分享

BAB 16

作者: Rainina
last update publish date: 2026-05-30 11:31:02
Menerima kekalahan yang tidak adil rupanya menyisakan rasa pahit yang luar biasa di lidah Emily.

Pada akhirnya, Emily terpaksa menelan mentah-mentah tuduhan tersebut. Berkat "pengakuan" tenangnya di lorong tadi, Tuan Andrew tidak lagi memperpanjang keributan dan langsung melimpahkan seluruh kesalahan padanya.

Hari itu ditutup dengan kunjungan singkat ke ruangan HRD.

Kini, selembar Surat Peringatan tergeletak begitu saja di atas meja kerja Emily.

Emily menatap kertas berlogo perusahaan itu denga
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
Rainina
makasih ya kaak udah mau baca dan komentar ...️
goodnovel comment avatar
Raze
Thank you update bab ny.. besok update yang banyak lagi ya..
查看全部評論

最新章節

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 318

    Sore harinya, Nicholas menepati janjinya untuk pulang lebih awal dari firma. Pria itu sudah berganti pakaian dengan busana rumahan yang lebih santai. Setelah membersihkan diri, ia menyusul Emily yang sedang duduk bersandar di sofa kamar mereka.Nicholas duduk di sebelah istrinya, menatap wajah Emily dengan begitu lekat."Aku sudah bicara dengan Justin di telepon tadi," ucap Nicholas memecah keheningan.Emily sedikit tersentak. Ia meletakkan buku yang sedang dibacanya ke atas meja, lalu menatap suaminya dengan perasaan waswas. "Apa yang dia katakan padamu?""Dia dan ibumu ingin kembali ke sini," jawab Nicholas tanpa basa-basi. "Dan dia secara terang-terangan berharap kau bisa memohon padaku untuk turun tangan.""Apa?" Emily membuka mulutnya karena terkejut, namun sedetik kemudian ia menutup mulutnya lagi. Alisnya berkerut dalam, mencoba mencari setitik logika dari kalimat suaminya. "Kenapa? Bukannya dia sengaja menghindari semua orang yang memburunya itu?""Entahlah, itulah yang Justi

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 317

    Di dalam ruangannya yang kedap suara, Nicholas menghempaskan punggungnya ke kursi. Suasana hatinya benar-benar memburuk. Ia memijat pangkal hidungnya, merasakan kepalanya berdenyut karena tingkah adiknya yang tidak pernah bisa bersikap dewasa.Berada dalam suasana hati yang buruk, pikiran Nicholas seketika tertuju pada satu-satunya sumber ketenangannya. Emily.Ia berpikir untuk melakukan panggilan video dengan istrinya. Senyum dan suara lembut Emily pasti bisa menetralisir rasa frustasi yang sedang menguasai kepalanya saat ini. Nicholas meraih ponselnya, mencari kontak Emily, dan menekan tombol video call.Tidak butuh waktu lama, panggilan itu tersambung.Nicholas baru saja mencondongkan tubuhnya ke depan, mengira ia akan langsung disambut oleh wajah cerah dan suara manja Emily seperti biasanya pagi ini.Namun, dugaannya salah total.Di layar ponselnya, wajah Emily terlihat seperti kebingungan. Tidak ada senyum sama sekali di bibir istrinya. "Nicholas," sapa Emily cepat dengan napas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 316

    Pagi itu, Clara datang ke Firma Hukum Spencer dengan suasana hati yang sangat buruk. Wajahnya ditekuk masam sejak ia melangkah keluar dari lift. Sepatu hak tingginya berderap kasar menghantam lantai, menciptakan gema yang membuat beberapa karyawan langsung menundukkan kepala."Sialan," umpat Clara pelan saat ia melempar tas mahalnya ke atas meja kerjanya yang berada tidak jauh dari ruangan Nicholas.Hari ini seharusnya menjadi hari yang menyenangkan untuknya. Ia sudah merencanakan untuk datang ke acara peluncuran barang bermerek edisi terbatas yang sudah lama ia incar. Clara bahkan sudah bersusah payah merengek dan membuat Eric berjanji untuk menemaninya ke acara tersebut. Namun, semua rencananya hancur berantakan karena Nicholas memaksanya kembali bekerja sebagai karyawan sungguhan.Clara mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan divisi. Ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan rekan-rekan kerjanya.Para karyawan jelas sekali menghindari kontak mata dengannya. Jika s

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 315

    Pagi itu, Emily sengaja membiarkan kakinya berpijak, berdiri di atas punggung kaki Nicholas yang terbalut sepatu pantofel mengkilap. Wanita itu sedikit berjinjit di sana agar wajahnya dan wajah suaminya bisa saling bertemu.Emily memeluk leher Nicholas dengan erat, sementara, kedua tangan Nicholas melingkar sempurna memegang pinggang ramping istrinya, menahan tubuh itu dengan posesif.Keduanya saling menempel begitu rapat di tengah ruangan, berpelukan dalam keheningan pagi yang hangat, seolah sama-sama enggan untuk saling melepaskan."Kau yakin aku tidak perlu ikut ke firma hari ini?" tanya Emily memecah keheningan, menatap mata kelam suaminya dengan tatapan memohon."Iya, aku sangat yakin," jawab Nicholas dengan suara baritonnya yang berat dan menenangkan."Benarkah?" rajuk Emily lagi, mengeratkan pelukannya di leher Nicholas. Keduanya masih berpelukan erat, Emily berayun kecil ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan pelan sang suami. "Kau tidak akan merindukanku di sana?""Tentu saja

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 314

    Dengan tangan sedikit gemetar, Diana memutar kenop dan membuka pintu apartemennya."Chris?" panggil Diana pelan, hampir tak terdengar.Namun, alih-alih menemukan sosok pria jangkung itu di hadapannya, Diana justru mendapati seorang pria paruh baya berkacamata yang menatapnya dengan senyum canggung."Selamat malam, Diana," sapa pria itu.Bahu Diana seketika merosot turun. Kekecewaan yang luar biasa langsung menghantam dadanya. "Ah... selamat malam, Pak Miller. Ada apa Bapak kemari malam-malam begini?""Maaf mengganggumu selarut ini," ucap Pak Miller, sang pemilik gedung apartemen. "Aku hanya sedang berkeliling lantai ini untuk mengingatkan soal iuran bulanan kebersihan dan keamanan yang jatuh tempo hari ini. Kau belum mentransfernya, kan?""Oh, astaga! Saya benar-benar lupa," Diana menepuk dahinya pelan, merasa bodoh karena saking paniknya memikirkan Chris, ia sampai melupakan tagihannya. "Sebentar, Pak. Saya ambilkan uang tunainya ke dalam."Setelah menyelesaikan semua pembayarannya d

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 313

    "Apa?" Emily sedikit mendongakkan kepalanya dari dada bidang sang suami, menatap wajah Nicholas dengan dahi berkerut bingung. "Kenapa tiba-tiba sekali?""Kau kan tahu sendiri, Emily, satu kasus di pengadilan akan butuh waktu yang sangat lama untuk diselesaikan," jelas Nicholas. Jemarinya terus membelai punggung istrinya dengan gerakan yang menenangkan. "Bisa berbulan-bulan untuk tahap investigasi dan persidangan, bahkan bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun untuk mencapai putusan akhir dari hakim.""Tapi selama ini kau selalu menikmatinya, kan?"“Ya, tapi selain mengurus firma, kau tahu sendiri aku juga harus ikut dalam urusan bisnis keluargaku. Jadwalku sudah terlalu padat."Nicholas terdiam sejenak, seolah tengah memperhitungkan berapa banyak waktu yang harus ia luangkan untuk Emily dan anak mereka kelak.“Kalau aku mulai mengurangi kasus yang kutangani dari sekarang..." Nicholas menunduk, mencium kening Emily dalam-dalam. "...aku bisa punya lebih banyak waktu untukmu dan anak k

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 68

    "Tidak, Ibu. Aku kan sudah bilang aku tidak berbohong."Emily baru terbangun ketika ia mendengar suara Nicholas setengah berbisik, jelas berusaha keras agar tidak membangunkannya.

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 6

    Emily panik saat melihat halte bus tempat persinggahannya itu menjauh dari pandangan."Pak, aku bilang turunkan aku di sini!" Emily mulai menaikkan nada bicaranya pada supir yang kini terlihat kebingungan menatap dari kaca spion, ragu harus mematuhi perintah siapa."Turunkan kami di lobby," potong

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 5

    Mendengar perkataan Emily, batas kesabaran Nicholas seolah putus. Pria itu bergerak mendekat dan menarik sebelah lengan Emily dengan kuat, membuat wanita itu meringis tertahan."Berapa kali harus kukatakan padamu bahwa itu hanya salah paham?!" desis Nicholas tajam, wajahnya kini hanya berjarak bebe

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 4

    Suara bariton Nicholas yang berat dan dingin membuat keheningan di ruang makan itu terasa semakin mencekam. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Tuan Spencer yang sejak tadi tidak peduli pun kini ikut memperhatikan pria itu.Hanya Nyonya Spencer yang wajahnya seketika berbinar lega melihat keda

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status