Share

Bonus Spesial

Penulis: NomNom69
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 11:00:18

"Permisi Mbaakk.." ucap Dayat sambil mengetuk pintu kamar Shasa dengan pelan. Tangannya terasa sedikit dingin, bukan karena AC, tapi karena rasa cemas yang nggak bisa dia sembunyikan.

​"Masuk aja Mas," sahut Shasa dari dalam dengan nada yang terdengar sangat santai.

​Dayat menarik napas panjang, mencoba menetralkan pikirannya sebelum memutar gagang pintu. Saat pintu terbuka, ia melangkah masuk dengan sangat hati-hati. Pandangannya langsung ia buang ke arah bawah,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tukang Servis Spesialis   Perpisahan dan Tumpangan?

    "Malam, Mas Dayat," sapa Cici dengan suara parau yang sengaja direndahkan, mengalun lembut membelah desir angin malam.Dayat menurunkan bambu di tangannya dengan napas yang masih sedikit memburu. "Mbak Cici? Ngapain jam segini kelayapan sendirian di belakang rumah orang?"Cici memajukan langkahnya satu tapak, membuat jarak di antara mereka terkikis. Daster batiknya yang sebatas lutut bergoyang pelan. Dengan nada menggoda yang kental, ia menyahut, "Cuma cari angin aja kok, Mas. Terus... enggak sengaja ke sini."Dayat terdiam, namun otaknya berputar cepat. ‘Enggak mungkin sengaja cari angin sampai ke belakang rumah orang jam sebelas malam begini. Perempuan ini pasti punya niat lain,’ batin Dayat penuh selidik."Mas Dayat sendiri... ngapain jam segini belum tidur?" tanya Cici pelan, matanya menatap lekat manik mata Dayat di dalam keremangan."Y-ya... tadi aku lagi minum air," jawab Dayat, mendadak gugup mendapat tatapan seintens itu. Ia berdeham kecil untuk menetralkan suaranya. "Terus d

  • Tukang Servis Spesialis   Tamu Tak Diundang

    Jarum jam dinding di kamar Ajeng yang berdetak konstan menjadi satu-satunya suara yang memecah keheningan malam. Dayat perlahan membuka kelopak matanya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan ruangan. Ia melirik ke arah jam di atas meja rias yang temaram; jarum pendeknya tepat menunjuk ke angka sebelas malam.Dayat menoleh ke samping. Di sana, Ajeng sudah terlelap dengan sangat pulas. Tubuh wanita itu terbungkus rapat oleh selimut tebal bermotif bunga, dengan kedua lengannya yang melingkar erat memeluk pinggang Dayat, seolah tidak mau kehilangan sosok pria di sampingnya bahkan di dalam mimpi.‘Duh, haus banget tenggorokan gue,’ gumam Dayat di dalam hatinya, menelan ludah yang terasa kesat.Dengan sangat hati-hati, Dayat mulai menggeser lengan Ajeng yang menempel di tubuhnya. Ia bergerak sesenti demi sesenti. Setelah berhasil meloloskan diri, Dayat bangkit dari kasur lantai dengan gerakan yang sangat halus. Sebelum melangkah pergi, ia menarik ujung selimut Aje

  • Tukang Servis Spesialis   Servis Biasa

    "Ah, si Mbak bisa aja," sahut Dayat dengan kekehan rendah yang terdengar santai. Ia melirik sekilas ke arah koridor menuju ruang tamu sebelum kembali menatap Cici. "Sudah, Mbak, sana mendingan temenin Ajeng di depan. Nanti kalau ditinggal kelamaan, dia malah ngomel-ngomel lho." Alih-alih langsung pergi, jemari lentiknya yang dingin perlahan naik, membelai lembut dagu Dayat selama satu detik penuh dengan tatapan yang sarat akan arti. Setelah memberikan kerlingan manja terakhirnya, Cici akhirnya membalikkan badan. Daster putih tipisnya melambai ringan seiring langkah kakinya yang anggun meninggalkan dapur untuk menghampiri Ajeng yang sudah menanti di ruang tamu.Begitu Cici tak lagi terlihat, Dayat mengembuskan napas panjang, mengusir ketegangan yang sempat mengunci dadanya. Ia segera berjongkok di depan kolong tempat cuci piring. Jemarinya yang cekatan mulai bergerak memeriksa badan mesin sanyo hitam yang terasa dingin. Dengan saksama, Dayat memutar kipas bagian belakang mesin menggun

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Menantang

    "Ealah, Jeng, namanya juga di rumah sendiri," sahut Cici dengan suara yang sengaja dilembutkan. Ia membuka pintu rumahnya lebih lebar. "Ayo, Mas Dayat, Ajeng, masuk dulu ke dalam. Enggak enak ngobrol di teras malam-malam begini."Ajeng mendengus pelan, namun tetap melangkah masuk mendahului Dayat setelah melepaskan telapak tangannya dari mata pria itu. Mereka berdua kemudian mendudukkan diri di atas sebuah sofa busa usang yang terletak di ruang tamu."Kalian duduk dulu ya. Mbak buatkan teh hangat sebentar di belakang," ucap Cici sebelum membalikkan badannya dan melangkah menuju dapur dengan pinggul yang sengaja diayun lembut.Begitu sosok Cici menghilang di balik tirai pembatas ruangan, Ajeng langsung menggeser duduknya hingga benar-benar merapat ke sisi Dayat. Ia mencengkeram lengan Dayat dan berbisik dengan nada yang sangat tajam, "Awas aja ya kamu, Mas! Mata itu dijaga, jangan sampai jelalatan ngeliatin Mbak Cici terus!"Dayat menahan tawanya agar tidak pecah, mencoba mengontrol de

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Nyata Depan Pintu

    Di dalam kamar Ajeng yang bernuansa sederhana, aroma harum sabun mandi masih menguar dari tubuh Dayat. Pria itu baru saja selesai mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dan sedang mengancingkan kemeja santai yang diberikan Clara tempo hari. Cklek... Pintu kamar terbuka sedikit, lalu sosok Ajeng menyembul dari balik pintu sebelum akhirnya melangkah masuk. Ia membawa aroma wangi minyak wangi melati yang lembut, tampaknya juga sudah bersiap-siap dengan pakaian rapi. "Mas Dayat," panggil Ajeng, melangkah mendekat sambil memperhatikan Dayat yang sedang merapikan kerah kemejanya di depan cermin. "Iya, Jeng? Kenapa?" tanya Dayat tanpa menoleh, pandangannya masih tertuju pada pantulan dirinya di cermin. "Nanti habis ini kita makan malam dulu di meja makan sama Ibu, ya. Baru habis itu kita langsung jalan ke rumah Mbak Cici," ucap Ajeng memberi tahu rencana m

  • Tukang Servis Spesialis   Peringatan Kecil

    "Iya, Jeng, itu benar semua. Karena kamu di kota, jadi kamu enggak dengar beritanya," sahut Nindi mantap, meyakinkan Ajeng yang masih syok. Nindi mengelus dadanya sendiri sambil mengembuskan napas lega. "Aku malah bersyukur banget suamiku kerjanya di kota. Jadi ke sini cuma sebulan sekali, itu pun paling lama tiga hari sampai seminggu. Jadi aman dari radar dia. Pokoknya, aku wanti-wanti ya, kamu harus hati-hati banget! Kalau enggak, mas gantengmu ini nanti bakal digodain habis-habisan sama Mbak Cici." Mendengar penuturan panjang lebar dari sahabatnya, penyesalan langsung tergambar jelas di wajah Ajeng. Ia menepuk jidatnya pelan. "Duh... nyesel juga aku tadi pakai nawarin Mas Dayat benerin sanyonya," gumam Ajeng lemas. Ajeng kemudian memutar tubuhnya, melirik tajam sekaligus cemas ke arah Dayat. Merasa ditatap intens, Dayat balas menatap Ajeng dengan sebelah alis terangkat,

  • Tukang Servis Spesialis   Pacar? Drama Apa Lagi ini!

    Semburat cahaya fajar belum sepenuhnya muncul ketika Ajeng perlahan membuka matanya. Ia menoleh ke samping, mendapati Dayat masih tertidur sangat lelap, efek dari "servis penutup" yang berlanjut hingga larut malam.Ajeng tersenyum mengingat kejadian semalam, lalu duduk dan menggoyang-goyang pelan b

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Ketagihan

    Dayat melangkah ke meja rias dengan napas yang masih sedikit memburu. Begitu layar ponselnya menyala di tengah temaram lampu kamar, ia mengernyitkan dahi membaca nama yang tertera di sana."Siapa, Mas?" tanya Ajeng dari atas ranjang, posisinya masih telentang dengan daster yang setengah tersingkap.

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Di Tengah Gairah

    Setelah terdiam beberapa saat sambil menimbang-nimbang risiko yang paling aman, Dayat akhirnya mengembuskan napas panjang. Ia menunduk untuk menatap Ajeng kembali, memantapkan keputusannya."Ya sudah, Jeng, mendingan kita enggak usah ngomong dulu deh sama Gita," ucap Dayat pada akhirnya. "Nanti kal

  • Tukang Servis Spesialis   Malam Penawaran

    Dayat hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib Ajeng yang tiada habisnya menggoda imannya. Ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu menepuk pelan kantong plastik di atas meja."Sudah, ah. Jangan ngaco kamu, Jeng," kata Dayat sambil berusaha mengalihkan fokus.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status