Share

BAB 16

Author: Rainina
last update publish date: 2026-05-30 11:31:02
Menerima kekalahan yang tidak adil rupanya menyisakan rasa pahit yang luar biasa di lidah Emily.

Pada akhirnya, Emily terpaksa menelan mentah-mentah tuduhan tersebut. Berkat "pengakuan" tenangnya di lorong tadi, Tuan Andrew tidak lagi memperpanjang keributan dan langsung melimpahkan seluruh kesalahan padanya.

Hari itu ditutup dengan kunjungan singkat ke ruangan HRD.

Kini, selembar Surat Peringatan tergeletak begitu saja di atas meja kerja Emily.

Emily menatap kertas berlogo perusahaan itu denga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rainina
makasih ya kaak udah mau baca dan komentar ...️
goodnovel comment avatar
Raze
Thank you update bab ny.. besok update yang banyak lagi ya..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 120

    "Aku ingin kau menjauh dari hidupku," desis Emily tajam."Tidak bisa," tolak Nicholas tanpa jeda sedetik pun."Kenapa tidak bisa? Hidupmu akan jauh lebih mudah kalau aku tidak ada lagi di rumah itu!""Apanya yang mudah?" Nicholas mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengungkung tubuh Emily ke daun pintu. Sorot matanya dipenuhi kejengkelan yang luar biasa pekat. "Tiga belas hari kau menghilang, dan seluruh rutinitasku berantakan karena aku harus mengorbankan waktu kerjaku mencarimu. Kau bertingkah tidak masuk akal hanya karena hal sepele.""Hal sepele?!" Emily mendongak, menatapnya benci. "Kau menganggap pengabaianmu dan manipulasi hukum yang kau lakukan padaku sebagai hal sepele?!""Aku melakukan apa yang harus kulakukan untuk menjaga pernikahan kita," desis Nicholas tertahan. Pria itu menghela napas kasar, mencoba mengatur intonasinya agar kembali tenang. "Dengarkan aku, Emily. Kau sedang emosional. Kau sengaja membesar-besarkan masalah ini karena kau sedang merajuk.""Aku tidak sed

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 119

    Mobil sedan Diana berhenti perlahan di slot parkir lantai bawah gedung Firma Hukum Crawford. Mesin mobil belum dimatikan saat Diana menoleh menatap sahabatnya dengan alis bertaut cemas."Kau yakin tidak mau ditemani masuk?" tanya Diana. Tangannya menahan sabuk pengaman Emily. "Aku bisa ikut naik ke atas. Kita hadapi pengacara itu berdua."Emily melepaskan sabuk pengamannya, lalu tersenyum menenangkan. "Tidak perlu, Na. Kau tunggu di sini saja, ini masalah perceraianku.""Emily, aku serius," desak Diana ragu. "Sejak pagi perasaanku tidak enak. Membayar deposit mahal hanya untuk waktu dua puluh menit? Bagaimana kalau dia sama saja dengan pengacaramu yang sebelumnya dan langsung mundur begitu tahu siapa suamimu?""Aku sudah mencari tahu, dia itu mirip Nicholas. Itulah kenapa aku menyewanya," balas Emily logis. Ia merapikan kerah mantelnya. "Pengacara ini punya ego besar dan beberapa kali mengkritik Firma Spencer. Aku hanya perlu memberi tahu apa yang aku punya, membayar bayarannya, lalu

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 118

    Begitu Daniel mengirimkannya, balasan Olivia datang dengan begitu cepat.[Eh? Jangan! Ya ampun, Daniel, aku kan cuma minta rekomendasi tempat. Jangan ke sini, aku sungguh tidak mau menyusahkanmu lagi.]Kalimat penolakan yang begitu merendah dan penuh sungkan itu sukses meruntuhkan pertahanan terakhir Daniel. Senyum miring terbit di bibirnya saat ia mengetikkan pukulan penutup.[Aku yang akan kesusahan konsentrasi kalau membiarkanmu pergi sendirian jam segini. Kirimkan lokasimu sekarang.]Daniel mengunci layarnya, memasukkan ponsel itu ke dalam saku, lalu berdiri dan menggunakan kembali mantelnya."Ladies," ucap Daniel, memasang wajah menyesal yang luar biasa meyakinkan. "Bagaimanapun aku menyukai teh hangat ini... sepertinya aku harus pamit. Ada dokumen penting yang mendadak butuh tanda tanganku malam ini juga."Diana menyipitkan matanya tajam, menatap Daniel dari atas ke bawah. "Dokumen? Apa dokumen itu berambut panjang dan menunggu di tempat tidur?""Analisis bisnismu terlalu buruk,

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 117

    "Ibu... Emily sangat dekat dengan Ibu," ucap Nicholas. "Apa dia sungguh tidak memberitahu Ibu ke mana dia pergi?""Tidak, Nicholas," jawab Helen cepat.Nicholas melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. "Ibu, tolong jangan berbohong padaku. Aku sudah berhasil menunda sidang perceraiannya di pengadilan, tapi aku tetap harus bertemu langsung dengannya sekarang juga. Dia sedang bertingkah tidak masuk akal.""Tidak masuk akal bagaimana?" tanya Helen."Dia tidak terbiasa melakukan apapun sendirian. Dia tidak akan bisa melakukan apa pun di luar sana tanpaku."Helen menatap putranya dengan kening berkerut. "Kamu pikir dia sungguh tidak bisa hidup tanpamu?""Dia tidak punya pekerjaan, Bu. Siapa yang akan membiayainya?""Nicholas, kamu terlalu arogan," keluh Helen. "Kamu selalu merasa semua hal di dunia ini berada di bawah kendalimu.""Aku hanya bersikap logis.""Logis? Coba ingat lagi. Selama dua tahun pernikahan kalian, Emily yang selalu menyesuaikan diri denganmu. Dia menghafal semu

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 116

    "Ditunda?" ulang Emily pada suara diujung telpon, suaranya terdengar luar biasa kering. "Berapa lama?""Enam puluh hari, Nyonya Emily," jawab Robert dari seberang sambungan telepon, terdengar sangat letih. "Tuan Spencer menggunakan hak penundaan mediasi secara sepihak. Beliau tidak menyerang materi gugatan kita, beliau hanya... mengulur waktu secara legal. Di dunia hukum keluarga, ini adalah manuver klasik untuk menguras mental pihak penggugat."Emily memijat pangkal hidungnya dengan keras. Denyut nyeri yang tajam langsung menyerang pelipisnya."Lalu bagaimana?" tanya Emily pelan, menahan suaranya agar tidak bergetar. "Apa saranmu, Tuan Robert?""Tunggu sampai batas waktu itu habis," jawab Robert jujur. "Jangan terpancing, Nyonya. Tuan Spencer sengaja mengunci kalender persidangan agar Anda kehabisan kesabaran, panik, lalu keluar dari persembunyian untuk meneleponnya. Begitu Anda membuka kontak dengannya, beliau menang."Emily menghembuskan napas panjang. Matanya menatap dingin ke a

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 115

    Jemari besar Daniel yang mengusap lembut punggung tangannya membuat napas Olivia tertahan selama sepersekian detik. Di balik kelopak matanya yang sembab, ada guncangan kecil yang berusaha ia redam secepat kilat.Reputasi Daniel sebagai seorang playboy kelas kakap memang bukan sekadar isapan jempol. Pria ini bergerak dengan insting penakluk yang luar biasa tajam, mampu membaca celah kerapuhan, menyentuh di saat yang paling tepat, dan melemparkan jaring pesona tanpa ragu sedikit pun.Tapi... tidak masalah.Jika Daniel ingin bermain sebagai ksatria penolong, maka Olivia akan dengan senang hati memainkan peran putri yang teraniaya.Perlahan, dengan persona seorang wanita rapuh yang mencoba tahu batasan, Olivia menarik tangannya dari genggaman Daniel. Ia menunduk, menyisipkan anak rambutnya ke belakang telinga sambil mengukir senyum sedih yang begitu pasrah."Anda... anda sangat baik, Daniel," cicit Olivia lembut, suaranya masih bergetar sisa menangis. "Tawaranmu adalah sesuatu yang dii

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 73

    Pintu kamar utama kediaman Spencer terbuka dengan sangat pelan.Nicholas melangkah masuk ke dalam ruangan yang temaram. Ia melepaskan jas dan sepatunya dengan hati-hati, lalu melonggarkan ikatan dasinya dengan helaan napas panjang yang sarat akan kelelahan.Di atas ranjang besar mereka, Emily tampa

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 72

    Kamar Emily dan Nicholas masih gelap saat wanita itu akhirnya pulang, ia mengeluarkan ponsel, dan menatap layar yang kosong selama beberapa saat sebelum akhirnya menekan kontak suaminya.Nada sambung terdengar tiga kali sebelum sebuah suara bariton yang berat dan serak menyapanya."Emily?""Nichola

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 71

    "Ini, makanlah."Sebuah kantong tas berlogo restoran mewah disodorkan ke hadapan Emily. Ia mendongak dengan tatapan kosong dan mendapati Nicholas sudah berdiri di depannya. Jas pria itu sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja putih yang lengannya digulung asal hingga siku, memperlihatkan gurat kelel

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 70

    Emily menunduk, memainkan jemarinya yang terasa dingin di ruang tunggu rumah sakit yang sepi.Perasaan khawatir dan rasa sedih yang mendalam di hatinya, yang ia kira absen dari emosi Emily yang asli, kini perlahan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status