The Outcast Luna

The Outcast Luna

last updateLast Updated : 2025-11-18
By:  Favour AdaezeOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
20Chapters
2.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

'To be hated was my birthright, or so they thought.' Sunshine Thorne, a servant in the Blackwood Manor, discovers a shocking truth: she is the destined mate of Alpha Xander. But their bond is tested when Xander rejects her, succumbing to the pressures of his pack who despise her and the machinations of his power-hungry sister who hates her existence. Cast out and alone, Sunshine is forced into a life she never imagined. Just when she loses all hope, a twist of fate brings her back into Xander's orbit. As their paths intertwine once more, the storm intensifies and she becomes the target. Sunshine and Xander must confront their pasts and fight their enemies, who threaten to tear them apart and plunge the Blackwood Pack into chaos. Read "The Outcast Luna" to discover a tale of love, betrayal, fate, and the enduring power of destiny.

View More

Chapter 1

Chapter 1 - Sunshine

“Lucu, ya. Dulu kau yang menghilang, sekarang malah jadi saudara tiriku.”

Senyum samar di wajah pria itu seperti sedang menggodanya. Dengan tenang ia menyandarkan bahu di kusen pintu. Namun tatapan itu membuat udara di antara mereka terasa menipis.

Chloe terhenti. Jemarinya yang masih menggenggam erat koper terasa kaku. Ia menatap pria di seberangnya yang kini tampak lebih dewasa dari ingatannya.

Rambut hitamnya sedikit panjang, jatuh berantakan. Ada tindik kecil di telinga kirinya. Senyumnya yang dulu manis kini tampak makin berbahaya.

Tiga tahun ia pergi dengan harapan bisa melupakannya, tapi takdir justru menyambut dengan mimpi buruk. Ibunya menikah dengan ayah dari pria yang ia ingin hapuskan dari dunia.

Dua bulan lalu ketika ibunya meminta restu, Chloe menjawab santai, “Ibu bebas menikah dengan siapa saja, asal ibu bahagia.” Namun siapa sangka, ‘siapa saja’ itu berarti ayah dari mantannya sendiri.

“Dante ….” Bibir Chloe bergetar. Suaranya nyaris tak terdengar.

“Masih ingat namaku? Kupikir kau sudah melupakannya,” ucap Dante.

Perlahan ia melangkah mendekat. Tatapannya tenang, tapi Chloe bisa merasakan tatapan itu menelusuri setiap geraknya. Seolah waktu tak menghapus apapun di antara mereka.

“Jadi … ibuku sekarang istri ayahmu?” tanya Chloe dengan nada kaku.

Dante tersenyum kecil. “Benar. Kau dan aku tinggal satu atap sekarang. Takdir memang lucu, ya. Oh, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu kakak, kalau kau mau.”

“Jangan pernah memanggilku seperti itu,” balas Chloe cepat.

Dante terdiam sejenak, lalu senyum tipis terlukis di sudut bibirnya. Ia mencondongkan tubuh sedikit, cukup dekat untuk membuat napas Chloe tercekat di tenggorokan.

“Lalu … apa kau lebih suka aku memanggilmu seperti dulu?”

Tatapan mereka bertaut sebentar, tapi waktu terasa berhenti di sana. Chloe tidak menjawab, hanya mundur setengah langkah.

“Chloe, ayo kita masuk—”

Sarah—ibu Chloe—berdiri di sana dengan wajah penuh senyum, tapi ekspresinya membeku begitu melihat putrinya dan Dante berdiri terlalu dekat. Keheningan singkat menelan ruangan.

Chloe sontak menyingkir. Wajahnya pucat menahan emosi. Sementara pria yang mengenakan kaos hitam itu melangkah mundur sambil menyelipkan senyum tipis seolah tidak terjadi apa-apa.

“I-ibu, aku baru saja mau masuk kamar,” ujar Chloe berusaha terdengar tenang.

Sarah mengerjap menatap keduanya bergantian, mencoba membaca situasi.

“Oh begitu ... . Baguslah kalian sudah bertemu. Setidaknya tidak perlu perkenalan canggung lagi.”

Sarah berdeham kecil, mencoba menghapus keretakan di wajahnya. Senyum hangatnya kembali dipaksakan, meski tidak sepenuhnya berhasil.

“Ayo, sayang. Ibu sudah siapkan kamar untukmu. Kau pasti lelah setelah perjalanan jauh.”

Dengan langkah kaku, Chloe berjalan menjauhi pria itu. Setiap ayunan langkah terasa berat, seakan lantai rumah itu menjelma lumpur yang menenggelamkan.

Sarah berjalan di sampingnya, sesekali mengulas senyum rindu. Namun Chloe nyaris tak bisa membalas. Kepalanya masih dipenuhi bayangan wajah mantan kekasihnya.

Begitu pintu kamar terbuka, aroma harum lavender menyambut. Sprei putih bersih, meja kecil dengan vas bunga segar, bahkan foto masa kecil Chloe yang entah bagaimana bisa ada di sana. Sarah menyiapkan semuanya dengan teliti dan cinta yang selalu ia rindukan.

“Hanya ini yang bisa Ibu lakukan. Semoga kau merasa betah di rumah ini,” ucap Sarah lembut.

Chloe tersenyum tipis, berusaha menghargai. “Terima kasih, Bu. Kamar ini indah sekali.”

Sarah menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca. Tangannya terulur, menyentuh pipi Chloe seolah takut kehilangan lagi.

“Akhirnya kita bisa bersama lagi. Ibu janji kali ini berbeda. Tidak ada lagi yang akan memisahkan kita.”

Kata-kata itu menusuk dada Chloe. Rasa bersalahnya kembali muncul karena tiga tahun penuh dia tak pulang untuk menemui sang ibu.

“Apa ibu bahagia dengan pernikahan baru ibu?”

Sarah menatap Chloe penuh kasih. “Ibu tahu ini mendadak untukmu. Tapi percayalah, Richard orang yang sangat baik. Ibu bahagia dengannya. Dan ibu harap kau juga, Chloe.”

“Tapi kenapa harus Ayah Dante, bu?”

Sarah mengerutkan kening. “Memangnya kenapa? Apa kau tidak menyukai Richard, Sayang?”

“Bukan Paman Richard-nya, tapi ... .”

“Kau tidak pernah mengangkat telepon dari ibu. Pesan dari ibu juga pasti tidak pernah kau baca.”

“A-aku—”

Suara tercekat di tenggorokannya. Ia ingin bercerita. Tapi bibirnya seakan terkunci. Hanya ada senyum hambar yang dipaksakan.

“Maaf, bu.”

Sarah menarik napas panjang, lalu tersenyum lembut. “Tidak apa. Kau pasti lapar. Ibu akan turun menyiapkan makan malam. Beristirahatlah sebentar, sayang.”

Chloe hanya mengangguk. Saat ibunya melangkah pergi, ia sempat menoleh sekali lagi. Dan tepat sebelum pintu tertutup, matanya menangkap bayangan Dante berdiri di ujung lorong.

Ia tidak bergerak. Hanya berdiri, menatap lurus ke arahnya dengan sorot yang sulit diterjemahkan.

Chloe buru-buru menutup pintu, punggungnya menempel pada kayu dingin itu. Dadanya naik-turun cepat, keringat dingin membasahi pelipis.

Tidak peduli seberapa manis kamar ini disiapkan, rumah ini bukan rumah. Bagi Chloe tempat ini kini lebih mirip penjara.

Karena di balik setiap pintu, ada Dante.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Mc Xav
Mc Xav
I've been waiting to read a book as wonderful as this.
2025-10-27 20:16:10
2
1
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status