Share

BAB 8

Author: Susi_miu
last update publish date: 2026-06-12 10:54:59

“Bukankah sudah kukatakan kepadamu untuk tidak mencampuri urusanku?”

Tubuh Svanna terseret jatuh nyaris menghantam kaki ranjang. Dia tidak begitu siap menghadapi kemarahan Nightroe yang cukup tenang, tetapi juga begitu berbahaya. Mengerti ini akan terjadi. Mereka akhirnya kembali di suatu tempat, kamar di mana semua terasa seperti neraka.

Betapa mata sapphire—biru yang teramat pekat, meninggalkan jejak menakutkan. Tubuh Svanna perlu beringsut beberapa langkah ke belakang ketika der
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Ruthless Mafia   BAB 8

    “Bukankah sudah kukatakan kepadamu untuk tidak mencampuri urusanku?” Tubuh Svanna terseret jatuh nyaris menghantam kaki ranjang. Dia tidak begitu siap menghadapi kemarahan Nightroe yang cukup tenang, tetapi juga begitu berbahaya. Mengerti ini akan terjadi. Mereka akhirnya kembali di suatu tempat, kamar di mana semua terasa seperti neraka. Betapa mata sapphire—biru yang teramat pekat, meninggalkan jejak menakutkan. Tubuh Svanna perlu beringsut beberapa langkah ke belakang ketika derap penuh ancaman berbahaya mendekat. Nightroe sungguh tidak main – main tentang sebuah penyesalan yang menyergap ke dalam dirinya. Dia ketakutan. Pria itu bahkan tidak menaruh antisipasi pada luka mengganga di bagian lengan. Darah telah merembes deras. Namun, bagi Nightroe ... bagian terpenting saat ini adalah mengingatkan supaya dia memikirkan kembali larangan dari pria itu. Tidak ada yang salah seharusnya. Svanna tidak benar – benar melarang aturan. Dia hanya melakukan sesuatu yang

  • The Ruthless Mafia   BAB 7

    “Kau ditugaskan untuk mengobatiku?” Nyaris tidak ada kata lain yang bisa Svanna ucapkan. Dia sendiri terlalu bingung terhadap sikap Nightroe. Kebencian di mata pria itu adalah darah segar, tetapi mengapa dialiri perhatian tiba – tiba, seakan meninggalkan sebuah harapan besar? Sungguh. Svanna baik – baik saja terhadap luka kecil di bagian lutut. Ini bukan apa – apa. Dia pernah mengalami yang lebih parah dari yang pernah Nightroe bayangkan, dan itu tetap membuatnya tidak menyerah. Svanna tidak tahu ke mana Nightroe pergi sekarang. Suasana di kamar begitu hening sebelum akhirnya seorang pelayan datang dan memberitahukan sesuatu yang terasa mengejutkan. “Aku bisa melakukan semuanya sendiri. Terima kasih,” ucap Svanna lembut sembari mengambil alih botol pembersih luka. Ada ketidakmengertian yang membuat dia bertanya – tanya, mengapa bukan Elisabeth yang datang membawa perkakas obat? Mengapa harus wanita berbeda, yang terlihat lebih muda? Ke mana Elisabeth pe

  • The Ruthless Mafia   Membantahnya

    Tempat seindah ini, Svanna makin mengerti tujuan Nightroe melarangnya berkeliaran bebas. Pria itu tidak ingin dia menikmati segala sesuatu yang benar – benar menenangkan. Rerumputan hijau membasah di pagi hari, lalu di seberang sana—hanya sekian jengkal jarak dari taman belakang mansion, merupakan hampran Laut Mediterania dan gulungan ombak yang tampak bergerak sempurna. Svanna tahu bahwa dia mungkin akan memancing kemarahan Nightroe ketika memutuskan agar tidak bersikap patuh. Diam – diam melakukan pelarian diri dari kamar adalah tindakan yang melanggar aturan. Elisabeth tampak begitu khawatir saat mendapatinya keluar kamar, tetapi dia memastikan wanita paruh baya itu tidak akan terlibat apa pun. Rasanya, ada keinginan untuk melangkah lebih jauh di sana, tetapi Svanna tidak bisa terlalu melampaui batas. Dia tidak tahu kapan Nightroe akan pulang. Berharap tidak secepatnya, maka dia bisa kembali ke kamar dengan tenang setelah benar – benar merasa puas. “Kudengar Nightroe tidak mengi

  • The Ruthless Mafia   Svanna Johannson

    Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang begitu kosong. Tidak ada Nightroe di sana, dan selimut itu ... sekarang sudah rapi membentang di permukaan kasur. Seseorang jelas melangkah masuk dan menyelesaikan sisa kekacauan semalam. Mungkinkah Nightroe? Svanna segera menghela napas memikirkan hal tersebut adalah bagian paling mustahil. Pria yang membencinya tidak akan pernah menaruh sedikit perhatian. Sudah begitu banyak rasa sakit dan dia tak berharap akan ada saat – saat di mana kebiasaan Nightroe terhadap kebutuhan mencekik lehernya akan kembali terulang. Ini hari pertama setelah menjadi istri dari pria kejam itu. Nightroe Da Sullivan. Tuan Sullivan kedua, Don Nightroe, yang akan meneruskan kepemimpinan ayahnya berdasarkan atur

  • The Ruthless Mafia   Aturannya

    Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara melepaskan seseorang yang bahkan belum melakukan apa pun sebagai bentuk kesalahan. “Apa yang kau mau, Nightroe?” Svanna bisa mendengar sendiri betapa suaranya diliputi nada getar tertahan. Kekhawatiran dalam dirinya berusaha mendesak agar dia melakukan perlawanan diri. Namun, Nightroe selalu memiliki cara untuk membuat situasi terasa sangat menyakitkan. Kemarahan di mata pria itu meninggalkan banyak hal tak terduga yang tak dapat dia gambarkan di antara mereka. Dalam sekejap saja cengkeraman di rahangnya turun menjelma seperti sebuah cekikan mengerikan. Sisa peristiwa kemarin pagi rasanya masih bergenangan di benak Svanna; bagaimana Nightroe membuat dia hampir kehilangan napas, tetapi ka

  • The Ruthless Mafia   Setelah Pernikahan

    Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan keputusan yang tidak baik – baik saja. Setelah sumpah pernikahan, pria itu bahkan tidak bersedia memberikan sentuhan tambahan atas arahan pastor, selain terlalu kasar menyematkan cincin di jari manisnya, lalu tubuh jangkung itu pergi begitu saja. Pergi seolah tidak pernah ada hari di mana hubungan murni telah mengikat mereka. Svanna tidak akan menyalahkan Nightroe atas situasi seperti ini. Dia yang salah tidak mempertimbangkan kembali ancaman pria itu. Bukankah jauh lebih adil membayangkan neraka seperti apa yang akan Nightroe tawarkan? Daripada memikirkan di mana keberadaan suaminya saat ini. Suami .... Sudut bibir Svanna berkedut getir membayangkan satu prospek tersebut. Menyedihkan. D

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status