Share

Bab 2

Author: Richy
Jangan-jangan, dia juga sedang menikmati perasaan ini?

Tanpa sempat berpikir lebih jauh, Lulu hampir terjatuh karena bergesekan terlalu keras tadi. Untungnya, aku langsung sigap menangkapnya. Kedua tanganku tepat memegang payudaranya yang montok.

Apa ini benar-benar gadis berusia 18 tahun? Payudaranya benar-benar terlalu elastis sampai aku nggak ingin melepaskannya.

Saat itu, Lulu baru tersadar dan menepis tanganku. Dia berkata dengan malu-malu, "Papa angkat, kamu nakal sekali."

Ucapannya ini membuatku kegirangan. Lulu bukan hanya tidak marah pada kelakuanku, sebaliknya dia malah sangat menikmatinya. Sudah lama aku mengidamkan tubuhnya. Tampaknya, sekarang aku benar-benar punya kesempatan untuk menikmatinya.

Setelah bermain sebentar lagi, langit sudah mulai gelap.

Lulu berkata dia harus segera pulang, kalau tidak ayahnya akan marah. Aku hanya bisa mengantarnya pulang dengan berat hati.

Malam itu saat berbaring di tempat tidur, pikiranku dipenuhi bayangan Lulu. Pengalaman siang hari terus terulang di kepalaku, sampai aku tidak tahan dan melakukannya sendiri dengan tangan.

Keesokan harinya, aku kembali ke rumah Zayyan untuk main kartu. Namun, pikiranku sama sekali tidak tertuju ke meja permainan, pandanganku terus tertuju pada Lulu yang ada di samping.

Zayyan melihatnya lalu mengetuk meja di depanku. "Hei, giliranmu buang kartu. Jadi nggak?"

Baru saat itu aku tersadar, lalu mengeluarkan selembar kartu. "Tadi lagi mikir, nggak terlalu perhatikan."

Lulu menyadari pikiranku sepenuhnya tertuju padanya. Dia tersenyum tipis dan mengaitkan jarinya ke arahku, lalu masuk ke kamar. Apa ini sedang memberiku isyarat?

Pada saat itu, teman main lain datang. Melihat kami sudah mulai bermain, dia hendak pergi. Aku buru-buru berkata, "Kamu saja yang main. Tempatku buat kamu."

Zayyan menatapku. "Kamu nggak main lagi?"

"Hari ini agak nggak enak badan. Kalian lanjut saja."

Temanku pun duduk di meja kartu. Di saat mereka tidak memperhatikan, aku menyelinap masuk ke kamar Lulu.

Baru saja masuk, aku melihat Lulu sedang duduk di ranjang dan menyilangkan satu kakinya. Telapak kakinya yang indah terbungkus stoking sehingga membuatnya semakin menawan. Dia tersenyum padaku dan menepuk ranjang di sampingnya dengan maksud menyuruhku duduk di sana.

Setelah aku duduk di sampingnya, Lulu berkata, "Papa angkat, semalam aku nyaman sekali ditusuk sama bagian intim kamu. Bisa tunjukkan ke aku nggak?"

Tak kusangka Lulu mengajukan permintaan seperti ini. Aku membuka ritsleting celanaku dan meletakkan tangannya di atas.

"Kamu bisa lihat dan sentuh sesukamu."

Lulu tersenyum sambil meraba kejantananku. Saat merasakan tangannya yang lembut, darahku langsung berdesir hebat. Kemaluanku pun mengeras.

Mulut Lulu ternganga karena terkejut. "Papa angkat, punyamu ini besar sekali. Sama kayak punya kuda jantan kemarin."

Satu tanganku mengelus pahanya. Dia sedang memakai stoking, sehingga rasanya sangat lembut saat disentuh. Sambil mengelus, Lulu tiba-tiba menunduk dan mendekati bagian intimku.

"Papa angkat, boleh nggak aku cicipi sekali?"

Melihatnya begitu inisiatif, hatiku langsung berbunga-bunga. Aku menekan kepalanya ke arah kemaluanku. Lulu membuka mulut mungilnya dan mengulumnya langsung.

Seketika, perut bagian bawahku seolah terbakar api. Sensasi itu langsung menjalar ke seluruh tubuhku. Harus kuakui, teknik Lulu ini benar-benar hebat. Semua bisa dilakukannya, Lulu bahkan bisa menyedotnya !

Sekujur tubuhku terasa tegang saat menahan sensasi menggelitik yang timbul. Ayah kandungnya sedang bermain kartu di sebelah. Bisa gawat kalau sampai ketahuan.

Setelah beberapa saat, Lulu mendongak menatapku dengan tatapan kabur. "Papa angkat, bagian bawahku gatal sekali. Aku pengin ditunggang seperti kuda betina kemarin."

Api gelora membakar seluruh tubuhku, bagian bawahku begitu ketat hingga terasa menyiksa. Aku berkata padanya, "Kamu lepaskan celana dalammu, lalu berlutut dan menungging di sana."

Lulu tersenyum padaku, lalu mengulurkan tangannya ke bawah roknya. Dengan mudahnya, dia melepas celana dalamnya. Selanjutnya, dia tengkurap dan menunggingkan bokongnya ke arahku. Pemandangan indah di bawah rok mininya itu tampak semakin menggoda.

Aku membenamkan kepalaku ke sana dan menjulurkan lidah ....

Lulu tidak tahan lagi hingga mendesah pelan. Selanjutnya, dia berkata dengan nada penuh permohonan, "Papa angkat, aku nggak sanggup lagi. Tolong cepat puaskan aku."

Mana mungkin aku bisa bertahan setelah mendengar permohonan itu? Aku menindih bagian belakangnya dan menarik rambutnya yang dikuncir kuda. Kemudian, aku pun mendorongnya dengan kuat ....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 7

    Setelah berkata demikian, aku tidak lagi menanggapi dia. Dengan santai aku menyalakan sebatang rokok, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Tak lama kemudian, polisi menemukan Zayyan dan mengajukan tuntutan atas kasus pemerasan. Pada akhirnya, Zayyan dijebloskan ke penjara.Namun, itu semua cerita belakangan. Yang lebih kupedulikan adalah bagaimana nasib Lulu.Hari itu, setelah Zayyan menyadari uangnya palsu, dia langsung naik pitam. Dia bahkan berniat menyuruh Lulu menggoda aku sekali lagi untuk mendapatkan bukti. Sayangnya, rencananya belum sempat dijalankan, polisi sudah lebih dulu datang ke rumah.Mereka menunjukkan kartu identitas. "Kamu Zayyan? Kamu sekarang diduga terlibat kasus pemerasan. Barang bukti sudah lengkap. Ikut kami."Wajah Zayyan langsung pucat. Dia diseret pergi oleh dua orang polisi dengan ketakutan sampai mengompol.Aku mengamati dari kejauhan. Setelah polisi pergi, aku diam-diam masuk ke rumah Zayyan. Aku mendapati Lulu sedang membereskan pakaian. Begitu me

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 6

    Setelah itu aku terus bersembunyi di tempat gelap, mengamati siapa yang akan datang mengambil uang. Satu jam kemudian, sesosok bayangan berpakaian hitam datang mengambilnya. Dilihat dari sosoknya, ternyata memang Zayyan.Dia mengambil uang itu lalu memasukkannya ke dalam mobil dengan cepat. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan setumpuk uang dari tasnya dan memberikannya kepada seorang wanita di kursi penumpang. Aku memperhatikan dengan saksama, wanita itu jelas adalah Lulu.Dia benar-benar memanfaatkan putrinya untuk memeras uang dariku. Aku mengatupkan gigi dengan erat, lalu sudut bibirku terangkat membentuk senyum tipis.Aku menyusun sebuah pesan dan mengirimkannya.[ Uangnya sudah diambil? Fotonya bisa dihapus sekarang? ]Tak lama kemudian dia membalas.[ Tenang saja, foto-fotonya akan aku hapus. ]Tak lama setelah itu, dia mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan foto-foto itu sedang dihapus.Aku menghela napas panjang. Namun, hatiku terasa kosong. Lulu begitu muda dan polos, ta

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 5

    Setelahnya, dia terbaring lemas di pelukanku. Aku memeluknya sambil terus menghujamnya dengan kasar di bagian bawah. Kuda yang kami tunggangi masih terus berlari. Sampai ketika aku menarik talinya, barulah kuda itu berhenti.Kamu pun turun dari kuda. Saat itu, hasratku juga telah mencapai klimaks. Aku memegang kepala Lulu dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya."Papa angkat nggak bawa tisu. Lulu, kamu minum saja sampai habis."Bagaikan wanita genit, dia terus menjilat dan meminum air maniku hingga habis. Melihat tampangnya seperti ini, aku juga merasa sangat puas.Hari mulai malam, pekerjaanku hari ini juga hampir selesai. Jadi, aku berkata pada Lulu, "Papa angkat sebentar lagi mau pulang, aku antarin kamu pulang juga."Lulu mengangguk.Aku pun menyetir mobil untuk membawanya pulang. Bagaimanapun, kami baru saja berhubungan intim. Aku tidak mungkin membiarkan ayahnya mengetahui hal ini. Jadi, aku memarkirkan mobilku di bawah gedung dan berkata, "Lulu, aku nggak naik lagi ya

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 4

    Aku langsung mengulurkan tangan untuk meraba payudaranya dan merasakan sensasi yang lembut itu. "Boleh, hari ini aku akan membawamu main sampai puas."Alih-alih merasa marah, Lulu malah sangat menikmati disentuh olehku. Sekujur tubuhnya langsung bergetar. Dia pun berkata, "Papa angkat, aku nikmat sekali disentuh sama Papa. Aku pengin ditunggang sama Papa.""Boleh saja, kalau begitu kamu naik ke atas kuda."Dia mengangkat kakinya dan menampakkan seluruh pemandangan di bawah selangkangannya. Dari samping, aku bisa melihat isi celana dalamnya. Aku pun tak kuasa menelan ludah.Lulu malah melihatku dengan gembira, "Papa angkat, jakunmu bisa bergerak ya. Perkasa sekali."Disebut perkasa olehnya membuatku merasa gugup sejenak. Kemudian, aku pun mengalihkan topik. "Kamu duduk yang benar. Kudaku ini biasanya nggak mau ditunggang orang asing. Hari ini aku bawa kamu main sampai puas."Selanjutnya, aku juga ikut naik ke atasnya. Badanku menempel pada badan Lulu, aku bisa merasakan betapa lembutnya

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 3

    Gadis berusia 18 tahun memang nikmat. Bagian intimnya masih rapat, kejantananku rasanya dibungkus dengan erat. Aku bahkan sulit untuk mencabutnya.Lulu juga mencapai kenikmatan yang klimaks, suara desahannya semakin seru. Ayah kandungnya sedang bermain kartu di sebelah, jadi dia tidak berani mendesah terlalu keras. Terpaksa, dia pun berusaha keras untuk meredam suara dari tenggorokannya.Mungkin karena semakin ditahan, desahannya itu malah semakin membuat darahku berdesir. Sambil menunggangi tubuhnya di atas, aku terus menghujamnya dengan keras. Setelah bergetar sejenak dan saat aku baru berdiri dari tubuh Lulu dengan perasaan puas, pintu kamar tiba-tiba terbuka.Melihat adegan ini, Zayyan terkejut dan bertanya, "Kalian lagi ngapain?"Untungnya aku sudah mengenakan celanaku. Rok Lulu juga menutupi bagian bawah tubuhnya, sehingga tidak terlihat oleh Zayyan. Aku buru-buru mencari alasan, "Oh, nggak ada. Kami lagi nyari barang di lantai."Zayyan melirik Lulu, lalu bertanya, "Oh ya? Kamu c

  • Terpesona Oleh Godaan Putri Sahabatku   Bab 2

    Jangan-jangan, dia juga sedang menikmati perasaan ini?Tanpa sempat berpikir lebih jauh, Lulu hampir terjatuh karena bergesekan terlalu keras tadi. Untungnya, aku langsung sigap menangkapnya. Kedua tanganku tepat memegang payudaranya yang montok.Apa ini benar-benar gadis berusia 18 tahun? Payudaranya benar-benar terlalu elastis sampai aku nggak ingin melepaskannya.Saat itu, Lulu baru tersadar dan menepis tanganku. Dia berkata dengan malu-malu, "Papa angkat, kamu nakal sekali."Ucapannya ini membuatku kegirangan. Lulu bukan hanya tidak marah pada kelakuanku, sebaliknya dia malah sangat menikmatinya. Sudah lama aku mengidamkan tubuhnya. Tampaknya, sekarang aku benar-benar punya kesempatan untuk menikmatinya.Setelah bermain sebentar lagi, langit sudah mulai gelap.Lulu berkata dia harus segera pulang, kalau tidak ayahnya akan marah. Aku hanya bisa mengantarnya pulang dengan berat hati.Malam itu saat berbaring di tempat tidur, pikiranku dipenuhi bayangan Lulu. Pengalaman siang hari ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status