Home / Historical / Transformasi Sang Tuan Putri / Bab 34 Air suci pengusir roh jahat

Share

Bab 34 Air suci pengusir roh jahat

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2026-03-02 08:53:48

Pada keesokan paginya ....

Lusiana merasa lelah karena kejadian kemarin. Dia berniat bangun lebih siang dari hari-hari sebelumnya tapi pintu kediamannya diketuk dari luar oleh pelayan dari kediaman Selir Seyan.

Sisil membukakan pintu dan melihat tiga pelayan datang dengan raut wajah penuh emosi.

“Di mana Putri?”

“Cepat panggil dia keluar!”

“Yang-mulia Selir ingin bicara dengannya!”

“Putri Lusiana!”

Teriakan mereka membuat Lusiana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 48 Anggap saja aku tidak ada

    Yudistira tidak menjawab, dia juga tidak mungkin membeberkan identitas asli Lusiana. Tidak ada orang yang akan percaya dengan kebenaran yang mereka rahasiakan. Setelah cukup lama memikirkannya barulah Yudistira angkat bicara.“Sebenarnya masalah janji pernikahan memang masih bisa dirundingkan, tapi Andi begitu berkeras untuk tetap menikah, kemarin dia datang bersama Lusiana juga untuk memperjelas lagi bahwa tidak ada rencana pembatalan atau apa pun,”“Lalu, bagaimana dengan Putri Lusiana? Apakah dia setuju?”Yudistira menganggukkan kepalanya. Anan langsung merasa tidak berdaya.Lusiana sungguh tidak ingin membatalkan janji pernikahannya dengan Andi? Padahal jelas-jelas Andi tidak mencintainya! Di depan matanya Andi juga hanya peduli dengan Rena. Ini tidak masuk akal sama sekali!***Wilda melihat Sisil dan beberapa orang pelayan dari kediaman Lusiana sedang sibuk memasukkan barang ke dalam kereta kuda. Wilda langsung bertanya padanya, "Di mana Putri Lusiana?"Tidak lama kemudian Wild

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 47 Mengejar Lusiana

    “Sudahlah, ini tidak ada hubungannya denganmu! Lebih baik pikirkan cara agar dia tidak jadi pergi ke kuil! Firasatku sungguh kurang baik tentang keputusannya itu! Bagaimana kalau di jalan ada bandit gunung yang menyerangnya? Aku cemas sekali!”Wilda memutar otaknya, dia tiba-tiba memiliki ide.“Kak, bagaimana kalau besok aku pergi ke istananya? Aku ingin membahas pekerjaan serta bertanya tentang produk yang akan kami jual bersama di toko, dia tentu tidak akan lepas tangan begitu saja setelah bersedia bekerja sama denganku!”Anan langsung berdiri dari kursinya, dia mengukir senyum lega. “Oke! Aku akan mengantarkanmu! Kita akan bicara dengannya!”Wilda tertawa melihat Anan keluar dari dalam ruangan dengan senyum di bibirnya setelah sepanjang hari hanya menunjukkan emosinya.Wilda bersandar di kursi malas sambil menatap langit-langit ruangan.“Lusiana pergi bersama dengan Andi berdua? Ini sudah tidak masuk akal! Lalu Rena malah tert

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 46 Menolak mengakui

    “Adik Rena, ini karena Putri Lusiana ingin secepatnya sampai ke rumah, aku terburu-buru. Maafkan aku tadi sudah pergi lebih dulu,”Ratu Anggita langsung tersedak melihat perilaku Andi. “Uhuk!”Andi buru-buru melepaskan tangan Rena. Rena langsung berlutut di depan Ratu Anggita.“Ibunda Ratu, Pangeran Andi hanya sedikit peduli padaku, dia tidak melakukan kesalahan sama sekali,” ujarnya sambil melirik ke arah Andi di sampingnya.Lusiana sangat bosan dengan sandiwara yang sering kali dia lihat di depan matanya. Lusiana segera angkat bicara.“Heh, Rena! Berdirilah, siapa yang ingin menghukum kalian? Bukannya Andi sudah bilang kami pergi karena terburu-buru ingin melapor pada Ayahanda?”Ratu Anggita mengibaskan lengan bajunya dan meminta Rena berdiri. “Siapa yang memintamu berlutut? Berdirilah!”Rena mengukir senyum palsu lalu segera berdiri. Dia terlihat tidak sabar dengan keputusan Raja Yudistira tentang

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 45 Desakan Andi

    Mata Andi mengerjap, dia menggelengkan kepalanya. Pikir Lusiana Andi sudah waras dan tidak tergoda oleh kecantikan Rena tapi tidak disangka beberapa detik kemudian Andi bertanya padanya seolah ucapan Lusiana hanya bualan semata. Dia juga memperhitungkan kedekatan Lusiana dengan Anan sebelumnya.“Aku bisa menjadikannya selirku, apakah kamu keberatan? Lagi pula aku seorang pangeran dan aku berhak mendapatkan istri lebih dari satu, selain itu kamu juga sudah membalasku! Apa kamu pikir aku tidak tahu apa-apa kalau kamu dekat dengan Paman Anan? Aku bukan orang bodoh, Lusiana!” Andi menatapnya dengan tatapan mata penuh kemarahan. Lusiana terkejut, hanya beberapa saat ekspresinya segera normal kembali kemudian ia menoleh ke arah Andi sambil menghela napas berat.“Oh? Aku dekat dengannya karena kami bekerja sama, aku juga dekat dengan Putri Wilda. Apa yang kamu pikirkan, Pangeran?”Andi mengerutkan keningnya, dia merasa Lusiana sudah meremehkannya. “Kerj

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 44 Kita pulang berdua saja

    ***Lusiana terpaku bersandar di dinding, dia sudah berpikir terlalu jauh. Anan masih menunggu jawabannya.Otakku dipenuhi dengan kotoran! Setiap Anan mendekatiku, aku selalu berpikir terlalu jauh dan melewati batas! Aku bahkan membayangkan situasinya secara keseluruhan di ranjang! tidak bisa terus-menerus berada di sisinya, bisa gawat!“Lusiana? Apa yang kamu pikirkan? Kenapa tidak menjawabku? Apakah isi kepalamu sudah berpindah tempat ke kaki?” keluhnya.Lusiana tersadar dari lamunannya.“Hah? Tidak-tidak! Aku hanya ingin fokus memulihkan diri, masalah tinggal di sisi Pangeran sebenarnya aku .... aku merasa-” Lusiana tidak bisa menjelaskan apa yang dia pikirkan, dia buru-buru menepis lengan Anan dari kedua bahunya dan keluar dari dalam ruangan.“Lusiana, aku belum mendengar alasanmu!” teriak Anan dengan lantang.Di koridor, Andi melihat Lusiana keluar dari dalam ruangan dan tidak lama setelahnya dia melihat Anan juga keluar dari dalam ruangan yang sama.“Me-mereka tidak mungkin bers

  • Transformasi Sang Tuan Putri    Bab 43 Untuk membalas dendam

    Raja Deja segera angkat bicara. “Sudah-sudah, Pangeran Andi, duduklah dengan tenang. Anan hanya bercanda, dia tidak mungkin memiliki niat buruk pada Putri Lusiana, lagi pula Raja Yudistira sudah memberikan izin pada Putri Lusiana untuk dirawat sementara di sini, kalau kamu cemas bukankah kamu bisa datang untuk menjenguknya?”Andi merasa keputusan itu tetap tidak adil. Dia menatap Lusiana dengan tatapan marah. Sementara Rena juga cemberut, dia tidak tahu rencana yang sudah disusunnya akan sia-sia belaka. Lusiana pikir ide pergi ke kuil yang ada di gunung juga bukan sesuatu yang buruk. Dia butuh waktu untuk memikirkan rencana lain dan dia juga ingin menenangkan diri dari keributan dan persaingan yang tidak ada habisnya di dalam istana.“Adik Rena, aku setuju denganmu!”Lusiana tidak bisa mengatakan alasannya, dia jelas-jelas tahu ini adalah jebakan yang disiapkan Rena untuk menyerangnya. Tidak tahu berapa banyak bahaya yang akan Lusiana lalui di da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status