Share

Bab 2

Author: Jena
Stanley terdiam seribu bahasa sangking marahnya.

Tasya menyeka air matanya, lalu menggelengkan kepala dengan ekspresi seolah sedang menasihati anak kecil yang tak mengerti apa-apa.

"Nona Alice, ini pernikahan, bukan permainan nikah-nikahan seperti di kampungmu."

"Jangan hanya melihat tampang Alex yang lumayan, dia itu hanya tuan muda palsu yang tertukar. Sebentar lagi juga akan dipulangkan entah ke sudut mana."

"Jangan sampai kamu nekat, hanya karena ingin melampiaskan emosi, malah menikah dengannya."

Ucapan Tasya seolah menyadarkan Stanley. Wajahnya yang semula muram, langsung kembali normal.

Dia melirikku dengan tatapan tajam, senyumannya penuh ejekan.

"Alice, merajuk itu ada batasnya. Kalau melewati batas, hati-hati malah berakhir kehilangan segalanya."

"Kalau nanti kamu sudah jadi barang rongsokan dan berlutut memohon padaku, aku juga nggak akan sudi menerimamu lagi."

Usai bicara, dia langsung pergi bersama Tasya meninggalkan kantor catatan sipil.

Melihat kepergian mereka dengan penuh kemenangan, Alex melepaskan genggaman tangannya perlahan dan berkata dengan penuh keyakinan.

"Stanley hanya terbawa emosi, dia masih menunggumu kembali padanya."

"Aku tahu," jawabku datar.

Bagaimanapun juga, kami sudah berpacaran selama lima tahun. Meski perasaan sudah berubah, aku masih cukup mengenalnya.

"Tapi, aku nggak berniat kembali lagi."

Setahun yang lalu, dia masih pacar yang sangat mencintaiku dan akan segera menikahiku.

Setelah dijemput kembali oleh Keluarga Rozee, baru diketahui bahwa dia adalah tuan muda mafia yang tertukar, calon bos mafia dan sudah memiliki tunangan seorang putri mafia yang cantik jelita.

Demi menikahiku, meski posisinya sebagai pewaris belum stabil, dia memaksakan diri menanggung hukuman keluarga selama tiga hari tiga malam hingga bos mafia saat ini luluh.

Kala itu, dia terbaring di ranjang rumah sakit dengan napas tersengal-sengal, tapi tetap menggenggam tanganku dengan wajah bahagia.

Dia bilang, posisi apapun yang dia dapatkan di Keluarga Rozee, aku juga akan mendapatkan kehormatan yang sama.

Aku begitu terharu saat itu. Dengan naifnya, aku percaya bahwa kami pasti akan terus bersama.

Namun sekarang, setahun kemudian, dia telah menjadi tuan muda resmi yang diakui Keluarga Rozee, pewaris sah di mata semua orang.

Dia malah membiarkan tunangannya pindah ke vila kami.

Sikapnya yang awalnya dingin dan acuh tak acuh pada wanita itu, kini malah sering disebut-sebut.

Dia membiarkan wanita itu merombak ruang kerja yang kusiapkan untuknya menjadi ruang tamu untuk pergaulan sosial mereka.

Membiarkan dompet buatan tangan pertama yang kujahit dengan susah payah untuknya dibuang seperti sampah.

Bahkan di hari peringatan kematian ibuku, saat aku duduk sendirian semalaman di depan foto mendiang ibuku, dia malah menemani Tasya pergi ke acara lelang.

Di saat itulah, akhirnya aku sadar.

Pria yang dulu mencintaiku sepenuh hati telah lenyap sepenuhnya.

Betapa mirisnya.

Hanya dalam waktu setahun, aku yang selalu digosipkan si rakyat jelata, cinta sejati tuan muda, harus kembalikan posisi pada tunangan kaya raya yang sebelumnya.

Aku berbalik, menatap Alex yang sejak tadi diam.

"Kamu nggak perlu khawatir aku akan menyesal. Perasaan yang nggak setia, nggak akan pernah kuinginkan lagi. Aku bilang ingin bersamamu, itu bukan karena emosi sesaat."

Ekspresi Alex langsung berubah, matanya membelalak.

Dia menggenggam tanganku erat, begitu erat hingga terasa nyeri.

"Tenang saja, selama bersamaku, kamu nggak akan kalah."

"Dalam hal apapun."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 10

    Saat Alex menjatuhkan pistolnya, dia tidak melemparnya jauh, melainkan membiarkannya jatuh lurus ke bawah, ke posisi yang tidak jauh dariku.Dia sengaja memancing emosi Stanley, menggunakan tubuhnya sebagai tameng sekaligus mengalihkan perhatian Tasya.Tatapan matanya bertemu denganku dan aku langsung memahami maksudnya.Dia sedang mencari kesempatan untukku!Aku yang terabaikan pun diam-diam mengambil pistol itu dan dalam sekejap, situasi pun berbalik."Sebagai calon nyonya Keluarga Zavi, aku nggak akan membiarkan suami masa depanku mati begitu saja di sini."Aku menjilat bibirku dan tersenyum liar.Alex memanfaatkan kelengahan Stanley, melayangkan satu pukulan penuh tenaga ke wajahnya, membuatnya terlempar dan menghantam deretan meja hingga pingsan.Setelah dua orang itu diselesaikan, Alex pun berjalan mendekat, langsung menggendongku, lalu mengecup pipiku, "Kerja bagus, memang calon nyonya Keluarga Zavi."Anak buah Keluarga Zavi pun tiba. Jenazah Tasya dibawa pergi.Stanley ditangka

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 9

    "Jangan bergerak!"Itu Tasya. Dia mengangkat pistol dan menempelkannya di punggung Alex."Buang senjatamu atau kubunuh kamu sekarang juga?!"Stanley yang dari tadi muram di samping, mendadak tertawa terbahak-bahak, menyemangati Tasya dengan wajah penuh semangat, "Benar, bunuh dia! Dia yang menghancurkan Keluarga Rozee dan Keluarga Tosa sampai jadi seperti ini! Dia pantas mati!" Alex sama sekali tidak meliriknya. Dia berkata dengan dingin, "Biarkan aku dan Alice pergi. Aku janji Keluarga Zavi nggak akan menyentuh keluarga kalian lagi. Tapi, kalau kalian berani melukai pewaris Keluarga Zavi, konsekuensinya nggak sanggup ditanggung Keluarga Tosa."Suasana hening sejenak. Namun, tiba-tiba Tasya malah tertawa.Ekspresinya sangat gila, persis seperti Stanley, "Konsekuensi? Apalagi yang harus kutakuti? Hidupku sudah hancur!"Setelah dikepung dan diserang oleh keluarga-keluarga lain, Keluarga Rozee dan Keluarga Tosa memang masih sempat mempertahankan fondasi. Namun, saat mereka mengira semu

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 8

    Dia terihat jauh lebih kurus, matanya cekung, rambutnya berantakan dan setelan jas yang dulunya rapi, kini penuh kerutan. Tidak ada lagi kegagahan seorang tuan muda Keluarga Rozee.Begitu melihatku, matanya berbinar. Dia menerjang ke arahku, tanpa memedulikan pelayan yang mencoba menghadangnya.Pengawal di sampingku segera maju dan menghentikannya."Alice!" teriaknya dengan suara serak di balik pengawal. "Aku sudah tahu salah! Aku benar-benar sudah tahu salah! Aku nggak seharusnya membiarkan Tasya mempermainkanmu. Tapi, orang yang kucintai dari dulu sampai sekarang tetap kamu, nggak pernah berubah!""Kita sudah bersama selama lima tahun! Kembalilah bersamaku! Asal kamu kembali bersamaku, aku akan menuruti apapun. Kita mulai dari awal lagi, semuanya akan kembali seperti dulu, ya?""Dulu?" Aku tertawa, "Dulu yang mana?""Yang saat kamu di kantor catatan sipil, menjadikanku bahan lelucon demi menghibur Tasya di depan semua orang?""Atau saat kamu membiarkan Tasya tinggal di rumah kita, l

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 7

    Entah karena mobilnya terlalu mewah atau sopirnya yang terlalu ahli, orang yang duduk di dalam mobil sama sekali tak menyadari berlalunya waktu. Tanpa terasa, kami sudah tiba di tujuan.Di sisi jalan yang lebar terbentang hutan pribadi yang luasnya luar biasa lebar. Aku menatap ke depan dan melihat sebuah kastil raksasa yang berdiri megah.Dengan hormat, Seto berkata, "Nona Alice, selamat datang di Keluarga Zavi. Tuan Roy dan Nyonya Lydia sudah sangat ingin bertemu denganmu."Aku turun dari mobil dengan linglung dan masuk ke dalam kastil itu dengan perasaan campur aduk.Begitu sampai di aula utama, aku langsung ditarik oleh seorang wanita paruh baya yang cantik."Kamu yang namanya Alice? Benar-benar cantik sekali. Maaf ya, putraku sudah merepotkanmu.""Sejak kecil, dia sudah hidup terpisah dari keluarga. Saat dia ditinggalkan Keluarga Rozee dan berada di titik terendah hidupnya, kamu masih memilih untuk tetap bersamanya.""Seluruh Keluarga Zavi sangat berterima kasih padamu."Ucapan it

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 6

    "Tuan... Tuan Alex...."Stanley akhirnya menemukan kembali suaranya. Dia buru-buru memasang senyuman kaku sambil melambaikan tangan, "Ini semua salah paham, hanya salah paham! Tuan muda Keluarga Zavi tinggal di Keluarga Rozee sebagai tuan muda selama dua puluh tahun, bisa dibilang kita ini saudara. Mana mungkin aku mencelakainya? Semua ini ide perempuan ini! Aku juga tertipu!"Tasya menatap Stanley dengan wajah tak percaya. Dia bahkan tak sempat memedulikan pipinya yang masih terasa perih, langsung berlari ke depan dan berlutut."Tuan Alex, dia bohong! Semuanya ulah Stanley! Dia yang menyuruhku! Dia iri padamu, dia ingin membalas dendam pada Alice, makanya memikirkan cara sekejam ini. Ini nggak ada hubungannya denganku!"Stanley panik, "Tasya, jangan asal bicara di depan Tuan Alex! Jelas-jelas ini idemu!""Kamu fitnah!" teriak Tasya."Sejak kapan aku bilang begitu? Kamu punya bukti?"Keduanya langsung saling menjatuhkan, memperlihatkan keburukan masing-masing.Alex bahkan malas melirik

  • Tunanganku Menyesal Setengah Mati   Bab 5

    Dia mengenakan setelan jas potongan rapi, tubuhnya terlihat kurus, tapi memiliki aura yang luar biasa kuat.Begitu melihat sosok ini muncul, wajah Stanley dan Tasya langsung berubah."Itu Pak Seto, penasihat Keluarga Zavi? Aku nggak salah lihat?"Suara Stanley bahkan terdengar bergetar.Keluarga Zavi.Di antara keluarga mafia, mereka adalah puncak piramida.Satu dari lima besar yang bahkan jika Keluarga Rozee dan Tosa digabungkan pun, hanya bisa memandang mereka dari jauh tanpa pernah punya kesempatan untuk berhubungan.Stanley segera memasang senyuman semringah dan bergegas menyambutnya."Pak Seto, aku sudah lama mendengar nama besarmu. Aku tuan muda dari Keluarga Rozee. Kerja sama kami dengan Keluarga Zavi sebelumnya sangat menyenangkan. Entah angin apa yang membawamu kemari hari ini?"Tasya pun segera mendekat, suaranya terdengar manis yang memuakkan."Pak Seto, salam kenal. Aku Tasya, putri Keluarga Tosa. Ayahku sering menyebutmu. Ada apa kamu ke sini hari ini? Kalau butuh bantuan,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status