Mag-log inMalam itu Velicia digunakan sebagai alat transaksi jabatan oleh suaminya sendiri. Sementara Velicia bertarung dengan reaksi obat perangsang, suaminya justru berselingkuh dengan wanita lain, yang kemudian mengantarkan Velicia ke pelukan pria masa lalunya, Arion, seorang CEO penuh kuasa yang mengharapkannya kembali! ⚠️Warning⚠️ Hanya cerita fiktif belaka! Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya karangan semata. Follow author on : IG : @my.xena FB : Xena Vibes
view moreChapter 1
I walked out of the store , minding my own business when a firm broad shoulder brushed through me and pushed me hard enough that I fell down.The contents of my bag was scattered all over the floor and I threw my black long hair sideways so I could see who the culprit was and I furrowed my brow in anger. I narrow my hazel eyes at the familiar sheet eating grin and can't stop the growl of hatred that rumbles through me.Wow dear you should watch where you're going."Fucking Gabriel .The alpha son has always been an since we started high school.Now a year after graduation he still find every chance he can to torment me.it used to be throwing my homework into pool or "accidentally" shoving my books out of my hands or pushing me into lockers.i don't know how many bruises i came home with after he"ran into me" with his shoulder .On top of all that were the unusual names he'd call me.ugly,bitch,slut,whore.Dear was pretty tame compare to the rest of them,but he only used it because he knows I hate it.it wouldn't have been so bad if he treats everyone like shit,but he and his merry group of men that followed him around like disciples only torture a selected few of us. Those of us more focused on the strength of our mind, rather than our body.Sure I could fight. Both my parents are warrior's , They made sure I could hold up on my own , but I never made a show like other teenager's , showing off around the training ground like a peacock was never appealing to me ,so I was labeled different and punished accordingly .Now, looking up at my tormentor and the three other wolves following him around like dogs on leashes I'm reminded of just how much I hate these guys."Fuck off, Gabriel" I sneer through clenched teeth as I collect my stuff from the floor and stand to my full height , which is still considerably shorter than him. He chuckled and looked around at his buddies ."Excuse me, Dear ? I don't think I heard you correctly ." He says with a hint of amusement in his voice . I square my shoulders and make eye contact with him. Refusing to lower my gaze in a way to show my disrespect for him."I told you to fuck off". I responded to him sharply . I see his eyes darkening in anger as he takes a few steps closer to me ."You will like that won't you"? If I let you sleep with me . What a slut". He says his friends Burst out in laughter . I could feel my face go red but I didn't bring down my stare."I wouldn't touch you with a ten feet pole. Even if it has a condom on it . I feel bad for your mate . She is sure to be disappointed ." I spit at him and he growls before his expression turns into amusement ."No ,Dear. My mate will love me. I bet she will throw herself at me. I will have her marked and mated within an hour of meeting her." He says with full confidence and pride. I can't help but roll my eyes at him."I hope she rejects you. I don't know her but I can tell the poor deserve a better mate. I said while holding his gaze.He is very much pissed at the moment that he could destroy anything close to him. His usual dark emerald green darken to the shade of his wolf as he growl slowly on every breath he takes ."Submit. Like the pathetic bitch you are. He growls,his voice lower as it mixes with that of his wolf. I stood my ground praying that my body doesn't betray me. I knew he could hear my pounding heart ,but I refused to show my fear.Let it go, Gabriel." one of his jerk friends says.Yes, she is not worth it, one of his friends added.Gabriel shakes his head and comes out of his half shift position . His body stopped radiating with anger and his eyes were clear again.Perfect little Rachel . Always thinking you are better than everyone else. One of these days someone is going to knock you off for real . Gabriel said mockingly . I just rolled my eyes again, knowing nothing makes an alpha angry than being disrespected.Funny, Gabriel I could say the same for you." I mutter before turning on my heels to leave.Sure I walked in the wrong direction , but I wasn't going to turn back and let him know that . Instead I walked into a small book store thankfully my friend Helen was working there.That looks like an intense fight between you and the alpha. She says," Helen has always been observant , but a small bookstore with a large window facing the main street of the pack didn't hurt.I'm so tired of him, Helen . I can wait till my eighteenth birthday . Once I find out that my mate isn't in this pack I am leaving and never coming back here. I can't watch it burn down with that bully in charge." I rant angrily as I help my friend with her work"Slow down there tiger .You are putting the tags on the wrong books . And you can't just leave the pack ,you need the alpha's permission"."You think he won't ,'' I asked seriously and Helen sigh's." You know he has been eyeing you to take over the pack intelligence department.You are wicked smart and can sense patterns so easily that it is creepy. You did be great at planning attack's , helping with defense, warrior training and patrol schedule.wolves like you don't come along often. I don't think he just let you go."she says bluntly and sigh's.Fuck me for being so smart."Yeah, well maybe he would feel differently after he hears what I feel about his son . I shrug and Helen gasps .You wouldn't ,she challenges but all I gave her was a smirk ."Bagaimana bisa kamu bercerai dalam keadaan hamil, Ve?" tanya Edward yang duduk di depan putrinya. Velicia merasa seperti sedang disidang oleh kedua orang tuanya. Di hadapan pasangan suami istri paruh baya itu, Velicia dan Arion menceritakan apa yang terjadi di malam pertemuan mereka yang tidak disengaja pada acara pesta perusahaan. "Jadi kalian--"Arion bergerak cepat untuk berdiri dari duduknya dan berlutut di hadapan prang tua Velicia."Maafkan saya, Pa, Ma. Saya tahu, jika tidak layak untuk memberi alasan pembelaan diri, tapi saya akan bertanggung jawab penuh dengan menikahi Velicia. Saya mencintai Velicia. Dari dulu hingga sekarang, rasa cinta saya tidak berkurang sedikit pun untuknya. Terlebih lagi ada bayi dalam kandungan Velicia yang merupakan benih cinta kami berdua. Jadi, saya mohon pada Mama dan Papa untuk merestui niat tulus saya ini," pintanya dengan tulus sambil menatap pasangan suami istri paruh baya itu secara bergantian.Edward dan Sophia saling memandang. Mereka ti
Semua pasang mata mengarah pada sosok yang berdiri di depan pintu. Sosok tersebut berjalan menghampiri mereka. "Velicia?!" Raymond terperangah melihat sosok wanita yang berhasil memporak porandakan hati dan pikirannya. Pasalnya, sejak sang istri pergi dari rumah, Raymond sangat frustasi karena tidak bisa menemukannya di mana pun. Kini, ia seolah tidak percaya sang istri berada di hadapannya.Velicia menatap tidak suka pada Raymond yang masih dalam posisi duduk di tempatnya. Sorot matanya begitu tajam seolah siap mengulitinya saat itu juga."Ada perlu apa kamu datang ke rumah orang tuaku? Bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi?" tanyanya dengan ketus.Raymond berdiri dari duduknya, dan meraih tangan Velicia untuk mencoba meluluhkan kembali hatinya. Velicia menarik tangannya, dan berusaha untuk menghindarinya saat tangan mantan suaminya kembali ingin menggapainya."Aku datang untuk mencari mu, Sayang," jawab Raymond dengan tatapan mengiba pada mantan istrinya.Velicia tersenyum mi
"Mama?!" celetuknya ketika melihat wanita paruh baya yang beberapa saat lalu telah bertemu dengannya di rumah."Kenapa Mama ada di sini?" tanyanya kemudian.Anna menatap sinis pada dua orang paruh baya yang sedang duduk di hadapannya. Sepasang suami istri paruh baya itu terlihat sungkan dan tidak nyaman ditatap sinis olehnya. "Masih perlu Mama jelaskan kenapa ada di sini?" Jawabnya dengan sewot.Raymond berjalan menghampirinya tanpa dipersilahkan masuk oleh si pemilik rumah tersebut. Dia duduk di dekat sang mama, dan berbisik di telinganya,"Biar Ray yang urus. Lebih baik Mama pulang saja sekarang, dan cari tahu apa pengacara Kakek tahu tentang ini."Seketika kedua mata yang memiliki sedikit garis kerut dibawahnya, membelalak. Jujur saja dia tidak terpikirkan sama sekali untuk mencari tahu pada pengacara sang kakek. 'Benar juga. Bisa kacau jika pengacara sialan itu tau yang sebenarnya,' batinnya menggerutu.Sepasang mata ibu dan anak itu saling bertatapan. Anna mengangguk, membenark
Raymond terlihat lesu duduk di sofa ruang tamu dengan penampilan berantakan. Kemeja kerjanya kusut dengan satu kancingnya yang terbuka. Dasi dan jasnya masih berada di atas sofa semenjak dilemparnya semalam, ketika akan keluar mencari Velicia. Rambutnya sangat jauh berbeda dari gayanya sehari-hari. Rambut yang biasanya rapi, kini menjadi berantakan, tidak beraturan layaknya orang yang sedang frustasi.Dia menghabiskan malamnya untuk mencari Velicia yang sedang mengandung, dan kini telah berstatus sebagai mantan istrinya. Raymond sangat menentang hasil perceraian tersebut. Baginya hasil persidangan tanpa kehadirannya tidak akan sah meskipun sudah tercatat resmi menurut pengadilan dan negara. "Raymond!""Ray!""Buka pintunya!"Mata Raymond yang sedikit terpejam, seketika terbuka lebar. Dia bergegas berjalan cepat menuju pintu, berharap Velicia lah yang datang dan memanggil namanya.Senyuman sumringahnya seketika musnah, berganti dengan wajah datar yang menyembunyikan rasa kesal pada so
“Aaahh … Sandra. Tubuhmu nikmat sekali….”Velicia menguatkan dirinya untuk melihat ke arah sumber suara–ke sebuah ruang kecil di dekat tangga darurat. Ia bisa melihat pintunya sedikit terbuka.Di sana, Velicia melihat suaminya tengah melakukan adegan tidak senonoh dengan seorang wanita asing–wanita
“Istrimu sepertinya gugup, Raymond. Harus lebih santai lagi.”“Saya sepakat, Tuan.” Raymond menanggapi dengan suaranya yang biasa. Tangannya bergerak membimbing Velicia untuk minum. “Ayolah, Sayang, jangan tegang begitu.”Velicia menahan emosi yang mulai bergolak dalam dadanya karena paksaan sang s
“Tubuhmu indah sekali, Velicia.”Sentuhan lembut pada kulit mulus Velicia membuat wanita itu mengeliat pelan. Akan tetapi, sepasang matanya yang sudah tampak tidak fokus dan penuh hasrat itu seakan meminta lebih. Ia menggigit bibirnya, menahan lenguhan itu agar tidak keluar.“Jangan menahannya.” Pr
Raymond meninggalkan rumah dengan membawa amarahnya pada sang istri. Dia merasa hina di mata istrinya. Memanglah benar dia telah berselingkuh dan berhubungan badan dengan wanita lain. Akan tetapi, hanya dengan satu wanita saja, tidak lebih.Namun, bagaimanapun dia telah berselingkuh dari istrinya,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore