Home / Urban / Tukang Pijat Tampan / Fan Base Adit

Share

Fan Base Adit

Author: Black Jack
last update publish date: 2026-03-20 14:46:40

Adit dan Vera duduk di sofa besar yang sangat nyaman di ruang keluarga rumah Renata dengan televisi layar besar menyala, menampilkan siaran berita sore dari salah satu stasiun TV nasional.

Di layar, terlihat ribuan orang masih berkumpul di depan Mabes Polri dengan poster, spanduk, dan yel-yel yang tidak berhenti.

"TANGKAP HARYANTO! ADILI HARYANTO!"

"KEADILAN UNTUK ADIT! KEADILAN UNTUK RAKYAT!"

Reporter di lokasi melaporkan dengan nada yang serius:

"Hari ketiga demonstrasi masih berlangsung deng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Pijat Tampan   Vera Mencoba Layanan Perawatan

    Adit memeluk Ayunda lagi, kali ini lebih lembut, lebih hangat. "Maaf ya bikin kamu khawatir. Aku tidak bisa datang langsung karena situasinya masih bahaya. Tapi sekarang aku di sini. Aku baik-baik saja."Mereka berdiri seperti itu untuk beberapa saat, hanya memeluk, merasakan kehangatan satu sama lain.Lalu Adit melepas pelukan, menatap Ayunda dengan senyum. "Sekarang masih jam buka kan… jadi aku nggak bisa ajak kamu jalan-jalan deh…”“Iya… masih buka. Di sini aja. Bantuin aku bikin kue. Hehehe!”“Nambah karyawan dong…”“Belum lah… lihat dulu pemasukan berapa…”“Oke, sekarang mau bikin kue apaan?”Ayunda tersenyum lebar, wajahnya yang tadi murung kini berubah cerah. "Yang udah mau habis itu roti cokelat keju. Kamu mau bantu?""Boleh!"Mereka berdua mulai bekerja bersama, Ayunda mengajar Adit cara membentuk adonan, cara mengisi cokelat dan keju, cara menutupnya dengan rapi.Sambil bekerja, mereka mengobrol dengan santai, Ayunda bercerita tentang perkembangan toko yang sangat bagus, ten

  • Tukang Pijat Tampan   Adit Nekad Ke Tempat Ayunda

    Adit berdiri di depan jendela kamarnya, memandang taman belakang yang luas dengan perasaan yang gelisah. Dia sudah merasa sepenuhnya sehat, tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi pusing, tidak ada lagi keterbatasan fisik. Sungguh sehat sempurna.Tapi dia... bosan.Bosan terkurung di rumah mewah ini meski nyaman. Bosan menonton televisi. Bosan tidur-tiduran di kamar. Bosan menunggu Renata dan Vera pulang.Aku harus keluar. Sebentar aja. Biar tidak gila.Dia mengambil keputusan.Adit keluar dari kamar, turun tangga dengan langkah yang cepat, menuju ke area belakang rumah di mana beberapa anak buah Renata sedang berjaga.Dia mendekat pada salah satu dari mereka, seorang pria bertubuh tegap bernama Rudi yang sedang duduk sambil merokok."Mas Rudi, boleh pinjam motor?" tanya Adit dengan nada yang santai.Rudi langsung berdiri, wajahnya sedikit panik. "Mas Adit mau ke mana? Kami bisa antar…"Adit mengangkat tangan, memberi isyarat untuk tenang. "Tidak usah. Aku cuma mau jalan-jalan seben

  • Tukang Pijat Tampan   Vera Dan Renata

    Sarapan pagi itu berlangsung dalam suasana yang canggung.Adit duduk di ujung meja dengan wajah yang berusaha terlihat biasa, menyendok nasi goreng dan telur dadar dengan gerakan yang sedikit kaku. Sesekali dia melirik ke arah Renata yang duduk di ujung meja yang lain dengan postur yang sangat elegan, seolah tidak terjadi apa-apa semalam.Vera duduk di tengah, antara Adit dan Renata, dengan wajah yang sedikit lesu dan lingkaran hitam di bawah mata yang cukup mencolok. Dia makan dengan sangat pelan, hampir tidak menyentuh makanannya, hanya sesekali menyeruput jus jeruk dengan tatapan kosong.Tidak ada yang berbicara.Hanya terdengar suara sendok garpu yang menyentuh piring, suara gelas yang diletakkan di atas meja, dan suara pelayan yang sesekali datang menambahkan makanan atau minuman.Renata yang akhirnya memecah keheningan, dengan nada yang berusaha terdengar casual. "Vera, setelah ini kamu mau ikut aku jalan-jalan? Biar tidak bosan di rumah terus."Vera mendongak, sedikit terkejut.

  • Tukang Pijat Tampan   Konser Yang Membuat Vera Gagal Tidur

    "Sial..." gumam Vera lirih.Vera mencoba menutupi telinganya dengan bantal, namun imajinasinya justru bekerja lebih liar. Ia bisa membayangkan bagaimana tubuh Adit yang kokoh itu bergerak, bagaimana Adit memperlakukan Renata di sana. Pikiran-pikiran itu mengirimkan gelombang panas yang tidak diinginkan ke sekujur tubuhnya.Vera merasakan napasnya mulai memberat. Ada sensasi panas-dingin yang menjalar dari ujung kakinya hingga ke dadanya. Jantungnya berdegup kencang, selaras dengan irama hantaman yang terdengar dari balik dinding. Secara tidak sadar, kedua paha Vera merapat, bergesekan karena rasa "haus" yang tiba-tiba muncul akibat provokasi suara dari kamar sebelah.Vera mengerang frustrasi dalam diam. Ia merasa bersalah karena ikut terangsang oleh aktivitas temannya sendiri, namun insting biologisnya tidak bisa berbohong. Bagian intimnya mulai berdenyut, bereaksi pada energi maskulin yang seolah-olah terpancar menembus tembok dari sosok Adit.Renata sudah kehilangan hitungan berapa

  • Tukang Pijat Tampan   Vera Mendengar

    Suasana kamar itu semakin berat oleh uap gairah. Renata, dengan keanggunan seorang bos yang telah memenangkan taruhannya, perlahan membimbing Adit untuk tetap terlentang. Ia tidak terburu-buru. Baginya, momen semacam ini adalah selalu merupakan perayaan atas kekuasaannya.Dan ia menikmati hal itu meski ia tahu, Adit berbeda. Adit bukan lelaki-lelaki penghibur yang pernah ia sewa.Bahkan, sejak ia dan Adit bercinta waktu itu, bagi Renata, kenikmatan sejati baru bisa ia dapatkan jika ia bercinta dengan Adit. Dan seolah, jika tak ada Adit, ia tak bergairah sama sekali. Sebaliknya, begitu ia dekat dengan Adit, gairanya meluap-luap. Malam ini pun, sesungguhnya, Renata sudah tidak tahan lagi. Dan ia tak peduli dengan apapun. Ia hanya ingin memiliki Adit di ranjang.Kini semua telah ia dapatkan.Adit merasakan aliran energi di ujung jemarinya mulai berdenyut, sebuah insting purba ingin meledak dan menaklukkan wanita di atasnya dalam sekejap. Namun, Adit menahannya. Ia menarik napas panjang,

  • Tukang Pijat Tampan   Renata Berulah

    Renata tertawa kecil menatap Adit.“Malah bengong…”“Eh… iya, silakan masuk, kak Ren…” kata Adit.Renata masuk, lalu ia sendiri yang menutup pintu, menguncinya.Adit kembali menelan ludah.Renata berbalik, menatap Adit, tersenyum menggoda.“Aku mau cek sesuatu… itumu… masih berfungsi dengan baik kan…”Adit terpaku di tempatnya berdiri. Jarak di antara mereka kini hanya tersisa dua langkah, namun aroma parfum lembut dan wangi yang menguar dari tubuh Renata terasa begitu nyata merasuk ke indranya."Kak… Kak Ren…?" suara Adit terdengar parau, tenggorokannya mendadak kering.Renata tidak langsung menjawab. Dia melangkah perlahan mendekati Adit, setiap gerakannya membuat kain sutra tipis itu bergesekan halus, menciptakan suara desiran yang memekakkan telinga di dalam kamar yang sunyi itu.Dia berhenti tepat di depan Adit. Jemari lenturnya yang dingin menyentuh dada Adit, tepat di atas jantungnya yang berdegup kencang seperti genderang perang.Matanya mendongak, menatap langsung ke dalam ma

  • Tukang Pijat Tampan   Dihajar Oleh Mereka

    Adit duduk di kursi belakang mobil patroli, diborgol dan dikawal oleh dua polisi yang duduk di sampingnya. Ia melirik ke luar jendela. Jalanan kota mulai sepi, hanya sesekali dilewati mobil lain. Ia berpikir, sebentar lagi ia akan tiba di kantor polisi, lalu Pak Darmawan bisa dengan mudah menemukan

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Tukang Pijat Tampan   Anak Komisaris Jendral

    Lantai dugem yang biasanya dipenuhi dentuman musik keras dan sorotan lampu disko mendadak hening. Dentuman musik yang menjadi jantungnya telah dimatikan, digantikan oleh keributan, teriakan, dan suara benda jatuh.Di tengah lantai dansa, seorang pemuda berjaket kulit hitam terlihat beringas. Wajahn

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Tukang Pijat Tampan   Para Preman Minta Jatah

    Siapa yang datang mencari Adit itu sebetulnya adalah sebuah bagian dari rencana Jarwo. Sejak awal, ia sudah menghubungi teman-temannya dari masa lalu. Jumlahnya dua puluhan orang lebih yang kini sudah berjejer di depan kafe, sebagian besar berbadan tegap, tato memenuhi lengan, dan sorot mata mengan

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Tukang Pijat Tampan   Mencari Adit

    Pak Darmawan dan anak buahnya telah mengunjungi beberapa kantor polisi mulai dari polsek, polres hingga polda, namun tak menemukan keberadaan Adit. Dengan nama besarnya di dunia hitam, dan kenalan-kenalannya di jajaran para pejabat tinggi, kedatangannya pun cukup diperhitungkan.Masalahnya, saat Pa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status