Share

FIX

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-07-15 08:46:04

Seketika, batin Nadia langsung membandingkan perlakuan ini dengan masa lalunya bersama Nayaka. Dulu, Nayaka adalah pria yang selalu membuat Nadia merasa menjadi nomor dua, mengabaikan perasaannya, dan selalu memaksakan kehendak. Namun kini, di hadapan Aditya, Nadia mendapatkan ruang aman yang seutuhnya. Perbedaan yang bertolak belakang itu membuat Nadia semakin yakin 100% bahwa Aditya adalah pelindung yang tepat, yang dikirimkan Tuhan untuk menyembuhkan lukanya.

"Oke, fix ya Mas, aku setuju men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • VENDETTA   PENGHORMATAN ADITYA PADA MANTAN MERTUA NADIA 

    "Lho, kamu enggak bawa anak-anak? Kenapa enggak telepon Mama dulu?" Fitri, yang baru saja kembali dari jalan santai di hari Minggu, tampak terengah-engah. Dia yang sedari tadi menemani Ikhsan lari pagi benar-benar kaget ketika melangkah masuk ke dalam rumah. Di ruang makan, sudah ada Nadia, dan mantan menantunya itu tampak begitu santai sedang mengatur menu sarapan di atas meja."Ha ha, santai, Ma," balas Nadia sambil terkekeh geli, meletakkan gelas air putih terakhir tanpa raut canggung sama sekali.Sementara itu di area teras depan, Ikhsan yang baru selesai menyeka keringatnya berjalan mendekat."Sudah lama?" tanya Ikhsan begitu melihat sesosok pria tegap duduk dengan sikap sangat sopan di kursi teras, lengkap dengan secangkir kopi hitam yang sudah tersaji di mejanya."Belum, Om. Baru saja," balas Aditya sembari langsung bangkit berdiri, menyambut Ikhsan dengan mengulurkan tangan untuk bersalaman penuh hormat.Ikhsan menepuk bahu pria muda itu dengan ramah. "Yuk masuk, kita sarapan

  • VENDETTA   BUAT APA PUNYA ISTRI KALAU …,

    "Mas keluar dulu, itu yang antar pakaian dan mobil Mas sudah mau sampai. Biar kalau satpam gerbang perumahan minta izin, Mas bisa langsung terima video callmereka," ucap Aditya, karena ponsel di genggamannya mendàdak bergetar dan berbunyi menampilkan nama pegawai yang dia minta untuk mengantarkan mobil serta keperluannya.Nadia hanya mengangguk sembari tersenyum, melepas suaminya yang melangkah bergegas keluar kamar untuk mengurus kedatangan kendaraan dan barang-barangnya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈Beberapa waktu berlalu, pintu kamar kembali terbuka."Aaaah, akhirnya bisa mandi dan ganti pakaian," ucap Aditya menghela napas lega saat melangkah masuk kembali ke dalam kamar, kali ini dengan dua koper besar yang beroda di kedua tangannya.Di dalam kamar, suasana sudah terasa jauh lebih tenang dan segar. Nadi

  • VENDETTA   SEBELUM BOCOR DARI ORANG LAIN

    "Ayok Mas, kita makan," ajak Nadia pada suaminya dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cerahnya."Ayok, tapi sebelum itu Mas mau bilang, kita besok ke rumah orang tua Nayaka ya," ucap Aditya tegas, menatap lurus ke dalam manik mata Nadia."Kenapa Mas?" Nadia sempat tertegun sekilas, rasa terkejut tampak di wajahnya."Sebelum ada kabar keluar ke mana-mana, ada baiknya kita yang memberi tahu mama dan papamu langsung dari mulut kita, agar mereka tetap merasa kamu hargai," jelas Aditya dengan nada suara yang tenang namun penuh wibawa seorang pemimpin.Mendengar penjelasan itu, dàda Nadia seketika bergemuruh hebat. Air matanya nyaris terbit lagi, kali ini benar-benar karena rasa kagum yang luar biasa pada sosok di hadapannya.‘Ya ampuuuun…, ini lelaki otaknya memang supeeeer!’‘Aku sendiri bahkan sama sekali tidak berpikir soal Mama Fitri dan Papa Ikhsan saat ini.’‘Pik

  • VENDETTA   GAUNG PEMIKIRAN NADIA DAN ADITYA 

    ‘Aku sekarang sudah punya imam?’‘Aku sekarang punya pemimpin?’‘Aku sekarang adalah makmum?’Pertanyaan-pertanyaan itu akhirnya bergaung di dalam kepala Nadia, berputar seperti melodi yang terasa asing namun begitu menggetarkan dinding hatinya. Sambil melangkah pelan di sebelah Aditya menuju meja makan, jemari Nadia meremas pelan ujung kebayanya. Matanya melirik wajah macho pria yang berjalan di sisinya, pria yang beberapa menit lalu baru saja menyebut nama lengkapnya dalam satu tarikan napas yang lantang dan tegas di depan saksi dan sesepuh keluarga.Nadia masih dilingkupi rasa tidak percaya atas takdir kilat yang baru saja mengikatnya,‘Ya Allah... benarkah semua ini baru saja terjadi? Jam sepuluh pagi tadi, aku duduk di sini dengan jantung yang mencelos, dilingkupi ketakutan setengah mati hanya untuk menghadapi sebuah acara lamaran.’‘Aku datang dengan membawa sekarung trauma, bersiap untuk mundur atau setidaknya mengemis waktu tunda karena jiwaku belum siap membuka diri pada dun

  • VENDETTA   SAH~NYA PENGANTIN DADAKAN

    Setelah jeda beberapa menit untuk merapikan diri, suasana ruang tamu kini telah berubah total menjadi sangat khidmat. Semua mata tertuju pada meja akad di sudut ruangan.Aditya duduk tegak dengan jemari yang menjabat erat tangan Galih Bachruddin Cayapata di atas meja kayu tersebut. Detak jantung seisi ruangan seolah berhenti berputar saat Galih mulai mengucapkan kalimat tahkimnya.Dengan tatapan lurus, rahang yang kokoh, dan suara yang bergaung mantap, Aditya langsung menyambutnya."Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Swastika Cayapata binti Galih Bachruddin Cayapata dengan mas kawin cincin berlian dan uang sejumlah 11.110.000 dibayar tunai!" ucap Aditya dengan sangat tegas, lugas, dan dalam satu tarikan napas yang sempurna.11.110 adalah tanggal hari ini, 11 NovemberPakde Broto, yang bertindak sebagai penghulu siang itu, langsung menolehkan kepalanya secara bergantian ke sisi kanan dan kiri meja. Dia menatap Pakde Haris selaku saksi

  • VENDETTA   RESTU BAGI ADITYA 

    Setelah suasananya sedikit tenang, Nadia mengurai pelukan dan menghapus air matanya sejenak. Dia kembali beringsut dengan lutut, berpindah ke hadapan Galih, sang ayah tercinta. Tatapan Galih yang teduh namun berwibawa menyambutnya, meski binar mata sang ayah tidak bisa menyembunyikan rasa haru yang mendalam.Nadia melakukan prosesi yang sama, mencium punggung tangan Galih, merunduk mengecup lutut kanannya, dan kembali mengunci punggung tangan sang ayah di dalam genggamannya."Ayah, Eneng mohon doa restu Ayah," ucap Nadia, mencoba meneguhkan suaranya walau sisa isak tangis masih terdengar."Mohon maafkan Eneng yang belum bisa menjadi putri yang sempurna. Hari ini, Eneng mohon Ayah berkenan menikahkan Eneng dengan Mas Aditya. ridhoi langkah kami, Yah."Galih menarik napas panjang, mengusap puncak keala Nadia dengan kokoh, sebuah usapan khas seorang ayah yang menyalurkan kekuatan."Ayah maafkan, Neng. Dan hari ini, dengan penuh keikhlasan, Ayah

  • VENDETTA   AKU TAK SELINGKUH!

    “Silakan masuk,” Soraya Caraka, mama Rahma mempersilakan Fitriyani sahabatnya semenjak SMA, sekaligus mama Yaka untuk masuk ke rumahnya.“Tak perlu, suruh saja Yaka keluar sebentar,” Ikhsan Caturangga, papa Yaka bersuara sangat keras, sehingga Yaka yang ada di ruang makan mendengar itu. Dan past

  • VENDETTA   AKU MENYERAH!

    “Ada apa?” tanya Fitriyani Bramantyo atau Fitri, mama Yaka kepada Hanum Suryawijaya bunda Nadia, besannya. Tumben siang, jam kantor besannya menghubungi. Dia tahu besannya sebagai suster punya jam kantor, beda dengan dirinya yang tak punya jam kantor, sebab dia hanya mengelola rumah kost.“Aku tak

  • VENDETTA   APA HAL ITU MASUK AKAL?

    Kerugian Immateriil sebesar Rp1 Miliar, sebagai bentuk penebusan atas seluruh kesalahan, tekanan psikologis, dan kerusakan nama baik yang telah diderita oleh Nayaka akibat kelakuan kotor perempuan itu.Biaya Pengacara dan Penyelidikan, Rahma juga dituntut untuk membayar penuh seluruh biaya

  • VENDETTA   TUNTUTAN SEBESAR 1 RUPIAH

    "Bantalan bagaimana?" Ikhsan memotong pembicaraan soal panggilan, dia masih penasaran, menghentikan suapannya sejenak demi mendengarkan penjelasan lebih lanjut."Dindingnya, setinggi satu meter, dialas bantalan, agar saat mereka terbentur akan aman," jawab Nadia menerangkan konsep yang tad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status