Share

Kejam

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-03-04 08:41:12

“Kau pikir aku melindungi-mu?”

Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.

Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi menggelegar. Semuanya. Tidak akan pernah berakhir seperti sesuatu yang sedang terbayangkan. Svanna seharusnya mengerti bahwa seseorang dengan kebencian membara hebat, tak akan sedikitpun menaruh hati terhadap kondisi apa pun.

Urat – urat tangan Nightroe mencuak ke permukaan ketika cengkeraman pria itu turun ke lehernya, lalu menyempit kuat, sekejap saja membuat rasa sakit menyerbu ke seluruh saraf Svanna. Dia berulang kali mengerjap. Secara naluriah membuka bibir supaya bisa menghirup sisa udara yang tertahan di ujung tenggorokan.

“Nightroe—“

Pandangan Svanna memburam. Sesak makin mengambil tempat, menuntut sesuatu dalam dirinya agar melakukan paling tidak satu hal ....

Dia membiarkan sentuhan tangan turut mengetat di pergelangan Nightroe dan lewat reaksi murni menancapkan kuku – kuku tajam, panjang, di sana.

“Lepaskan aku, Nigthroe—“

Namun, pelbagai usaha untuk tetap hidup terasa begitu sia – sia. Nightroe malah berujung kalap, alih – alih memahami bahwa ini akan menjadi kematian yang instan bagi Svanna—kemudian akhir dari kebencian di antara mereka terkubur menjadi satu bersama tanah.

Sungguh. Svanna tak ingin menangis di hadapan pria kejam seperti Nightroe, tetapi sudut air di matanya menetes tanpa memberi petunjuk. Hal tersebut barangkali membuat Nightroe merasa sangat puas.

Geraman pria itu terdengar sayup dan tiba – tiba semburan udara menyergap masuk di rongga dada Svanna. Dia masih berusaha memahami situasi tak terduga setelah terjerembab jatuh di atas lantai kamar. Segera menengadah ketakutan—sedikit tak menyangka akan mendapati Nightroe melakukan tindakan seperti mengusapkan ujung tangan pada kain di tubuh sendiri, seolah sedang berusaha menyingkirkan sesuatu yang merekat di pergelangan pria itu.

Air matanya menetes?

Svanna bertanya – tanya, berharap tidak. Sayangnya, dia tak bisa melakukan banyak upaya. Mata sapphire gelap Nightroe menatap sangat tajam, tetapi pria kejam tersebut tidak mengatakan apa pun. Hanya langkah yang dibawa mundur ke belakang dan derap tegas itu perlahan menghilang dari peradaban.

Svanna terdiam memikirkan saat – saat di mana—nanti—hidupanya akan berakhir sangat kacau. Mungkin ancaman Nightroe benar. Dia tak boleh menyetujui gagasan tidak masuk akal yang akan menyatukan mereka. Semua justru akan berakhir buruk. Pria itu baru saja menunjukkan bagaimana suasana neraka ketika prospek pernikahan terjadi. Tidak ada keberanian untuk mengambil risiko besar demikian. Lebih adil jika dia tidak berani, sekali saja, memikirkan Nightroe akan menjadi miliknya.

Suara ponsel bergetar segera menarik Svanna ke permukaan. Dia mengerjap. Merasa telah terpaku terlalu jauh, kemudian langsung bergegas merenggut benda pipih tersebut secara terburu. Panggilan dari seseorang di seberang sana membuat dia sangat takut membayangkan hal buruk.

“Ya, Amira. Ada apa?”

Suster rumah sakit, sekaligus kenalan lama yang bertugas memberi perawatan intensif kepada ayahnya. Svanna berharap ini adalah berita bagus, meski menyadari petunjuk akan terlalu samar saat napas Amira terdengar menggebu hebat.

[Ayahmu, Anna. Datanglah ke rumah sakit.]

Itu semacam reruntuhan hebat di puncak kepalanya. Svanna merasa belum benar – benar siap. Kekacauan di sini. Sikap Nightroe yang tak termaafkan. Kemudian ayahnya ....

Dia mengusap wajah kasar dan segera beranjak bangun. Bagaimanapun, harus segera memastikan bahwa semua tidak terdengar seburuk kekacauan di sana.

Perjalanan ke rumah sakit tidak membutuhkan waktu lama. Svanna segera turun dari taksi setelah menyerahkan bayaran. Setiap langkahnya begitu memburu melewati lorong yang terasa sangat menyakitkan.

Masih teringat kali pertama dia menginjakkan kaki di sini dan semua seperti membawa harapannya terhanyut arus yang deras. Menakutkan. Penuh dengan ancaman.

Mendadak langkah Svanna merambat. Ruang rawat ayahnya sudah begitu dekat, tetapi pemandangan tidak biasa di sana, membuat separuh kemampuan berpikir mendadak tidak terselamatkan. Dia berusaha mencari cara agar tidak terpaku diam.

Apa yang dilakukan Russol Sullivan bersama dengan beberapa bawahan pria paruh baya pria itu depan pintu yang menutup rapat?

Svanna ragu, tetapi dia tak memiliki pilihan untuk tetap mendekat. Antisipasi di belakang bahu segera meningkat membayangkan kemungkinan mengerikan. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada ayahnya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” dan bertanya sarat nada waspada hingga Russol Sullivan menoleh secara naluriah. Porsi wajah tegas yang khas masih memperlihatkan betapa pria paruh baya itu masih terlihat tampan di usia matang. Nightroe benar – benar mewarisi nyaris seluruh DNA ayahnya, mafia paling berkuasa di wilayah Selatan. Mungkin juga berikut dengan pria itu menduplikasikan sisi gelap, sehingga tidak heran Nightroe bisa bersikap sangat kejam.

“Kondisi ayahmu sudah begitu kritis. Dokter mengatakan tindakan operasi akan sangat dibutuhkan. Mereka masih menunggu persetujuanmu dan ....”

Uang ....

Svanna meneruskan di puncak kepalanya, tetapi kebutuhan memotong suara Russol Sullivan terjadi begitu murni dengan dia menerobos di antara tubuh para pengawai pria paruh baya itu.

Tidak ada komentar apa – apa. Svanna yakin ini hanya bagian dari tingkat kesabaran Russol Sullivan. Karena jika tidak, sikap lancangnya mungkin akan dihadiahi suara tembakan yang menjemput kematian.

Di dalam sana, di balik kaca tembus pandang, segala bentuk tindakan terlihat sedang diusahan dengan serius. Svanna tak bisa membayangkan betapa remuk jantungnya melihat pria yang begitu dia cintai, sedang menghadapi masa – masa terburuk. Antara hidup dan mati. Dia tak bisa menghadapi rasa kehilangan yang begitu sakit.

Melakukan operasi.

Hanya itu cara terbaik untuk menyelamatkan ayahnya, yang berarti Svanna akan membutuhkan banyak uang. Dia tidak bisa mengusahakan apa pun saat ini, kecuali ....

Pilihan paling dekat, tetapi juga merupakan bagian yang begitu menyakitkan. Svanna akhirnya mengatur posisi menghadap Russol Sullivan. Dia gugup. Ironi, desakan untuk memperlihatkan sikap berani adalah hal terakhir yang bisa dia pikirkan.

“Apakah tawaran pernikahan itu masih tersedia?” tanyanya lambat. Lupakan tentang keengganan Nightroe pada saat – saat seperti ini. Bukankah setelah menikah, mereka masih bisa bercerai? Paling tidak, itu bisa dikompromi nanti.

“Tentu saja, Miss Johannson. Dobre sudah membawakan surat perjanjian jika kau memang setuju.”

Svanna menelan ludah kasar ketika salah satu pengawal Russol Sullivan menyerahkan sebuah map berwarna gelap. Ini tawaran pernikahan yang murni, karena di bait – bait pertama hanya meminta persetujuannya sebagai mempelai wanita. Tidak lebih. Lagi lula, Svanna tidak memiliki waktu untuk membaca lebih banyak lagi.

“Apa ayahku bisa segera diopersi setelah aku menandatangani ini?” Svanna kembali memastikan agar dia tidak mengambil keputusan yang salah.

“Tentu saja. Orang – orangku akan mengusahakan apa pun agar ayahmu selamat.”

“Baiklah.”

Proses tanda tangan selesai, tetapi yang terburuk adalah ... sapuan mata Svanna harus mendapati keberadaan Nightroe sekian jengkal jarak di antara mereka. Pria itu terlihat luar biasa marah, lalu melangkah pergi begitu saja tanpa mencoba melakukan negosiasi tambahan di antara mereka, seolah luapan dari angkara murka yang ditahan akan lebih buruk dari bayangan di benak Svanna.

Dia tidak bisa memikirkan semua itu. Segera memalingkan wajah ke ruang rawat ayahnya, dan sedikit berharap bahwa semua akan berakhir baik – baik saja.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Ruthless Mafia   Potongan

    “Apa ini?” tanya Svanna diliputi pelbagai keraguan setelah memutuskan untuk beringsut jauh dari Nightroe. Posisi mereka setidaknya telah berjarak, tetapi dia tetap harus bersikap waspada. “Sesuatu yang mungkin kau suka.” Suara berat Nightroe sedikitpun tidak meninggalkan kecurigaan kali ketika Svanna berusaha mendelik lebih serius. Mata sapphire di sana bahkan menatapnya ... seolah pria itu benar – benar menunggu momen di mana penutup kotak dibuka. Firasat buruk secara naluriah mengambil situasi di antara mereka. Svanna takut menghadapi hal – hal yang tak bisa dia selesaikan dengan tepat. Namun, rasa ingin tahu tidak berusaha memberikan pengertian serius. Perlahan, dia mulai membuka kotak hadiah dari Nightroe. Begitu tentatif sampai akhirnya sebuah pemandangan mengerikan menyerupai petir yang menyambar. “Ya, Tuhan!” Svanna seperti merasakan jantungnya direnggut paksa. Potongan tangan seseorang membuat dia cukup histeria, hingga kotak pemberian Nightroe

  • The Ruthless Mafia   Cinta Pandangan Pertama

    Sudah begitu larut, Svanna harap ketegangan di bahunya tidak berusaha membuat dia terjaga. Sedikit mencoba tidur, maka seharusnya itu bisa dijadikan alasan masuk akal untuk tidak melayani hasrat besar Nightroe. Insting telah memberi tahu kalau – kalau pria tersebut tidak akan selesai sekali, dan kenyataan bahwa bekas cumbuan suaminya masih menjadi sesuatu yang begitu ingin Svanna lenyapkan. Dia tak ingin ada tambahan apa pun. Perlahan … Svanna berusaha memejam. Berusaha menenangkan sentuhan yang melonjak drastis. Dia mengatur posisi menghadap sandaran sofa, ya … tepat membelakangi arah ranjang sembari berusaha menghilangkan bayangan wajah Nightroe di benaknya. Celakalah. Sesuatu dalam diri Svanna tidak menduga bahwa ternyata dia akan merasakan firasat seseorang seperti menatap tajam ke arahnya. Tidak ada petunjuk kalau – kalau ada yang melangkah masuk. Tidak. Svanna berusaha tidak percaya. Sebaliknya, dia akan tetap seperti ini; tetap melakukan usaha keras supaya t

  • The Ruthless Mafia   Petunjuk Baru

    “Tuan, berkas yang Anda butuhkan mengenai keterlibatan Mrs. Sullivan terhadap kebakaran empat tahun lalu akhirnya bisa didapatkan. Saya curiga seseorang sengaja mengubah rincian kebenaran sesungguhnya karena Mrs. Sullivan ternyata tidak pernah melakukan apa pun. Istri Anda bukan pelaku kebakaran itu.” Mata sapphire Nightroe menerawang lurus di dinding ruang kerja. Begitu banyak hal harus diselesaikan dan dia nyaris melupakan bahwa ini adalah informasi krusial. Svanna tidak pernah terlibat ke dalam kebakaran itu? “Jika kau bilang Anna bukan pelakunya. Lalu di mana dia saat Yohana hampir terbakar hidup – hidup di sana?” Masih dengan pelbagai konflik menyelinap di dalam dirinya. Nightroe paling tidak, perlu menemukan celah. Ingin sedikit percaya bahwa Svanna memang tidak pernah melakukan apa pun terhadap kesalahan empat tahun lalu. Hari di mana kebencian mulai membara setelah itu. Kebencian yang mungkin … sengaja meninggalkan jejak ambigu supaya dia tidak bisa membedaka

  • The Ruthless Mafia   Keputusannya

    “Kau yakin tidak menginginkan apa pun di sini?” Pertanyaan Nightroe sarat nada memastikan. Ujung telunjuk pria itu tiba – tiba menarik wajahnya supaya menengadah. Svanna tidak tahu apa yang bisa dia katakan. Semua semacam ledakan hebat ketika mata mereka bertemu. Perubahan Nightroe tidak terduga; dia tidak bisa terus menghadapi suasana seperti ini. Rasanya seperti memaksa supaya Svanna menyiapkan diri kapan akhirnya dia akan tergulung jatuh oleh harapan yang Nightroe berikan untuknya. Tidak ada. Dia harus tahu bahwa ini hanya bagian dari permainan yang sedang pria itu lakukan. “Aku yakin. Sebaiknya kita pergi.” Sesaat, Svanna melirik ke arah Katty, lalu menemukan bagaimana wanita itu tampak memberi isyarat agar dia tetap menahan Nightroe di sini. Mungkin prospek di mana menyenangkan suasana hati suaminya adalah hal penting. Pria itu harus selalu puas, jika tidak … akan ada sesuatu yang tidak dia mengerti—tidak mereka berdua mengerti. Svanna menghela

  • The Ruthless Mafia   Katty Wilson

    Kali pertama melangkahkan kaki masuk. Svanna berusaha bersikap ramah; menawarkan senyum tipis, walau itu sama seperti menghadapi tumpahan air di suhu membeku. Seorang wanita—tampak seorang diri mengawasi toko menunjukkan reaksi tidak pantas, seolah kedatangannya di sini hanya akan meninggalkan bencana besar. Hal tersebut cukup membuat dia ragu sekadar memulai pembicaraan. Lebih baik mengurungkan keinginan bertanya; Svanna akan berkeliling sendiri; mencari – cari apa yang kemudian tampak menarik perhatian. Secara tentatif, ujung jemarinya menyentuh sebuah dress berwarna gelap. Kilauan di sana tak bisa Svanna hindari. Dia terpukau dan mungkin … dress itu akan menjadi pilihan utamanya di sini. “Singkirkan tangan kotormu dari dress mahal itu.” Suara seseorang menyeret Svanna ke permukaan. Dia segera mengangkat wajah dan mendapati wanita yang sejak awal menatapnya dengan sinis, segera merenggut dress yang nyaris secara utuh tergenggam di sana. Dia tak percaya a

  • The Ruthless Mafia   Kartu Hitam

    Svanna tak bisa membayangkan ekspresi ketakutan di wajahnya. Pemandangan di depan sana begitu menakutkan. Dia tak berani memikirkan pelbagai hal, ketika nanti … tanpa mereka sadari … suasana terasa jauh lebih mengerikan. “Nightroe, hati – hati!” Secara naluriah lengan Svanna terulur panjang. Menggenggam ujung jas yang merekat di tubuh Nightroe. Tidak ada respons signifikan dari pria itu. Semua terasa sangat menakutkan saat dia berusaha mengetatkan cengkeraman. Nightroe membanting setir saat melewati tikungan tajam, seakan ingin mengajaknya mati bersama, walau mereka baik – baik saja setelah tubuh Svanna terlempar kembali di tempat. Dia menelan ludah kasar. Memohon kepada Nightroe hanya menciptakan prospek buruk. Satu – satunya hal perlu dilakukan adalah bersikap tenang; memainkan peran seperti suaminya selama ini. Barangkali pria itu akan tertantang saat dia tidak menunjukkan reaksi signifikan, lalu semua akan berakhir dengan perjalanan yang terasa lebih b

  • The Ruthless Mafia   Svanna Johannson

    Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang

  • The Ruthless Mafia   Aturannya

    Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara

  • The Ruthless Mafia   Setelah Pernikahan

    Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan

  • The Ruthless Mafia   Gemuruh Senjata Api

    “Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status