LOGIN(Alpha Trojan) "Just do it!"My wolf Lupus urged. "You're going to tell to everyone anyway, so just say it now. Tell everyone that Nikita is our Luna." I landed my eyes at Nikita's face. "Do it, Trojan!" My wolf kept prodding me, he couldn't wait to mark our mate. But no, I can't do that... I looked at Nikita's worried eyes. I made up my mind. I’m going to say that… "It’s my sad announcement to tell everyone of you that I haven't found my mate yet." *** (Nikita) A few hours ago, the first sight I saw Alpha Trojan I was sure we were mates. But now, he announced that he had not found mate in front of me...
View MoreAku merasa harus menanggung beban Karma yang diwariskan oleh ibuku...
Namaku Salamah, dan saat ini usiaku 25 tahun. Aku sudah memiliki dua orang anak laki-laki, yang pertama berusia 3 tahun dan yang kedua 4,5 tahun. Sebagai anak tunggal, tentu saja aku menerima kasih sayang yang tak terbagi dari kedua orang tuaku. Namun, ada satu hal yang sangat menyakitkan hatiku: sampai detik ini, pernikahanku dengan suamiku belum juga mendapat restu dari orangtua suamiku. "Kenapa mereka masih belum bisa menerima aku?" tanyaku dalam hati. Apakah latar belakang keluarga kami yang sama-sama berasal dari keluarga berada jadi penyebabnya? Atau, mungkin, karena aku belum bisa memberikan mereka cucu perempuan? Pikiran itu terus mengusik benakku. Padahal kedua anak lelakiku ini adalah darah daging keluarga suamiku. Dalam hati aku berpikir, "Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan hati mereka? Aku sudah berusaha sekuat tenaga, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil." Kesedihan ini menghantui pikiranku setiap hari, bagai Karma yang kini harus aku tanggung sebagai akibat dari ketidakrestuan orang tua suamiku. Aku terus bertanya-tanya, apakah suatu saat nanti mereka akan luluh dan memberikan restu mereka? Saat itulah rasa sakit di hatiku mulai muncul kembali, saat melihat mantan tunanganku yang dulu pernah ada di hidupku. Aku melihat mereka lewat di depan rumahku, dia dan istrinya tampak begitu bahagia, becanda tawa bersama, seolah tak ada rasa bersalah pada dirinya. Sesak mendalam kurasakan saat dia melirikku dengan senyum puas, seakan ingin mengatakan bahwa dia sudah melupakan apa yang terjadi di masa lalu dan kini mengejek keadaanku saat ini. Bukankah dulu orang tuaku yang tidak menyetujuinya? Ya, mereka menilai dia bukan pilihan yang baik bagiku, karena dia berasal dari keluarga yang tidak mampu dan tidak bisa memenuhi tuntutan uang hantaran yang diinginkan oleh ayah dan ibu. Ironis memang, tapi saat Mas Surya melamarku, orang tuaku begitu gembira dan menerimanya meskipun sebenarnya melamarku bukan oleh orang tuanya. "Kenapa memangnya orang tuaku begitu cepat menerima Mas Surya?" Aku tak habis pikir, namun ibuku berkata bahwa nantinya setelah anak kami lahir, orang tua Mas Surya pasti akan menyayangi kami dan sikap mereka akan berubah. Namun, kenyataannya hampir lima tahun pernikahan kami, sikap orang tua Mas Surya terhadapku tak pernah berubah. Dingin, seolah tak pernah menganggapku sebagai menantu mereka. Aku merasa hatiku selalu dihantui perasaan sesak, menyesal, dan ingin mengungkapkan perasaan ini. Tapi aku tak mampu, kuatkan diri dengan mengusir kenangan pahit tersebut dan terus melangkah. Membangun kebahagiaan bersama Mas Surya, meski tak mudah melupakan mantan tunanganku yang kini bahagia di depan mataku. Aku segera berlari masuk ke dalam rumah, bayangan mantan tunanganku yang seakan mencibir kehidupanku kini tak bisa ku hindari. Aku tahu, kehidupanku yang tidak harmonis dengan keluarga Mas Surya sudah menjadi rahasia umum. Rasa penyesalan itu memang ada, sebagai manusia biasa bagaimana tidak, apalagi melihat kehidupannya yang kini lebih bahagia dari pada diriku. "Tidak apa-apa, aku yakin semua orang akan menemukan kebahagiaannya. Mungkin belum saat ini, tapi aku anggap saja ini sebagai ujian dari Tuhan," gumamku dalam hati, berusaha menguatkan diri sendiri. Meskipun air mata yang mengalir tak mampu menutupi perasaan yang ada di dalam hati. "Mama kenapa?" si sulung menghampiri ku, dengan tatapan polosnya yang sangat lucu. "Tidak apa-apa Nak, tadi mama kelilipan debu, ayo main sana," jawabku sambil berusaha menyembunyikan air mata yang masih tertahan di pelupuk mata. Buru-buru aku menghapus air mataku. Aku tidak ingin nanti suamiku Mas Surya tahu bahwa aku sedang sedih, itu akan menimbulkan masalah baru lagi nanti. Meski jujur saja, aku merasa kecewa dengan alur hidupku. Kadang aku bertanya, apa dosa yang sudah kuperbuat hingga ujian hidupku terasa tiada henti. Rasa sakit hatiku karena melihat mantan tunanganku pun belum usai, lalu tiba-tiba handphone suamiku berdering. "Lho, kok ini handphone dia ada di sini?" Gumamku. Biasanya, handphone itu tidak pernah terpisah dari tangannya. Aku mengambil handphone itu dan berencana mengantarkannya ke suamiku. Namun, setelah mencari-cari, rupanya dia tidak ada di rumah. Rasa penasaran pun mulai menggerogoti hatiku. Beberapa kali, notifikasi pesan muncul di layar, dengan nama 'Kang Bakso' yang tertera. "Kenapa Kang Bakso mengirim pesan?" Tanyaku dalam hati. Aku tak pernah merasa curiga selama ini dan sama sekali bukan tipe istri yang suka memeriksa handphone suami. Aku memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Namun, kali ini rasa penasaran membuatku iseng membuka pesan tersebut. "Maafkan aku, Tuhan. Maafkan aku, suamiku. Mungkin ini akan menjadi batu sandungan dalam kehidupan kita, tapi aku benar-benar tak bisa mengendalikan rasa ingin tahu ini," lirihku, merasa menyesal namun tetap penasaran. Betapa terkejutnya aku saat menemukan foto suamiku bersama perempuan yang tak asing bagiku. Dia adalah Nayla, adik kandung dari mantan tunanganku. Tidak ingin percaya, aku membaca seluruh percakapan mereka, dan benar saja, aku menemukan bukti perselingkuhan mereka. Rupanya mereka sudah menjalin hubungan selama tiga tahun yang lalu, saat anak pertamaku baru berusia dua tahun. Ini berarti suamiku sangat pintar menyembunyikan perselingkuhan ini, padahal Nayla selalu berada di depan mataku. "Sudah lama juga kita tidak bertemu, siapa yang menyangka akan begini? Apakah Mas Surya ingin aku terluka? Oh, kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi padaku?" keluhku dalam hati. Terdengar langkah kaki bergegas masuk ke dalam rumah, dan kuakui itu langkah kaki Mas Surya. Aku buru-buru meletakkan ponselnya ke tempat semula agar dia tidak curiga. "Sudah pulang Mas?" ucapku dengan lembut, berusaha keras agar ia tidak mengetahui bahwa aku telah menemukan rahasia tersembunyi mereka. "Sakitnya hati ini tidak tahu harus bagaimana lagi. Sungguh ingin aku berteriak, menangis, melampiaskan kemarahan, dan menuntaskan rasa sakit yang menyesakkan ini." Namun, aku harus tetap kuat demi anak-anakku dan menghadapi realita hidup ini. "Iya, ini ada uang belanja, nanti cukuplah ya untuk kamu beli beras sama anak-anak," ujar suamiku tiba-tiba. "Uang dari mana, Mas?" tanyaku dengan rasa heran dan ingin tahu. Aku berusaha keras untuk menahan rasa gugup yang kian mendalam, bahkan keringat dingin pun mulai mengalir di dahiku. "Aku tadi bantu Bapak di toko, kebetulan toko lagi rame," jawabnya. Ketika aku mendengar itu, rasa penasaran mulai menyelimuti pikiranku. "Apakah dia benar-benar hanya membantu Bapak di toko, atau ada hal lain yang tersembunyi? Tidak mungkin toko tiba-tiba ramai tanpa alasan yang jelas. Apakah ini hanya alasan untuk menutupi sesuatu yang selama ini dia sembunyikan dariku?. Kuberanikan diri untuk menenangkan perasaan yang kian resah, berusaha untuk lebih percaya pada suamiku. Namun, tetap saja aku takut, bahwa sesuatu dia sembunyikan selama ini, sudah aku ketahui Namun, daripada terus mencemaskannya, lebih baik aku menenangkan diri dulu dan berpikir untuk mencari kebenarannya. aku memutuskan untuk fokus pada kebutuhan anak-anak dan menerima uang ini dahulu.(Nikita's P.O.V.)This must be one of the most expensive celebrations that I have ever had. Trojan thought that it would be such a nice idea to rent the whole island just for our family. We're not even close to fifty. He's so silly.Trojan and I are about to get married for the second time. I am very excited. It's not the first time, but it will always feel so exciting just like the first time. Manuel grew up quickly. My belly is also quite big now. Everyone started noticing our second baby. They're guessing what gender would it be.Personally, I want a girl. However, Trojan wants another boy. I really think that it would be chaos if all our children are boys. Imagine a household run by boys. I should call it just a household only because boys don't do household chores.I would love someone who i can play with. Someone who can wear clothes that don't fit me anymore. Yes, I am talking about a daughter.The place is very nice. Nature must be one of the most beautiful creations in the wo
(Nikita's P.O.V.)At the end of the day. We won against Clara, and her evil acts. They later found the Pack Healer. It turns out that just like me, he was also trapped in a bottle i couldn't come out. It is all thanks to Ron's equipment. It is an invention made to track dark power creations. As it turns out, the dark power is limitless. The Snow Moon pack promise that they are going to conduct a deeper study about the dark power and its black magic.About Ron, he finally came back. I heard that he tried to live in the human world for some time. He had a vacation by the beach where he stayed there for almost two months.Ruby found a boyfriend in the human world. What a coincidence because that guy was Justin—Trojan's human friend. Looks like Ruby's party animal personality resulted in something good anyway.I can still remember when she told me that all the guys that she likes always die. She said that she found a way to escape that curse. Apparently, that curse is only applicable to w
(Trojan's P.O.V.)I noticed how Nikita is walking very slowly. It's almost like her legs were stiff. I am thinking whether I should carry her, or not. But knowing Nikita, she never likes being treated like that. But I also don't want to see her struggling to walk."Are you okay? Do you want me to carry you?" I asked. Nikita looked at me with her big round eyes."Yes."Ohh.... Well, I guess, she's really having a hard time walking by herself. I decided to pick her up using both of my arms. She wrapped her hands around my neck, pulling herself closer to my face. I stared at her, while smiling sweetly. I don't know if it's because of the attack, but I just found her sweeter than usual. She let me carry her. She's pulling herself closer to me, which she doesn't do all the time. What is going on?"Do you want to go straight to our son?" I asked.She tilted her head like a doll. I looked at her confusedly."Yes."She's giving me brief replies."Well... How about I just take you to the bath
(Nikita's P.O.V.)Her face looks older. Her straight long hair has gotten shorter. She looked so different from her previous self. I don't know what happened to her, but I'm sure that she's been through pretty rough stuff."Why are you here? And what happened to you?" I asked confusedly. I prepared myself for her attacks. We thought that she's dead already. She hasn't shown herself for a long time. And now she's coming back looking thirty years older than before. "Trojan will know about this. I'm giving you the chance to run away. He's not going to let you live."I felt chills running down my spine when I heard her terrible laugh. She's laughing like a fucking witch."Wahahahahah! You smelled the same. You smelled like the weak. Wahahaha! Do you want to know what happened to me? Do you really?" she playfully asked. I looked at her confusedly. How do I tell her that the only reason I am curious is because she looked like she didn't bath for years."Just get out of here."I was about to












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews