공유

BAB 32

작가: Ansaafh_
last update 게시일: 2026-07-02 20:42:45

Tekanan itu tidak datang dalam bentuk teriakan atau tuduhan langsung.

Ia datang pelan lewat tatapan, bisikan, dan jeda yang semakin sering.

Ara merasakannya setiap kali keluar rumah. Senyum orang-orang yang terlalu ramah. Pertanyaan yang terdengar ringan tapi menusuk.

“Kamu bahagia, kan?”

“Elvano orangnya protektif sekali, ya?”

“Kalian sudah tinggal bersama?”

Ara selalu menjawab dengan senyum.

Senyum yang terlatih.

Senyum yang melelahkan.

Malam itu, Ara duduk di ruang keluarga mansion. Lampu te
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • The Wedding Agreement    BAB 50

    Malam semakin larut ketika Kania melangkah menyusuri lorong apartemen mewah milik Dion. Ia telah menanggalkan gaun merah ketatnya, menggantinya dengan setelan yang jauh lebih praktis namun tetap menggoda. Kemben hitam ketat yang menonjolkan lekukan dadanya, dibalut jaket kulit pendek, dan rok mini yang nyaris tidak menutupi paha mulusnya.Di dalam unitnya, Dion baru saja selesai mengganti kode akses pintu. Ia tidak ingin Clara atau siapa pun mengganggu kegiatannya malam ini. Begitu bel berbunyi, Dion membuka pintu dan langsung disambut oleh aroma parfum Kania yang kuat. Tanpa basa-basi, Dion menarik tengkuk Kania dan membungkam bibirnya dengan ciuman kasar yang penuh tuntutan.Kania terengah, telapak tangannya menahan dada bidang Dion untuk menciptakan sedikit jarak."Tunggu, Dion... Jangan terburu-buru. Katakan dulu, apa rencanamu untuk menghancurkan mereka?"Dion tidak menjawab dengan kata-kata. Matanya yang gelap karena gairah dan dendam memindai tubuh Kania yang berdiri menantang

  • The Wedding Agreement    BAB 49

    Ketegangan di ruang rapat tadi siang rupanya hanyalah pembuka dari badai yang sebenarnya. Sore itu, sebuah kurir datang membawakan sebuah undangan fisik berwarna hitam elegan dengan aksen emas yang mencolok."The Golden Muse: Grand Appreciation Night."Ara membaca nama di bagian pengirim: Kania. Nama itu bagaikan duri yang langsung menusuk ketenangan Ara. Kania, sang supermodel internasional sekaligus mantan tunangan Elvano yang pernah hampir bersanding di pelaminan sebelum ego dan karier wanita itu menghancurkan segalanya."Dia belum menyerah juga?" gumam Elvano dingin, melirik sekilas undangan itu sebelum melemparkannya ke atas meja."Sudah tiga nomor baru yang dia gunakan untuk menghubungiku minggu ini, dan semuanya sudah kublokir.""Dia mengundang kita berdua, El. Dia wanita dengan ambisi yang kuat" sahut Ara, tangannya meremas pinggiran undangan itu. Egonya terusik. Sebagai seorang wanita yang kini menyandang status istri sah, ia tidak bisa membiarkan masa lalu suaminya terus mem

  • The Wedding Agreement    BAB 48

    Pagi itu, atmosfer di ruang rapat utama Adhitama Group terasa begitu kontras. Di satu sisi, ada ketenangan yang dingin dari Elvano, dan di sisi lain, ada aura manis yang terasa terlalu dibuat-buat dari sosok Clara.Clara datang mendampingi Dion untuk pertemuan lanjutan mengenai integrasi vendor. Namun, ada yang berbeda dari penampilannya hari ini. Ia mengenakan terusan berwarna pastel yang memberikan kesan santun dan lembut, sangat berbeda dari gayanya yang biasanya sangat formal dan kaku."Selamat pagi, Pak Elvano, Ibu Ara," sapa Clara dengan suara lembut yang terdengar tulus, lengkap dengan senyum kecil yang terlihat malu-malu."Mohon maaf jika kehadiran kami sedikit menyita waktu sibuk anda berdua."Ara menyipitkan matanya. Insting wanitanya menangkap sesuatu yang ganjil. Ia memperhatikan bagaimana mata Clara tidak lepas dari sosok suaminya. Elvano hari ini memang terlihat sangat menawan, ia telah melepas jasnya, hanya mengenakan kemeja biru tua yang lengannya digulung hingga ke si

  • The Wedding Agreement    BAB 47

    Lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lekuk tubuh mereka yang menari di dinding marmer. Udara dingin dari AC apartemen seolah menguap, digantikan oleh gelombang panas yang memancar dari persinggungan kulit mereka yang lembap.Elvano tidak lagi menahan diri. Setelah pintu kamar terkunci rapat, ia menunduk, membenamkan wajahnya di antara ceruk leher dan bahu Ara. Napasnya yang berat dan panas menyapu kulit sensitif Ara, mengirimkan sengatan listrik yang membuat wanita itu meremang hebat."Kamu tidak tahu... betapa kerasnya aku mencoba menahan diri sepanjang hari di kantor, Ra," bisik Elvano, suaranya serak dan rendah, penuh dengan damba yang berbahaya.Jemari besar Elvano merayap turun, perlahan namun pasti, menanggalkan penghalang terakhir di antara mereka. Saat telapak tangannya yang kapalan namun hangat menyentuh pinggang ramping Ara, Ara tersentak, punggungnya melengkung secara naluriah mencari sandaran pada dada bidang Elvano yang keras.Aku adalah istrinya yang sahnya, Sec

  • The Wedding Agreement    BAB 46

    Ara menarik napas panjang, berusaha menormalkan detak jantungnya sebelum melangkah keluar dari lift. Ia melihat punggung tegap Elvano yang berjalan dengan langkah percaya diri, menyapa para staf dengan anggukan kepala yang kaku dan dingin."Dasar bermuka dua," gumam Ara pelan, namun ia tetap mengikuti langkah suaminya menuju ruang kerja utama.Sepanjang pagi, Ara mencoba fokus pada laporan audit, namun Elvano benar-benar tidak membiarkannya tenang. Ruang kerja mereka yang bersekat kaca transparan menjadi arena bermain bagi Elvano. Setiap kali Ara mendongak, ia mendapati Elvano sedang memperhatikannya. Pria itu sesekali melonggarkan dasinya sambil menatap Ara dengan tatapan menggoda.Elvano: Bisa ke ruanganku sebentar? Ada 'masalah teknis' dengan berkas pembangunan.Ara mengernyit. Ia bangkit dan berjalan menuju ruangan Elvano yang luas. Begitu ia masuk, Elvano sedang duduk di kursi kebesarannya, memutar pulpen di antara jemarinya."Masalah teknis apa, El?" tanya Ara profesional.Elvan

  • The Wedding Agreement    BAB 45

    Malam merambat semakin larut, namun kesunyian di apartemen itu terasa begitu bising bagi dua jiwa yang terpisah oleh dinding ruang tengah. Elvano terbaring di sofa kulit yang dingin, lengannya menutupi mata, berusaha menghalau bayangan wajah Ara yang tampak terluka saat ia melangkah keluar dari kamar.Setiap embusan napasnya terasa berat. Air dingin dari shower tadi memang telah memadamkan api di fisiknya, namun justru menyisakan kekosongan yang menyesakkan di dadanya. Ia mendengar suara pergerakan kecil dari balik pintu kamar suara Ara yang mungkin juga sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.Elvano mengutuk egonya. Sebagai pria yang terbiasa memegang kendali atas ribuan karyawan dan proyek bernilai triliunan, ia justru gagal mengendalikan emosinya di hadapan satu wanita. Ia sadar, kata-katanya tentang "pernikahan hanyalah selembar kertas" adalah senjata yang sengaja ia luncurkan untuk melindungi harga dirinya yang terluka, namun senjata itu justru berbalik melukai dirinya sendiri

  • The Wedding Agreement    BAB 5

    Mentari pagi Jakarta menembus lapisan jendela kaca ruang makan keluarga Paramita. Sinarnya jatuh lurus di atas hidangan sarapan yang disajikan dengan kemewahan yang sunyi.Eggs Benedict yang sempurna, irisan salmon impor, dan jus segar yang memercikkan warna. Namun, di balik sajian yang memikat mat

  • The Wedding Agreement    BAB 4

    Pesawat jet pribadi milik Elvano dengan mulus membelah langit malam, menembus lapisan awan tebal di atas hamparan Jakarta yang berkelip. Di dalam kabin yang dirancang khusus, dihiasi kayu mahogany gelap dan kulit Italia berwarna krem, keheningan terasa begitu pekat, hanya sesekali terinterupsi oleh

  • The Wedding Agreement    BAB 3

    FLASHBACK ONAra memejamkan mata di tengah dentuman musik Trance yang memekakkan telinga di club tepi tebing Santorini. Sudah tiga minggu ia berada di sini, melarikan diri dari Jakarta dan dari cincin yang disiapkan oleh orang tuanya untuk menjodohkannya. Ia minum terlalu banyak malam ini. Ia butuh

  • The Wedding Agreement    BAB 2

    Disisi lain..Elvano Narendra Adhitama, pria yang akan memasuki kepala tiga tersebut terbangun dengan rasa pusing yang menghantam kepalanya. Dia melihat ke sekeliling kamar dan meraba tempat disebelahnya.Tempat tidur king size itu terasa terlalu lapang. Ia terbiasa tidur sendiri, tetapi malam yang

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status