Home / Historical / Transformasi Sang Tuan Putri / Bab 1 Aku terjebak di tubuh Tuan Putri jelek

Share

Transformasi Sang Tuan Putri
Transformasi Sang Tuan Putri
Author: Jackie Boyz

Bab 1 Aku terjebak di tubuh Tuan Putri jelek

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-09-11 11:30:32

Pada pagi hari dia bangun dengan tubuh yang sama seperti yang dia lihat semalam.

Lusiana duduk termenung di tepi ranjang, dia mencoba memahami semua yang baru saja terjadi padanya. Pertama-tama dia meraba pipinya, kulitnya terasa sangat jauh berbeda. Saat melihat ke pantulan cermin yang diletakkan di sudut ruangan, matanya spontan melotot.

“I-ini... siapa wanita yang ada di dalam cermin? Itu bukan aku!” ujarnya dengan ekspresi terkejut.

Yang dilihatnya bukan wajah cantik artis modern Lusiana, melainkan wajah bulat dengan pipi tembam, kulit kusam, dan bekas jerawat yang memenuhi seluruh permukaan kulit wajahnya. Rambutnya terasa kusut-kering, acak-acakan, berantakan, jauh dari gaya mewah artis papan atas.

Lusiana melangkah mundur dari depan cermin dengan wajah pucat.

“Apa maksudnya semua ini? Aku... Kenapa-kenapa wajahku jadi jelek sekali?!” dia masih tidak percaya dengan semuanya. Kemarin dia berpikir semua ini hanya mimpi dan dia akan bangun dengan parasnya yang cantik.

Satu persatu ingatan di dalam tubuh barunya mulai muncul di dalam benaknya, semuanya tumpang tindih dan berbaur menjadi sebuah peristiwa yang menyebabkan dirinya sampai seperti ini.

Sebelum Lusiana memakan racun, dia menerima tamu pagi ini. Andi seorang pangeran dari negara tetangga datang mengunjunginya. Yudistira bilang mereka akan segera menikah dan resmi menjadi pasangan suami-istri.

Lusiana tentu saja sangat senang dengan keputusan itu mengingat Andi memiliki paras yang sangat tampan sementara dirinya sendiri memiliki tubuh gendut dan muka jelek. Kulitnya juga sangat kusam dan terlihat tidak terawat, banyak bekas benjolan dan jerawat di wajahnya.

Lusiana duduk menemaninya di taman tapi Andi berkata padanya bahwa ada hal yang harus dia lakukan dan dia datang ke kerajaan Yudistira bukan hanya untuk pergi menemuinya.

“Aku memiliki sesuatu yang penting untuk dilakukan, aku sudah datang untuk menyapamu jadi aku harus pergi,” pamitnya. Andi tidak mau melihat wajah Lusiana dan pria itu sejak tadi hanya membuang muka ke arah lain.

Lusiana menganggukkan kepalanya, dia mengukir senyum senang. Dia tidak memikirkan apa pun selain Andi akan menikahinya dan menjadi suaminya di masa depan.

Akan tetapi, dia melihat Andi ternyata pergi ke kolam mandi istana, di sana dia bertemu dengan Rena secara rahasia. Rena tidak memiliki rasa malu dan hanya mengenakan baju mandi tipis yang hampir menunjukkan seluruh lekuk tubuhnya. Andi adalah pria yang normal dan dia memiliki ketertarikan untuk menyentuh wanita cantik.

Mereka berpelukan di sana, Rena menyentuh leher Andi dengan berani lalu menyentuh pipinya.

“Aku akan menikahimu, Rena, kita akan resmi menjadi pasangan!”

“Pangeran Andi, jangan bercanda, Anda akan menikah dan resmi menjadi suami Kakak Lusi,” ujarnya dengan bibir cemberut.

“Aku hanya menginginkanmu! Bukan Lusiana yang jelek dan buruk rupa! Meski aku akan menikahinya, tapi kamu juga akan tetap menjadi istriku, kamu satu-satunya yang akan menjadi wanitaku,”

Lusiana melihat dengan mata kepalanya sendiri, perkataan ini sangat menyedihkan dan melukai perasaannya. Dia pikir Andi adalah pria yang tulus tapi ternyata semua itu hanya kedok palsu. Rena memeluk dan terus merayu sampai dua orang itu berciuman dan melanjutkan dengan melakukan hubungan suami-istri. Lusiana masuk ke dalam dan langsung berteriak pada mereka.

“Andi, Rena! Kalian tega sekali padaku!”

Rena yang sedang bergelayut mesra memeluk Andi langsung melepaskannya dan sibuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

“Aku sangat membenci kalian! Aku benci kalian!” Lusiana berlari sambil menangis meninggalkan kolam mandi.

Sementara Andi, juga terkejut dan dia berniat mengejar Lusiana untuk memberikan penjelasan padanya.

“Lusiana, ini salah paham! Tunggu aku!”

***

Ini adalah ingatan yang sangat membekas di dalam kepalanya.

Di ranjang, Lusiana menggenggam kain selimut. Ingatannya masih terus membayang, dunia modern dan dunia kuno terus bertabrakan di kepalanya.

“Apakah aku... masuk ke dalam tubuh putri gendut jelek ini?”

Lusiana memiliki beberapa ingatan tentang masa lalu di mana dirinya mulai sekarang lalu mati. Gadis dengan tubuh gemuk dan jelek dilihat di dalam ingatannya. Dadanya tiba-tiba terasa sangat sakit dan sesak.

“Lusiana cemburu dengan seseorang? Pangeran .... Andi?” Lusiana memukul sisi kepalanya sendiri karena merasa pusing dengan ingatan yang terus menyergap dan menjadi tumpang tindih.

“O-oke! Jadi sekarang aku hidup di zaman kuno? Dan aku berada di dalam tubuh ini? Apakah ini zaman kultivasi?” Lusiana memutar kembali ingatan di dalam kepalanya, terus berusaha mengingat lebih banyak.

Dia kembali melihat Lusiana yang terus menangis tanpa henti, hatinya sangat terluka, dia tidak mengira dua orang yang sangat dia percaya berkhianat di belakangnya. Dia tidak sanggup menahan rasa sakit hati dan dia pergi mengambil obat di klinik kerajaan. Di ruang khusus ada sebuah tempat yang digunakan untuk menyimpan racun, dengan meminum racun itu maka denyut jantungnya akan berhenti. Dia pernah mendengar tabib istana membahas tentang racun itu secara rahasia.

Sambil menangis Lusiana berlari membawa botol racun dan saat tiba di kamarnya dia langsung meminumnya. Beberapa jam dia masih bernapas tapi lama-kelamaan tubuhnya mulai kebas dan lumpuh. Urat syaraf di tubuhnya tidak berfungsi, dadanya terasa sesak dan tertekan. Pelayan datang dan mengetahui kondisinya, Lusiana sudah tidak bisa bicara dan perlahan kehilangan indra pendengarnya. Kondisinya sekarat dan dia mati.

Lusiana memikirkan semua yang terjadi termasuk perselingkuhan yang dilakukan Rena dengan Andi.

Bukannya sedih dan merasa kasihan pada gadis gendut jelek yang sekarang dia tempati tubuhnya, dia malah merasa sangat lucu. Kemalangan itu sama sekali tidak ada artinya bagi Lusiana yang sekarang hidup di dalam tubuhnya.

“Hahahahaha! Meskipun aku hidup di zaman kuno, menurutku mati karena pria yang dijodohkan denganku direbut orang lain adalah hal mustahil! Aku tidak mungkin bunuh diri seperti wanita bodoh itu! Hahaha! Sekarang waktunya untuk menghadapi mereka!”

Sebelumnya, dia masih tidur dan pelayan mengetuk pintu kamarnya. Mereka mengatakan pada Lusiana bahwa Andi dan Rena ingin bertemu pagi ini untuk melihat keadaannya.

Lusiana mencuci wajahnya, dia melihat beberapa kosmetik di meja. Ketika membuka tutupnya dia tahu benda-benda itu sama sekali tidak akan berguna untuk menghilangkan jerawat dan noda-noda hitam di kulitnya. Lusiana tahu komposisi yang cocok untuk kulitnya.

“Pantas saja kulit wajahnya hancur, benda-benda ini akan menutup pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat, memakainya setebal satu sampai dua senti juga tidak akan berguna, ini memperburuk kulitku!”

Lusiana berdiri dari kursi meja rias. Dia keluar dari dalam kamar dan ingin pelayan membawakan untuknya.

“Pelayan!”

Salah satu dari mereka datang dan menghadap padanya. “Iya, Yang-mulia!”

Lusiana menuliskan catatan lalu memberikan padanya. “Bawakan aku semua jenis ini dan bawa secepatnya ke kamarku!”

Pelayan itu tidak tahu apa maksud jenis-jenis obat itu, tulisan tangan Lusiana pun berubah menjadi lebih bagus dan lebih rapi mirip seorang jurnalis terkenal di Kota Merpati.

Lusiana melihatnya melamun dan tidak segera pergi. Lusiana menyunggingkan senyum aneh dan tatapan kejam. Dia melipat kedua tangannya lalu berjalan mendekatinya.

“Kenapa masih di sini? Kamu tidak segera pergi?!” tanyanya dengan aura dingin penuh penindasan.

“Ti-tidak! Ampun Yang-mulia, saya akan pergi untuk mengambilkannya! Ta-tapi saya tidak tahu di mana harus mencari obat-obat langka ini, selain itu ....” pelayan tersebut tidak berani melanjutkan perkataannya.

“Selain itu? Apa maksudmu?”

“Yang-mulia, tulisan Anda menjadi sangat bagus dan rapi, seperti seorang jurnalis, Anda tahu kita pernah pergi melihat pameran puisi, Anda sangat suka dengan puisi dan kata-kata bagus, Anda memiliki banyak koleksi dari para sarjana terkenal! Tulisan tangan Anda ini sangat cantik dan pasti akan dihargai jika ikut perlombaan di akademi, tapi ....” pelayan itu kembali berhenti dan ekspresinya terlihat penuh keraguan.

“Tapi apa? Katakan padaku?”

“Tahun lalu Yang-mulia berusaha keras untuk masuk ke dalam akademi, dan Yang-mulia telah gagal dalam seleksi, saya ragu kali ini akan berhasil,” gumam pelayan itu dengan hati-hati.

Lusiana menyipitkan matanya lalu menatap wajah pelayan itu dengan lebih dekat.

“Tahun ini daftarkan saja namaku! Entah lomba melukis atau lomba membuat puisi! Aku akan memenangkan semuanya! Para sarjana terkenal itu akan aku kalahkan! Hahahahaha! Cepat pergilah!”

Sisil menggaruk kepalanya sendiri, dia merasa Lusiana memang sudah gila dan kerasukan roh jahat. Majikannya itu meminta dirinya untuk mendaftarkan lomba di akademi, bahkan saat ikut tes kecil Lusiana tidak mampu menuliskannya, tangan gendutnya terus gemetar dan tulisannya menjadi jelek mirip coretan kaki ayam.

Lusiana berhenti tertawa dan berkacak pinggang. “Kenapa kamu belum pergi?”

“Obat-obat ini ke mana saya harus mengambilnya?” Sisil bertanya sambil menggigit bibirnya.

“Berikan pada Tabib Alex, saat melihat catatan ini dia akan segera datang ke sini untuk mengantarkannya!”

Di atas kertas di bawah catatan obat, Lusiana sengaja memberikan sebuah coretan gambar boneka kecil mirip gambar setan yang digorok lehernya. Lusiana tahu tabib itu sangat percaya dengan makhluk halus dan roh jahat. Ketika Alex melihat ancaman itu dia pasti akan ketakutan dan memberikan semua obat mahal yang Lusiana inginkan.

***

Sementara itu, pelayan-pelayan di luar ruangan masih membicarakan kebangkitan Lusiana dari kematian. Rumor cepat menyebar, sang putri yang seharusnya mati karena racun kini hidup kembali. Sebagian menyebutnya keajaiban, sebagian lagi yakin bahwa dirinya telah dirasuki roh jahat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 48 Anggap saja aku tidak ada

    Yudistira tidak menjawab, dia juga tidak mungkin membeberkan identitas asli Lusiana. Tidak ada orang yang akan percaya dengan kebenaran yang mereka rahasiakan. Setelah cukup lama memikirkannya barulah Yudistira angkat bicara.“Sebenarnya masalah janji pernikahan memang masih bisa dirundingkan, tapi Andi begitu berkeras untuk tetap menikah, kemarin dia datang bersama Lusiana juga untuk memperjelas lagi bahwa tidak ada rencana pembatalan atau apa pun,”“Lalu, bagaimana dengan Putri Lusiana? Apakah dia setuju?”Yudistira menganggukkan kepalanya. Anan langsung merasa tidak berdaya.Lusiana sungguh tidak ingin membatalkan janji pernikahannya dengan Andi? Padahal jelas-jelas Andi tidak mencintainya! Di depan matanya Andi juga hanya peduli dengan Rena. Ini tidak masuk akal sama sekali!***Wilda melihat Sisil dan beberapa orang pelayan dari kediaman Lusiana sedang sibuk memasukkan barang ke dalam kereta kuda. Wilda langsung bertanya padanya, "Di mana Putri Lusiana?"Tidak lama kemudian Wild

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 47 Mengejar Lusiana

    “Sudahlah, ini tidak ada hubungannya denganmu! Lebih baik pikirkan cara agar dia tidak jadi pergi ke kuil! Firasatku sungguh kurang baik tentang keputusannya itu! Bagaimana kalau di jalan ada bandit gunung yang menyerangnya? Aku cemas sekali!”Wilda memutar otaknya, dia tiba-tiba memiliki ide.“Kak, bagaimana kalau besok aku pergi ke istananya? Aku ingin membahas pekerjaan serta bertanya tentang produk yang akan kami jual bersama di toko, dia tentu tidak akan lepas tangan begitu saja setelah bersedia bekerja sama denganku!”Anan langsung berdiri dari kursinya, dia mengukir senyum lega. “Oke! Aku akan mengantarkanmu! Kita akan bicara dengannya!”Wilda tertawa melihat Anan keluar dari dalam ruangan dengan senyum di bibirnya setelah sepanjang hari hanya menunjukkan emosinya.Wilda bersandar di kursi malas sambil menatap langit-langit ruangan.“Lusiana pergi bersama dengan Andi berdua? Ini sudah tidak masuk akal! Lalu Rena malah tert

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 46 Menolak mengakui

    “Adik Rena, ini karena Putri Lusiana ingin secepatnya sampai ke rumah, aku terburu-buru. Maafkan aku tadi sudah pergi lebih dulu,”Ratu Anggita langsung tersedak melihat perilaku Andi. “Uhuk!”Andi buru-buru melepaskan tangan Rena. Rena langsung berlutut di depan Ratu Anggita.“Ibunda Ratu, Pangeran Andi hanya sedikit peduli padaku, dia tidak melakukan kesalahan sama sekali,” ujarnya sambil melirik ke arah Andi di sampingnya.Lusiana sangat bosan dengan sandiwara yang sering kali dia lihat di depan matanya. Lusiana segera angkat bicara.“Heh, Rena! Berdirilah, siapa yang ingin menghukum kalian? Bukannya Andi sudah bilang kami pergi karena terburu-buru ingin melapor pada Ayahanda?”Ratu Anggita mengibaskan lengan bajunya dan meminta Rena berdiri. “Siapa yang memintamu berlutut? Berdirilah!”Rena mengukir senyum palsu lalu segera berdiri. Dia terlihat tidak sabar dengan keputusan Raja Yudistira tentang

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 45 Desakan Andi

    Mata Andi mengerjap, dia menggelengkan kepalanya. Pikir Lusiana Andi sudah waras dan tidak tergoda oleh kecantikan Rena tapi tidak disangka beberapa detik kemudian Andi bertanya padanya seolah ucapan Lusiana hanya bualan semata. Dia juga memperhitungkan kedekatan Lusiana dengan Anan sebelumnya.“Aku bisa menjadikannya selirku, apakah kamu keberatan? Lagi pula aku seorang pangeran dan aku berhak mendapatkan istri lebih dari satu, selain itu kamu juga sudah membalasku! Apa kamu pikir aku tidak tahu apa-apa kalau kamu dekat dengan Paman Anan? Aku bukan orang bodoh, Lusiana!” Andi menatapnya dengan tatapan mata penuh kemarahan. Lusiana terkejut, hanya beberapa saat ekspresinya segera normal kembali kemudian ia menoleh ke arah Andi sambil menghela napas berat.“Oh? Aku dekat dengannya karena kami bekerja sama, aku juga dekat dengan Putri Wilda. Apa yang kamu pikirkan, Pangeran?”Andi mengerutkan keningnya, dia merasa Lusiana sudah meremehkannya. “Kerj

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 44 Kita pulang berdua saja

    ***Lusiana terpaku bersandar di dinding, dia sudah berpikir terlalu jauh. Anan masih menunggu jawabannya.Otakku dipenuhi dengan kotoran! Setiap Anan mendekatiku, aku selalu berpikir terlalu jauh dan melewati batas! Aku bahkan membayangkan situasinya secara keseluruhan di ranjang! tidak bisa terus-menerus berada di sisinya, bisa gawat!“Lusiana? Apa yang kamu pikirkan? Kenapa tidak menjawabku? Apakah isi kepalamu sudah berpindah tempat ke kaki?” keluhnya.Lusiana tersadar dari lamunannya.“Hah? Tidak-tidak! Aku hanya ingin fokus memulihkan diri, masalah tinggal di sisi Pangeran sebenarnya aku .... aku merasa-” Lusiana tidak bisa menjelaskan apa yang dia pikirkan, dia buru-buru menepis lengan Anan dari kedua bahunya dan keluar dari dalam ruangan.“Lusiana, aku belum mendengar alasanmu!” teriak Anan dengan lantang.Di koridor, Andi melihat Lusiana keluar dari dalam ruangan dan tidak lama setelahnya dia melihat Anan juga keluar dari dalam ruangan yang sama.“Me-mereka tidak mungkin bers

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 43 Untuk membalas dendam

    Raja Deja segera angkat bicara. “Sudah-sudah, Pangeran Andi, duduklah dengan tenang. Anan hanya bercanda, dia tidak mungkin memiliki niat buruk pada Putri Lusiana, lagi pula Raja Yudistira sudah memberikan izin pada Putri Lusiana untuk dirawat sementara di sini, kalau kamu cemas bukankah kamu bisa datang untuk menjenguknya?”Andi merasa keputusan itu tetap tidak adil. Dia menatap Lusiana dengan tatapan marah. Sementara Rena juga cemberut, dia tidak tahu rencana yang sudah disusunnya akan sia-sia belaka. Lusiana pikir ide pergi ke kuil yang ada di gunung juga bukan sesuatu yang buruk. Dia butuh waktu untuk memikirkan rencana lain dan dia juga ingin menenangkan diri dari keributan dan persaingan yang tidak ada habisnya di dalam istana.“Adik Rena, aku setuju denganmu!”Lusiana tidak bisa mengatakan alasannya, dia jelas-jelas tahu ini adalah jebakan yang disiapkan Rena untuk menyerangnya. Tidak tahu berapa banyak bahaya yang akan Lusiana lalui di da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status