LOGINSetelah berkata demikian, aku tidak lagi menanggapi dia. Dengan santai aku menyalakan sebatang rokok, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Tak lama kemudian, polisi menemukan Zayyan dan mengajukan tuntutan atas kasus pemerasan. Pada akhirnya, Zayyan dijebloskan ke penjara.Namun, itu semua cerita belakangan. Yang lebih kupedulikan adalah bagaimana nasib Lulu.Hari itu, setelah Zayyan menyadari uangnya palsu, dia langsung naik pitam. Dia bahkan berniat menyuruh Lulu menggoda aku sekali lagi untuk mendapatkan bukti. Sayangnya, rencananya belum sempat dijalankan, polisi sudah lebih dulu datang ke rumah.Mereka menunjukkan kartu identitas. "Kamu Zayyan? Kamu sekarang diduga terlibat kasus pemerasan. Barang bukti sudah lengkap. Ikut kami."Wajah Zayyan langsung pucat. Dia diseret pergi oleh dua orang polisi dengan ketakutan sampai mengompol.Aku mengamati dari kejauhan. Setelah polisi pergi, aku diam-diam masuk ke rumah Zayyan. Aku mendapati Lulu sedang membereskan pakaian. Begitu me
Setelah itu aku terus bersembunyi di tempat gelap, mengamati siapa yang akan datang mengambil uang. Satu jam kemudian, sesosok bayangan berpakaian hitam datang mengambilnya. Dilihat dari sosoknya, ternyata memang Zayyan.Dia mengambil uang itu lalu memasukkannya ke dalam mobil dengan cepat. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan setumpuk uang dari tasnya dan memberikannya kepada seorang wanita di kursi penumpang. Aku memperhatikan dengan saksama, wanita itu jelas adalah Lulu.Dia benar-benar memanfaatkan putrinya untuk memeras uang dariku. Aku mengatupkan gigi dengan erat, lalu sudut bibirku terangkat membentuk senyum tipis.Aku menyusun sebuah pesan dan mengirimkannya.[ Uangnya sudah diambil? Fotonya bisa dihapus sekarang? ]Tak lama kemudian dia membalas.[ Tenang saja, foto-fotonya akan aku hapus. ]Tak lama setelah itu, dia mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan foto-foto itu sedang dihapus.Aku menghela napas panjang. Namun, hatiku terasa kosong. Lulu begitu muda dan polos, ta
Setelahnya, dia terbaring lemas di pelukanku. Aku memeluknya sambil terus menghujamnya dengan kasar di bagian bawah. Kuda yang kami tunggangi masih terus berlari. Sampai ketika aku menarik talinya, barulah kuda itu berhenti.Kamu pun turun dari kuda. Saat itu, hasratku juga telah mencapai klimaks. Aku memegang kepala Lulu dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya."Papa angkat nggak bawa tisu. Lulu, kamu minum saja sampai habis."Bagaikan wanita genit, dia terus menjilat dan meminum air maniku hingga habis. Melihat tampangnya seperti ini, aku juga merasa sangat puas.Hari mulai malam, pekerjaanku hari ini juga hampir selesai. Jadi, aku berkata pada Lulu, "Papa angkat sebentar lagi mau pulang, aku antarin kamu pulang juga."Lulu mengangguk.Aku pun menyetir mobil untuk membawanya pulang. Bagaimanapun, kami baru saja berhubungan intim. Aku tidak mungkin membiarkan ayahnya mengetahui hal ini. Jadi, aku memarkirkan mobilku di bawah gedung dan berkata, "Lulu, aku nggak naik lagi ya
Aku langsung mengulurkan tangan untuk meraba payudaranya dan merasakan sensasi yang lembut itu. "Boleh, hari ini aku akan membawamu main sampai puas."Alih-alih merasa marah, Lulu malah sangat menikmati disentuh olehku. Sekujur tubuhnya langsung bergetar. Dia pun berkata, "Papa angkat, aku nikmat sekali disentuh sama Papa. Aku pengin ditunggang sama Papa.""Boleh saja, kalau begitu kamu naik ke atas kuda."Dia mengangkat kakinya dan menampakkan seluruh pemandangan di bawah selangkangannya. Dari samping, aku bisa melihat isi celana dalamnya. Aku pun tak kuasa menelan ludah.Lulu malah melihatku dengan gembira, "Papa angkat, jakunmu bisa bergerak ya. Perkasa sekali."Disebut perkasa olehnya membuatku merasa gugup sejenak. Kemudian, aku pun mengalihkan topik. "Kamu duduk yang benar. Kudaku ini biasanya nggak mau ditunggang orang asing. Hari ini aku bawa kamu main sampai puas."Selanjutnya, aku juga ikut naik ke atasnya. Badanku menempel pada badan Lulu, aku bisa merasakan betapa lembutnya
Gadis berusia 18 tahun memang nikmat. Bagian intimnya masih rapat, kejantananku rasanya dibungkus dengan erat. Aku bahkan sulit untuk mencabutnya.Lulu juga mencapai kenikmatan yang klimaks, suara desahannya semakin seru. Ayah kandungnya sedang bermain kartu di sebelah, jadi dia tidak berani mendesah terlalu keras. Terpaksa, dia pun berusaha keras untuk meredam suara dari tenggorokannya.Mungkin karena semakin ditahan, desahannya itu malah semakin membuat darahku berdesir. Sambil menunggangi tubuhnya di atas, aku terus menghujamnya dengan keras. Setelah bergetar sejenak dan saat aku baru berdiri dari tubuh Lulu dengan perasaan puas, pintu kamar tiba-tiba terbuka.Melihat adegan ini, Zayyan terkejut dan bertanya, "Kalian lagi ngapain?"Untungnya aku sudah mengenakan celanaku. Rok Lulu juga menutupi bagian bawah tubuhnya, sehingga tidak terlihat oleh Zayyan. Aku buru-buru mencari alasan, "Oh, nggak ada. Kami lagi nyari barang di lantai."Zayyan melirik Lulu, lalu bertanya, "Oh ya? Kamu c
Jangan-jangan, dia juga sedang menikmati perasaan ini?Tanpa sempat berpikir lebih jauh, Lulu hampir terjatuh karena bergesekan terlalu keras tadi. Untungnya, aku langsung sigap menangkapnya. Kedua tanganku tepat memegang payudaranya yang montok.Apa ini benar-benar gadis berusia 18 tahun? Payudaranya benar-benar terlalu elastis sampai aku nggak ingin melepaskannya.Saat itu, Lulu baru tersadar dan menepis tanganku. Dia berkata dengan malu-malu, "Papa angkat, kamu nakal sekali."Ucapannya ini membuatku kegirangan. Lulu bukan hanya tidak marah pada kelakuanku, sebaliknya dia malah sangat menikmatinya. Sudah lama aku mengidamkan tubuhnya. Tampaknya, sekarang aku benar-benar punya kesempatan untuk menikmatinya.Setelah bermain sebentar lagi, langit sudah mulai gelap.Lulu berkata dia harus segera pulang, kalau tidak ayahnya akan marah. Aku hanya bisa mengantarnya pulang dengan berat hati.Malam itu saat berbaring di tempat tidur, pikiranku dipenuhi bayangan Lulu. Pengalaman siang hari ter







