Home / Rumah Tangga / Tukar Ranjang Puaskan Rasa / Bab 65 - Mahkota Tanpa Cela

Share

Bab 65 - Mahkota Tanpa Cela

Author: SamL9
last update publish date: 2026-09-20 11:31:36

"Kalau aku jadi ratu ... kamu harus jadi rajanya."

Guntur kembali menggelegar, menggetarkan kaca-kaca jendela penthouse mewah itu hingga berderak pelan. Namun di dalam ruangan, badai yang jauh lebih liar tengah berlangsung. Edward mengangkat tubuh Laura dengan mudah, menjauhkannya dari genangan darah yang perlahan meresap ke dalam karpet sutra. Ia membawa ratunya menuju ranjang king-size di kamar utama penthouse, membaringkan wanita itu dengan sentuhan yang memadukan kekasaran seorang pembunuh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 136 - Terengah-engah di Balik Kaca

    "Sayang, remukkan tulangku, lalu makan tubuhku agar kita tetap menjadi satu, Sayang. Selamanya menjadi satu ...."Matahari pagi musim gugur menyinari Manhattan dengan cahaya keemasan yang dingin, memantul pada gedung-gedung pencakar langit yang menjulang bagai pilar-pilar beton di bawah kaki Laura. Penthouse di lantai sembilan puluh sembilan Bald Tower itu sangat sunyi, sebuah kontras yang tajam dengan kekacauan yang tengah melanda bursa saham dan koridor-koridor pemerintahan di seluruh dunia pasca-kematian Senator Sterling dan jatuhnya Ordo Bayangan.Laura berdiri di depan dinding kaca raksasa yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Sang Nyonya Besar hanya mengenakan kemeja kebesaran berwarna putih murni milik Edward—satu-satunya pakaian yang membalut tubuhnya setelah penerbangan panjang dan buas dari Arktik. Tangannya memegang segelas sampanye, matanya yang segelap malam menatap jutaan manusia di bawah sana yang kini hidup dan bernapas semata-mata karena ia mengizinkannya.

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 135 - Fvck Me Harder!

    Hawa dingin Svalbard yang membekukan tulang tak lagi mampu menembus kulit mereka. Di atas Terminal Genesis yang terbuat dari bongkahan obsidian hitam pekat, napas Laura dan Edward masih beradu dalam ritme yang memburu. Keringat yang membasahi tubuh telanjang Laura menguap tipis di udara Arktik yang kering dan berbau ozon, sementara pelukan protektif lengan kekar Edward menjaganya dari sengatan suhu ekstrem.Data triliunan Euro, kode akses satelit global, dan rahasia paling mematikan di bumi kini mengalir senyap di bawah punggung mereka, menjadi saksi bisu dari penyatuan beringas yang baru saja meruntuhkan warisan terakhir Silas Bald.Edward menarik dirinya perlahan, mengecup dalam-dalam bibir Ratu-nya yang membengkak merah. Ia meraih mantel bulu serigala putih dari lantai baja yang berserakan sisa-sisa selongsong peluru dan rongsokan anjing mekanis, lalu membungkus tubuh Laura dengan kelembutan yang sangat kontras dengan kebuasannya saat menyetubuhi wanita itu beberapa menit yang lalu

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 134 - Kiamat di Titik Beku

    Angin Arktik melolong bagai raungan roh penasaran saat Laura menempelkan Apex Drive ke atas panel pemindai di sisi pintu baja raksasa itu. Lampu LED yang membeku oleh lapisan es seketika berkedip hijau. Terdengar suara desis hidrolik yang memekakkan telinga, memecah kebekuan yang telah bersemayam selama puluhan tahun. Pintu setebal dua meter itu bergeser perlahan, menghembuskan udara kering yang berbau ozon dan mesin dari dalam kegelapan.Edward melangkah masuk lebih dulu, laras FN SCAR-H miliknya membelah gulita, tubuh raksasanya menjadi perisai mutlak bagi sang Ratu. Begitu ujung sepatu bot mereka melewati ambang pintu, deretan lampu darurat berwarna merah darah menyala secara berurutan, menerangi lorong panjang yang terbuat dari beton dan baja padat.Namun, bukan keheningan yang menyambut mereka. Dari ujung lorong, terdengar derap mekanis yang berat dan mematikan.Empat siluet merangkak keluar dari bayang-bayang. Mereka bukan manusia. Itu adalah combat drones berkaki empat—anjing p

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 133 - Bunuh Saja

    Perintah itu adalah pelatuk yang meledakkan kewarasan Edward. Sang algojo mengaum rendah, mengangkat tubuh Laura dari lantai dan membantingnya dengan kasar namun penuh perhitungan ke atas ranjang kabin yang luas. Jubah sutra hitam itu terlepas sepenuhnya, mengekspos kemolekan sempurna Laura di bawah cahaya temaram pesawat.Edward merobek sisa pakaiannya sendiri, memperlihatkan otot-ototnya yang bergemuruh tegang dan kejantanannya yang telah mengeras buas, berkedut menuntut pelampiasan dari rasa frustrasi dan protektivitas yang membakar dadanya.Pria itu merangkak naik, mengungkung tubuh Laura layaknya predator yang mengunci mangsanya. "Dia hanya masa lalu yang sudah membusuk, Laura. Sementara aku... aku adalah masa depanmu. Aku adalah kenyataanmu!"Edward menunduk, menghisap salah satu payudara Laura dengan rakus, menggigit putingnya yang mengeras hingga Laura menjerit nikmat. Tangan Edward yang besar dan kapalan menyusuri paha jenjang sang Ratu, secara paksa melebarkan kedua kaki wan

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 132 - Neraka di Ujung Nol Derajat

    Di tengah layar merah itu, sebuah video perlahan muncul. Kualitasnya sangat jernih, direkam dalam sebuah ruangan kerja bergaya klasik yang sangat familiar bagi mereka berdua.Di dalam video itu, duduk seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam pinstripe, menghisap cerutu Kuba dengan keangkuhan seorang kaisar. Matanya yang tajam dan dingin menatap lurus menembus lensa kamera.Itu adalah Silas Bald. Ayah Laura.Edward menahan napas. Jantung Laura berdetak satu ketukan lebih cepat. Silas telah mati, tubuhnya telah mereka lihat sendiri, namun hantu penguasa lama itu kini menatap mereka dari balik alam kubur."Jika rekaman ini diputar, itu berarti dua hal," suara bariton Silas yang berat dan berwibawa menggema di dalam kabin jet. "Pertama, Ordo Bayangan telah runtuh. Kedua, putriku, Laura... kau telah mengambil alih takhta dan memegang Apex Drive."Silas dalam video itu menghembuskan asap cerutunya pelan."Kau mungkin mengira kau sudah menang, Putriku. Kau mengira dengan membunuh par

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 131 - Abu, Darah, dan Hantu dari Masa Lalu

    Kobaran api dari reruntuhan kendaraan taktis milisi menjilat langit malam gurun, mengubah kanvas gelap itu menjadi lautan jingga yang membara. Di tengah pusaran debu, asap mesiu, dan bau daging terbakar, ciuman beringas antara Laura dan Edward menjadi satu-satunya sumber kehidupan, sebuah sirkuit gairah yang menyedot energi dari kematian di sekeliling mereka.Tangan besar Edward yang berlumuran darah segar merengkuh pinggang Laura, mengangkat tubuh Ratu-nya hingga kaki jenjang wanita itu melingkar erat di pinggangnya. Sang algojo berjalan menembus panggung pembantaian itu tanpa melepaskan tautan bibir mereka, membawa Laura kembali ke dalam perut jet supersonik yang mesinnya masih menderu konstan.Begitu pintu hidrolik pesawat tertutup, mengunci hawa panas gurun dan pemandangan neraka di luar sana, Edward menjatuhkan punggung Laura ke dinding panel kabin."Kau selalu tahu cara membuatku gila, Laura," geram Edward parau. Ia mencium rahang wanita itu, turun ke lehernya, menghisap kulit p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status