Share

Bab 8

last update publish date: 2026-10-30 07:00:03

Kepercayaan yang Disalahgunakan

Malam mulai menyelimuti Aurelia ketika Eloise kembali ke kediaman keluarganya. Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya masih dipenuhi percakapan bersama Laras di kafe tadi siang.

Ia terus bertanya-tanya tentang kesempatan yang dimaksud sahabatnya. Laras memang belum menjelaskan secara terperinci, tetapi perkataannya berhasil menumbuhkan harapan baru di hati Eloise.

Mungkin, untuk pertama kalinya, ia benar-benar bisa melakukan sesuatu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   bab 10

    Harga Sebuah KepercayaanPagi itu, Eloise sedang duduk di dekat jendela kamarnya ketika ponselnya bergetar.Sebuah pesan dari Laras muncul di layar.**Laras:***Eloise, aku sudah mendapatkan kabar. Kamu bisa bertemu dengan pihak keluarga yang membutuhkan pekerja itu besok.*Eloise segera meraih ponselnya dengan penuh antusias.**Eloise:***Benarkah? Akhirnya! Di mana kita akan bertemu?*Ia menunggu balasan sambil sesekali melirik jam di dinding. Tidak lama kemudian, pesan baru masuk.**Laras:***Aku akan menjemputmu. Ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan sebelum kamu bertemu mereka.*Eloise tersenyum lebar. Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya ia mendapatkan kepastian.Ia membayangkan bahwa pertemuan tersebut akan menjadi langkah pertamanya menuju kehidupan yang selama ini diinginkannya. Ia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya mampu bertanggung ja

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   bab 9

    Langkah Menuju Kehidupan BaruPagi itu, Eloise terbangun lebih awal dari biasanya.Sinar matahari menyelinap melalui celah tirai kamarnya, menerangi ruangan yang tertata rapi. Namun, berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, pikirannya sudah dipenuhi berbagai pertanyaan tentang kesempatan yang ditawarkan Laras.Ia meraih ponsel di atas nakas, berharap ada kabar baru dari sahabatnya.Benar saja, sebuah pesan telah masuk beberapa menit lalu.Laras:Eloise, aku sudah mendapatkan kabar. Orang yang kuceritakan kemarin bersedia bertemu denganmu. Bagaimana kalau kita bertemu siang ini?Eloise langsung bangkit dari tempat tidur.Ia membaca pesan tersebut dua kali sebelum mengetik balasan.Eloise:Benarkah? Tentu saja aku mau! Di mana kita akan bertemu?Balasan Laras datang tidak lama kemudian.Laras:Kita bertemu di kafe yang biasa kita datangi. Nanti aku akan menjelaskan semuanya d

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   Bab 8

    Kepercayaan yang DisalahgunakanMalam mulai menyelimuti Aurelia ketika Eloise kembali ke kediaman keluarganya. Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya masih dipenuhi percakapan bersama Laras di kafe tadi siang.Ia terus bertanya-tanya tentang kesempatan yang dimaksud sahabatnya. Laras memang belum menjelaskan secara terperinci, tetapi perkataannya berhasil menumbuhkan harapan baru di hati Eloise.Mungkin, untuk pertama kalinya, ia benar-benar bisa melakukan sesuatu atas keinginannya sendiri.Sesampainya di rumah, Eloise mendapati ibunya sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca sebuah majalah. Perempuan itu mengangkat wajah ketika mendengar langkah putrinya.“Sudah pulang, Sayang?”Eloise menghampiri ibunya dan mengecup pipinya sekilas.“Sudah, Ma.”“Bagaimana pertemuanmu dengan Laras? Menyenangkan?”“Menyenangkan sekali.” Eloise menjatuhkan tubuhnya ke sofa di samping ibunya. “Kami mengobrol banyak

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   Bab 7

    Awal dari Sebuah KesalahanHari-hari setelah percakapannya dengan Laras berlalu seperti biasa. Eloise masih tinggal di rumah keluarganya, menjalani rutinitas yang selama ini terasa begitu mengekang. Meski telah menyelesaikan pendidikannya, ia tetap belum benar-benar mendapatkan kebebasan yang selama ini diinginkannya.Setiap kali hendak keluar rumah, dua pengawal yang ditugaskan ayahnya selalu bersiap mengikutinya. Bahkan, untuk sekadar pergi ke toko buku atau berjalan-jalan bersama Laras, Eloise harus menghadapi berbagai pertanyaan mengenai tujuan dan waktu kepulangannya.Bagi orang lain, kehidupan Eloise mungkin tampak sempurna. Ia memiliki keluarga terpandang, rumah yang nyaman, serta segala sesuatu yang dibutuhkan. Namun, bagi Eloise, semua kemudahan itu terkadang terasa seperti dinding tinggi yang membatasi langkahnya.Pagi itu, Eloise sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap layar ponselnya. Ia membuka percakapan dengan Laras, membaca kem

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   Bab 6

    Rencana di Balik Senyuman“Eloise, kamu kenapa? Dari tadi melamun terus. Jangan bilang kamu masih memikirkan kedua pengawalmu itu.”Suara Laras membuyarkan lamunan Eloise. Gadis itu melambaikan tangannya beberapa kali di depan wajah sahabatnya, berusaha menarik perhatian Eloise yang sejak tadi hanya menatap kosong ke arah jendela.Eloise tersentak kecil. Ia mengerjapkan mata, lalu menoleh kepada Laras yang kini sedang menatapnya dengan ekspresi heran.“Eh? Kamu bicara apa tadi?” tanyanya sambil tersenyum canggung.Laras mengembuskan napas panjang, kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan dada.“Ya ampun, Eloise! Kamu benar-benar tidak mendengarkanku, ya? Dari tadi aku bicara panjang lebar, tetapi kamu malah melamun sendiri. Sebenarnya, apa yang sedang kamu pikirkan?”Eloise terkekeh pelan. Ia merapikan rambutnya yang sedikit jatuh ke wajah, kemudian menggeleng ringan.“Tidak ada apa-apa, kok. Aku hanya sed

  • Tunangan Yang Tak Pernah Ku Temui   Bab 5

    Pagi itu, Eloise bangun lebih awal dari biasanya.Bukan karena ia memiliki jadwal pemeriksaan, bukan pula karena mamanya memintanya bersiap untuk menghadiri acara keluarga. Ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya sejak semalam.Evander Group.Nama itu berkali-kali muncul di benaknya, disusul ekspresi aneh yang ditunjukkan kedua orang tuanya ketika ia menanyakannya.Eloise bukan anak kecil lagi. Ia tahu bahwa orang dewasa terkadang menyimpan rahasia dengan alasan ingin melindungi seseorang. Namun, ia juga tahu bahwa tidak semua rahasia membuat seseorang merasa lebih aman.Ia duduk di tepi tempat tidur, meraih laptop, kemudian membuka mesin pencari.Jarinya mengetik sebuah nama.**Evander Group.**Dalam hitungan detik, berbagai informasi muncul di layar. Berita bisnis, laporan keuangan, foto gedung perkantoran, hingga artikel tentang keluarga yang mengendalikan salah satu perusahaan terbesar di Aurelia.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status