Share

Adit Curhat

Author: Black Jack
last update publish date: 2026-01-23 12:15:26

Vera menatap Adit dengan tatapan datar. “Sudah aku duga…”

“Kamu sudah tahu?” Adit yang malah dibuat heran.

“Nggak tahu. Hanya menduga. Itu kan… Ibu Renata!” tebak Vera.

“Hah? Kok tahu?”

“Kelihatan kok… nggak tahu. Susah jelasin. Tapi aku ada insting kamu pasti ada apa-apa sama dia…” kata Vera. “Yang pergi semaleman itu ke rumahnya pasti kan…”’

Adit mengangguk, “Sebenarnya, bukannya aku pengen. Tapi, aku itu payah menahan diri, Ver. Aku paling sulit menahan hasrat pas digoda…”

“Ya. Aku bisa memb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Pijat Tampan   Membawa Sebagian Ke Markas Barat

    Bayu memberikan anggukan singkat kepada Adit; sebuah gestur tanpa kata yang menandakan bahwa tugas di luar telah tuntas. Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam Cafe Rembulan.Jika pelataran parkir adalah medan perang, maka bagian dalam kafe adalah saksi bisu dari penindasan yang pengecut. Suasananya jauh lebih mencekam. Kursi-kursi kayu yang biasanya tertata rapi kini terjungkal malang, beberapa meja hancur di sudutnya seolah sengaja dihantam benda tumpul, dan hamparan pecahan gelas berkilauan di lantai seperti hamparan kristal tajam yang berbahaya. Bau alkohol yang tumpah bercampur dengan aroma amis darah yang tipis memenuhi udara.Di sudut ruangan dekat bar yang gelap, empat orang karyawan duduk bergerombol, saling merapat untuk mencari perlindungan semu. Dua di antaranya memeluk lutut dengan wajah sepucat kertas, sementara satu lagi menekan handuk putih yang kini berubah merah pekat ke pelipisnya yang robek. Kepala keamanan kafe, seorang pria paruh baya deng

  • Tukang Pijat Tampan   Tak Ada Harapan

    Anak buah sang komandan Pancasona itu ibarat pohon jagung yang sudah ditebang; tak ada yang bangun lagi. Seolah-olah ada tangan tak kasat mata yang mencabut tenaga mereka satu per satu dengan ketenangan seorang algojo.Dan di titik episentrum kekacauan itu, berdirilah seorang pria bermasker hitam. Ia berdiri tegak, tenang, dan nyaris tidak bergerak, tampak begitu asing di tengah lautan manusia yang mulai kehilangan akal sehatnya. Padahal, hanya dalam hitungan detik yang singkat, ia baru saja meruntuhkan separuh dari moral pasukan Pancasona."Apa yang sebenarnya terjadi?!" bentak sang Komandan, suaranya parau karena amarah yang bercampur dengan rasa tidak percaya.Tidak ada jawaban yang koheren. Hanya ada gumaman ketakutan dan tatapan-tatapan mata yang mulai kehilangan fokus. Nyali mereka yang tadinya sekeras baja, kini melunak seperti lilin yang terpapar panas.Satu teriakan pecah dari barisan paling belakang, melengking tinggi penuh ketakutan. "Mundur! Mundur sekarang! Dia bukan manu

  • Tukang Pijat Tampan   Hiburan Bagi Vera

    Adit menarik napas dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan udara malam yang dingin. Begitu napas itu tertahan di dada, dunia di sekitarnya seolah melambat hingga ke titik nadir. Suara bising jalanan meredup menjadi dengung statis. Lalu ia pun mulai bergerak.Bagi siapapun yang menyaksikannya, Adit bukan lagi manusia, melainkan bayangan gelap yang menyelinap di antara celah kerumunan. Gerakannya terlalu cepat untuk ditangkap mata telanjang, dan langkah kakinya terlalu senyap untuk didengar telinga yang waspada.Pria pertama menerjang dengan ayunan pipa besi yang brutal. Namun, sebelum besi itu sempat membentuk setengah lengkungan di udara, Adit sudah berada di dalam ruang personalnya. Jari-jari Adit mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kekuatan catut baja.Krak! Bunyi patahan tulang yang singkat dan kering memecah udara. Tanpa sempat mengeluarkan teriakan, pria itu roboh, kesadarannya direnggut paksa oleh rasa sakit yang melumpuhkan.Adit bergerak layaknya arus sungai yang

  • Tukang Pijat Tampan   Ke Cafe Rembulan

    Ruang makan yang semula hangat kini berubah menjadi ruang strategi yang dingin. Setelah perdebatan singkat, Renata akhirnya melunak. Ia duduk kembali, meski gurat kecemasan masih membekas di wajahnya. Ia tahu Adit memiliki determinasi yang sulit dipatahkan, dan Vera bukanlah tipe wanita yang bisa dikurung dalam sangkar emas saat badai datang."Baik," ucap Renata akhirnya, suaranya parau namun tegas. "Pergilah. Tapi ingat, ini bukan sekadar perkelahian jalanan. Jaga nyawa kalian."Bayu segera mengambil kendali. Sebagai komandan lapangan, ia tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun. Ia memanggil Joko."Bro, kita bagi tugas aja ya. Dan tugasmu bisa dibilang berat malam ini," ujar Bayu sambil menepuk bahu pria itu. "Aku pasrahkan keamanan markas dan Bu Renata sepenuhnya padamu. Jangan lengah. Siapkan dua puluh orang terbaik untuk berjaga di setiap sudut rumah."Bayu merendahkan suaranya, hanya bisa didengar oleh Joko. "Aku khawatir serangan di Kota Lama ini hanyalah sebuah jebakan untuk

  • Tukang Pijat Tampan   Gangguan Yang Membuat Adit Ingin Ikut Bergerak

    Sesungguhnya, sejak awal, kabar kecelakaan Adit waktu itu menjadi kabar paling buruk bagi Clara. Di balik sikapnya yang terlihat tenang di mata banyak orang, tersimpan kecemasan yang nyaris meledak. Clara tidak bodoh; ia langsung tahu bahwa kecelakaan itu bukan sekadar nasib buruk di jalan raya. Seseorang telah merancang maut untuk Adit, dan di dalam benaknya yang kalut, satu nama muncul seperti bayangan hitam yang panjang: Raymond.Pikiran bahwa calon suaminya sendiri tega melakukan hal sekeji itu untuk menyingkirkan rival asmara membuat Clara menggigil. Ia bahkan sampai menemui Adrian, kakaknya, demi mencari kepastian. Namun, Adrian hanya menanggapi dengan ketenangan yang dingin. "Terlalu dini bagi Raymond untuk mengotori tangannya tanpa alasan yang absolut, Clara," tukas Adrian tenang. Kata-kata itu sedikit meredakan badai di kepalanya, meski benih kecurigaan itu tetap berakar.Semenjak itu, Clara bergerak di bawah bayang-bayang. Ia bukan sekadar pengamat yang pasif. Adit dan Vera

  • Tukang Pijat Tampan   Bisa Syuting Lagi

    Seminggu di kediaman Renata terasa seperti satu dekade bagi Vera. Rumah mewah itu, yang bagi orang lain mungkin tampak seperti surga, bagi Vera tak lebih dari sebuah sangkar emas yang penuh dengan gema dosa.Selama tujuh hari itu, Vera harus berjuang mempertahankan kewarasannya. Ada tiga momen yang tak akan pernah bisa ia hapus dari ingatannya; tiga malam di mana dinding-dinding rumah itu seolah ikut bergetar oleh suara-suara yang mengerikan.Suara Adit dan Renata yang bercinta tanpa beban, suara yang mengoyak keheningan malam dan memaksa Vera menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal, berusaha menyumbat pendengarannya hingga telinganya sakit. Baginya, itu bukan sekadar suara kenikmatan, melainkan pengingat betapa liarnya dunia yang sedang ia pijak sekarang.Setiap kali Renata mengajaknya pergi, entah itu untuk sekadar belanja atau kembali ke Spa, Vera selalu punya sejuta alasan."Maaf, Bu Renata, saya harus berkoordinasi dengan tim di kantor. Ada banyak laporan yang menumpuk karena jad

  • Tukang Pijat Tampan   Clara Dan Adit Di Balkon Rumah

    Clara mengangguk pelan, matanya mengamati ekspresi Adit dengan cermat. "Dan... video kalian yang semalam itu..."Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih pelan."Kalian diminta keluarga Larasati untuk... 'mengamankan' Larasati?"Adit tersentak sedikit. Bagaimana Clara bisa tahu?

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Tukang Pijat Tampan   Menemui Renata Di Tengah Malam

    Pukul dua belas malam, ketika Adit baru saja selesai mandi dan bersiap untuk tidur, ponselnya tiba-tiba berdering.Ia meraih ponselnya dari meja samping tempat tidur, melirik layarnya, dan matanya langsung membesar.Renata.Nama itu muncul di layar dengan foto profil seorang wanita cantik berusia e

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Tukang Pijat Tampan   Enak Tapi Menyesal

    Renata tidak berhenti. Irama gerakannya terjaga dengan presisi yang hampir seperti sebuah ritual; dalam, penuh teknik, dan tanpa ampun. Ia bisa merasakan otot-otot paha Adit yang mulai berkedut di bawah kendalinya. Ketika ketegangan itu memuncak dan benih pertama akhirnya tumpah, Renata menerimanya

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Tukang Pijat Tampan   Menelefon Larasati

    Dunia seolah heboh karena sebuah postingan. Kadang rasanya tidak masuk akal; kenapa seseorang bisa menjadi sangat terkenal dan menjadi hal yang penting bagi semua orang, membuat mereka merasa harus mengikuti kisah hidupnya, seolah kisah itu adalah bagian dari kehidupan mereka sendiri.Dalam waktu k

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status