تسجيل الدخولLuzark yang tiba-tiba muncul di ruang kerjanya bersama Elbaf, terkejut karena melihat Morgan yang sedang berdiri dengan posisi siaga."Astaga! Saya kira siapa, kenapa anda tiba-tiba muncul di sini Baginda?" keluh Morgan yang sudah menunggu selama dua jam lamanya."Seharusnya aku yang mengatakan itu kan! Apa yang kau lakukan di sini. Ini ruang kerjaku, jika kau lupa.""Maafkan saya Baginda." Morgan menunduk menyadari kesalahannya. "Saya mencari Baginda, namun tidak menemukan anda dimana pun. Jadi saya berinisiatif untuk menunggu anda di sini. Karena anda pasti kembali ke sini.""Kenapa kau mencariku?" Luzark memijat kepalanya yang agak pusing karena efek sihir teleportasi, dia bahkan melakukannya dua kali.Morgan bukan orang yang tidak peka, Luzark pun dalam keadaan yang kurang baik. Dua kakak beradik itu sepertinya telah melewati hari yang berat. Morgan pun mengurungkan niatnya."Saya lupa Baginda, saya permisi kalau begitu. Silahkan anda beristirahat.""Dia menolaknya."Morgan tahu m
Tentu saja Morgan tidak bisa menemukan Luzark di mana pun, karena saat ini Luzark dan Elbaf memang tidak berada di Luminous. Segera setelah penolakan lamaran itu berakhir, mereka pergi dengan sihir teleportasi untuk menghemat waktu."Saya tidak menyangka ada hal besar yang tersembunyi, terimakasih. Namun, perjanjian ini lebih menguntungkan kami. Benarkah tidak apa-apa?""Tidak, ini sepadan. Lakukan saja seperti yang kita sepakati." sahut Luzark."Anda sangat menyayangi adik anda rupanya.""Tentu saja, dia lebih berharga dari apa pun." jawab Luzark tegas."Saya senang mengetahuinya, sangat jarang melihat raja atau kaisar yang benar-benar menyayangi keluarganya. Saya jadi tahu kenapa Sarah sangat memuja anda Yang Mulia Kaisar.""Anda berlebihan.""Oke, cukup membahas bisnisnya. Nah, mari kita berbincang dengan santai.""Maaf, saya tidak memiliki waktu untuk itu. Mungkin lain kali, saya permisi kalau begitu." sahut Luzark."Kau sudah mau pergi? Tinggallah sebentar untuk makan malam, Sara
Zevariel lalu menoleh pada Luzark, "Baginda, tambang berlian itu.. bisa saja saya tawarkan pada kekaisaran lain. Tapi, saya masih ingin pemiliknya adalah Luminous. Saya berusaha keras mendapatkannya. Kilau indah berlian itu, mengingatkan saya pada keindahan putri Liora."'Kau.. mendapatkannya karena mengingatku? Jadi kau men*bas leher orang lain sambil memikirkanku? Zevariel kau.. lebih mengerikan dari yang kubayangkan.' Liora merinding.Liora tahu betul, maksud dari kata-kata Zevariel itu. Zevariel rela memberikan apa pun, bahkan melakukan apa pun demi Liora, dengan segala cara. Tapi dia terlalu kejam, dia hanya memikirkan Liora dan tidak peduli dengan dampaknya.Pemikiran Zevariel berbeda dengan Liora. Dia pikir Liora akan senang dengan hal itu, karena itu menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Liora. Tapi hal itu justru membuat Liora tersiksa dengan rasa bersalah.Liora mendadak teringat dengan para barbarian yang dibasmi oleh pasukan Zevariel. Liora sendiri yang memimpin dan menun
"Apa alasanmu melamar adikku?" tanya Luzark dengan nada yang tidak bersahabat."Saya jatuh cinta pada keanggunan dan kecantikan Tuan Putri, Baginda."Luzark mendengus. "Sepertinya kau lupa dengan perbuatan keluargamu.""Saya bersalah, saya tidak akan membela diri untuk hal itu. Namun dalam prosesnya, saya benar-benar jatuh hati dengan Putri Liora." ucapan Zevariel kali ini jujur.Zevariel pun menyadari jika Liora sudah menempati ruang khusus di dalam hatinya, tapi.. Zevariel terlalu mencintai Liora. Hingga rasanya hampir seperti obsesi.Seketika ruangan menjadi sunyi.Liora tidak menyangka dengan jawaban Zevariel. Baru kemarin dia menerima pernyataan perasaan dari Morgan, kali ini Zevariel.Namun, keduanya sangat berbeda. Jelas-jelas Liora sudah menjelaskan dan memberi batasan dengan tegas pada Zevariel, tapi dia malah melamar Liora. Sedangkan Morgan, tidak ada paksaan dalam pernyataannya, meskipun sorot matanya terluka."Sebagai mahar dan perjanjian aliansi, kerajaan kami akan menyer
"Aku..""Tidak boleh." potong Luzark."Hei Luz, aku..""Aku tidak berniat menerimanya, Lio." potong Luzark lagi. "Jangan jawab, sekalipun kau jawab iya, tidak boleh. Jangan dia." ketus Luzark."Baginda Kaisar, keputusan anda sudah sangat tepat. Saya setuju." Morgan menimpali, dia mendadak menggunakan bahasa formal dan tutur katanya halus penuh hormat."Kau! Lepaskan dulu tangan sial*nmu itu!"Morgan dan Liora baru menyadari jika mereka sudah saling menggenggam tangan. Liora dengan cepat melepaskan tangannya dan memalingkan wajah, dia salah tingkah. Sedangkan Morgan, malah senyum tidak jelas dan duduk dengan tenang. Padahal beberapa saat lalu dia seperti akan mengamuk, tapi satu kalimat dari Luzark langsung membuatnya tenang."Baik, Baginda." Morgan menurut.Luzark bahkan sampai merinding melihat senyum kegirangan Morgan. Dan pukulan keras di bahu Luzark menyadarkannya betapa pedas tangan adik perempuannya itu."Kau mempermainkanku Luz!""Aduh, duh.. Lio maafkan aku." ratap Luzark.Per
"Aku mengatakannya hanya untuk menjawab pertanyaanmu. Aku tidak berharap perasaanku terbalas, jadi.. jangan merasa terbebani Liora. Aku harap kau bahagia, dengan siapa pun lelaki pilihanmu. Aku hanya ingin kau tahu Liora, aku.. sungguh tulus dengan perasaanku."Tanpa sadar, air mata mengalir di pipi Liora.Morgan menghampiri Liora, dia berlutut di depan Liora dan menyeka air mata gadis yang dicintainya dengan sapu tangannya. "Kenapa kau menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang membuatmu sedih?"Liora menggeleng, dia tidak menyangka jika perasaan Morgan padanya sedalam ini.Morgan menggenggam tangan Liora. "Maafkan aku, jangan menangis lagi." matanya kini terlihat berkaca-kaca.Hal yang paling Morgan benci, air mata Liora. Hatinya serasa ditusuk melihat mata indah gadisnya mengeluarkan air mata."Lalu kenapa kau meninggalkan aku dan malah nonton opera dengan Lucia?!""Aku pikir, aku harus menjauhkan gadis menyebalkan itu darimu agar penyamaranmu tidak terbongkar. Maaf.. aku tidak berm







