تسجيل الدخولDuke Alerix dan David turun dari kudanya. Keduanya menatap bangunan yang hampir roboh itu. David menghapus ilusi itu dan kinilah terlihat bangunan megah. "Apa ini sihir?" tanya Duke Alerix. "Ada jejak penyihir hitam." Duke Alerix melangkah lebar. Dia membuka kedua pintu kokoh itu dan melihat kemegahan di dalamnya. "Estelle." Panggilnya. "Ratu." David ikut memanggil. Ia merasa tidak ada jejak Ratu Estelle. "Tidak mungkin dia pergi." Duke Alerix tubuhnya langsung panas dan tidak bertenaga. "David apa kau bisa merasakan jejaknya?" David memfokuskan jejak penyihir hitam. Pasti Ratu Estelle bersamanya. "Aku bisa merasakannya. Mereka sudah pergi." "Duke kita harus menggunakan sihir untuk sampai kesana." David membuka menggunakan sihirnya berpindah tempat. Seharusnya ia menggunakan sihirnya dari awal agar lebih cepat. .... Ratu Estelle dan yang lainnya telah sampai di sebuah gerbang. Dia menggunakan jubah agar tidak ketahuan. Begitu pun penyihir hitam. Hanya Jasper, Ana
Kaisar Raymond menatap dua orang itu di tangkap oleh pengawal yang menjaga di wilayah itu. Lalu dia melihat seorang anak kecil yang kira-kira tinggi sampai selututnya. Kedua netranya seolah ingin mengatakan sesuatu. Kaisar Raymond berjongkok. Dia menatap lembut wajah anak perempuan yang berkepang dua itu. "Ada apa?" "Apa benar Yang Mulia Ratu orang baik? Selama ini aku tidak mempercayainya." Anak perempuan itu menunduk. Terlihat ada beban di wajahnya. "Rumor mengatakan Yang Mulia Ratu jahat. Tidak mungkin Jahat. Aku sudah mengatakan pada mereka. Yang Mulia Ratu orang baik. Dia sangat cantik." Kaisar Raymond mengusap pucuk kepala anak perempuan itu hingga menatapnya dengan lekat. "Ratu sangat baik. Dia hanya membalas orang yang menghinanya. Jika ada orang yang menghina mu. Balaslah orang itu. Kau bisa datang ke istana dan mengatakan aku berada dalam perlindungan Kaisar." "Semoga anda hidup bahagia Yang Mulia." Kedua mata Kaisar Raymond menggenang. Akankah ia bisa hidup bahagia
Mengingat masa lalu memang jelas dia bersalah. Ratu Estelle hanya ingin bersamanya. Ratu Estelle menghargainya, tapi ia sendiri yang mendirikan tembok. Sekalipun Ratu Estelle menghinanya, ia menerimanya. "Kau." Ratu Estelle menunjuk Kaisar Raymond. Masa bodoh di hadapannya seorang kaisar. Dari dulu ia ingin mengatakannya. "Ratu Estelle hanya ingin ada yang menghargainya. Dia jahat karena ada penyebabnya. Tidak mungkin dendam akan tercipta tanpa rasa sakit hati termasuk Helena. Dia dendam pada ku karena kau penyebabnya Kaisar Raymond. Menikahlah dengan Helena dan jangan mengganggu ku." Kaisar Raymond menggelengkan kepalanya. Kali ini ia merasa ingin mengingkari janjinya. "Anda seorang Kaisar. Apa anda ingin mengingkari janji anda pada Helena?" Ratu Estelle menekan keningnya dan tertawa. Ingin sekali ia mengatakan di hadapannya seorang bajingan. Mengeluarkan semua unek-unek di hatinya. Bajingan ini "Anda ingin membuat ku tertawa. Anda bagaikan seorang pria yang gila. Pria
“Yang Mulia ada dimana? Pasti kalian tau.” Helena menatap tajam ke arah dua pengawal itu. Seharusnya mereka tau Kaisar Raymond yang keluar entah kemana. Kedua pengawal itu saling tatap. “Kami tidak tau Nona. Yang Mulia pergi tanpa mengatakan apa pun. Yang Mulia hanya menyuruh kami untuk mengatakan pada siapa pun yang mencarinya dengan alasan sibuk.” Tutur seorang pengawal. Helena mengerutkan keningnya. Ia pemasaran entah kemana perginya Kaisar Raymond. Padahal malam ini ia ingin melanjutkan aksinya. “Baiklah, jika Kaisar Raymond datang. Katakan pada ku.” Helena merasakan hatinya tidak tenang. Kaisar Raymond pergi tanpa mengatakan apa pun padanya. Artinya ada sesuatu yang mendesak. Sudah berhari-hari Helena menunggu namun Kaisar Raymond tak kunjung datang. Setiap saat dia mendatangi ruang kerja Kaisar Raymond untuk menemuinya. Hatinya semakin tidak nyaman. Pikirannya tertuju pada satu orang yaitu Ratu Estelle. "Kalau dia sampai menemui Ratu Estelle. Aku tidak bisa membi
Prank Helena melemparkan vas bunga ke arah cermin yang memperlihatkan bayangan wajahnya. Kaisar Raymond tidak lagi melihat hatinya. Dengan teganya pria itu menghukum Mia, dayang pribadinya. Kaisar Raymond jelas sekali menunjukkan taringnya. Ia tidak bisa membiarkan posisi yang selama ini ia lakukan dengan susah payah harus terbuang sia-sia. Tiba-tiba ia teringat dengan ucapan Ratu Estelle yang membahas tentang keturunan. Jika ia tidak memiliki keturunan dengan Kaisar Raymond jelas sekali posisinya sebagai Ratu tidak bisa di pertahankan. "Aku harus mengandung. Aku harus memiliki anak dengan Yang Mulia bagaimana pun caranya. Tetapi Yang Mulia tidak akan menyentuh ku." Ia harus memikirkan bagaimana caranya membuat Kaisar Raymond memberikan kasih sayangnya lagi. Untuk saat ini ia harus mencari dayang yang setia padanya. Helena menyuruh seorang dayang untuk membawa dayang lainnya. Tentunya dayang itu mengikuti ucapan Helena karena Helena mengancam akan melaporkan pada Kaisar
Henry mengepalkan tangannya untuk menguatkan hatinya yang sedang kacau. Entah harus bagaimana agar membuat Ratu Estelle percaya padanya. "Ratu apa yang harus aku lakukan?" "Tidak perlu basa-basi. Aku tidak membutuhkan mu. Kau tidak perlu membalas karena aku pernah menolong mu. Seandainya saja aku ingat bahwa kamu juga ingin membunuh ku. Aku pasti tidak akan menolong mu." Aku tidak ingin ada yang berkaitan dengan mu batin Ratu Estelle "Aku akan membuktikan bahwa aku serius membantu Ratu dan aku tidak memiliki hubungan dengan Helena. semenjak dia membuang ku. Semenjak itu pula aku putus hubungan dengannya. Ratu hanya tidak ingin berkaitan dengan ku." Mengingat kematian Ratu Estelle yang tragis. Dia menghampiri Henry. Tanganya yang sudah gatal sudah ia tahan semenjak lama hanya ingin menampar Henry. plak Asher, Jasper dan Ana terkejut. Mereka tidak percaya Ratu Estelle menampar Henry. Padahal dia sendiri yang menolongnya. "Aku bilang jangan mengganggu ku. Aku tidak membutuh
Keesokan harinya. Ratu Estelle mengajak Jasper dan asher makan bersama di taman setelah mereka menyelesaikan kelas mereka. Ratu Estelle berbicara dengan guru keduanya dan sang guru mengatakan bahwa mereka begitu cerdas. Langsung memahami dan mengingatnya. Kaisar Raymond menghentikan langkahnya k
Kaisar Raymond melihat ada yang mengamatinya. "Keluar!" teriak Kaisar Raymond. David langsung turun dengan sihirnya sampailah di belakang Kaisar Raymond dan memberikan salam. Ratu Estelle mengerutkan keningnya. Semenjak kapan pria ini berada di sini. Apa jangan-jangan dia tau bahwa Helena tengge
Helena melirik Ratu Estelle. "Yang Mulia, pastinya Yang Mulia Ratu tidak berniat mendorong ku." Ia menangis sambil memeluk Kaisar Raymond. Tambah panas dada Ratu Estelle. Dia berbaik hati menolong malah dia yang di tuduh. Seharusnya tadi ia membiarkan saja Helena tenggelam. Ratu Estelle tertawa.
David menatap dalam Ratu Estelle yang masuk ke kereta mewah itu. "Kita akan bertemu lagi Ratu."Ratu Estelle menarik sebelah sudut bibir dengan mata memicing. Dia merasa aneh dengan David yang akan bertemunya lagi. Helena juga memasuki keretanya sedangkan Kaisar Raymond menggunakan kudanya. Kaisa







