分享

Bab 21 Program Gravion

last update publish date: 2026-06-19 12:54:08

Terlanjur mengiakan, maka siang harinya, Erin segera meluncur pergi menuju Gravion di sela-sela jam istirahat kliniknya.

Kepala sekolah memintanya datang untuk membicarakan sesuatu yang tampaknya cukup penting untuk sekadar dibicarakan melalui panggilan telepon saja.

Saat Erin memberitahu Cakka perihal itu, dia menyuruhnya pergi.

“Siapa tahu ini soal mitra kerja sama kita. Jadi, temui saja Kepala Sekolah. Urusan klinik biar aku yang tangani, Erin.”

Dan seperti biasa, Cakka bersedia menjaga klin
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 24 Ikut Camp Training?

    Isinya bertulisan, ‘Terima kasih sudah menolongku. Jangan lupa pakai plesternya.’Membaca itu, Rama mendengus pelan. Pandangannya bergeser pada kotak plester di tangannya. Dan tanpa berkomentar apa pun, tangannya melipat kembali struk itu dan memasukkannya ke dalam sana.***Lima belas menit kemudian, Erin sudah kembali ke klinik.Kebetulan di waktu yang bersamaan, Cakka juga baru saja selesai menangani pasien terakhirnya. Demikian, pria itu mengantar pasien tersebut sampai ke meja resepsionis.“Jangan lupa tetap lakukan latihan yang saya ajarkan untuk di rumah. Kalau ada yang membuat tidak nyaman, Bapak bisa hubungi kami.”“Siap, Fisio Cakka.”Pasien itu melempar senyum sebelum akhirnya berbalik menuju pintu keluar.Tepat ketika itu, dia berpapasan dengan Erin yang baru saja masuk. “Eh, Fisio Erin,” sapanya ramah.“Siang, Pak,” sapa Erin balik sambil menganggukkan kepalanya.Keduanya sempat berbasa-basi singkat sebelum akhirnya pasien tadi melanjutkan langkahnya menuju keluar pintu k

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 23 Luka di Tangan

    “Rama …,” gumam Erin sambil membasahi tenggorokannya yang terasa kering.Pria itu dengan santai duduk di hadapan Erin. “Tidak kusangka kita bertemu di sini,” ucap Rama dengan ringan.Dengan gerakan tenang, dia mulai menyendok makanannya seakan tidak begitu peduli dengan keadaan di sekitar.Hal itu berbeda dengan Erin yang langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada siswa atau penggemar yang menyadari keberadaan mereka.Pasalnya, masih membekas di ingatannya soal kejadian di lapangan basket beberapa waktu lalu.Dan sekarang, Rama duduk di sini, tepat di hadapannya. Tidak ada Manajer Lee ataupun kru syuting yang ikut dengannya.Rama benar-benar sendirian. Apa … tidak terlalu berisiko?Seakan menyadari kekhawatiran Erin, Rama pun membuka suaranya, “Di sini berbeda dengan di luar.”Mendengar penjelasan singkat itu, Erin menoleh dan memperhatikan lekat-lekat wajah Rama sampai akhirnya pria itu balas m

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 22 Mampir ke Kafetaria

    Setiap hari selalu saja ada hal tak terduga yang datang ke dalam hidup Erin. Salah satunya adalah seperti hal barusan, tawaran–ralat, ucapan Kepala Sekolah tidak terdengar seperti sebuah tawaran, melainkan tugas yang harus Erin laksanakan. Melihat keterdiaman Erin, Kepala Sekolah menganggukkan kepalanya. “Kamu boleh memikirkannya dulu, lagi pula acaranya masih lama. Tapi, secepatnya konfirmasi saya.” “Kalau kamu berhalangan hadir, saya akan mencari alumni lain.” Erin menggigit pipi bagian dalamnya sebelum berkata, “Baik, Pak. Saya akan memberikan keputusannya minggu depan.” “Baik, saya tunggu.” Erin mengira semua pembicaraan siang itu sudah selesai. Akan tetapi, dugaannya salah saat Kepala Sekolah kembali berkata, “Begini, Erin … sebenarnya masih ada satu program lagi yang ingin saya bicarakan.” Seketika Erin mengerutkan keningnya. Jujur saja, dia sedikit bingung. Apa perlu dirinya sampai harus mendengarkan penjelasan mengenai program sekolah sementara statusnya tak leb

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 21 Program Gravion

    Terlanjur mengiakan, maka siang harinya, Erin segera meluncur pergi menuju Gravion di sela-sela jam istirahat kliniknya.Kepala sekolah memintanya datang untuk membicarakan sesuatu yang tampaknya cukup penting untuk sekadar dibicarakan melalui panggilan telepon saja.Saat Erin memberitahu Cakka perihal itu, dia menyuruhnya pergi.“Siapa tahu ini soal mitra kerja sama kita. Jadi, temui saja Kepala Sekolah. Urusan klinik biar aku yang tangani, Erin.”Dan seperti biasa, Cakka bersedia menjaga klinik sendirian kalau-kalau Erin harus pergi lebih lama.Setelah turun dari bus, Erin langsung menuju pos satpam untuk melapor soal janjinya dengan Kepala Sekolah.“Eh, Bu Erin!” sapa Satpam yang masih dia kenal sejak kunjungan sebelumnya. “Silakan, sudah ditunggu Pak Kepsek.”“Terima kasih, Pak," angguk Erin sambil berlalu masuk.Namun, baru beberapa langkah, sang Satpam itu kembali memanggilnya. “Bu Erin, tunggu sebentar!”Erin menoleh dan sedikit bingung saat satpam tersebut tergopoh-gopoh mengh

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 20 Panggilan Pagi-Pagi

    “Erin pulang!”Wanita itu masuk ke dalam rumah setelah diturunkan oleh Manajer Lee di depan.Sahutannya tidak berbalas.Kepala Erin pun celingukan. Kakinya melangkah masuk ke kamar orang tuanya, namun dia tidak menemukan tanda-tanda kehadiran mereka di sana.Diam-diam Erin merasa bersyukur dan mengembuskan napas lega.Setelah hari yang buruk, terbitlah hari yang baik.Harapannya terkabulkan untuk tidak bertemu orang tuanya pagi ini karena rumah dalam keadaan kosong. Pasti ayahnya sudah berangkat ke toko yang tidak jauh dari rumah, sekaligus membawa ibunya ikut serta.Situasi seperti ini bukan hal baru bagi Erin. Hampir setiap hari, Hera ikut bekerja bersama Wisam karena memang tidak ada yang menemaninya di rumah. Kebetulan, pemilik toko tidak keberatan jika ibunya ikut.Erin langsung melepaskan masker medis dari wajahnya.Padahal tadi dia sempat khawatir sepanjang perjalanan pulang karena belum menemuka

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 19 Ini Belum Selesai

    Keesokan harinya, mata Erin langsung terbuka lebar saat melihat jam digital di atas nakas Rama menunjukkan pukul tujuh pagi.“Ya ampun, aku terlambat!” pekiknya tertahan.Refleks, Erin langsung bangkit dari ranjang dan mulai merapikan semuanya secepat yang dia bisa: selimut dilipat seadanya, posisi bantal dibenahi, dan dia juga memastikan tidak ada tanda-tanda dia meninggalkan jejak apa pun di sana.Terakhir, Erin menambahkan sentuhan parfum miliknya ke udara.Begitu merasa semuanya cukup rapi, Erin kemudian meraih tasnya, dan ke luar dari kamar itu dengan langkah cepat.Tersisa dua jam lagi sebelum Erin harus kembali bekerja seperti biasa di klinik.Wanita itu perlu pulang untuk membersihkan diri, lalu berdoa dalam hati semoga ayahnya sudah berangkat bekerja sambil mengajak ibunya, sehingga dia tidak perlu bertemu keduanya pagi ini.Satu hal yang patut Erin syukuri, kondisi tubuhnya setelah tertidur semalam benar-benar

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 5 Rama Lagi?!

    Di sisi lain, tepatnya di dalam kamar sebuah rumah, Erin bersin dengan cukup keras.“Hachi!”“Astaga, Erin. Kamu sakit, Nak?” ucap sang ibu yang terbaring di tempat tidurnya dengan wajah khawatir. “Maaf ya, Nak. Kamu pasti kecapekan rawat Ibu. Makanya sakit.”“Nggak kok, Bu. Tenang aja. Erin nggak

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 4 Tanda Tanya Besar

    Kalimat Cakka membuat jantung Erin berdebar. Dia melirik sang sahabat yang lanjut berkata, “Apa mungkin kalian sebenarnya—” “Kami rival,” sela Erin cepat seraya membasahi bibir bawahnya. “Ah?” Cakka menatap Erin penuh selidik, tidak langsung percaya. “Rival …?” Erin menelan makanannya dan mena

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 3 Teman Kandung

    “Erin, jangan marah! Aku benar-benar tidak sengaja!”Rengekan itu membuat Erin, yang sedang menyantap makan siangnya di klinik, mengangkat pandangan dan menatap ke depan.Seorang pria dengan warna rambut blonde dan mata biru terang indah tampak memasang wajah memelas di hadapannya.“Tolong, maafkan

  • Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!   Bab 2 Berjodoh?

    Lahir di keluarga yang cukup harmonis dan penuh cinta kasih, membuat Erin pernah berandai-andai, apa rasanya jatuh cinta dan dicintai seseorang?Sampai ketika dirinya masuk SMA, Erin bertemu dengan seorang Rama Mahanta. Dari sejumlah teman, Erin mengetahui satu-dua hal tentang pemuda itu. Tampan,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status