Share

117

Penulis: Eselitaa
last update Tanggal publikasi: 2026-05-20 21:52:00

Bukannya Lunara tidak ingin bersama pemuda itu. Hanya saja, dia jatuh cinta pada Lunara yang asli. Tidak ada yang menaruh perhatian padanya sebagai Lunara yang masuk ke dalam buku.

Pemuda itu kemudian teleportasi ke titik medan perang yang sempat ia jelajahi. Itu cukup jauh dari Yeshe dan yang lain.

Banyak prajurit sekarat dan sedang disembuhkan oleh pasukan penyihir.

Pemuda itu sempat kesini karena disuruh oleh profesor untuk menyampaikan beberapa ramuan. Dia juga sempat disuruh mengawal pe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   153

    Matahari baru saja naik setinggi penggalah ketika derap langkah ribuan kuda lapis baja mengguncang tanah di sekitar rumah sewa keluarga Windmere. Debu membubung tinggi di udara, mengiringi kedatangan sebuah iring-iringan mewah yang terbilang terlampau megah untuk wilayah pinggiran kota. Kereta kuda bersepuh emas dengan ukiran lambang keluarga Aldridge berhenti tepat di depan pekarangan, dikawal oleh jajaran ksatria berarmor hitam yang berbaris rapi. Pintu kereta terbuka, dan Duke Yeshe Aldridge melangkah keluar dengan gaya anggunnya yang selalu memikat sekaligus mengintimidasi. Jubah bulu hitamnya berkibar pelan ditiup angin Everest yang dingin. Di belakangnya, puluhan pelayan tampak tergesa-gesa mengangkut puluhan kotak kayu berukir, kain sutra berharga fantastis, hingga berbagai jenis batu sihir penyembuh tingkat tinggi yang nilainya cukup untuk membeli sebuah distrik kota. Yeshe melangkah maju tanpa memedulikan tatapan penuh permusuhan dari para ksatria Windmere yang berjaga. Pan

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   152

    Di tengah jeritan dan pertengkaran sengit yang berkecamuk di dalam alam bawah sadarnya, bayangan kehidupan masa lalu Lunara perlahan terkoyak bagai tirai yang koyak ditiup angin kencang. Retakan-retakan cahaya ungu dan hitam menembus ilusi kantor tua, mantan kekasih yang brengsek, dan bayangan keluarga yang parasit. Kehidupan kelam sebagai karyawan kantoran yang mati mengenaskan itu mendadak terdorong jauh ke dasar jiwanya, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk tulang dan rasa sakit yang membakar dari dadanya.Tidak. Aku tidak akan pernah kembali menjadi sosok yang pasrah.Batin Lunara berteriak menolak kenyataan semu itu. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke dunia nyata.Di alam nyata, tubuh Lunara melengkung di atas tempat tidur kayu rumah sewa tersebut. Napasnya tersengal-sengal, sementara pola-pola hitam dari sihir gelap mengular tajam di sekitar lehernya. Lune yang berada di samping tempat tidur langsung tersentak, mencengkeram tangan adiknya yang dingin membeku."Lunara! Lu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   151

    "Marquis Zane, naga putih telah kembali. Tuan muda Arzu memerintahkan para pasukan untuk bersiap-siap kembali ke Everest," ucap seorang pengawal melapor kepada Marquis Zane yang sedang duduk di dalam rumah sewa itu sambil menekan keningnya yang pening. Zane langsung menemui kedua anaknya yang sibuk di depan. "Marquis Zane, aku sudah mendengar soal Lunara. Apakah dia-" Zane langsung menampar Arzu. Tentu saja seketika Arzu berhenti berbicara. Ayahnya jelas-jelas memotong ucapannya dengan tindakan kasarnya itu. Ketara sekali dia tidak membiarkannya berbicara lebih lanjut. Arzu sempat tidak percaya bahwa Zane benar-benar bernegosasi dengan kaisar terkait naga putih milik Lunara hanya karena tidak ingin Lunara terlibat hal-hal berbahaya. Tetapi ternyata dia benar-benar serius. Dia terlihat sangat marah mendengar kenyataan bahwa mereka membawa kembali naga putih milik Lunara. "Apa yang kau lakukan? Kau datang ke hadapan kaisar dan mengambil naga yang telah disepakati untuk dip

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   150

    Arzu berdiri tegak di hadapan Putri Mahkota Delayna. Tidak ada sedikit pun raut gentar di wajah jenderal muda itu, hanya ada tatapan dingin yang dipadu dengan senyum tipis yang sarat akan provokasi. Angin dingin mengibarkan jubah perangnya, membawa bau amis darah dari pertempuran singkat yang baru saja usai di sekeliling mereka. "Putri Mahkota Delayna," panggil Arzu dengan suara tenang yang menggema di area terbuka tersebut. "Sangat disayangkan Anda harus mengotori gaun indah Anda dengan menapak di tanah berdarah ini. Namun, mengenai naga putih ini... kurasa Anda terlambat." "Jenderal Arzu Windmere!" pangkas Delayna dengan napas memburu. Matanya menyipit murka menatap tubuh-tubuh penyihir kekaisaran yang tergeletak tak berdaya di sekitar rantai-rantai sihir yang kini telah hancur. "Kau telah melakukan pengkhianatan terang-terangan! Menyerang penyihir istana dan berusaha melarikan naga putih ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi! Kaisar tidak akan pernah membiarkan keluarga

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   149

    Lune memperhatikan pasukan yang mengawasi naga putih. Entah bagaimana, para penyihir profesional kekaisaran sudah berjaga di depan naga putih. Mereka merantai naga putih itu. Lune tidak yakin dia akan menang. Tidak seperti Lunara dan Arzu, dia tidak punya banyak kemampuan. Sihirnya juga sebatas itu saja meskipun dia termasuk murid pintar dari akademi ternama tetapi bukan berarti dia yang paling pintar. "Arzu seharusnya cepat datang bukan?" "Lady Lune. Ada perintah dari putri mahkota. Jika kau tidak ingin mati, maka mundur saja!" titah penyihir itu dengan tatapan tajam. Lune mendecih. "Kalian para perampas, kalian pikir akan menang?" tanya Lune kemudian tertawa kecil. "Jangan bertindak gila, lady Lune. Cukup adikmu saja yang gila. Kau masih waras, tidak seperti adikmu. Jadi bertindaklah sebagaimana mestinya maka kau akan aman," ucap seorang penyihir yang diam-diam naksir Lune dari lama. Lune menatap penyihir itu dengan tatapan yang sangat dingin. "Jangan bicara

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   148

    Hening mendadak menyergap aula utama. Kalimat Arzu barusan bagaikan pedang bermata dua yang disabetkan tanpa keraguan—menghantam tepat di ulu hati reputasi keluarga Aldridge sekaligus menyentil keengganan pihak istana. Sindiran yang dibalut pengakuan dosa secara terbuka itu membuat para bangsawan yang duduk di sekitar meja besar saling pandang dengan cemas.Suasana yang tadinya hangat karena pembahasan strategi dan negosiasi perdamaian, kini berubah menjadi medan pertempuran tak kasatmata.Yeshe tidak langsung membalas. Sorot matanya yang semula hanya menyipit, kini memancar dingin bagai danau es di puncak musim dingin. Rahangnya mengeras halus, mempertahankan wibawa seorang Duke yang tak boleh goyah hanya karena provokasi verbal. Namun, di dalam dadanya, ada denyut amarah dan rasa penasaran yang teramat sangat. Kekasih? Sejak kapan Lunara memiliki kekasih?"Jenderal Arzu," suara Yeshe mengalun pelan, namun berbobot. "Masa lalu adalah bagian dari catatan taktik militer saat kita berad

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   02

    Di hari ulang tahun putri mahkota, bukannya bersiap agar tampil paling cantik, Lunara malah sibuk bersiap-siap pergi. "Ada apa ayah?!" Zane Windmere sangat kaget setelah mendengar dari para pelayan kalau putrinya justru mengirimkan surat ketidakhadirannya di ulang tahun itu. Padahal dia sudah me

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   01

    Darah dimana-mana. Lunara kesakitan luar biasa karena banyak tusukan di badannya yang dilakukan oleh Tristan, kekasihnya yang sangat dicintainya itu setelah dirinya memergokinya selingkuh dengan teman dekatnya, Zee. Sementara itu, Tristan sibuk berkemas dan mengambil barang-barang berharga Lun

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   04

    Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu ha

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   03

    Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran. Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut. Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil bertema

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status