Share

Bab 98: Double Job

last update publish date: 2026-09-04 09:10:08

Kedua nyonya kaya itu membisu total dalam kepasrahan. Ruang VIP bernuansa merah remang itu mendadak menghening, hanya menyisakan deru napas Meisya dan Venny yang memburu parau.

Dani menyunggingkan senyum miring nan teramat mendominasi, menyadari bahwa kedua wanita sosialita di hadapannya telah sepenuhnya bertekuk lutut di bawah kendali fisiknya.

Tanpa melepaskan pandangan matanya yang tajam, Dani menegakkan tubuh tegapnya.

Pria itu melepaskan setelan jas hitamnya secara p

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 215: Puncak Kepemilikan Mutlak

    Napas Meisya berhembus terengah-engah di atas dada bidang Dani.Kulit mulusnya yang memerah dipenuhi peluh tipis berkilau di bawah pendar remang lampu meja kerja.Namun, tepat ketika sang wanita sosialita hendak melancarkan ciuman berikutnya, kendali di dalam ruangan itu berputar seratus delapan puluh derajat.Dani tidak lagi membiarkan dirinya menjadi sasaran pasif. Tangan kasarnya yang lebar dan tegap berpindah cepat, mencengkeram pinggang ramping Meisya dengan kekuatan penuh.Dalam satu gerakan taktis yang amat mulus dan perkasa, Dani membanting posisi mereka, mengangkat tubuh molek Meisya sepenuhnya dari atas pangkuannya."D-Dani...!" pekik Meisya tertahan, matanya membelalak kaget saat udara dingin ruang kerja menyapu kulit pahanya.Tanpa menurunkan Meisya ke lantai, Dani memutar tubuh besarnya. Langkah tegap sang head bodyguard membawanya mendekati meja kayu mahoni yang luas di tengah ruangan.Dani menyingkirkan tumpukan berkas dan tablet dengan satu sapuan tangan kiri, lalu mer

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 214: Dominasi Liar Sang Majikan

    Roda sedan hitam berhenti mulus di pelataran parkir privat kediaman.Belum sempat Dani mematikan transmisi mobil secara sempurna, pintu penumpang belakang sudah terdorong buka secara kasar.Udara malam yang dingin langsung tersapu oleh kehangatan dominan yang dibawa Meisya.Tanpa menguncir ucapan sepatah pun, Meisya melangkah cepat memutari kap mobil, membukakan pintu kemudi.Jemari lentiknya yang gemetaran akibat gelombang gairah dan cemburu langsung menyergap kerah jas serta simpul dasi hitam Dani, mencengkeramnya erat."Turun, Dani," bisik Meisya dengan vokal serak yang begitu rendah dan menuntut.Dani menyunggingkan seringai miring nan tipis di balik rahang kerasnya.Pria berotot itu menuruti tarikan kasar sang majikan, melangkah keluar dari kabin mobil dengan postur tegap menjulang.Tanpa membiarkan cengkeraman pada kerah jas Dani terlepas, Meisya menyeret sang head bodyguard melintasi koridor utama menuju ruang kerja pribadinya yang megah di lantai dua.KLEK! BAM!Pintu kayu mah

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 213: Letupan Cemburu yang Terisolasi

    Karenina Tirta melangkah anggun menyusuri lantai marmer luar, gaun merah seksinya meliuk memperlihatkan lekuk tubuh semoknya yang matang.Di sampingnya, dua investor veteran pamitan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam sedan masing-masing.Meisya berdiri tegap, mengapit berkas dokumen investasi lima puluh miliar rupiah yang baru saja ditandatangani.Di belakang Meisya, Dani berdiri mengawal bagaikan pilar baja, postur tubuh besarnya berjas hitam menciptakan bayangan intim yang menutupi sang majikan dari belakang.Karen menghentikan langkahnya tepat di hadapan Meisya, menyunggingkan senyum menggoda dengan ulasan lipstik merah menyala. Ia mengulurkan tangannya yang halus berhias perhiasan mahal."Sekali lagi, selamat atas kemenangan hukum Anda hari ini, Bu Meisya," tutur Karen dengan nada vokal serak basah yang sangat memikat."Saya sangat kagum dengan ketegangan bisnis Anda di meja rapat tadi."Meisya membalas jabat tangan tersebut dengan cengkeraman anggun namun tegas. "Terima kasih

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 212: Tatapan Menggoda Pengusaha Wanita Muda

    Lampu gantung kristal memancarkan pendar keemasan yang hangat di dalam ruang privat restoran mewah Hotel Grand Hyatt.Aroma hidangan fine dining dan anggur merah mahal memenuhi udara, menyelimuti meja kayu mahoni tempat Meisya duduk berhadapan dengan jajaran konsorsium investor independen.Di sebelah kanan Meisya, dua pengusaha senior veteran tampak menyimak penjelasan dengan raut wajah serius.Namun, di pusat meja tersebut, duduk Karenina Tirta—pengusaha muda wanita pemilik porsi saham terbesar konsorsium.Karen tampil begitu mencolok dengan gaun malam berwarna merah menyala yang memeluk ketat lekuk tubuhnya yang semok dan matang.Belahan dadanya yang rendah serta paras cantiknya yang dipoles riasan tegas memancarkan aura sensual yang amat percaya diri.Dani berdiri kokoh bagaikan pilar baja tepat di belakang kursi Meisya. Jas hitam mahalnya mencetak jelas bahu lebar dan dada bidangnya yang kekar.Dari balik pendar mata elangnya yang tenang nan waspada, Dani mengamati setiap sudut ru

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 211: Langkah Awal Restrukturisasi Perusahaan

    Matahari sore membias jingga keemasan ketika sedan hitam yang dikemudikan Dani memasuki pelataran parkir gedung pencakar langit Wijaya Tower.Meski kabar kemenangan gugatan perceraian dan penangkapan Harry sudah menyebar cepat di portal berita online, atmosfer di gedung pusat itu masih diselimuti ketegangan pekat.Di lobi utama, beberapa layar monitor raksasa menampilkan pergerakan bursa saham yang masih tertahan di grafik merah.Para karyawan dan staf manajemen berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, kasak-kusuk panik membicarakan masa depan perusahaan.Dani melangkah tegap di samping Meisya, membentengi sosok Komisaris Utama itu dari pandangan liar para pegawai.Pria berjas hitam mahal itu memasang raut wajah dingin nan intimidatif, memastikan tidak ada seorang pun yang berani mengganggu langkah pasti Meisya menuju lift privat lantai eksekutif."Persiapkan ruang rapat utama sekarang juga," tegas Meisya kepada sekretaris pribadinya begitu melintasi pintu kaca lantai teratas. "Panggi

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 210: Ditangkap

    Dua pintu kayu tebal ruang sidang utama terdorong buka secara kasar. Langkah-langkah kaki berderap cepat membelah keheningan yang sempat mencekam.Lima personel kepolisian berpakaian dinas lengkap dari Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melangkah masuk, dipimpin oleh seorang komisaris polisi berwajah tegas.Seketika itu juga, atmosfer ruang sidang yang sempat kacau akibat aksi nekat Harry langsung terkendali penuh."Selamat siang, Yang Mulia," sapa perwira polisi tersebut seraya memberikan hormat singkat kepada Hakim Gunawan."Kami menerima panggilan taktis darurat dari tim keamanan Saudara Dani terkait eksekusi surat perintah penangkapan."Dani yang berdiri tegap di samping Meisya mengangguk tipis ke arah perwira tersebut. Seringai dingin nan miring terpatri di rahang keras sang head bodyguard.Pak Laksana melangkah maju dengan percaya diri yang membumbung tinggi.Pengacara senior itu mengambil sebuah map merah tebal dari atas meja Penggugat, lalu menyerahkann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status