Share

Bab 3

last update publish date: 2026-07-22 20:15:42

Udara pagi terasa begitu segar saat Qin Mian bangun pagi-pagi untuk berolahraga.

Karena tidak dapat menyerap energi spiritual langit dan bumi untuk berkultivasi, ia hanya bisa mengandalkan metode paling primitif ini demi sedikit meningkatkan kekuatan fisiknya.

Namun, hari ini suasana terasa agak aneh. Ia melihat ada dua orang penjaga tambahan yang berjaga di luar halamannya.

Hal tersebut sempat membuat Qin Mian merasa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi ia tidak terlalu memikirkannya. Ia mengira mungkin mereka sengaja dikirim oleh kepala keluarga Ruan untuk melindunginya.

Qin Mian membatin dalam hati sambil terus melangkah berjalan keluar.

"Berhenti!" Kedua penjaga itu langsung merentangkan tangan dan menghalangi jalannya.

Qin Mian mengernyitkan alisnya dan bertanya, "Mengapa kalian menghentikanku?"

"Di luar sedang sangat kacau. Kekuatan Tuan Muda Qin terlalu lemah, jadi Anda sebaiknya tinggal di dalam halaman saja selama beberapa hari ke depan," kata salah satu penjaga dengan nada dingin.

Ekspresi wajah Qin Mian seketika berubah, dan dia menyahut, "Apa maksudmu?"

"Musuh telah berdatangan ke Kota Wuling. Demi menjaga keselamatan Tuan Muda Qin, mohon jangan berkeliaran ke mana-mana," pria yang satunya lagi menimpali sambil mengangkat bahu.

"Jadi, sekarang aku bahkan tidak diperbolehkan meninggalkan halaman ini?"balas Qin Mian dengan penuh tanda tanya di wajah nya

"Ini sudah menjadi perintah dari Tuan Besar."

"Lalu, apa bedanya ini dengan dipenjara?!"sahut Qin Mian dengan menaikan nada bicara nya.

"Ini semua demi melindungimu. Mohon jangan tidak tahu terima kasih, Tuan Muda Qin!"

"Di mana tuanmu? Aku ingin menemuinya sekarang!"teriak Qin Mian yang jelas sudah sangat kesal dengan orang orang di depan nya sekarang.

"Memangnya status macam apa yang Tuan Besar miliki? Apakah kau pikir kau bisa menemuinya kapan pun kau mau? Apakah kau benar-benar mengira dirimu masih menjadi tuan muda dari keluarga Qin?" Wajah kedua penjaga itu penuh dengan guratan ejekan.

Hati Qin Mian semakin tenggelam mendengarnya.

Sebelumnya, semua orang di keluarga Ruan akan menyapanya dengan hormat dan memanggilnya "Menantu", tetapi sekarang, bawahan mereka justru berbicara kepadanya dengan nada ketus yang sangat dingin.

"Kemarin aku baru saja selesai mengajari Yuli Teknik Tubuh Emas Kuno, dan hari ini mereka langsung melarangku keluar? Apa sebenarnya yang direncanakan oleh keluarga Ruan?" Qin Mian merasakan firasat buruk yang mendalam.

"Bagaimana mereka bisa melakukan hal ini? Melarang kita keluar sama saja dengan memenjarakan kita secara terang-terangan!" Meng'er ikut angkat bicara dengan penuh rasa tidak puas.

"Mari kita kembali ke dalam," ajak Qin Mian, lalu ia dan Meng'er berbalik untuk berjalan kembali ke rumah.

"Hanya seekor katak yang bermimpi ingin memakan daging angsa!" Penjaga di belakang mereka mencibir, sengaja berucap dengan keras seolah sama sekali tidak peduli jika perkataannya didengar orang lain.

Langkah Qin Mian sempat terhenti dengan raut wajah yang sangat masam, namun ia berusaha menahan amarahnya dan memilih untuk terus masuk ke dalam rumah.

"Mereka sudah benar-benar keterlaluan! Tuan Muda, ayo kita cari Nona Yuli!" seru Meng'er dengan jengkel.

"Tidak perlu. Keluar dari sini saja kita tidak bisa, jadi jangan mencari masalah yang tidak perlu," desah Qin Mian pelan.

Ia akhirnya menyadari situasi yang sebenarnya terjadi. "Sepertinya kepala keluarga Ruan memang berniat untuk mengkhianatiku." pikir Qin Mian yang mulai menyadari keanehan yang dia alami.

Namun, mengenai apakah Ruan Yuli juga terlibat atau mengetahui rencana ini, ia belum bisa memastikannya saat ini.

"Jadi, semuanya ternyata hanya tipu daya! Tujuan utama mereka mendekatiku hanyalah demi mendapatkan Teknik Tubuh Emas Kuno milik keluarga Qin!" ujar Qin Mian dengan senyum getir.

"Mengapa mereka harus memperlakukanku seperti ini? Keluarga Qin sudah hancur, ayahku telah tiada, dan sekarang bahkan keluarga Ruan pun ikut mengkhianatiku!"

Dada Qin Mian bergolak hebat karena amarah yang membakar.

"Sayangnya, aku tidak bisa berkultivasi. Kekuatanku terlalu lemah, hingga aku sama sekali tidak berdaya untuk melawan mereka!"

Ia tidak lagi bisa berkultivasi sejak berusia delapan tahun dan hingga kini masih terjebak di tingkat ketiga Penyempurnaan Eksternal. Jika dibandingkan dengan kekuatan seluruh keluarga Ruan, dirinya jelas terlampau lemah.

"Satu percobaan terakhir!" Qin Mian kembali mengaktifkan teknik warisan keluarganya, Teknik Tubuh Emas Kuno, untuk mencoba berkultivasi sekali lagi.

Namun, hasilnya tetap tidak berubah. Energi yang berhasil ia himpun sama sekali tidak terserap untuk memperkuat fisiknya, melainkan langsung tersedot masuk ke bagian terdalam hatinya.

"Gagal lagi!" Wajah Qin Mian menyiratkan kekecewaan yang mendalam.

Tepat pada saat itulah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang dahsyat.

Suara itu berasal dari dalam tubuhnya sendiri, menggemakan suara Dao Agung yang seolah mampu mengguncang langit dan bumi.

Seketika itu juga, seolah-olah langit dan bumi terbelah, kesadaran dan roh Qin Mian mendadak bergeser hingga memasuki sebuah ruang misterius yang sangat luas.

Tempat itu merupakan dunia merah darah, sebuah lautan darah yang bergejolak hebat dengan urat-urat yang samar-samar terlihat—yang ternyata adalah bagian dalam jantung Qin Mian sendiri.

Jantungnya yang selama ini dianggap biasa saja, entah bagaimana kini telah menjelma menjadi sebuah ruang terpisah yang mandiri.

Di tengah-tengah lautan darah tersebut, berdiri sebuah prasasti kuno yang telah rusak. Prasasti itu tampak menjulang tinggi, megah, dan membentang kokoh di dalam kehampaan.

Qin Mian langsung mengenalinya. Itu adalah prasasti yang sama dengan lempengan batu yang tidak sengaja membentur kepalanya hingga berdarah saat ia berusia delapan tahun, sebelum akhirnya terbang masuk ke dalam hatinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 9

    "Afu, ada apa? Mengapa kau terlihat begitu panik?" Kepala keluarga Ruan mengernyitkan dahi dengan tidak senang."Sebuah kabar baru saja dikirim dari kediaman kita. Bocah bernama Qin Mian itu... dia telah berhasil meloloskan diri!" lapor pelayan bernama Afu tersebut."Apa?!" Ekspresi wajah kepala keluarga Ruan seketika berubah drastis. "Bagaimana bisa? Dengan adanya Li Wei beserta sekelompok pengawal di sana, bagaimana mungkin mereka tidak sanggup mengatasi sampah tidak berguna seperti Qin Mian?""Kami sendiri masih belum mengetahui penyebab pastinya. Namun saat orang-orang kita memeriksa ke halaman rumah, mereka menemukan beberapa mayat telah terkapar di sana. Li Wei sendiri ikut tewas terbunuh.""Apakah mungkin ada pihak luar yang sengaja datang untuk menyelamatkan Qin Mian?" batin kepala keluarga Ruan dengan cemas. Mengingat tingkat kekuatan Qin Mian yang tidak berguna itu, mustahil baginya untuk bisa mengalahkan Li Wei seorang diri. Sementara pelayan wanita yang bersamanya juga han

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 8

    Menghadapi kedua murid Sekte Liuyun ini, bahkan para jenius yang paling sombong dan angkuh dari Kota Wuling pun tidak ada yang berani bertindak gegabah. Semua orang menahan napas sambil berdiri berbaris di depan tangga batu, menanti dengan tenang dimulainya ujian masuk.Tepat pada saat itu, seorang lelaki tua perlahan muncul dari arah puncak tangga batu. Langkah kakinya terasa begitu gagah dan mengesankan, memancarkan aura tekanan yang terasa sedalam dan seluas samudra."Sungguh mengerikan!" Rasa dingin seketika menjalari kerumunan pemuda di bawah. Menatap lelaki tua ini membuat mereka merasa seolah-olah sedang melihat sesosok dewa, hingga wajah mereka langsung dipenuhi oleh rasa hormat yang mendalam. Lelaki tua itu tak lain adalah Kong Chixiao, dekan yang memimpin cabang Sekte Liuyun di Gunung Qingmang ini."Untuk bisa menjadi murid dari Sekte Liuyun-ku, seseorang harus terlebih dahulu mampu menaiki Jalan Surgawi ini! Jika mendaki Jalan Surgawi ini saja kalian tidak sanggup, maka kal

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 7

    Sungguh menggelikan jika mengingat betapa butanya ia dahulu, hingga bisa begitu tergila-gila pada wanita berhati ular seperti Ruan Yuli—hal ini benar-benar sebuah penghinaan bagi dirinya sendiri."Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita sudah membunuh begitu banyak orang dari keluarga Ruan, mereka pasti tidak akan tinggal diam!" ujar Meng'er dengan raut wajah yang dipenuhi rasa khawatir."Saat ini, si bajingan tua Ruan sedang mengantar Ruan Yuli untuk mengikuti ujian seleksi murid Sekte Liuyun. Kediaman Ruan saat ini sedang cukup lengang, jadi ini adalah kesempatan yang mudah bagi kita untuk meloloskan diri," kata Qin Mian."Kalau begitu, ayo kita segera melarikan diri dari sini sebelum mereka menyadari hal ini dan mengepung kita," ajak Meng'er cemas."Tidak, melarikan diri bukanlah pilihan yang terbaik. Kota Wuling ini merupakan wilayah kekuasaan keluarga Ruan. Kita mungkin bisa bersembunyi untuk sementara waktu, tetapi kita tidak akan bisa lari selamanya!" Kilatan keja

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 6

    Melihat hal itu, beberapa penjaga keluarga Ruan yang terluka di tanah bergegas bangkit berdiri dan mencoba melarikan diri ketakutan.Namun, Qin Mian bergerak lebih cepat. Ia menerjang maju, menjatuhkan mereka kembali ke tanah, lalu menghabisi mereka satu per satu tanpa menyisakan seorang pun yang hidup. Dalam waktu singkat, empat hingga lima mayat kini telah terkapar bersimbah darah di halaman tersebut."Tuan Muda sungguh luar biasa!" seru Meng'er dengan mulut yang ternganga karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya."Ayo, kita keluar dari sini!" Qin Mian segera meraih tangan Meng'er dan membimbingnya berjalan keluar dari halaman.Namun, mereka belum melangkah jauh dari gerbang halaman ketika sesosok bayangan tiba-tiba muncul dari balik sebatang pohon besar dan langsung menghalangi jalan mereka."Kau!" Qin Mian menatap tajam ke arah orang tersebut.Sosok itu adalah Qing'er, pelayan pribadi dari nona muda keluarga Ruan. Gadis itu memiliki wajah yang cukup cantik, tetapi

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 5

    "Jangan berani-beraninya kau melukai tuan mudaku!" Meng'er berdiri menghalang di depan, ekspresinya tampak begitu tegas.Saat ini, hanya dia yang bisa berdiri untuk melindungi tuan mudanya. Bagaimanapun juga, tuan mudanya tidak bisa berkultivasi dan kekuatannya lemah, hanya berada di tingkat ketiga dari tahap Penyempurnaan Luar. Sementara itu, Meng'er sendiri sudah berada di tingkat keempat dari tahap Penyempurnaan Luar."Jangan terburu-buru. Jangankan tuan mudamu, bahkan setelah aku membunuhnya, kau pun tidak akan bisa lolos!" Li Wei terkekeh keji. "Gadis cantik dan lembut sepertimu itu sangat langka. Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik nanti!""Tidak tahu malu!" umpat Meng'er dengan marah."Cukup keras kepala! Aku suka kepribadianmu yang seperti ini!" ujar Li Wei dengan santai, sembari menusukkan pedangnya ke depan.*Clang!*Meng'er mengerang tertahan. Wajahnya seketika pucat pasi dan ia terhuyung mundur beberapa langkah, hingga pedang di tangannya terlepas dan terjatuh."Ter

  • Tubuh Raja Dewa Kekacauan   Bab 4

    Justru karena lempengan batu inilah ia tidak bisa berkultivasi dan harus menanggung bahan olok-olok serta hinaan dari orang lain selama bertahun-tahun!Lempengan batu yang hancur berkeping-keping dan dipenuhi retakan halus itu berdiri diam sekokoh gunung, seberat jurang, serta diselimuti oleh kabut abu-abu.Deg! Deg!Suara detak jantung yang berdentum dari dalam menggema di seluruh ruang, membawa gelombang kekuatan yang sangat besar.Lempengan batu ini seolah-olah hidup dan bernapas; ia menghirup serta mengembuskan energi primordial langit dan bumi hingga membentuk sebuah pusaran raksasa!Seiring dengan embusan napas dari lempengan tersebut, aliran darah Qin Mian turut tersedot ke dalamnya dan memasuki tempat yang tidak diketahui. Setelah bersirkulasi selama beberapa saat, darah itu kembali dikeluarkan.Qin Mian dapat merasakan darahnya mengalir deras di dalam tubuh, membawa kekuatan hidup yang luar biasa kuat yang menjalar ke seluruh anggota tubuh dan tulang-tulangnya.Darah yang dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status