Share

Akhirnya Ketahuan!

Author: Senja Berpena
last update Last Updated: 2026-01-15 12:00:38

Perawat itu pucat pasi, peluhnya bercucuran meski pendingin ruangan berhembus kencang.

Dia merampas troli obatnya dan bergegas keluar tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Samuel yang berdiri mematung dengan botol kecil itu tersembunyi di dalam genggamannya. Samuel tahu, jika ia bertanya lebih lanjut di sini, semua bukti akan lenyap.

Ia menoleh ke arah Anne yang masih terlelap dalam kegelisahan. Dada Samuel sesak. Istrinya, wanita yang biasanya begitu kuat dan ceria, kini tampak seperti cangkang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Tamat

    Beberapa bulan kemudian, sinar matahari pagi yang hangat menembus jendela kaca besar di sebuah vila tepi pantai yang tenang.Tidak ada lagi aroma disinfektan yang menyesakkan atau suara monitor jantung yang memicu trauma. Yang terdengar hanyalah suara deburan ombak yang ritmis dan kicauan burung di pepohonan sekitar.Anne berdiri di depan cermin, merapikan gaun musim panasnya yang berwarna putih bersih. Pipinya kini merona alami, dan binar di matanya telah kembali sepenuhnya.Dia menatap pantulan dirinya, bukan lagi sebagai korban yang rapuh, melainkan sebagai wanita yang berhasil memenangkan kembali hidupnya.Samuel muncul dari balik pintu, melingkarkan lengannya di pinggang Anne dengan lembut. Ia mencium bahu istrinya, menghirup aroma parfum melati yang kini menjadi aroma favoritnya."Siap untuk sarapan di tepi pantai, Sayang?" tanya Samuel dengan nada yang lembut.Anne berbalik dalam pelukan Samuel, mengalungkan tangannya di leher suaminya. "Aku siap untuk apa pun, asalkan bersamam

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Hukuman untuk Tyas dan Jeane

    Pagi itu, suasana di kantor pusat perusahaan keluarga Samuel yang megah mendadak mencekam.Samuel berdiri di balik jendela besar ruang kerjanya, menatap iring-iringan mobil polisi yang memasuki halaman gedung.Di tangannya, ia memegang map hitam berisi bukti-bukti yang telah ia kumpulkan dengan ketelitian seorang pemburu: hasil laboratorium toksikologi, rekaman CCTV tersembunyi yang ia pasang di kamar rumah sakit, hingga pernyataan tertulis dari perawat yang sempat disuap oleh Tyas.Samuel tidak lagi merasakan keraguan. Rasa hormatnya sebagai seorang anak telah mati bersamaan dengan setiap isakan ketakutan Anne di rumah sakit.Baginya, Tyas dan Jeane bukan lagi keluarga atau masa lalu, melainkan kriminal yang mencoba merampas nyawa orang yang paling ia cintai.Tyas sedang memimpin rapat dewan direksi, mencoba meyakinkan para pemegang saham bahwa kondisi putranya sedang tidak stabil dan ia harus mengambil alih kendali penuh perusahaan.Di sampingnya duduk Jeane, yang dengan angkuh ters

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Proses Penyembuhan

    Setelah badai konfrontasi malam itu berlalu, Samuel mengambil tindakan tegas. Ia memindahkan Anne ke sayap paviliun yang lebih privat dengan pengamanan ketat 24 jam.Tidak ada satu pun orang, termasuk staf medis, yang boleh masuk tanpa verifikasi langsung darinya.Dokter-dokter terbaik dikerahkan untuk melakukan detoksifikasi total guna membersihkan sisa-sisa zat penenang dan halusinogen dari sistem tubuh Anne.Hari-hari awal adalah masa yang paling berat. Tanpa asupan obat-obatan beracun itu, Anne mengalami fase putus zat yang menyakitkan.Dia sering terbangun di tengah malam, menjerit ketakutan karena sisa-sisa halusinasi yang masih menghantui.“Sam! Dia di sana! Jeane membawa pisau!” jerit Anne suatu malam, tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin.Samuel, yang selama berminggu-minggu memilih tidur di sofa sempit samping ranjang, langsung sigap memeluknya.Dia memegang kedua tangan Anne dan menempelkannya ke pipinya sendiri agar istrinya bisa merasakan suhu tubuhnya yang nyata.“L

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Kau akan Menyesal!

    “Jelaskan padaku, Ma. Jelaskan apa itu Benzodiazepine dan halusinogen dalam darah istriku,” suara Samuel rendah, namun setiap kata yang keluar terdengar seperti dentuman palu yang menghantam keadilan.Tyas menarik napas panjang, mencoba merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.“Samuel, kau terlalu emosional. Mama melakukan itu demi kebaikannya. Anne terus berteriak, dia histeris! Mama hanya meminta dokter memberikan sesuatu agar dia bisa ‘tenang’. Itu hanya agar dia tidak stres dan tidak mempermalukan diri sendiri di depan perawat.”“Tenang?” Samuel tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan.“Kau meracuninya secara perlahan, Ma! Kau memberinya zat yang merusak sarafnya agar dia terlihat gila di mata dunia.“Kau ingin dia kehilangan akal sehatnya supaya kau bisa membuangnya ke rumah sakit jiwa dan menghapusnya dari hidupku. Katakan yang sejujurunya, apakah membunuh jiwanya adalah bagian dari rencana ‘ketenangan’ itu?”Pertengkaran itu meledak. Suara Samuel yang meninggi mul

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Akhirnya Ketahuan!

    Perawat itu pucat pasi, peluhnya bercucuran meski pendingin ruangan berhembus kencang.Dia merampas troli obatnya dan bergegas keluar tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Samuel yang berdiri mematung dengan botol kecil itu tersembunyi di dalam genggamannya. Samuel tahu, jika ia bertanya lebih lanjut di sini, semua bukti akan lenyap.Ia menoleh ke arah Anne yang masih terlelap dalam kegelisahan. Dada Samuel sesak. Istrinya, wanita yang biasanya begitu kuat dan ceria, kini tampak seperti cangkang kosong yang rapuh.Samuel merogoh saku jasnya, memasukkan botol tanpa label itu dalam-dalam, lalu mencium kening Anne.“Aku akan mencari tahu kebenarannya, Anne. Aku janji,” bisiknya sebelum melangkah keluar dengan langkah cepat.Samuel tidak pulang ke rumah. Ia memacu mobilnya membelah malam menuju sebuah laboratorium swasta milik kerabat lamanya yang beroperasi 24 jam.Pikirannya berkecamuk. Jika benar ini adalah rencana jahat, maka pengkhianatan ini terjadi tepat di bawah hidungnya.Sementar

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Kecurigaan Samuel

    Suara isakan Anne memenuhi kamar rumah sakit yang remang.Tubuhnya gemetar hebat, matanya penuh ketakutan.Samuel duduk di tepi ranjang, kedua tangannya memegang bahu Anne, mencoba menenangkan istrinya yang terus meronta seolah dikejar sesuatu yang tak terlihat.“Anne, Sayang, tenanglah. Aku di sini,” ucap Samuel lirih dengan suara bergetar menahan emosi.“Tidak ada siapa-siapa, tidak ada yang bisa menyakitimu lagi. Lihat aku, Anne. Aku, Samuel.”Anne menggeleng histeris dan air matanya jatuh membasahi pipinya yang pucat.“Tidak, Sam! Dia… dia ada di sini tadi! Aku melihatnya! Jeane… dia berdiri di sana!”Anne menunjuk ke sudut ruangan, suara parau dan penuh ketakutan. “Aku tidak gila, Sam. Percayalah padaku!”Samuel memeluknya erat, mencoba meredam gemetar tubuh istrinya. Namun, dalam hati ia mulai goyah.Anne sudah beberapa kali melihat bayangan yang tidak ada, dan setiap kali itu terjadi, ia semakin ketakutan.Pintu kamar terbuka dan seorang dokter berjas putih masuk dengan ekspres

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status