공유

Permainan Kekuasaan

작가: Mentari Senja
last update 게시일: 2026-05-06 16:49:27

Lampu kristal bergantung megah di langit-langit ballroom, memantulkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata.

Musik klasik mengalun lembut, namun tidak mampu menyamarkan ketegangan yang terasa di udara.

Alya berdiri kaku di samping Arsen, gaun hitam panjang yang ia kenakan terasa terlalu berat, bukan karena bahannya, tapi karena tatapan orang-orang di sekelilingnya.

Tatapan penuh rasa ingin tahu, penuh bisik-bisik yang tak terdengar tapi begitu terasa. Ia tahu, mereka semua sedang membicarakann
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Arsen yang Berubah

    Dua minggu kemudian, Arsen diperbolehkan pulang ke Mahardika Mansion untuk melanjutkan masa pemulihannya di rumah, dengan pengawasan dokter pribadi. Kembali ke tempat yang dulunya terasa seperti penjara bagi Alya, kini terasa berbeda. Udara di dalam rumah itu tidak lagi terasa kaku dan penuh tekanan, meski pengawasan keamanan tetap diperketat untuk mencegah serangan balasan dari pihak yang tersisa. Arsen berjalan perlahan dengan bantuan tongkat, meski ia sering menolak menggunakannya dan berusaha terlihat kuat. Namun Alya selalu mengingatkannya agar tidak memaksakan diri, menunjukkan perhatian yang semakin hari semakin terlihat jelas. “Kau harus istirahat lebih banyak, Arsen,” tegur Alya saat melihat suaminya itu masih duduk di meja kerja meneliti laporan perusahaan. “Lukamu belum sembuh sepenuhnya. Dokter bilang terlalu banyak berpikir bisa membuat tekanan darahmu naik.” Arsen menoleh, lalu tersenyum tipis, senyum yang kini terasa lebih alami

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Kebenaran yang Terlambat

    Selama tujuh hari berikutnya, Arsen menghabiskan waktunya terbaring di tempat tidur rumah sakit, meski kondisi fisiknya mulai membaik dengan cepat. Namun ia tidak pernah diam saja. Bahkan saat terbaring lemah, ia tetap memimpin operasi pencarian dan pengumpulan bukti melalui Dante, bukan Dante yang berkhianat, melainkan tim pengawas khusus yang ia bentuk bertahun-tahun lalu sebagai cadangan jika terjadi pengkhianatan dari dalam. Kabar tentang kebenaran perlahan mulai disebarkan secara hati-hati. Dokumen asli yang ditemukan di tempat persembunyian Dante berhasil membuktikan bahwa Bima Prasetyo tidak bersalah dalam kasus korupsi lima belas tahun lalu. Sebaliknya, dokumen itu menunjukkan bahwa Selena dan ayahnya sendiri yang mencuri dana dan memalsukan bukti untuk menghindari tanggung jawab. Suatu sore, Bima dan Ratna datang berkunjung ke ruang perawatan. Suasana terasa canggung pada awalnya, mengingat selama ini hubungan mereka terjalin dalam ke

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Pengkhianatan yang Terjawab

    Sementara Arsen berjuang mempertahankan nyawanya di ruang perawatan, kekacauan di luar masih berlanjut. Kabar tentang serangan, penculikan, dan pengkhianatan di lingkaran tertinggi keluarga Mahardika menyebar dengan cepat, meski berusaha dibungkam oleh tim keamanan. Namun Arsen memiliki jaringan yang luas, dan kebenaran tidak bisa disembunyikan selamanya.Di ruang kerja sementara yang aman di lantai atas rumah sakit, Alya duduk bersama Bima dan Ratna, ditemani oleh sejumlah pengawal setia yang kini menjaga mereka dengan ketat. Salah satu asisten lama Arsen, yang baru saja tiba dengan laporan terbaru, melangkah masuk dengan wajah serius.“Nyonya Alya, Tuan Bima,” sapanya sopan. “Kami telah mengamankan lokasi kejadian. Selain itu, kami juga mendapatkan informasi penting mengenai keberadaan Dante dan Selena, serta motif sebenarnya di balik pengkhianatan mereka.”“Katakan saja,” perintah Alya dengan nada tegas, mencoba meniru ketegasan Arsen agar dirinya terlihat mampu menghadapi situas

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Luka dan Pengakuan

    Hujan deras mengguyur wilayah pinggiran kota sejak sore, mengubah jalanan menjadi sungai lumpur dan menutupi suara apa pun di luar pagar tinggi gudang tua itu. Udara terasa dingin, bercampur bau besi berkarat, minyak tanah, dan samar-samar bau logam basah yang hanya bisa dikenali sebagai bau darah.Di dalam ruangan utama yang remang-remang, hanya diterangi cahaya lampu sorot yang berkedip-kedip, suasana terasa mencekam. Arsen Alvero Mahardika bersandar pada tiang penyangga beton, tubuhnya terasa semakin berat seiring berjalannya waktu. Sebuah luka tembus di sisi perutnya masih mengeluarkan darah, merembes membasahi kain kemeja hitam yang sudah lusuh dan kotor. Namun rasa sakit itu terasa jauh lebih kecil dibandingkan rasa takut yang mencengkeram dadanya saat ia melihat Alya tergeletak tak sadarkan diri di lantai beberapa meter di depannya.“Alya…” gumamnya, suaranya serak dan napasnya memburu. Ia mencoba melangkah maju, tapi kakinya terasa lemas. Setiap gerakan membuat rasa nyeri di

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Kebenaran di Balik Malam Itu

    Dengan berakhirnya pertarungan, waktunya tiba untuk mengungkapkan seluruh kebenaran secara terbuka, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk membersihkan nama baik semua pihak yang telah terjebak dalam kebohongan selama bertahun-tahun. Semua bukti yang dikumpulkan. Dokumen, rekaman, dan kesaksian, disusun rapi. Arsen memutuskan untuk menyerahkan sebagian besar bukti yang bersifat hukum kepada pihak berwenang yang dapat dipercaya, sementara yang berkaitan dengan urusan internal akan diselesaikan secara adil tanpa melibatkan kekerasan lagi. Suatu sore, di ruang kerja yang kini terasa lebih damai, Arsen, Alya, Bima, dan Ratna berkumpul kembali untuk membaca bersama seluruh isi dokumen yang disimpan Nyonya Elvira 15 tahun lalu. Di dalamnya terdapat rincian yang sangat jelas mengenai rencana pembunuhan, nama-nama yang terlibat, serta alasan mengapa mereka ingin menjatuhkan Nyonya Elvira. Ternyata, selain ambisi ke

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Pertarungan Terakhir

    Penangkapan Selena dan Dante tidak berjalan mulus tanpa perlawanan. Begitu berita ditangkapnya kedua pemimpin itu menyebar ke jaringan bawah tanah, kelompok pendukung mereka yang masih tersisa segera mengamuk dan melancarkan serangan balasan untuk membebaskan mereka atau setidaknya menghancurkan Arsen dan semua yang menjadi miliknya. Selama tiga hari berturut-turut, terjadi pertempuran sengit di berbagai tempat. Gudang penyimpanan, kantor cabang, hingga jalan-jalan sepi di pinggiran kota menjadi medan pertempuran. Arsen memimpin pasukannya sendiri, bergerak dengan strategi yang matang, namun tetap harus waspada terhadap serangan mendadak. Di tengah kekacauan itu, Alya tetap berada di tempat persembunyian yang aman, namun ia merasa tidak tenang hanya berdiam diri. Ia ingin membantu, ingin menjadi bagian dari perjuangan ini, bukan hanya menjadi beban yang harus dilindungi. Suatu sore, saat Arsen sedang memimpin pasukan untuk merebut kembali salah satu mar

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Serangan di Tengah Malam

    Jam dinding di ruang tengah Mahardika Mansion menunjukkan pukul 02.17 dini hari. Suasana sunyi, hanya terdengar suara angin malam yang berhembus pelan menembus celah jendela besar. Alya baru saja selesai memeriksa sketsa desain yang ia kerjakan, hendak beranjak ke kamar ketika tiba-tiba lampu selur

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Kebenaran yang Setengah Mati

    Suasana di ruang kerja Arsen terasa sesak, dipenuhi bau kayu tua dan aroma wangi khas tubuh pria itu. Di hadapannya terbuka tumpukan dokumen usang, yang baru saja ditemukan Dante di gudang arsip lama perusahaan.Alya berdiri di sisi lain meja, tangannya mengenggam kuat ujung blusnya. Matanya tak le

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Api Cemburu

    Malam itu, pesta amal tahunan yang diadakan oleh Mahardika Corporation di hotel bintang lima paling mewah di Jakarta, berlangsung sangat meriah. Lampu gantung kristal raksasa memancarkan cahaya keemasan ke seluruh ruangan, musik mengalun lembut mengisi tawa serta obrolan para tamu undangan. Di

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Rencana Selena

    Layar besar di ruang rapat Mahardika Corporation menampilkan grafik penurunan saham yang bergerak merah.Tidak ada suara, tidak ada yang berani bicara. Para petinggi perusahaan hanya duduk kaku ketika Arsen berdiri di ujung meja panjang, dengan tatapan dingin yang terasa lebih mengintimidasi daripa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status