Share

Bab 2

Author: Kucing
Saat Avida terbangun, kamar rawatnya kosong melompong, hanya aroma cairan disinfektan yang merasuk hidungnya.

Dia menyangga tubuhnya untuk duduk, luka di dahinya terasa sedikit berdenyut.

Dari luar pintu, suara percakapan para perawat terdengar sayup-sayup.

"Tahu nggak, di kamar sebelah ada Glenn Handoyo, orang terkaya di kota. Lukanya lumayan serius, tapi waktu pertama bangun langsung menanyakan keadaan Nona Louisa. Dia bahkan menolak dipasang infus dan bersikeras pergi sendiri membelikan sarapan untuk Nona Louisa. Romantisnya kebangetan."

"Iya, kebaikan sebesar apa yang pernah dilakukan Nona Louisa sampai diberi hadiah begitu besar dari Tuhan? Pria setampan itu, sekaya itu, dan seperhatian itu berhasil dia taklukkan. Asli, aku iri setengah mati ...."

Avida menundukkan matanya, ujung jarinya tanpa sadar mencengkeram sudut selimut.

Keesokan paginya, pintu kamar rawat terbuka perlahan.

Louisa masuk sambil membawa termos, dengan senyum meminta maaf di wajahnya. "Kak Avida, bagaimana keadaanmu?"

"Ini salahku," ucap Louisa dengan mata yang sedikit memerah. "Kalau aku nggak memaksa Glenn foto, kalian nggak akan terluka ...."

"Bukan salahmu," sahut Avida dengan tenang. "Bagaimana keadaan Glenn?"

"Dia baik-baik saja, cuma gegar otak ringan," jawab Louisa dengan lembut. "Sebenarnya, dia ingin menjengukmu, tapi ada urusan mendesak di kantor ...."

"Ya, aku mengerti." Avida menyela dengan nada tenang.

Louisa tersenyum, lalu membuka termos itu. "Aku masak sup ini khusus untukmu. Dicoba, ya?"

Avida hendak mengulurkan tangan untuk menerimanya, tapi Louisa tiba-tiba "tidak sengaja" menjatuhkan mangkuk sup itu.

"Ah!"

Sup yang sangat panas tumpah mengenai mereka berdua. Punggung tangan Avida memerah seketika.

Pintu kamar rawat inap terbuka dengan keras. Glenn masuk dengan langkah lebar, pandangannya tertuju pada tangan Louisa yang merah terkena air panas. Raut wajahnya langsung berubah muram.

Dia menarik Louisa ke belakangnya dan menghardik Avida. "Avida, apa-apaan kamu ini?"

Avida tertegun.

Tatapan Glenn dingin. "Aku yang salah nggak melindungimu. Louisa nggak salah apa-apa. Kalau kamu marah, marahlah padaku."

Avida membuka mulutnya, tetapi tenggorokannya seolah tersumbat sesuatu, tidak bisa mengucapkan apa-apa.

Mereka telah saling bergantung satu sama lain selama bertahun-tahun. Ternyata Glenn menganggapnya orang seperti itu di matanya?

"Glenn, bukan salah Kak Avida ...." Louisa menjelaskan dengan suara lirih. "Aku yang nggak sengaja ...."

"Kamu nggak perlu membela dia." Glenn menyela, tatapannya kepada Avida dengan tajam dan berat. "Salah ya salah, minta maaf."

Ruangan itu sunyi mencekam.

Avida melihat betapa protektifnya Glenn kepada Louisa, dan tiba-tiba merasa sangat lelah.

"Maaf," katanya pelan.

Glenn terkejut sejenak, tampak tidak menyangka Avida akan mengakui kesalahannya dengan begitu mudah.

Dia mengerutkan kening, tapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa lagi, menarik tangan Louisa dan meninggalkan kamar rawat itu.

Begitu pintu kamar rawat tertutup, Avida perlahan memejamkan mata.

Sore hari berikutnya, Glenn baru datang lagi.

Dia berdiri di samping tempat tidur, mengenakan setelan jas yang rapi. Matanya di balik kacamata berbingkai emas tetap dingin, tapi ada sinaran samar di sana. "Louisa sudah menjelaskan, kemarin itu cuma salah paham."

Avida bersandar di kepala tempat tidur, menatap pemandangan di luar jendela dalam diam.

"Maaf," ucapnya dengan nada lembut yang tidak biasa baginya. "Kamu punya keinginan apa? Akan kukabulkan."

Avida menoleh dan berkata pelan, "Beberapa hari lagi ulang tahunku. Temani aku seharian."

Glenn agak terdiam, seolah teringat sesuatu, lalu perlahan mengangguk. "Oke."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 24

    Kepala pelayan berjalan ke kamar tidur. Kamar itu sebelumnya terkunci, jadi Avida tidak masuk. Setelah kepala pelayan membukanya, Avida melihat seperti apa keadaan di dalam kamar itu.Seandainya tidak terjadi begitu banyak peristiwa di antaranya, Avida mungkin akan mengira mereka masih berada di masa lalu.Glenn berbaring di tempat tidur. Wajahnya pucat dan tampak jelas. Namun, begitu melihat Avida datang, dia tetap berusaha keras untuk duduk, sambil mengulas senyuman di wajahnya."Vivi, kamu datang."Untunglah, Glenn baik-baik saja. Jika Glenn meninggal karena menyelamatkannya, Avida akan merasa bersalah. Dia tidak ingin hubungan mereka berakhir dengan menukar nyawa.Dia berjalan mendekat dan duduk di tepi tempat tidur Glenn.Sinar matahari menyinari ruangan melalui jendela, terasa hangat. Kepala pelayan sudah pergi entah sejak kapan, hanya tersisa mereka berdua di sudut masa lalu ini."Lihat, Vivi, aku sudah mengembalikan semuanya seperti semula. Tempat ini persis sama seperti sepulu

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 23

    Dengan kepala linglung, Avida perlahan tersadar dan terbatuk-batuk memuntahkan air. Dia ingat saat menyelamatkan sekelompok anjing liar, dirinya terdorong dan terjatuh ke danau. Jadi, apakah dia sekarang sudah mati?Dia membuka mata dan melihat dirinya masih berada di dalam air, hanya hidung dan mulutnya yang sedikit menonjol di permukaan. Di tepi danau, ada orang-orang yang mengenakan perlengkapan penyelamatan. Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu, tetapi Avida tidak bisa mendengar apa-apa. Dia hanya mendengar seseorang menangis, suara yang sangat mirip dengan yang dia dengar sepuluh tahun lalu."Vivi ....""Vivi ...."Ada yang memanggil namanya. Avida tiba-tiba menyadari bahwa itu suara Glenn. Dia langsung menoleh ke bawah dan melihat Glenn memeganginya. Itulah sebabnya dia tidak tenggelam meskipun dalam keadaan pingsan. Namun, mata Glenn sudah tertutup, seperti sudah tidak bernyawa.Avida mulai panik. Dia tahu, Glenn takut pada air karena trauma masa lalu. Meski begitu, pri

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 22

    Dia meninju pintu, dan pramugari mengingatkannya, "Pak, pesawat sebentar lagi lepas landas, mohon kembali ke tempat duduk."Glenn berbalik dan turun dari pesawat, tanpa menghiraukan suara pramugari yang memanggilnya dari belakang.Dia kembali ke lobi dan pergi mencari petugas."Avida! Namanya Avida, apa dia sudah beli tiket penerbangan di waktu lain?"Petugas itu terkejut. Namun, setelah Glenn dapat menyebutkan semua informasi tentang Avida, dia membantu memeriksanya melalui sistem. Beberapa saat kemudian, dia berkata, "Nona Avida ini sebelumnya memang membeli tiket penerbangan ini, tapi dia membatalkan tiketnya satu jam yang lalu."Mendengar informasi itu, Glenn menghela napas lega. Selama belum pergi, itu berarti Avida masih di Selandia Baru, dan dia masih bisa menemukannya.Dia tidak berani membayangkan betapa hancur dirinya jika harus kehilangan Avida lagi.Glenn berjalan perlahan keluar dari bandara. Ponselnya berdering, panggilan dari kepala pelayan. Sebelum berangkat ke bandara,

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 21

    Glenn memandangi pintu yang tertutup di hadapannya dengan tidak percaya. Kucing itu masih mengeong di telapak tangannya, tetapi dia tidak bisa mendengar apa-apa. Mengapa jadi seperti ini? Mengapa semuanya sangat berbeda dari yang dia bayangkan?Dia berdiri di depan pintu Avida. Dia tidak percaya Avida benar-benar meninggalkannya.Mereka telah bersama selama sepuluh tahun. Avida menemaninya dari tidak punya apa-apa hingga memiliki segalanya. Sekarang saatnya mereka menikmati hidup yang bahagia. Semua masalah sudah selesai, tidak ada lagi yang menghalangi mereka. Avida pasti hanya sedang marah saja.Dia memasukkan kucing itu kembali ke dalam saku, lalu bersandar di pintu.Tiga jam berlalu, dia menghubungi kepala pelayan untuk membawa kucing itu pulang dan merawatnya dengan baik.Setengah hari berlalu, dia kepanasan hingga pusing dan haus, tetapi tidak beranjak sedikit pun.Tengah malam, terdengar suara gemuruh. Hujan lebat tiba-tiba turun di luar. Glenn basah kuyup, tetapi tetap tidak pe

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 20

    Di dalam pesawat, tujuan Glenn adalah Selandia Baru. Setelah kepala pelayan menemukan jejak Avida, dia mulai menyelidiki kehidupan Avida belakangan ini dan akhirnya berhasil mengumpulkan informasi.Setelah meninggalkannya, Avida bergabung dengan organisasi penyelamat hewan liar yang mengharuskannya berkeliling ke berbagai penjuru dunia. Pantas saja Avida tidak bisa ditemukan lagi setelah pertemuan mereka di New York. Ternyata, Avida langsung berangkat ke lokasi penyelamatan berikutnya.Selama penerbangan yang memakan waktu belasan jam itu, Glenn tidak punya keinginan untuk beristirahat. Dia asyik menelusuri informasi tentang kehidupan Avida sekarang.Tiba-tiba, dia teringat sesuatu dan mengirim pesan kepada kepala pelayan.[Masih ingat Snowy? Carikan kucing yang persis sama, aku ingin memberikannya kepada Vivi. Dia pasti senang.][Baik, Pak Glenn.]Glenn merasa, Avida pasti memilih bergabung dengan organisasi penyelamatan hewan karena Snowy. Kematian Snowy karena kesalahan Louisa yang

  • Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan   Bab 19

    Glenn mengurung diri di rumah itu lagi, menghabiskan hari-harinya dengan mabuk-mabukan. Sambil melepaskan diri pada khayalan bahwa dia masih berusia 16 tahun dan Avida belum pergi meninggalkannya.Dia tidak perlu mencari kebenaran di balik kecelakaan orang tuanya, tidak perlu berhubungan dengan Louisa demi kerja sama. Bahkan jika dia tidak punya uang sepeser pun, itu tidak masalah, asalkan Avida ada di sisinya.Dia mabuk berat. Kepala pelayan yang berkali-kali gagal menasihatinya. Glenn seolah telah kehilangan jiwanya seluruhnya, menaruh seluruh harapannya pada rumah ini.Mata Glenn baru kembali jernih ketika kepala pelayan membawa kabar bahwa orang yang menyebabkan keributan di lelang telah ditemukan, dan ternyata adalah kerabat dari Keluarga Handoyo.Ini berarti, dia akan segera menemukan pembunuh orang tuanya.Dia kembali bersemangat dan pergi ke kantor. Asistennya sudah menunggu sejak lama. Begitu melihatnya datang, asistennya langsung melaporkan semua yang terjadi selama beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status