertanyaan di dalam benaknya. Ia penasaran, tetapi juga tidak yakin ada sesuatu di rumah yang sudah lama ditempati.“Hani, kau di sana?” tanya Topan dengan suara pelan. Rasa penasarannya semakin besar, ketika sekali lagi telinganya mendengar suara lain. Ia mengerutkan kening, mencoba menerka-menerka apa yang berada di sana.Suara langkah kaki Topan semakin terdengar mendekat. Pria itu sengaja memelankan suara agar apa pun yang berada di sana tidak terkejut. Namun, ketika tangannya hendak menggapai dedaunan untuk mengungkap isi di baliknya. Suara Hani terdengar dari arah belakang.Topan menoleh dengan kening mengkerut, sebab rambut dan pakaian Hani terlihat berantakan, berbeda dari sebelum ia masuk ke dalam kamar tadi.“Dari mana saja, kau?” tanya Topan curiga dengan penampilan Hani, “aku mencarimu sejak tadi.”“A-aku,” jawab Hani tergagap, diam-diam ia mengintip ke belakang punggung Topan untuk memastikan ke

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 122

    Di luar, Reygan yang menahan diri untuk tidak ikut campur urusan Helena dan Topan mencoba untuk tetap tenang, meski dadanya sudah hampir meledak ingin memastikan istrinya baik-baik saja.Saat istrinya keluar, hatinya merasa lega. Akan tetapi, ketika melihat wajah Helena yang kesal, hatinya mendadak terbakar.“Dia melakukan sesuatu padamu?” bisik Reygan dengan tangan mengepal, “aku akan–”“Duduklah, jangan katakan apa pun padanya dulu,” balas Helena berbisik. Ia duduk di sebelah Reygan tanpa canggung, tetapi tatapannya dingin pada Topan yang semakin terlihat kebingungan.“Sepertinya kerjasama kalian semakin membaik,” tukas Topan menepis rasa tidak nyaman di dalam hati, “aku hanya berharap tidak ada yang salah paham nantinya,” lanjut Topan kemudian.Di sebelah Helena, Reygan mencoba untuk tetap tenang, meski ia sudah semakin geram. Apalagi, ketika mendapati tatapan Topan yang begitu dalam untuk istrinya.“Tidak hanya semakin baik.” Reygan meraih tangan Helena dan menggenggamnya erat di

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 121

    “Nona, maafkan kami.” Salah seorang pelayan mendekat dengan wajah pucat. Ia mewakili beberapa temannya untuk minta maaf secara langsung.“Helena, bukan mereka yang salah,” ucap Vincent menengahi, “Ayah yang memaksa untuk jalan-jalan ke kebun belakang.”Menarik napas pelan, Helena meminta semua pelayan ayahnya untuk keluar. Ia duduk di pinggir ranjang seraya mendesah pelan. “Ayah, apa kau tidak sayang pada dirimu sendiri? Lihat usiamu, kau masih muda, tapi terlalu memaksa untuk melakukan semuanya sendiri.”Tersenyum tipis, Vincent memegang tangan putrinya. Putri kecil yang diasuh dengan banyak air mata dan kenangan dalam kesunyian. Ia banyak bersalah pada Helena, karena keegoisannya, ia merebut kasih sayang seorang ibu untuk putri mereka.“Ayah sudah banyak membuat kesalahan di masa muda,” kata Vincent tiba-tiba dengan suara seraknya.Helena terdiam, ia mengamati wajah ayahnya yang kin terlihat kurus. Entah apa saja yang selama ini dirasa hingga membuatnya terlihat memprihatinkan.“Apa

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 120

    Raisa terperanjat hingga hampir terjatuh. Akan tetapi tubuhnya segera ditangkap oleh seseorang yang tadi menegurnya.“Kau mau apa?” tanya Helena sinis sudah berada di belakang Raisa yang pucat pasi tertangkap.“A-aku … bagaimana kau bisa di sini, tadi bukannya–”Tersenyum sinis, Helena semakin dekat pada Raisa yang sontak ikut mundur ke belakang. Ia tidak mengira jika Helena memiliki tatapan yang mengerikan seperti itu.“Ini adalah rumahku, di mana pun aku berada bukankah hal yang wajar?” tanya Helena menjawab pertanyaan, “yang harus ditanya adalah kau, nona Raisa!”Raisa menelan ludah kasar saat tubuhnya terpojok di dinding pegangan besi. Ia melirik ke bawah dan memperhitungkan nyawanya jika terpaksa memilih melompat untuk menghindar.“A-aku … ada urusan penting yang harus kami bicarakan, karena itu–”“Tidak dengan menyelinap naik ke kamar kami,” potong Helena sarkas, “kau adalah tamu, bersikap sebagaimana seorang tamu kebanyakan!”“Sayang ada apa?” Reygan terlihat keluar dari kamar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status