Share

Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku
Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku
Author: Richy

Bab 1

Author: Richy
Lulu itu putri Zayyan. Dia adalah teman main kartuku. Kami berdua sering berkumpul main kartu bersama dan hubungan kami cukup baik. Beberapa waktu lalu, Lulu baru saja mengakuiku sebagai ayah angkatnya.

Lulu baru saja genap 18 tahun, wajahnya masih sangat muda. Tubuhnya berlekuk indah, pinggang ramping, pinggul berisi, terutama dadanya yang besar dan montok. Setiap kali aku datang ke rumah teman-teman untuk main kartu, ayahnya selalu menyuruh Lulu keluar untuk menyajikan teh dan air.

Dia mengenakan seragam yang seksi, rok pendeknya memperlihatkan setengah bokongnya, dipadukan dengan stoking. Saat berjalan, tubuhnya bergoyang ke kiri dan kanan. Ketika menuangkan air untuk kami, dia sengaja membungkukkan badan dan memperlihatkan dadanya yang besar. Mata kami semua langsung tertuju ke sana tanpa bisa berpaling.

Setiap kali momen itu terjadi, Zayyan akan menjepit sebatang rokok dan menyipitkan mata. Tangannya mengambil selembar kartu, lalu meletakkannya di atas meja. "Aku menang, bayar!"

Kami tahu Zayyan bermain curang, tapi tetap rela mengeluarkan uang. Lagi pula, Zayyan juga bisa dibilang sudah "mengorbankan" putrinya, dan kami bisa memanjakan mata. Selain itu, kalah menang itu biasa di meja kartu, bagaimanapun juga tidak kehilangan banyak uang.

Hari itu setelah selesai main, aku teringat masih ada urusan di arena pacuan kuda. Aku berdiri sambil merapikan dompet. "Kalian lanjutkan saja, aku keluar sebentar urus pekerjaan."

Tak disangka, Lulu ikut mengejar. "Papa angkat, kamu ke arena kuda lagi ya? Ajak aku ikut dong, aku juga mau naik kuda."

Zayyan menyalakan rokok lalu berkata, "Papa angkatmu mau kerja, apa nggak mengganggu kalau kamu ikut?"

Aku teringat hari ini adalah jadwal penyuntikan vaksin untuk kuda betina, sudut bibirku terangkat sedikit. "Nggak apa-apa, Kak Zayyan. Kalau Lulu mau main, biarkan saja ikut."

"Ayo, Lulu. Papa angkat ajak kamu ke arena kuda buat main."

Lulu mengikutiku ke arena kuda dengan senang hati. Sesampainya di sana, aku menarik seekor kuda jantan dan membiarkannya menaiki kuda betina, kaki depannya bertumpu di punggung. Lulu berdiri di samping, matanya membelalak saat memperhatikan.

Saat itu, pinggang kuda jantan mulai bergerak dan menghantam kuda betina berkali-kali. Lulu bertanya dengan penasaran, "Papa angkat, dua kuda itu lagi ngapain?"

Aku menjelaskan, "Itu namanya kawin. Kuda betina sedang dinaiki kuda jantan."

Lulu tampak berpikir sejenak lalu mengangguk dan berkata, "Sepertinya kuda betina itu cukup menikmatinya."

Tak lama kemudian, pekerjaan penyuntikan selesai dan aku menuntun kedua kuda itu kembali. Saat aku menoleh ke arah Lulu, satu tangannya masuk ke bawah rok dan menggaruk sebentar. Sepertinya, apa yang dia lihat tadi membuatnya bereaksi.

"Lulu mau naik kuda? Papa angkat ajari kamu naik," kataku. "Tentu mau, terima kasih, Papa angkat," katanya sambil memelukku dengan bersemangat. Dada besarnya menekan dadaku. Rasanya begitu lembut dan kenyal, membuatku seketika sedikit bereaksi.

Aku menarik seekor kuda jantan dan berkata pada Lulu, "Naiklah, aku akan mengajarimu dari belakang."

Lulu menelungkup di punggung kuda, satu kakinya berusaha keras diangkat ke atas hingga memperlihatkan sebagian tubuhnya. Celana dalam kecil berwarna putihnya terlihat jelas olehku.

Dia mencoba memanjat sebentar, lalu berkata dengan nada manja, "Papa angkat, kamu gendong aku naik ya? Aku nggak bisa naik."

"Baiklah, injakkan dulu satu kakimu di sanggurdi."

Aku menopang bagian bawah tubuh Lulu dari bawah. Sentuhannya terasa sangat lembut. Lalu aku mengerahkan tenaga ke atas dan mendorongnya hingga naik ke punggung kuda. Setelah itu aku melompat dengan sigap dan langsung berada di belakang Lulu. Aku memeluk pinggang rampingnya dari belakang.

"Duduk yang kuat, Paman ajak kamu naik kuda," kataku.

"Iya!" serunya gembira.

Kuda itu mulai berlari mengitari arena. Guncangan yang kuat membuat kami berdua terus saling berbenturan.

Bagian bawah tubuhku terus berbenturan dengan bokong Lulu. Sensasi yang menegangkan ini membuat kemaluanku mulai mengeras. Wajah Lulu langsung merona dan dia berkata dengan suara manja, "Papa angkat, apa yang terus menusukku dari belakang?"

Padahal, tidak mungkin gadis ini tidak tahu apa itu, tapi malah sengaja menanyakannya. Aku menggaruk kepalaku dengan canggung dan menjawab asal-asalan, "Oh, kunci di sakuku. Kamu nggak kesakitan, 'kan?"

Lulu menggeleng. "Nggak apa-apa."

Namun tepat setelah itu, kuda tersebut melonjak, membuat Lulu terpental ke atas. Saat turun, bokongnya langsung menduduki bagian kemaluanku. Saat itu, aku merasa seperti diselimuti dengan erat.

Di saat aku sedang memikirkan harus bagaimana menjelaskannya, Lulu telah berinisiatif bersandar padaku. Bahkan, dia terus bergerak menggesek tubuhku hingga darahku terasa mendidih dan sulit menahan diri.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 7

    Setelah berkata demikian, aku tidak lagi menanggapi dia. Dengan santai aku menyalakan sebatang rokok, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Tak lama kemudian, polisi menemukan Zayyan dan mengajukan tuntutan atas kasus pemerasan. Pada akhirnya, Zayyan dijebloskan ke penjara.Namun, itu semua cerita belakangan. Yang lebih kupedulikan adalah bagaimana nasib Lulu.Hari itu, setelah Zayyan menyadari uangnya palsu, dia langsung naik pitam. Dia bahkan berniat menyuruh Lulu menggoda aku sekali lagi untuk mendapatkan bukti. Sayangnya, rencananya belum sempat dijalankan, polisi sudah lebih dulu datang ke rumah.Mereka menunjukkan kartu identitas. "Kamu Zayyan? Kamu sekarang diduga terlibat kasus pemerasan. Barang bukti sudah lengkap. Ikut kami."Wajah Zayyan langsung pucat. Dia diseret pergi oleh dua orang polisi dengan ketakutan sampai mengompol.Aku mengamati dari kejauhan. Setelah polisi pergi, aku diam-diam masuk ke rumah Zayyan. Aku mendapati Lulu sedang membereskan pakaian. Begitu me

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 6

    Setelah itu aku terus bersembunyi di tempat gelap, mengamati siapa yang akan datang mengambil uang. Satu jam kemudian, sesosok bayangan berpakaian hitam datang mengambilnya. Dilihat dari sosoknya, ternyata memang Zayyan.Dia mengambil uang itu lalu memasukkannya ke dalam mobil dengan cepat. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan setumpuk uang dari tasnya dan memberikannya kepada seorang wanita di kursi penumpang. Aku memperhatikan dengan saksama, wanita itu jelas adalah Lulu.Dia benar-benar memanfaatkan putrinya untuk memeras uang dariku. Aku mengatupkan gigi dengan erat, lalu sudut bibirku terangkat membentuk senyum tipis.Aku menyusun sebuah pesan dan mengirimkannya.[ Uangnya sudah diambil? Fotonya bisa dihapus sekarang? ]Tak lama kemudian dia membalas.[ Tenang saja, foto-fotonya akan aku hapus. ]Tak lama setelah itu, dia mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan foto-foto itu sedang dihapus.Aku menghela napas panjang. Namun, hatiku terasa kosong. Lulu begitu muda dan polos, ta

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 5

    Setelahnya, dia terbaring lemas di pelukanku. Aku memeluknya sambil terus menghujamnya dengan kasar di bagian bawah. Kuda yang kami tunggangi masih terus berlari. Sampai ketika aku menarik talinya, barulah kuda itu berhenti.Kamu pun turun dari kuda. Saat itu, hasratku juga telah mencapai klimaks. Aku memegang kepala Lulu dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya."Papa angkat nggak bawa tisu. Lulu, kamu minum saja sampai habis."Bagaikan wanita genit, dia terus menjilat dan meminum air maniku hingga habis. Melihat tampangnya seperti ini, aku juga merasa sangat puas.Hari mulai malam, pekerjaanku hari ini juga hampir selesai. Jadi, aku berkata pada Lulu, "Papa angkat sebentar lagi mau pulang, aku antarin kamu pulang juga."Lulu mengangguk.Aku pun menyetir mobil untuk membawanya pulang. Bagaimanapun, kami baru saja berhubungan intim. Aku tidak mungkin membiarkan ayahnya mengetahui hal ini. Jadi, aku memarkirkan mobilku di bawah gedung dan berkata, "Lulu, aku nggak naik lagi ya

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 4

    Aku langsung mengulurkan tangan untuk meraba payudaranya dan merasakan sensasi yang lembut itu. "Boleh, hari ini aku akan membawamu main sampai puas."Alih-alih merasa marah, Lulu malah sangat menikmati disentuh olehku. Sekujur tubuhnya langsung bergetar. Dia pun berkata, "Papa angkat, aku nikmat sekali disentuh sama Papa. Aku pengin ditunggang sama Papa.""Boleh saja, kalau begitu kamu naik ke atas kuda."Dia mengangkat kakinya dan menampakkan seluruh pemandangan di bawah selangkangannya. Dari samping, aku bisa melihat isi celana dalamnya. Aku pun tak kuasa menelan ludah.Lulu malah melihatku dengan gembira, "Papa angkat, jakunmu bisa bergerak ya. Perkasa sekali."Disebut perkasa olehnya membuatku merasa gugup sejenak. Kemudian, aku pun mengalihkan topik. "Kamu duduk yang benar. Kudaku ini biasanya nggak mau ditunggang orang asing. Hari ini aku bawa kamu main sampai puas."Selanjutnya, aku juga ikut naik ke atasnya. Badanku menempel pada badan Lulu, aku bisa merasakan betapa lembutnya

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 3

    Gadis berusia 18 tahun memang nikmat. Bagian intimnya masih rapat, kejantananku rasanya dibungkus dengan erat. Aku bahkan sulit untuk mencabutnya.Lulu juga mencapai kenikmatan yang klimaks, suara desahannya semakin seru. Ayah kandungnya sedang bermain kartu di sebelah, jadi dia tidak berani mendesah terlalu keras. Terpaksa, dia pun berusaha keras untuk meredam suara dari tenggorokannya.Mungkin karena semakin ditahan, desahannya itu malah semakin membuat darahku berdesir. Sambil menunggangi tubuhnya di atas, aku terus menghujamnya dengan keras. Setelah bergetar sejenak dan saat aku baru berdiri dari tubuh Lulu dengan perasaan puas, pintu kamar tiba-tiba terbuka.Melihat adegan ini, Zayyan terkejut dan bertanya, "Kalian lagi ngapain?"Untungnya aku sudah mengenakan celanaku. Rok Lulu juga menutupi bagian bawah tubuhnya, sehingga tidak terlihat oleh Zayyan. Aku buru-buru mencari alasan, "Oh, nggak ada. Kami lagi nyari barang di lantai."Zayyan melirik Lulu, lalu bertanya, "Oh ya? Kamu c

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 2

    Jangan-jangan, dia juga sedang menikmati perasaan ini?Tanpa sempat berpikir lebih jauh, Lulu hampir terjatuh karena bergesekan terlalu keras tadi. Untungnya, aku langsung sigap menangkapnya. Kedua tanganku tepat memegang payudaranya yang montok.Apa ini benar-benar gadis berusia 18 tahun? Payudaranya benar-benar terlalu elastis sampai aku nggak ingin melepaskannya.Saat itu, Lulu baru tersadar dan menepis tanganku. Dia berkata dengan malu-malu, "Papa angkat, kamu nakal sekali."Ucapannya ini membuatku kegirangan. Lulu bukan hanya tidak marah pada kelakuanku, sebaliknya dia malah sangat menikmatinya. Sudah lama aku mengidamkan tubuhnya. Tampaknya, sekarang aku benar-benar punya kesempatan untuk menikmatinya.Setelah bermain sebentar lagi, langit sudah mulai gelap.Lulu berkata dia harus segera pulang, kalau tidak ayahnya akan marah. Aku hanya bisa mengantarnya pulang dengan berat hati.Malam itu saat berbaring di tempat tidur, pikiranku dipenuhi bayangan Lulu. Pengalaman siang hari ter

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status