Beranda / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 43: Kala Malam dan Tuan Muda

Share

Chapter 43: Kala Malam dan Tuan Muda

Penulis: Arta Pradjinta
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-11 22:30:26

“Dearly William ... You are done?”

Suara berbisik halus itu mengalun pada indera pendengarnya membuat William Rovana segera membuka kedua kelopak matanya. Seketika sadar, rasa basah pada kasur yang ia tiduri. Luka di punggung oleh William kini berubah semakin parah. Beberapa malah menyerupai kulit kehitaman.

Pria itu meringis, meredam suaranya sendiri. “Lama-lama sakit juga luka ini," ucap William meringis.

William menyentuh wajahnya dengan frustasi. Sembari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 54 : Pesona Sang Ksatria Emas

    Jajaran petinggi Dust Bones serentak menunduk hormat kala Sang Raja bersama Ratu bersama Pangeran Kecil melangkah menuju ruang aula istana karena hari ini adalah ulang Tahun dari Sang Pangeran Kecil. Di antara keluarga Kerajaan itu sosok Ellis ikut berjalan dari belakang sampai mereka memasuki sebuah ruangan megah khusus. Ruangan berlantai keramik bundar yang luas dengan kubah kaca ditengahnya, sepasang mata emas Ellis menanggah menatap langit dengan taburan bintang yang terpukau sendiri. Ellis berdiri didekat singasana Sang Raja, tubuh kecil dan rampingnya itu dibalut pakaian formal Dust Bones dengan pernak pernik permata pada kerah lehernya. Ellis mengenakan setelan jas serba putih yang menawan, apalagi paras Ellis yang indah ditambah dengan perhiasan sepasang anting permata hitam ditelinganya Sangat berbeda dari Para ksatria yang berjaga lainnya. Ellis seperti permata yang berkilau dibelakang yang sengaja dipajang dekat Sang Raja saat itu.“Ellis, bersantailah kau bisa mencari te

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 53: Dituduh

    “Elli.”Biarpun suara itu kecil tapi Ellis bisa mendengarnya. Sang Pangeran kecil yang ada didalam gendongan Ellis berucap memanggil namanya dengan pelan. Ellis tersenyum dengan lebar. “Kenapa Yang Mulia?” tanya Ellis dengan lembut pula.“Uhm.” Bibir kecil bocah itu merapat, seperti mengulum sesuatu akibat menahan ucapannya sementara wajah bocah kecil itu sudah merah sempurna.“Katakan saja Yang Mulia.” Ellis berucap sambil berjalan pelan menyusuri halaman belakang istana, sesekali mengusap puncak kepala Sang Pangeran dengan lembut.Beberapa maid yang tengah membersihkan kandang kuda sempat memberi hormat keduanya. “T-Tuan Francieli... Yang Mulia Victorine," sapa Salah seorang Maid menyapanya dengan mengangkat ujung rok panjang seraya menunduk hormat.“Hay, maaf kami menganggu kerjaan kalian," sahut Ellis seraya tersenyum manis.Berbeda dengan bocah kecil yang ada didalam dekapan kedua tangan Ellis, dia meraih pipi Ellis dengan wajah masamnya. “Tidak boleh Elli!” omel Si Pangern kecil

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 52: Keseharian Pekerjaan Ellis

    Ellis membuka kedua matanya dengan berat, dia terbangun dari tidurnya. Tahu-tahu sudah berada di ranjang besar milik Sang Raja. Ellis langsung beranjak menduduki dirinya dengan was-was. Ia malah mendapati Sang Raja, Alphonse, sudah mengenakan kemeja putih dengan celana cokelatnya. Dia menatap jendela dengan secangkir kopi panas yang masih mengepul.“Ellis, katakan dengan jujur siapa yang kau temui tadi malam?” tanya Sang Raja kepada Ellis.“Y-yang Mulia, maafkan Ellis yang melalaikan tugas serta malah tidur disini.” Ellis berucap sambil menundukkan tatapannya. “A-aku bertemu seorang vampir,” jawab Ellis dengan pelan.Alphonse meletakkan cangkir kopi panas itu, dia beralih jalan mendekati Ellis. Kemudian duduk ditepian ranjang, melihat Ellis yang setengah duduk di ranjang kasur itu. “Ellis, apa kau merasa mengenali Pria itu?” tanya Sang Raja.Ellis langsung menjawab. “Tidak Yang Mulia.”“Ellis, tatap aku saat kita bicara,” suruh Sang Raja sambil meraih dagu kecil Ellis dengan tangan ka

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 51 : Siapa Penyusup itu?

    “Ellis?!”“Ellis, kenapa dia?”Lyn dan Remington berulang kali memanggil Ellis tapi Ellis langsung berjalan menuju lantai dua, dia menuju kamarnya tanpa mengubris panggilan Lyn dan Remington yang ada dilantai satu tepatnya di dapur.Ellis langsung menutup pintu kamarnya dengan rapat, dia masih memengang knop pintu dengan wajah merah bersama degupan jantung yang kuat.“Kenapa hatiku terasa berantakan?” tanya Ellis dengan bibir yang bergetar.“Mungkin Yang Mulia hanya bercanda,” tungkas Ellis.Ellis berjalan menuju lemari, ia membuka seluruh pakaiannya dari sebagian zirah pelindung besi hingga kemeja putihnya. “Kurasa, mengenakan perban seharian terasa sesak,” ucap Ellis sambil membuka balutan perban pada dadanya.Ellis memang seorang wanita tapi Ellis sangat suka dengan pedang bahkan Ellis berkeinginan menjadi seorang ksatria yang melindungi Dust Bones. Sayangnya wanita tidak boleh mendapatkan posisi itu di istana, maka Remington dengan tulus mengajari Ellis bahkan mulai menganggapnya

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 50: Sosok Pengganti

    Taman yang berada tepat di hamparan lily putih. Ellis dapat menatap Sang Raja yang berbaring diatas bangku taman pada sebuah gazebo yang terletak ditengah-tengahnya.Napas Ellis jadi tersenggal akibat berlari, Ellis segera menghampiri Sang Raja yang berbaring itu. Awalnya Ellis takut membangunkannya, kemudian Ellis memilih diam berdiri. Menunggu Sang Raja membuka kelopak matanya.“Ellis, kau habis berlari bukan?” Sang Raja berucap dengan kedua kelopak mata yang tertutup.“B-benar Yang Mulia!” jawab Ellis.“Ellis ... tidak ada yang berani menyerangku, kau bisa berjalan dengan santai tanpa perlu berlari,” ucap Alphonse tenang.“Baik Yang Mulia.”Angin semilir bertiup dengan lembut, tidak ada Pelayan ataupun Para Prajurit disini. Hanya Ellis yang memperhatikan Alphonse, bagi Ellis pria dengan satu anak ini menawan dimatanya. Garis tegas wajahnya, jenggot tipis dan surai cokelat yang sedikit panjang.Ellis mendeham, risih dengan suasana hening ini/ “Yang Mulia, maaf, aku hanya ingin membe

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 49: Ksatria yang Jenius

    Hari selanjutnya adalah Ellis akan memastikan semua perlengkapan Sang Raja yang akan dikenakan untuk pesta ulang tahun Pangeran Victorine lusa, maka dari itu keRajaan Brunia sebagai keRajaan tetangga diundang ke Dust Bones.Di dalam ruangan dengan seorang Pembuat Pakaian, Ellis memeriksa semua bahan pakaian agar terbebas dari bahaya untuk Sang Raja.“Ellis Francieli, berapa kali kau akan memeriksa jubah itu?” tanya Pria dengan pakaian busana necis yang nyentrik.“Ayolah Tuan Antoine, aku harus memastikan semua untuk Raja aman dan baik,” celetuk Ellis sambil terus mengamati jubah itu, terutama sebuah permata berwarna merah.“Tuan, kenapa Raja mengenakan batu ini?” tanya Ellis heran.“Apa? Batu yang cantik bukan? Brunia memberikan batu ini melalui suruhannya, tentu saja Yang Mulia Alphonse akan menyukai pakaian indah dengan permata merah ini,” ucap Pembuat Pakaian itu dengan bangga tapi tidak dengan Ellis.Ellis merasa jika permata berkilau merah itu justru tampak janggal. “Jangan pakai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status