MasukCyrus wondered if there was anything in this glittering and hectic world that could truly make his heart feel at ease. He put on the mask of a gifted individual who was admired by others. But buried underneath that veneer lies a yearning for genuine love. Cyrus realized that all he had sought for a long time was simply encased in a lovely youngster when Claude appeared in his monochromatic universe. Claude Hemsworth was the name of that young man. They experienced misunderstandings, quarrels, and even times when they couldn't be together. Will Claude and Cyrus be able to endure the challenges of fate, hold hands, and walk toward their desired destination in the end?
Lihat lebih banyak"Mas aku melihat istrimu tadi jalan berdua dengan adik lelakimu ke hotel!" Leo kini menatap ke arah istrinya dengan pandangan dipenuhi pertanyaan dan juga amarah.
Mirna yang baru saja datang membenarkan tuduhan Keisya bak petir yang menyambar hati Zahwa."Benar apa yang dikatakan oleh Keisya itu Leo!" tuduh Mama tiri Leo"Apa maksud kalian?" tanya Leo dengan lantang"Istrimu selingkuh dengan Reza!" sahut Mama tiri LeoLeo menatap tajam ke arah istrinya itu, seakan darah yang berada dalam tubuhnya mulai naik. Tanpa sadar dirinya mulai naik pitam"Bohong!" Zahwa mendelik ke arah Mirna mama tiri Leo yang dengan lantang menuduh dirinya selingkuh dengan Reza"Aku tidak pernah selingkuh dengan Reza!" Zahwa menggeleng lebih keras, tak terasa air matanya mulai keluar, dia tidak menyangka jika pernikahan yang masih seumur jagung harus tertimpa ujian besar."Mas, dia sudah berbohong. Apa yang dikatakan oleh Mama dan juga Keisya adalah fitnah Mas!" Zahwa memegang erat tangan Leo dengan air mata yang berlinang .Tangisan Zahwa meledak tak ada seorang pun disitu yang membelanya, Zahwa sangat berharap jika suaminya itu percaya padanya dan membelanya didepan kedua orang yang memfitnahnya."Mas kamu percaya sama Keisya? Bukankah dari dulu dia memang tidak menyukai hubungan kita? Ingat Mas, dari dulu dia suka sama kamu Mas! dan aku yakin dia masih menaruh hati yang jahat untuk kebahagiaan kita!" Zahwa terus mengguncang tubuh suaminya yang terlihat sangat shock dengan apa yang didengar dari tuduhan Mamanya dan juga Keisya."Mas aku mohon, jangan dengarkan apa kata mereka! Mereka hanya ingin rumah tangga kita hancur!" ucap Zahwa lagiZahwa tersimpuh di kaki suaminya namun lelaki itu masih tak peduli dengan permohonannya."Diam semua!" teriak Leo dengan nada tinggi"Mama dan juga Keisya tolong dengar baik-baik! jika memang benar kalian melihat Zahwa selingkuh dengan Reza mana buktinya?" ucapnya lagi.Dalam hati Leo dia sangat berharap Mama tirinya dan juga Keisya tidak ada bukti atas perselingkuhan Zahwa bersama Reza"Oke, Mama akan memperlihatkan bukti kalau Zahwa dan juga Reza selingkuh!" Mirna segera mengambil ponselnya dan memperhatikan gambar Zahwa dan juga Reza berada di hotel berdua."Ini Mama punya bukti!" menyodorkan handphonenya didepan Leo dan Zahwa"Kamu masih mau mengelak Zahwa!" melotot kearah Zahwa.Pria itu sulit menerima kenyataan kalau istri yang sangat dia cintai itu bisa-bisanya berdua dengan adik laki-lakinya dihotel. Perasaan galau, ragu, murka, sedih, kecewa dan entah seribu perasaan apalagi yang berkecamuk di dada Leo. Begitu jelas Leo shock berat."Cukup!" lantang ZahwaSembab dari kedua bola matanya semakin mendalam. Zahwa berdiri dari simpuhannya, tubuhnya mulai bergetar tanpa disadari amarahnya mulai memuncak."Semua itu fitnah! semua tidak seperti apa yang kalian tuduhkan kepadaku!" teriak Zahwa"Apa fitnah katamu? lalu apa yang kau lakukan dengan Reza dikamar hotel itu?" Mama tiri Leo tetap menyudutkan Zahwa"Aku cuma dijebak sama Reza!" tegasnya lagi.PlakPlakMama tiri Leo menampar keras Zahwa karena tak terima anak semata wayangnya dituduh menyebak Zahwa. Leo hanya terdiam melihat mereka yang semakin memanas."Apa katamu? Reza jebak kamu?" mata mertua itu mendelik ke mata Zahwa"Kamu yang menggoda Reza Zahwa!" ucap keras didepan Zahwa sambil menunjuk-nunjuknyaZahwa meraba pipinya dengan kedua tangannya. Bekas tamparan mertuanya terasa panas dan pedih. Namun Zahwa tak bisa melawan dan hanya terdiam."Aduh kasian sakit ya?" Keisya nyengir jahat karena senang melihat Zahwa yang ditampar oleh mertuanya."Halah, makanya jadi perempuan jangan sok suci, kalau ujung-ujungnya selingkuh juga!" ucap keisya menambah ketegangan suasana dirumah itu.Tanpa memperdulikan mereka lagi Zahwa pergi dari hadapan mereka, namun Leo masih mematung disana tak menyangka jika istri yang dia cintai mengkhianatinya.Zahwa memutuskan untuk pergi ke balkon kamar untuk menenangkan diri, hanya terdengar desiran angin yang terus berhembus."Ya tuhan, kenapa jadi begini? harusnya aku dan Mas Leo masih menikmati bahagianya pernikahan," Zahwa menangis sesenggukan dan menutupi kedua matanya dengan tangannya.Detak jam dinding terdengar nyaring.Tak terasa malam semakin larut, namun mata Leo tidak mau juga terpejam. Pikirannya melayang pada istrinya."Ya tuhan aku tidak pernah menyangka Zahwa melakukan semua ini padaku"."Arrrggghh" pikiran Leo semakin kacauAngin diluar berhembus kencang membuat tubuh Zahwa menggigil, terpanggil dalam inginannya untuk masuk kedalam kamar untuk meringankan rasa dingin pada tubuhnya.KrekKrekZahwa mencoba membuka pintu perlahan, Mata sipit milik Leo terhipnotis untuk melihat kearah pintu, siapa sangka jika yang berada di dekat pintu itu adalah Zahwa."Zahwa?" Leo mulai bangun dari tempat tidurnya.Lelaki berwajah oriental itu tidak ingin jika wanita itu harus seranjang bersamanya karena rasa kecewa masih berkecamuk dalam hatinya."Zahwa kamu keluar!" usir LeoWanita itu mulai bergetar lagi tubuhnya, rasanya sakit karena tersentak dan diusir oleh laki-laki yang sangat ia cintai."Mas aku ini istrimu?" tuturnya dengan gemetarZahwa masih berdiam mematung di pintu dengan memelas kepada suaminya itu."Apa katamu istri? Aku tidak sudi punya istri yang selingkuh dengan adikku sendiri!" teriak Leo dengan amarah kepada wanita yang masih berada dipintu kamarnya.Kaki Zahwa melangkah kearah Leo, Zahwa tersungkur di depan tubuh Leo yang masih tegak didepannya."Mas aku mohon, percayalah padaku! aku tidak pernah selingkuh dengan Reza!" mencoba untuk menjelaskan lagiLelaki itu masih bersikeras untuk tidak menerima permohonan istri tercintanya."Bagaimana aku bisa percaya sama kamu lagi Zahwa? kamu wanita penghianat!" tandasnya."Keluar kamu Zahwa! Keluar!" bentak LeoLeo menarik tubuh Zahwa dan mendorongnya untuk keluar dari kamarnya."Mas tolong jangan usir aku," Zahwa terus merengek tak mau kalau dirinya diusir dari kamar Leo.BrakkSuara pintu itu begitu keras setelah Leo berhasil mengeluarkan Zahwa dari kamarnya,Tubuh Zahwa terasa sakit setelah dipaksa keluar dari kamarnya, warna ungu lebam sangat tampak di siku tangannya."Aishh sakit! tega kamu Mas!" tuturnyaTanpa pamit lagi, Zahwa berlari keluar dari rumah Leo, Ia tak peduli walau larut malam berselimut gelap gulita."Tak ada gunanya aku disini, semua orang menuduhku selingkuh dengan Reza! Mas Leo pun tak mau mendengarkan penjelasanku! tak ada satu orang pun yang membela aku disini!" gumamnya pecah tangis Zahwa jika mengingat tuduhan perselingkuhan itu."Dengarkan saja mereka Mas! dan lihatlah nanti! dalih siapa yang berbohong!""How much do you know about Rei Kawakubo?" "Asymmetrical design, polka dots, black and white, unique — many layers of personality." Cyrus smiled, "It's not that complicated; it's just that the designer watches a lot of horror movies." So Claude also relaxed, smiled, and said, "Or... can I ask Jason to help me find a set of Rei Kawakubo at the company to try?" Cyrus said no more, ordering another espresso. His long fingers curled up the newspaper, saying, "Then go to your office and see if there's a suit that suits you." He lowered his head, "Actually, my company cancelled my audition and changed it to Simon, but Jason deliberately pretended not to contact me..." He didn't want to look defeated in front of this person, yet again and again, Cyrus witnessed all of his most embarrassing situations. He put his hands in his pockets and smiled lightly, "Today's casting, I also have the right to nominate a ticket." Claude is blind and hazy. He knew that there was no longer just one age
At the door of the company, his heart was still pounding like a drum, just like when he received the casting news.Claude stood at the door, trying to calm down for a moment before opening the other glass door.At that moment, the door was opened from the other end to a surprise of Simon had not seen for a long time.Simon wore H & M's latest summer clothes this year: a white shirt with two patterned front flaps and tight-fitting black shorts.The outfit is both fashionable and comfortable with a delicate and handsome look; it really makes people's hearts flutter like the rose boy in Oscar Wilde's work.The corner of Simon's lips curled slightly, "H & M's casting? "Never mind, I got the message."Claude was taken aback, and replied calmly, "Need to go or not, Jason will inform me."Simon sneered, slowly walking down the stairs. When he passed him, he said, "You think you can always get lucky?" I haven't enjoyed it. How can it be your turn? " Then, the boy put on Gucci sunglasses and s
Claude tried to tie his shoes, then quickly left. Stepping out of the house, enjoying the smell of the wind, he realised that his face was red and his heart was pounding. The feeling when Cyrus' soft lips were still on her skin was truly unforgettable. He shook his head, straining his eyes to find a car to catch. Claude also has to spend several hundred dongs in a taxi, even though his salary is now quite good, but he still regrets the money. The security guard heard him say he wanted to take the bus and gave him a strange look before pointing to the west and saying, "It seems there is a station there. Sorry, we don't go where we are going." The bus is over. " He was a little embarrassed, but then politely replied, "Thank you." He followed the direction the guard pointed, but he didn't know that he had to walk a long distance to find the station. He studied the timetable for a while to find out. He can only go to the subway station. He will have to catch another bus to return. The
The MV advertisement was quickly put on the market. Claude certainly created a small wave; countless people visited the character in a black and white shirt who played The various forums that specialise in gossip about the stars were also flooded with topics about Claude's visuals, most of which were full of praise. The current evil spirit characters are very flamboyant, whereas the evil energy on Claude's body is hidden beneath strength and elegance. This fever has not passed. Also during this time, Vogue published photos taken by Nicon, making Claude's Ouja role hotter than ever. Vogue specially printed this photo into a folding poster, titled Ouja. Elain suddenly became a supporting role in the work. With a bright star-like Elain in the background, Claude couldn't help but waste a bit of time. Jason was surprised and equally startled. He received countless casting offers for Claude, so he patted him on the shoulder, complimenting, "Who knew you were this good at acting?" The s
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.